Share

bab 165.

last update publish date: 2025-04-09 13:23:51

Marco tiba di rumah Sabrina, disambut dengan senyum merekah keluarga itu.

“Kirain Abang mau lama naik gunungnya, ternyata sudah balik ke Bandung.” ucap Sabrina, “Memangnya Abang ke gunung mana, untuk merayakan wisuda?”

“Yang dekat aja.”

Sabrina mengira, gunung yang dimaksud Marco itu Gunung Gede, yang biasa didaki oleh banyak orang karena jalur pendakian yang relatif mudah. Sementara Marco merasa tidak perlu menjelaskan lebih jauh tentang kegiatannya selepas acara wisuda.

“Rin, aku ingin bicara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 358. Mau Menipu?

    Marco masih duduk di kursi tamu kantornya, menghadapi Maisaroh, wanita muda yang mengaku sebagai ibu susu untuk bayinya Zakki.Maisaroh berujar, “Saya enggak punya rekening. Tapi setelah melihat kelakuan mertua dan ipar-ipar yang tega mengambil sembako dari rumah saya, akhirnya saya kepikiran untuk menaruh uang di bank. Uang itu pemberian dari ibunya Pak Zakki, saya takut suatu saat ipar datang lagi dan merampas uang saya. Makanya saya bawa uang itu, mau pergi ke bank. Tapi di bus, dompet saya hilang, mungkin dicopet, karena tas saya robek kayak yang kena sayat cutter.”“Teteh datang ke sini niatnya ingin minta ganti rugi?”“Bukan begitu Pak ... tadinya saya kira, bakal ketemu dengan Pak Zakki.”“Kalau ketemu Pak Zakki, memangnya Teteh mau apa?”“Saya mau tanya sama Pak Zakki, apakah Calvin mau lanjut dirawat sama saya? Kalau masih lanjut, saya butuh biaya, karena bahan makanan tidak ada, uang juga hilang.”“Nama bayi itu Calvin?”Maisaroh mengangguk. Marco menatap wanita muda itu, be

  • Mencintai Seorang Climber   bab 357. Wanita yang Mengadu

    Marco didatangi seorang wanita yang menggendong bayi. Wanita itu mengaku bernama Maisaroh, ibu susu untuk bayinya Zakki. Marco mengajak Maisaroh masuk ke dalam ruang kerjanya.Setelah Maisaroh duduk di kursi tamu, bayi usia delapan bulan dalam gendongannya tampak gelisah. Maisaroh segera membuka tasnya, mengeluarkan sepotong biskuit khusus bayi supaya bisa mengalihkan perhatian anaknya. Bayi itu memegang biskuit, dan mulai mengemutnya.Marco memperkirakan usia Maisaroh tidak lebih tua dari dirinya, makanya dia menyebut Teteh kepada wanita itu.“Saya pengin tahu, bagaimana mulanya Teteh bisa mengasuh anaknya Pak Zakki?”Maisaroh menceritakan, bahwa pada mulanya suaminya yang bernama Ridan bekerja sebagai tukang bangunan yang turut merenovasi salah satu kantor bengkel Black Falcon. Waktu renovasi hampir selesai, Ridan lagi mengecat ruangan, Zakki masuk ke ruangan itu untuk melihat hasil kerja tukang. Lalu Zakki menerima telepon. Ridan mendengar ucapan Zakki yang mengatakan bahwa dirinya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 356. Ibu Susu

    “Kemarin dulu kan, waktu saya datang ke rumah kamu, saya sudah kasi uang buatmu. Jumlahnya cukup besar, lho, saya kira cukup untuk biaya hidupmu selama sebulan.”Demikian suara Ibu Marianne yang sempat terdengar oleh Marco. Kemudian ada lanjutannya.“Apa? Kamu kecopetan? Memangnya kamu mau pergi ke mana, sampai kecopetan? Kamu naik angkot? Oh, naik bus kota. Mestinya kamu naik taksi, duit dari saya kan, cukup banyak! Kamu bawa semua uang saat naik bus kota? Ya ampun!”Ada suara notifikasi ke ponsel Ibu Marianne.“Maisaroh, saya ada calling yang urgent, nanti kita bahas lagi masalahmu.”Marco lekas turun dari tangga, berjalan beberapa langkah hingga tiba di ambang pintu ruang setrika. Bu Marianne menuruni tangga dengan perlahan, lantas dia berjalan di teras. Tentu saja dia melihat Marco yang berdiri di depan ruang cuci dan setrika.“Marco, kamu sudah pulang. Kok, Mama enggak dengar suara mobilmu masuk garasi?”“Aku naik motor, Ma. Ehm, Mama ngapain naik ke tempat jemuran, malam-malam b

