Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 220. Proses Hukum

Share

bab 220. Proses Hukum

last update Petsa ng paglalathala: 2025-06-24 11:13:41

Seno sudah hampir menyelesaikan jam kerjanya, tatkala ada telepon dari markas polisi. Sebetulnya Seno berniat ke rumah sakit, menjenguk bapaknya, tapi panggilan dari polisi tampaknya mendesak.

Seno menelepon adiknya yang ada di rumah sakit. “Irma, kepriben kabare Bapak?”

“Sejak pagi Bapak sudah sadar sepenuhnya, sudah mau disuapin bubur, biarpun hanya makan sedikit. Bapak lagi bahagia, karena Maryam baru saja menikah.”

“Apa? Kapan Maryam menikah? Dengan siapa?”

“Tadi pagi Maryam menikah, saat j
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 382. Ada Wanita Lain

    Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir menyinggung kakak ipar saya.”“Bagaimana obrolan antara papamu dengan kakakmu, soal istri muda itu?”“Ehmmm ... saya kira waktu itu papa saya menanyakan isyu yang terlanjur beredar di keluarga besar saya, soal Zakki yang punya istri muda, dan kabarnya istri muda itu sudah melahirkan bayi laki-laki. Papa saya menanyakan bayi itu. Zakki bilang bayinya ada bersama istri muda itu. Lantas papa saya meminta Zakki membawa istri dan anaknya, ke hadapan orang tua. Zakki bilang nanti saja.”“Apakah pada akhirnya orang tuamu bisa bertemu dengan istri muda kakakmu?”“Saya kira tidak, karena Zakki bilang dia sudah bercerai dari istri mudanya itu. Padahal papa saya ingin Zakki tidak perlu bercerai dari wa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 381. Membeli Jenazah

    Bimo, sang detektif swasta, sedang berbincang dengan Marco.“Saya akan memulai penyelidikan dari data kiriman Iptu. Binsar, yaitu temuan m@yat bayi perempuan yang tersangkut di saluran air. Menurut data polisi, jenazah bayi itu dievakuasi ke sebuah RSU di Kabupaten Bandung. Saya akan ke RSU itu untuk mencari tahu keberadaan jenazah bayi.”“Iya Pak.”“Kalau ada, saya ingin melihat foto seluruh keluargamu, orang tua, saudara kandung, dan istrimu. Jangan khawatir, foto itu tidak akan disalahgunakan. Saya butuh untuk identifikasi, jika diperlukan saja.”Marco mencari beberapa foto dari galeri ponselnya, dikirim ke nomor Pak Bimo.“Apakah ada kerabat dekat yang tinggal di Bandung?” tanya Bimo lagi.“Hampir semua keluarga besar dari papa saya tinggal di Bandung, di kota, maupun di kabupatennya.”“Pada saat istrimu melahirkan, kamu tidak bisa mendampingi, yang mendampingi adalah kakakmu beserta istrinya. Orang tuamu ke mana?”“Saat itu kedua orang tua saya sedang berobat ke Penang, Malaysia.

  • Mencintai Seorang Climber   bab 380. Detektif Swasta

    Marco membicarakan kecurigaannya pada beberapa hal berkaitan dengan bayi yang dikuburkan di pemakaman keluarganya. Inspektur Binsar mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu, jika Marco tidak mau melaporkan perkara tersebut, secara resmi, ke markas polisi. Namun Binsar melontarkan sebuah alternatif, katanya ada orang yang bilang membantu Marco menyelidiki masalah itu, walau secara tidak resmi.“Kamu bisa minta bantuan pada detektif swasta.” “Memangnya di Indonesia ada detektif swasta?”“Secara legal, tidak ada, karena penyidikan kasus hukum di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Tapi karena kebutuhan untuk menyelidiki seseorang, atau sebuah perusahaan, maka ada yang buka jasa detektif swasta. Pada mulanya jasa detektif swasta ini bukan untuk menyelidiki kasus kriminal, melainkan hanya untuk menyelidiki calon suami dari putri konglomerat, misalnya. Apakah layak atau tidak untuk dijadikan menantu. Atau menyelidiki sebuah perusahaan, oleh pihak yang mau j

