分享

bab 211. Balasan

last update publish date: 2025-06-06 04:36:59

Sementara itu, Pak Wardoyo dan keluarganya sudah meninggalkan markas polisi.

“Motor kita masih ada di pool bus. Seno mau ambil, soalnya besok Seno kan, kerja.” ujar Seno.

Ayahnya menjawab, “Ayo kita semua pergi ke sana, bapak pengin ngajak makan sate. Ada warung sate di dekat pool bus itu. Kita belum pernah makan sate bareng sekeluarga kan? Ayo Wartini, kamu juga ikut ya?”

Seno menatap ke arah emaknya yang merupakan mantan istri bapaknya. Emaknya, yaitu Wartini, tampak sungkan, mungkin karena m
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mencintai Seorang Climber   bab 380. Detektif Swasta

    Marco membicarakan kecurigaannya pada beberapa hal berkaitan dengan bayi yang dikuburkan di pemakaman keluarganya. Inspektur Binsar mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu, jika Marco tidak mau melaporkan perkara tersebut, secara resmi, ke markas polisi. Namun Binsar melontarkan sebuah alternatif, katanya ada orang yang bilang membantu Marco menyelidiki masalah itu, walau secara tidak resmi.“Kamu bisa minta bantuan pada detektif swasta.” “Memangnya di Indonesia ada detektif swasta?”“Secara legal, tidak ada, karena penyidikan kasus hukum di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Tapi karena kebutuhan untuk menyelidiki seseorang, atau sebuah perusahaan, maka ada yang buka jasa detektif swasta. Pada mulanya jasa detektif swasta ini bukan untuk menyelidiki kasus kriminal, melainkan hanya untuk menyelidiki calon suami dari putri konglomerat, misalnya. Apakah layak atau tidak untuk dijadikan menantu. Atau menyelidiki sebuah perusahaan, oleh pihak yang mau j

  • Mencintai Seorang Climber   bab 379. Curiga

    Selepas latihan climbing di Pajajaran Sport Hall, Marco dan Binsar beristirahat di tepi lapangan. Marco menceritakan perihal bayi itu kepada Inspektur Binsar Siagian.Binsar bertanya, “So, pada awalnya kau enggak punya rasa curiga sama sekali?”Marco mengangguk, “Pada awalnya saya menerima semua hal yang diceritakan oleh kakakku. Katanya bayi yang dilahirkan istri saya sudah meninggal saat lahir. Istri saya juga bilang kalau dia tidak mendengar suara tangis bayi pada saat dia menjalani operasi caesar. Lalu saya dan istri mendatangi pemakaman keluarga, melihat kuburan bayi kami. Di nisannya tertulis “Putri binti Marco”, kata kakak saya itu nama yang dia beri untuk penanda nisan, kalau mau ganti nama, silakan. Saya bilang, bayinya juga sudah tiada, buat apa lagi namanya diganti? Jadi pada awalnya, saya sudah ikhlas menerima takdir kematian anak saya.”Marco lanjut bertutur, “Tiba-tiba saja, kuncen bilang kalau kakak saya menggali lagi makam bayi itu, dua hari setelah pemakamannya. Alasa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 378. Hasil Tes DNA

    Hari itu, saat istirahat kerja, Marco datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA, yang menurut dokter sudah dikirim dari rumah sakit besar. Mulanya Marco biasa saja ketika menerima sebuah amplop dari asisten dokter. Kemudian Marco kembali ke mobilnya di halaman parkir.“Bagaimana kalau ....” Marco menggeleng, tidak mau lanjut memikirkan hal buruk. Namun tangannya sedikit gemetar ketika membuka amplop putih panjang yang berisi lembar hasil tes DNA dari bayi yang ada di pemakaman keluarganya. Dia membaca beberapa keterangan yang bahasanya sangat ilmiah, kemudian tiba pada bagian akhir yang tampaknya merupakan kesimpulan dari seluruh tes tersebut.Kesimpulan itu ditulis dalam Bahasa Inggris: “Mr. Marco R. Wiratama is not biological father ....” Marco tidak lanjut membaca, jari jemarinya meremas kertas itu.Ponselnya berdering, dari nomor Maryam.“Ada apa?” tanya Marco.“Bang, aku sudah sampai di bengkel, tapi Abang enggak ada. Aku cari di rumah makan seberang bengkel, enggak ada

