Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 206. Menolak Job

Share

bab 206. Menolak Job

last update Petsa ng paglalathala: 2025-05-31 15:56:38

Pria yang baru tiba itu berusia awal empatpuluhan, dia menyalami Pak Wardoyo dan Seno.

“Bagaimana Pak? Jadi mau berangkat ke Jawa Tengah?” tanya Pak Wardoyo. “Saya dan anak saya akan gantian mengemudikan truk.”

“Iya Pak, truk sudah siap. Kita bicarakan biayanya.”

“Sebentar dulu, sebelum bicara soal biaya, saya mau tahu dulu, apa muatan truk?” tanya Wardoyo pada pria yang baru datang itu.

“Saya kira ... Bapak nggak pilih-pilih muatan, apa saja mau, ya kan?”

“Asal jangan ada narkoba yang disusupk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 385. Mencari Ibu Susu

    Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa orang itu, sedangkan istrinya hanya dititipi bayi, yang diberikan oleh suaminya. Bimo menghubungi nomor Ridan, tapi nomor itu tidak aktif. Entah ponsel Ridan dimatikan, atau posisi Ridan sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal telepon.Akhirnya Bimo berjalan ke luar dari kafe. Seorang juru parkir mendekatinya. Sebenarnya juru parkir itulah yang sedang ditunggu oleh Bimo.“Kang, sudah lama kerja parkir di sini?” tanya Bimo.“Sudah Pak.”“Tahu atuh soal butik di seberang itu?”“Oh, itu butik punya Ibu Marianne. Ada apa, Pak? Mau belanja di sana, tapi isin?” juru parkir itu menyeringai, “di sana memang jualannya baju perempuan, tapi enggak apa-apa kalau laki-laki mau belanja sendirian, tanp

  • Mencintai Seorang Climber   bab 384. Mencari Bayi

    Bimo masih berbincang dengan seorang wanita yang merupakan tetangga Maisaroh. Bimo berusaha mencari tahu nomor telepon Maisaroh, ataupun suaminya.Bimo berujar, “Begini, nasabah bank memang mencatatkan nomor telepon pada datanya, tapi nomornya Ibu Maisaroh dan suaminya ternyata tidak aktif. Makanya saya ke sini, karena nomor mereka tidak bisa dihubungi. Saya pengin tahu, mereka serius atau tidak, soal pinjaman itu.”Bimo melihat seorang anak laki-laki usia sekitar 10 tahunan, memakai seragam SD, datang ke rumah tetangga Maisaroh, lantas duduk di bale-bale bambu depan rumah itu sembari melepas sepatu dan kaus kakinya.“Ini putra Ibu?” tanya Bimo.“Iya, anak sulung saya.”“Mah, buku tulis sudah penuh, mau beli lagi.” ucap anak itu.“Uang mamah barusan sudah dipakai buat belanja. Nanti tunggu bapak pulang, mudah-mudahan banyak penumpang.”Mendengar obrolan ibu dan anak itu, hati Pak Bimo meleleh. Hanya sekadar buku tulis, wanita itu ternyata tidak punya uang untuk membelinya. Anaknya har

  • Mencintai Seorang Climber   bab 383. Istri yang Cemburu

    Marco mengambil kertas hasil tes DNA yang masih dipegang oleh Maryam. Dia melipat kertas itu, dimasukkan lagi ke dalam tas kerjanya.Maryam masih terus bertanya, “Kenapa Abang melakukan tes DNA pada seorang bayi? Siapa wanita yang melahirkan bayi itu? Abang menjalin hubungan dengan wanita lain?”Marco menjawab, “Sekarang kamu pikirkan pakai logika!” Marco menyentuh pelipis Maryam. “Kalau misalnya aku punya hubungan pribadi dengan wanita lain, dan saat ini ada bayi yang lahir, coba kamu hitung mundur selama ... sembilan bulan, sampai setahun deh!”“Buat apa?” Maryam cemberut.“Coba saja hitung mundur, kamu tahu ada di mana aku pada saat sembilan bulan lalu.”“Ada di Makassar.”“Pada saat itu, dengan siapa aku hidup di Makassar?”“Dengan aku .... ““Lantas kalau aku hidup denganmu, siapa yang bakal hamil anakku?”Maryam masih cemberut. “Tapi waktu itu Abang kan, sering bepergian ke banyak tempat, sampai beberapa hari enggak pulang.”“Terus kenapa pada saat itu kamu enggak cemburu? Padah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 382. Ada Wanita Lain

    Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir menyinggung kakak ipar saya.”“Bagaimana obrolan antara papamu dengan kakakmu, soal istri muda itu?”“Ehmmm ... saya kira waktu itu papa saya menanyakan isyu yang terlanjur beredar di keluarga besar saya, soal Zakki yang punya istri muda, dan kabarnya istri muda itu sudah melahirkan bayi laki-laki. Papa saya menanyakan bayi itu. Zakki bilang bayinya ada bersama istri muda itu. Lantas papa saya meminta Zakki membawa istri dan anaknya, ke hadapan orang tua. Zakki bilang nanti saja.”“Apakah pada akhirnya orang tuamu bisa bertemu dengan istri muda kakakmu?”“Saya kira tidak, karena Zakki bilang dia sudah bercerai dari istri mudanya itu. Padahal papa saya ingin Zakki tidak perlu bercerai dari wa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 381. Membeli Jenazah

    Bimo, sang detektif swasta, sedang berbincang dengan Marco.“Saya akan memulai penyelidikan dari data kiriman Iptu. Binsar, yaitu temuan m@yat bayi perempuan yang tersangkut di saluran air. Menurut data polisi, jenazah bayi itu dievakuasi ke sebuah RSU di Kabupaten Bandung. Saya akan ke RSU itu untuk mencari tahu keberadaan jenazah bayi.”“Iya Pak.”“Kalau ada, saya ingin melihat foto seluruh keluargamu, orang tua, saudara kandung, dan istrimu. Jangan khawatir, foto itu tidak akan disalahgunakan. Saya butuh untuk identifikasi, jika diperlukan saja.”Marco mencari beberapa foto dari galeri ponselnya, dikirim ke nomor Pak Bimo.“Apakah ada kerabat dekat yang tinggal di Bandung?” tanya Bimo lagi.“Hampir semua keluarga besar dari papa saya tinggal di Bandung, di kota, maupun di kabupatennya.”“Pada saat istrimu melahirkan, kamu tidak bisa mendampingi, yang mendampingi adalah kakakmu beserta istrinya. Orang tuamu ke mana?”“Saat itu kedua orang tua saya sedang berobat ke Penang, Malaysia.

  • Mencintai Seorang Climber   bab 380. Detektif Swasta

    Marco membicarakan kecurigaannya pada beberapa hal berkaitan dengan bayi yang dikuburkan di pemakaman keluarganya. Inspektur Binsar mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu, jika Marco tidak mau melaporkan perkara tersebut, secara resmi, ke markas polisi. Namun Binsar melontarkan sebuah alternatif, katanya ada orang yang bilang membantu Marco menyelidiki masalah itu, walau secara tidak resmi.“Kamu bisa minta bantuan pada detektif swasta.” “Memangnya di Indonesia ada detektif swasta?”“Secara legal, tidak ada, karena penyidikan kasus hukum di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Tapi karena kebutuhan untuk menyelidiki seseorang, atau sebuah perusahaan, maka ada yang buka jasa detektif swasta. Pada mulanya jasa detektif swasta ini bukan untuk menyelidiki kasus kriminal, melainkan hanya untuk menyelidiki calon suami dari putri konglomerat, misalnya. Apakah layak atau tidak untuk dijadikan menantu. Atau menyelidiki sebuah perusahaan, oleh pihak yang mau j

  • Mencintai Seorang Climber   bab 207. Siapa yang Melukaimu?

    Mobil patroli polisi berhasil mencegat mobil yang membawa Wardoyo dan Seno. Dua orang polisi yang menghampiri mobil itu, memulai pemeriksaan standar.“Boleh lihat SIM dan STNK kendaraan ini?"Sopir mengeluarkan SIM dari dompetnya, dan STNK dari laci mobil, diperlihatkan kepada polisi. Sementara pol

  • Mencintai Seorang Climber   bab 205. Siapa Pelakunya?

    Wartini mengira, anak laki-lakinya yaitu Seno melakukan penyerangan terhadap Daffa, anaknya Ruhiyat.“Seno pasti marah sekali karena Irma dilukai. Emak jadi takut, kalau benar Seno yang balas dendam sama anaknya Ruhiyat ... Seno bisa dilaporkan ke polisi.”Irma tampak gelisah. “Kalau dilaporkan ke

  • Mencintai Seorang Climber   bab 204. Balas Dendam

    Maryam menatap foto-foto dan video prewedding yang diposting di sebuah akun.“Apa-apaan ini? Kalau benar Marco dan Sabrina bikin prewedding, ngapain juga diposting di akunnya Siska?” gumam Maryam. Siska adalah rekan kerjanya saat di butik. Dalam postingan itu, Siska nge-tag beberapa akun milik reka

  • Mencintai Seorang Climber   bab 203. Terpuruk

    Setelah merasa cukup memberi nasihat pada anak-anaknya, Wardoyo pamit hendak pulang. Wartini mengantar mantan suaminya itu hingga ke teras rumahnya.“Kang, terima kasih ya, sudah ikut mengurus Irma.”“Itu kan, kewajiban saya sebagai bapaknya kedua anakmu. Oh iya, Maryam mau pulang bareng bapak?”Wa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status