  • Mencintai Seorang Climber   bab 355. Kuncen

    Marco dan Maryam mendatangi rumah almarhum kakeknya. Rumah itu ditempati oleh salah seorang paman Marco beserta keluarganya. Jika ada keluarga besar Wiratama yang meninggal, biasanya akan dibawa dulu ke rumah tersebut. Kerabat yang mau melayat dan menghadiri pemakaman, akan diarahkan ke rumah kakeknya Marco. Karena rumah kakek cukup dekat dengan lokasi pemakaman keluarga.Ketika Marco tiba di rumah itu, pamannya sedang di kantor. Marco berbincang dengan istri pamannya. Marco menanyakan bagaimana kondisi bayinya menjelang dimakamkan, apakah sudah tampak kaku?Istri pamannya menjawab, “Biasanya kan, jenazah ditaruh di rumah ini sebentar, istilahnya disemayamkan, untuk memberi kesempatan pada keluarga yang melayat agar bisa melihat wajahnya yang terakhir kali. Tapi Kakakmu tidak begitu, dia langsung bawa bayinya ke makam, langsung dikubur.”“Kenapa begitu?” tanya Marco.“Waktu itu pamanmu juga menanyakan, kenapa seperti itu? Kakakmu malah menangis, bilang tidak tega kalau bayi yang baru

  • Mencintai Seorang Climber   bab 354. Menemukan Kebohongan

    Pagi itu Marco mengantar Maryam ke rumah sakit, untuk periksa bekas operasi caesar. Sepanjang perjalanan, Maryam lebih banyak diam, merenung dengan wajah bingung. Dia seperti baru menyadari bahwa jarak yang ditempuh menuju rumah sakit tempatnya melahirkan, bisa dikatakan sangat jauh, untuk ukuran Kota Bandung di mana rumah sakit bertebaran di banyak lokasi. Marco juga tidak banyak bicara, karena khawatir salah ucap, membuat Maryam semakin merasa bersalah. Atau kalaupun rasa bersalah itu telah hilang, bisa saja berganti dengan perasaan bahwa dirinya sebagai seorang wanita belum pantas menjadi seorang ibu, sehingga bayi yang dilahirkannya tidak selamat. Intinya perasaan dan pikiran Maryam sedang ada di ambang yang paling sensitif, kesedihannya mulai mengarah pada penghakiman terhadap dirinya sendiri.Ketika hendak mendaftarkan Maryam di loket, Marco teringat tentang asuransi kesehatan swasta, yang pernah dikatakan oleh Maryam.“Mana kartu asuransi kesehatan itu?”Maryam menggeleng, “E

  • Mencintai Seorang Climber   bab 353. Melihat Bayi

    Dua hari kemudian, seluruh urusan Black Falcon Automotive sudah diserahkan kepada Marco. Zakki bilang melalui telepon kalau dirinya dan istri sudah berangkat ke Jakarta, mau mampir dulu ke rumah mertuanya, sebelum mendatangi lokasi kerjanya yang baru, di Serang, Banten.Pak Ardi sudah kembali bekerja di kantornya. Demikian juga Bu Marianne, kembali sibuk di dunia fashion. Bu Marianne sedang mempersiapkan acara peragaan busana. Bahkan dia menginap di butiknya, katanya untuk memeriksa hasil kerja para penjahit yang sedang membuat gaun-gaun eksklusif untuk peragaan busana.Pagi itu Bu Marianne tidak menemani sarapan, karena sejak kemarin dia ada di butiknya, belum pulang. Ada ART untuk menyiapkan makan. Marco dan Pak Ardi sarapan berdua.“Pa, Kang Zakki kan, sudah pergi. Apakah dia sempat menunjukkan bayinya ke hadapan Papa?”“Belum, katanya nanti saja kalau bayi itu sudah diambil dari ibunya, diberikan ke Anita. Barulah Zakki mau bikin acara syukuran bayi, mungkin di rumah barunya di Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status