Share

Bab 217

Author: Skyy
last update publish date: 2026-10-08 22:01:52

“Tuan Muda, hubungan Revan dengan Kepala Balai Perdagangan Harta Langka memang cukup baik. Namun, tokoh itu tidak mungkin terus berada di Kota Jayagiri.” Kepala pelayan mencondongkan tubuh sedikit, suaranya berubah semakin pelan. “Begitu dia pergi, Anda bisa menantang Revan secara terbuka. Pertarungan dilakukan di atas arena, disaksikan banyak orang. Dalam keadaan seperti itu, Balai Perdagangan tidak akan bisa melindunginya.”

Senyum licik muncul di wajah kepala pelayan. “Selama Anda mampu menga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 235

    Setiap lantai Balai Kitab dilindungi oleh formasi pembatas. Hanya dua tetua yang berjaga di pintu masuk yang mengetahui cara melewatinya. Setiap kali seseorang hendak memasuki lantai tertentu, kedua tetua itu akan mengaktifkan token giok untuk membuka akses.Syarat memasuki setiap lantai juga sangat ketat. Lantai pertama menyimpan teknik kultivasi tingkat Dasar, dengan biaya penukaran dua puluh poin kontribusi.Lantai kedua diperuntukkan bagi teknik tingkat Luhur, dengan biaya yang berbeda sesuai kualitasnya. Seratus poin untuk tingkat rendah, seratus lima puluh poin untuk tingkat menengah, dan tiga ratus poin untuk tingkat tinggi.Adapun lantai tiga menyimpan teknik kultivasi tingkat Agung. Bahkan untuk memilih teknik dengan kualitas terendah sekalipun, seseorang harus memiliki lima ratus poin kontribusi. Persyaratan lantai-lantai berikutnya tentu jauh lebih berat.Karena itulah, melihat Revan naik ke lantai tiga tanpa kesulitan membuat para murid tercengang.“Dia benar-benar naik! A

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 234

    Livia mencibir. “Dasar mesum! Dulu kau juga berusaha menyangkalnya. Sekarang, apa alasanmu?”Revan memijat pelipisnya. Dia bahkan belum sempat memahami situasinya, tetapi sudah lebih dulu dijatuhi hukuman.Masalahnya, suara Livia cukup lantang hingga menarik perhatian seluruh murid di lantai dua. Mereka yang sebelumnya sibuk memilih teknik kultivasi kini menoleh ke arah Revan, termasuk para pria yang tadi diam-diam mengagumi Livia.Tatapan mereka seketika berubah. Bahkan para kultivator wanita di lantai dua ikut memandang Revan dengan tatapan jijik. Dalam sekejap, dia menjadi sasaran kecaman seluruh ruangan.“Aku....”Revan ingin membela diri, tetapi melihat ekspresi orang-orang di sekitarnya membuatnya merasa lebih baik menghilang saja. Dia benar-benar tidak melakukan apa-apa, tetapi kini semua orang menganggapnya pria mesum.“Padahal masih muda dan tampan. Sayang sekali, ternyata dia mesum.”“Pantas saja dia tertarik pada adik perempuan baru itu. Gadis secantik peri seperti dia mema

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 233

    “Masuklah. Kalau kau mencari teknik kultivasi tingkat rendah, langsung menuju lantai tiga dan pilih salah satunya. Cukup bawa token giokmu.” ujar Pria tua itu mengembalikan token tersebut. Setelah itu, dia kembali memusatkan perhatian pada papan catur di atas meja batu, begitu pula rekannya. Seolah urusan Revan sudah selesai, keduanya langsung melanjutkan permainan.Revan hanya bisa terdiam. Dia membungkuk hormat kepada kedua tetua sebelum melangkah masuk.Begitu sosoknya menghilang di balik pintu, kedua pria tua itu mulai berkomunikasi melalui transmisi suara.“Anak itu ternyata kandidat terbaik dalam seleksi murid baru tahun ini. Usianya masih muda, tetapi kultivasinya sudah mencapai tingkat ketujuh Fase Roh.”“Memang aneh. Aku ingat Bayu pernah mengatakan bahwa kultivasi anak itu baru berada di tahap awal tingkat ketujuh. Namun, pengamatanku barusan menunjukkan bahwa dia sudah mencapai tahap akhir.”“Mungkinkah dia kembali mengalami terobosan?”“Kalau begitu, julukan orang aneh it