  • Mencintai Seorang Climber   bab 377. Tangis Bayi

    Menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan. Marco sedang menunggu keluarnya hasil tes DNA dari jenazah bayi. Seminggu telah lewat, Marco telah menelepon pihak rumah sakit, namun jawabannya adalah hasil tes belum ada.Marco berpikir, apapun hasilnya, kondisi bayi tetap menjadi tanda tanya besar. Kenapa hasil autopsi menunjukkan kalau bayi itu sempat bernapas secara normal, namun kemudian mengalami kesulitan bernapas akibat tenggelam di air yang berlumpur? Sebenarnya yang bisa menjawab semua pertanyaan itu adalah Zakki, karena dia yang membawa jenazah bayi untuk dimakamkan. Namun Marco tidak yakin jika Zakki mau menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Saat ini, satu-satunya cara untuk mencari tahu, adalah dengan melakukan tes medis, yaitu autopsi dan tes DNA. Hasil tes medis tentang jenazah bayi itu akan menjadi dokumen yang punya kekuatan hukum andai nanti perlu membuktikan sesuatu.Hari Minggu Marco libur kerja, dia mengajak Maryam jalan-jalan.“Ke mana, Bang?”“Ke lokasi wisata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 376. Tewas Tenggelam

    Maryam mengaku agak pusing, dan ingin istirahat sebentar. Marco menunjukkan sebuah dipan kecil dengan kasur busa di atasnya. Dipan itu ditaruh di pojok ruangan, terhalang rak yang cukup lebar, sehingga tak terlihat oleh orang yang masuk ke ruangan itu. Maryam berbaring di atas dipan, dan Marco kembali ke kursinya.Kemunculan Windy di bengkel, menerbitkan kembali rasa cemburu dan curiga di hati Maryam. Barusan memang Windy sudah pergi, dan Marco baru muncul setelah Windy pergi. Namun Maryam ingin tahu, ingin membuktikan, jika mereka ada hubungan, maka akan ada yang menelepon. Maryam berbaring sembari mendengarkan suara Marco. Beberapa kali memang terdengar Marco menjawab telepon, ataupun menelepon, tapi percakapannya hanya seputar urusan bengkel.Maryam berpikir, tidak semestinya dia terus saja curiga dan cemburu pada suaminya. Kemudian dia melihat Marco menengoknya.“Kamu enggak tidur?”“Enggak bisa tidur.”“Di sini memang berisik sama suara motor. Eh, kamu mau makan sate? Aku pesan y

  • Mencintai Seorang Climber   bab 375. Luka Batin

    Siang itu Maryam ingin memberi kejutan pada Marco, dengan cara datang ke bengkel tanpa janjian terlebih dahulu. Maryam membawa dimsum ayam buatannya. Biasanya Marco sangat suka makan dimsum ayam itu. Ketika Maryam turun dari taksi di depan bengkel itu, dia melihat seorang wanita muda yang sedang bicara dengan supervisor.“Saya tadi sudah janjian dengan Bang Marco, lewat telepon. Katanya dia ada di kantornya. Saya sudah datang, tolong dong, kasi tahu ke bos kalian. Barusan saya sudah coba hubungi nomornya, tapi lagi enggak aktif.”“Bang Marco lagi enggak ada di sini, Kak.”“Tapi sekitar dua jam lalu saya teleponan dengan dia, katanya dia lagi ada di bengkel ini. Kita sudah janjian ketemu di sini, ada yang mau saya omongkan sama dia, penting banget.”“Iya, memang tadi pagi Bang Marco datang ke bengkel sini, tapi kemudian pergi lagi.”“Ke mana?”“Tidak tahu Kak, mungkin ke bengkel Black Falcon yang lain. Bos kan, memang suka keliling ke bengkel-bengkelnya. Atau mungkin ke showroom, kare

  • Mencintai Seorang Climber   bab 345. Bertukar Peran

    Pak Ardi menatap Komandan yang menawarkan diri untuk bertukar peran, menggantikannya datang ke markas kelompok separatis, untuk mengantarkan uang tebusan dan menjemput Marco. Pak Ardi menggeleng.“Pasukan Anda akan membuntuti Anda. Nanti malah membahayakan para sandera.”“Pasukan mungkin saja menga

  • Mencintai Seorang Climber   bab 344. Menjemput Sandera

    Di lokasi lain, masih di wilayah timur, Pak Ardi Wiratama yang sedang berada di sebuah hotel, didatangi oleh aparat berpangkat cukup tinggi. Orangnya berbeda dengan petinggi yang dulu pernah menemuinya di hotel itu, untuk menyuruhnya pergi. Aparat itu adalah komandan baru untuk wilayah tersebut, di

  • Mencintai Seorang Climber   bab 343. Menebus Marco

    Marco sudah tidak ingat lagi, berapa lama dia menjadi sandera. Dia tahu, kelompok itu juga telah menyandera beberapa orang lagi, selain dirinya. Namun para sandera lebih sering dipisah, dijaga oleh beberapa grup, di lokasi yang berbeda. Marco mengira, tujuan pemisahan para sandera itu adalah supaya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 341. Pamit

    Maryam menelepon mertuanya, Bu Marianne yang masih ada di wilayah timur. Mulanya Maryam menjelaskan tentang bayinya yang telah tiada saat dilahirkan. Namun Bu Marianne sudah tahu soal bayi itu dari laporan Zakki padanya.“Ma, Maryam mau minta izin ikut Emak ke Cirebon. Mungkin kalau di rumah Emak,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status