Share

Bab 276

Author: Skyy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-24 21:25:25

Bayu menghela napas panjang sebelum menjelaskan, “Sebelumnya, Revan pernah mengatakan bahwa dirinya adalah menantu yang tinggal serumah di keluarga istrinya. Awalnya aku tidak sepenuhnya percaya, namun hasil penyelidikan membuktikan bahwa perkataannya benar. Bahkan, dia dikirim ke keluarga itu setelah dipukuli hingga nyaris tewas.”

“Menantu yang tinggal serumah?” Kahfi benar-benar terkejut.

Kemarin merupakan kali pertama ia bertemu Revan, dan ia sama sekali belum mengetahui latar belakang pemud
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 333

    Nayara yang berada di samping Revan ikut merasakan tekanan aura tersebut. Wajahnya memerah dan dia terpaksa mundur beberapa langkah.Menyadari perubahan pada orang-orang di sekitarnya, Revan segera menarik napas dalam-dalam. Dia menekan amarahnya dan mengendalikan kembali aura yang sempat meledak.Setelah itu, dia mengangkat kepala dan menatap Arya dengan dingin. Niat membunuh terpancar jelas dari kedua matanya."Fase Roh tingkat kesembilan. Kekuatannya memang lumayan, tapi masih terlalu lemah." Arya mencibir. "Sampah, aku ingin bertarung sampai mati denganmu di arena besok. Bagaimana? Apa kau berani menerima tantanganku?"Wajah Arya tampak santai, seolah pertarungan itu sudah dipastikan akan menjadi kemenangannya. Sebagai seorang jenius yang telah mencapai Fase Inti Langit, dia tentu tidak menganggap kultivator Fase Roh tingkat kesembilan sebagai ancaman.Apa artinya tingkat kesembilan Fase Roh di hadapannya?"Besok adalah hari kematianmu." Revan menjawab tanpa ragu. Kobaran amarah d

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 332

    Sementara itu, anggota Keluarga Draksa lainnya menatap Evan dengan penuh kebencian. Mereka semua berharap bisa mencabik-cabik pengkhianat itu dengan tangan sendiri.Revan hanya diam menyaksikan kejadian tersebut. Tanpa perlu bertanya, dia sudah bisa menebak bahwa Evan pasti telah melakukan sesuatu yang membuat seluruh keluarga membencinya."Aku... aku anak buah Tuan Arya! Kau berani menyentuhku?!" Evan terus berteriak di tengah pukulan Mandra.Namun, mendengar nama Arya justru membuat Mandra semakin murka. “Tuan Arya?”Bukankah itu orang yang selama ini menjadi penyebab kehancuran Keluarga Draksa?!"Dasar bajingan! Sialan! Lihat saja, akan kuhajar kau sampai mati!" raung Mandra, pukulannya semakin keras."Ayah! Ayah, aku salah! Tolong hentikan!" Evan terus memohon sambil berusaha melindungi tubuhnya.Tetua Kedua dan Tetua Ketiga merasa pemandangan itu agak sulit disaksikan. Keduanya hendak maju untuk menghentikan Mandra, tetapi Tetua Keempat dan Tetua Kelima segera menghalangi mereka.

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 331

    Revan membentuk jari pedang dengan tangan kanannya, lalu mengerahkan kekuatannya untuk mengendalikan artefak tersebut.Whoossshh!Pedang Bara Emas melesat ke depan dengan kecepatan luar biasa. Hembusan angin dahsyat tercipta di sepanjang lintasannya, sebelum akhirnya menghantam tanah sekitar sepuluh meter di depan Evan dan rombongannya.DUAAAR!Ledakan keras mengguncang seluruh arena. Tanah di hadapan mereka langsung retak dan terbelah. Pedang Bara Emas menancap dalam, meninggalkan lubang besar yang menghalangi jalan pelarian mereka."Berani melangkah satu kali lagi, dan kau akan mati!"Suara dingin Revan terdengar dari belakang.Evan seketika pucat pasi. Ancaman itu membuat seluruh tubuhnya gemetar ketakutan."Ini... bukankah itu Pedang Bara Emas?" Mandra langsung mengenali artefak tersebut.Beberapa tetua di sekitarnya juga mengalihkan perhatian ke senjata yang tertancap di lubang besar itu, kemudian menatap Revan dengan ekspresi terkejut.Dugaan mereka sebelumnya ternyata benar. Hi