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 232

    Setelah Bram pergi, Revan mengeluarkan seluruh daging kering dari tas penyimpanannya dan menyimpannya di tempat yang sesuai. Dia kemudian bersiap memasuki ruang rahasia untuk berkultivasi selama beberapa hari.Pertarungan yang dia hadapi belakangan ini telah memberinya banyak pengalaman. Revan bisa merasakan bahwa kekuatannya hampir mencapai batas berikutnya. Dia berpeluang menembus Fase Roh tingkat ketujuh dan naik ke tingkat kedelapan dalam waktu dekat.Meski begitu, dia tidak berniat terburu-buru. Revan ingin memantapkan penguasaannya di tingkat ketujuh terlebih dahulu sebelum mencoba menerobos ke tingkat berikutnya.Selain meningkatkan kultivasi, dia masih memiliki satu kesempatan untuk memilih teknik bela diri tingkat rendah. Setelah menyelesaikan pengasingan kali ini, dia berencana pergi ke Balai Kitab untuk menentukan teknik yang akan dipelajarinya.Sebelum mulai berkultivasi, Revan kembali memeriksa jadwal yang tercatat dalam slip giok. Ada satu informasi yang menarik perhatia

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 231

    Revan membawa Bram kembali ke kediamannya.Sepanjang perjalanan, Bram terus berceloteh, menceritakan berbagai hal yang terjadi setelah mereka berpisah.Setelah dibawa oleh para pengurus murid luar, masing-masing murid baru menerima jubah biru, token identitas, sebuah slip giok, serta tempat tinggal berupa Paviliun Kecil.Menurut Bram, tempat tinggal mereka sekarang jauh lebih baik daripada Paviliun Kecil Nomor 9 yang pernah mereka tempati bersama. Energi spiritual di kawasan baru itu juga lebih melimpah, sehingga jauh lebih mendukung latihan kultivasi.Karena masuk perguruan pada waktu yang sama, Bram mudah bergaul dengan para murid baru lainnya. Bahkan, Naren dan Dito juga tinggal di kawasan yang sama dengannya.Tak lama kemudian, mereka tiba di depan kediaman Revan. Bram langsung memperlambat langkah dan menoleh ke sekeliling, merasakan energi spiritual yang begitu pekat hingga membuat tubuhnya terasa segar hanya dengan menarik napas.“Kak, ini benar-benar tempat tinggalmu?”“Memang

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 230

    Revan akhirnya menyadari betapa berharganya poin kontribusi yang selama ini dia anggap mudah diperoleh. Dia bahkan baru saja menghabiskan dua ratus poin untuk membeli Serat Tumbuhan 1000 Seribu Tahun. Jika dikonversikan berdasarkan harga daging kering, jumlah itu setara dengan seratus ribu kg makanan.Memikirkan hal tersebut membuat sudut mulutnya berkedut. Dua ratus poin kontribusi ternyata bernilai jauh lebih besar daripada yang dia bayangkan.Revan menggelengkan kepala, berusaha menyingkirkan penyesalan yang mulai muncul. Dia tidak menggunakan poin kontribusinya lagi untuk membeli makanan, melainkan membayar dengan Kristal Langit. Setelah membeli beberapa ribu kilogram daging kering sebagai persediaan, dia pun meninggalkan lapak tersebut.Untungnya, dia memiliki cukup banyak Kristal Langit. Seiring bertambahnya kekayaan, pola pikirnya perlahan berubah. Dia tidak lagi terlalu mengkhawatirkan pengeluaran kecil seperti dahulu.Lagi pula, di Perguruan Sangkara, Kristal Langit juga bisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status