  • Mencintai Seorang Climber   bab 379. Curiga

    Selepas latihan climbing di Pajajaran Sport Hall, Marco dan Binsar beristirahat di tepi lapangan. Marco menceritakan perihal bayi itu kepada Inspektur Binsar Siagian.Binsar bertanya, “So, pada awalnya kau enggak punya rasa curiga sama sekali?”Marco mengangguk, “Pada awalnya saya menerima semua hal yang diceritakan oleh kakakku. Katanya bayi yang dilahirkan istri saya sudah meninggal saat lahir. Istri saya juga bilang kalau dia tidak mendengar suara tangis bayi pada saat dia menjalani operasi caesar. Lalu saya dan istri mendatangi pemakaman keluarga, melihat kuburan bayi kami. Di nisannya tertulis “Putri binti Marco”, kata kakak saya itu nama yang dia beri untuk penanda nisan, kalau mau ganti nama, silakan. Saya bilang, bayinya juga sudah tiada, buat apa lagi namanya diganti? Jadi pada awalnya, saya sudah ikhlas menerima takdir kematian anak saya.”Marco lanjut bertutur, “Tiba-tiba saja, kuncen bilang kalau kakak saya menggali lagi makam bayi itu, dua hari setelah pemakamannya. Alasa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 378. Hasil Tes DNA

    Hari itu, saat istirahat kerja, Marco datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA, yang menurut dokter sudah dikirim dari rumah sakit besar. Mulanya Marco biasa saja ketika menerima sebuah amplop dari asisten dokter. Kemudian Marco kembali ke mobilnya di halaman parkir.“Bagaimana kalau ....” Marco menggeleng, tidak mau lanjut memikirkan hal buruk. Namun tangannya sedikit gemetar ketika membuka amplop putih panjang yang berisi lembar hasil tes DNA dari bayi yang ada di pemakaman keluarganya. Dia membaca beberapa keterangan yang bahasanya sangat ilmiah, kemudian tiba pada bagian akhir yang tampaknya merupakan kesimpulan dari seluruh tes tersebut.Kesimpulan itu ditulis dalam Bahasa Inggris: “Mr. Marco R. Wiratama is not biological father ....” Marco tidak lanjut membaca, jari jemarinya meremas kertas itu.Ponselnya berdering, dari nomor Maryam.“Ada apa?” tanya Marco.“Bang, aku sudah sampai di bengkel, tapi Abang enggak ada. Aku cari di rumah makan seberang bengkel, enggak ada

  • Mencintai Seorang Climber   bab 377. Tangis Bayi

    Menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan. Marco sedang menunggu keluarnya hasil tes DNA dari jenazah bayi. Seminggu telah lewat, Marco telah menelepon pihak rumah sakit, namun jawabannya adalah hasil tes belum ada.Marco berpikir, apapun hasilnya, kondisi bayi tetap menjadi tanda tanya besar. Kenapa hasil autopsi menunjukkan kalau bayi itu sempat bernapas secara normal, namun kemudian mengalami kesulitan bernapas akibat tenggelam di air yang berlumpur? Sebenarnya yang bisa menjawab semua pertanyaan itu adalah Zakki, karena dia yang membawa jenazah bayi untuk dimakamkan. Namun Marco tidak yakin jika Zakki mau menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Saat ini, satu-satunya cara untuk mencari tahu, adalah dengan melakukan tes medis, yaitu autopsi dan tes DNA. Hasil tes medis tentang jenazah bayi itu akan menjadi dokumen yang punya kekuatan hukum andai nanti perlu membuktikan sesuatu.Hari Minggu Marco libur kerja, dia mengajak Maryam jalan-jalan.“Ke mana, Bang?”“Ke lokasi wisata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 350. Pulih Sama-Sama

    Anita menatap suaminya, senyum tipis mengembang di bibirnya. “Apa iya, Maryam bisa menggeser posisiku sebagai menantu utama? Sedangkan untuk urusan anak saja, Mama bersedia sekongkol dengan kita untuk mengambil bayinya Maryam.”Zakki menjawab, “Ssst, sudahlah. Bayi itu milik kita, secara hukum dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 348. Kepulangan

    Zakki dan Anita merasa khawatir akan kepulangan Marco. Mereka mendiskusikan bagaimana cara menghindarkan bayi mereka supaya tidak dilihat oleh Marco dan Maryam.Zakki bicara, “Kita punya keluarga besar. Kalau setahu mereka kita punya bayi, maka kita mesti perlihatkan bayi itu ke hadapan keluarga, a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 347. Berharap Duka Berlalu

    Aparat melakukan konferensi pers, mengabarkan tentang seorang komandan distrik berpangkat Letnan Kolonel yang berhasil membebaskan seluruh sandera dari tangan kelompok separatis di pegunungan wilayah timur. Sandera yang berjumlah delapan orang telah dibawa turun gunung.Para jurnalis lokal bertanya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 346. Menawar Tebusan

    Pimpinan kelompok separatis mengamati beberapa lembar uang yang dia ambil secara random, semua tampak asli, uang pecahan 20 dolar.Komandan bicara, “Seratusribu dolar, kalau dibikin uang rupiah, nilainya lebih dari 1,5 miliar. Saya kira jumlah ini cukup untuk menebus semua sandera. Biarkan saya baw

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status