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 330

    Hati Revan terasa seperti ditusuk berkali-kali. Sejak menjalin hubungan dengan Nayara, dia memang belum banyak melakukan sesuatu untuk membalas kasih sayang gadis itu.Dahulu, ketika dipukuli Arya hingga nyaris tewas dan menjadi menantu yang dicemooh semua orang, Nayara tidak pernah membencinya. Bahkan saat Revan terancam menjadi cacat seumur hidup, gadis itu tetap menyayanginya dengan sepenuh hati. Namun, kini justru karena dirinya, Nayara harus menanggung penghinaan yang begitu menyakitkan.Revan berusaha menekan amarah yang membara di dadanya. Dia melangkah mendekat, lalu menarik Nayara ke dalam pelukannya. "Jangan takut. Aku di sini."Nayara langsung memeluknya erat. Seolah-olah waktu berhenti bagi keduanya. Mereka tidak lagi memperdulikan keadaan di sekitar, hanya saling berpelukan dalam keheningan.Pada saat itulah, dua sosok lainnya turun dari perahu kayu.Melihat keadaan di arena, wajah Tetua Kedua dan Tetua Ketiga langsung berubah muram. Tanpa membuang waktu, keduanya berpenc

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 329

    Para pelayan Keluarga Cakrawala yang berada di belakangnya juga tak kalah ketakutan. Ekspresi mereka berubah drastis, dan beberapa orang bahkan refleks mundur, seolah ingin segera melarikan diri.Revan memasang wajah muram. Pandangannya menyapu seluruh area arena, berhenti pada satu per satu wajah anggota Keluarga Draksa yang dikenalnya. Orang-orang itu kini dikurung dalam kandang anjing dan digantung di pepohonan tinggi hanya karena dirinya.Di saat yang sama, mereka semua juga menatap ke arahnya. Ada kesedihan, rasa malu, kegembiraan, bahkan air mata yang tak terbendung.Tatapan Revan akhirnya tertuju pada Mandra dan Kiara yang masih terkurung di dalam kandang. Kemudian, pandangannya beralih kepada Nayara."HAAARRRGH—!" Revan mengeluarkan raungan penuh amarah ke langit.Saat itu, dadanya terasa sesak oleh amarah yang nyaris tak tertahankan. Wanita yang dicintainya ternyata diperlakukan sedemikian kejam.Nayara dikurung dalam kandang anjing, lalu digantung di tempat terbuka agar semu

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 328

    Ketakutan tampak jelas di mata gadis itu. Dia tidak mengatakan apa pun, hanya mencengkram ujung gaunnya erat-erat.Jika bukan karena perintah Arya agar mereka tidak menyentuh anggota Keluarga Draksa selama sepuluh hari, Evan pasti sudah lama menelanjangi Nayara dan membiarkan sekelompok pria mempermainkannya."Anak durhaka! Jangan sentuh dia!" Mandra langsung berteriak marah."Evan, menjauhlah darinya!""Evan, kau..."Tetua Keempat dan Tetua Kelima juga segera angkat bicara."Kakak Kedua, jangan sentuh Kakak!" Kiara yang berada di kandang lain turut memohon.Sementara itu, anggota Keluarga Draksa lainnya memilih bungkam. Mereka takut membuat orang gila seperti Evan semakin murka."Heh... Menyentuhnya?" Evan mencibir sambil menatap Mandra dan yang lainnya."Biar kuberi tahu kalian. Kalau bukan karena Tuan Arya memerintahkan kami menunggu sepuluh hari sebelum menyentuh kalian, aku pasti sudah menelanjanginya dan membiarkan semua pria di Kota Jayagiri bersenang-senang dengannya!"Dia kem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status