Beranda / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 269. Sebuah Rekaman

Share

bab 269. Sebuah Rekaman

Penulis: Yanti Soeparmo
last update Tanggal publikasi: 2025-09-18 00:53:05

Semua perdebatan antara Marianne dan Erna disimak oleh Sabrina, dari ponselnya. Ternyata Bu Marianne lupa menutup aplikasi telepon, sehingga tanpa disadarinya nomornya masih terhubung dengan kontak terakhir, yaitu Sabrina. Tadinya Sabrina mau menutup telepon, namun dia mendengar ucapan Tante Erna tentang alasannya menghadiri pernikahan Marco. Sabrina terus menyimak, dan dia kaget saat mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Bu Marianne.

“Oh, shame on you ....” desis Sabrina. Dia berha
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mencintai Seorang Climber   bab 404. Bayi yang Akan Diambil Lagi

    Malam itu Maryam sedang berada di luar paviliun, menguping beberapa orang yang sedang mengobrol, atau berdebat, di dalam ruang duduk paviliun itu.Terdengar lagi suara Bu Marianne, “Mama rasa sudah cukuplah Maryam bisa merasakan mengasuh Calvin. Kita pertemukan Calvin dengan Maryam itu kan, tujuannya supaya Maryam tahu kalau sebenarnya bayinya tidak m@ti saat lahir. Jadi dia jangan lagi menganggap ada hal yang salah di tubuhnya, yang bisa bikin bayinya meninggal. Tubuhnya sehat, baik-baik saja. Makanya segera kamu suruh dia buka KB, segera hamil lagi. keluarga Wiratama butuh banyak cucu!”Marco menjawab, “Mama masih punya anak dua lagi, Nirmala dan Evan. Mama bisa minta cucu sama mereka.”“Si Nirmala itu malah bilang mau childfree! Entah pikiran sesat dari mana itu?! Suara Bu Marianne menahan rasa geram. “Sedangkan Evan, katanya belum kepikiran mau nikah, dia pengin lanjut kuliah S-2, terus S-3. Jadi yang bisa mama harapkan punya anak lagi, adalah kamu, Marco!”Hening.Lalu suara Bu

  • Mencintai Seorang Climber   bab 403. Bayi yang Kembali

    Anita lanjut bicara, “Sewaktu kamu hamil, kamu sering terlihat stress, karena saat itu Marco lagi disandera di tempat jauh. Lalu ketika menjelang kamu melahirkan, ada berita di TV, aparat mengepung lokasi penyanderaan itu, dan terjadi kontak senjata. Ada sandera yang meninggal. Kamu langsung saja mengira hal buruk terjadi pada Marco. Kamu mengira sandera yang meninggal itu adalah Marco. Kondisi kamu drop.”Anita bertutur lagi, tentu saja separuh ucapannya adalah bohong. “Karena kondisi kamu menurun, akhirnya dokter menyiapkan operasi caesar. Setelah kamu melahirkan, bahkan kamu ... seperti mengingau, kamu bilang enggak mau hidup lagi, pengin ikut Marco. Kita jadi khawatir sekali dengan kondisi kamu.”“Masak sih, aku mengigau seperti itu?” tanya Maryam.“Namanya juga kamu lagi enggak sadar, masih ada sedikit pengaruh obat bius, pokoknya kamu bicara seolah ... kamu enggak peduli lagi sama apapun, kecuali pengin ikut Marco. Waktu itu kita juga belum dapat info soal kondisi Marco, apakah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 402. Depresi

    Pak Ardi melihat situasi yang makin panas di dalam keluarganya. Yang terlihat seolah Marco sedang dikeroyok dengan banyak permintaan, bujukan, oleh kakaknya dan mamanya. Namun Pak Ardi tahu, Marco itu keras kepala dan pantang menyerah. Tidak akan ada yang menang jika bertengkar dengan Marco, yang ada malah emosi berkepanjangan.“Baiklah, sekarang kita pulang ke rumah papa, bayi itu dibawa!”Anita menggeleng, “Tidak Pa. Secara hukum Calvin adalah anak kami, dan sekarang kami akan membawanya ke rumah kami di Serang.”“Apa kamu bisa ambil bayi itu dari tangan Marco, tanpa kena tonjok?”Anita menatap Marco yang masih menggendong bayi. Zakki berbisik pada istrinya, “Kita ikuti saja rencana papa.”“Itu berarti kita bisa kehilangan Calvin.” isak Anita.“Kita ke rumah papa saja, mungkin papa punya penyelesaian terbaik.”Marco mau masuk ke mobilnya tanpa melepas dekapan tangannya dari bayi, tapi Pak Ardi melarang Marco menaruh Calvin di jok mobil.“Marco, berikan Calvin pada mama, jadi kamu bi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 401. Mencuri Identitas

    Bu Marianne sedang membujuk Marco, “Tolong biarkan Calvin menjadi anak kakakmu. Calvin tetap menjadi cucu Pak Ardi Wiratama. Calvin akan dirawat dengan sangat baik. Calvin akan menjadi pewaris. Kamu dan Maryam akan punya anak lagi. Kamu bisa memantau perkembangan Calvin, sembari mengasuh anak-anakmu yang kelak akan lahir. Kamu juga bisa bertemu Calvin kapan saja. Tapi jangan katakan pada istrimu kalau Calvin adalah anaknya.”“Jadi anakku sendiri, akan memanggil aku dengan sebutan Om Marco? Ironis sekali.”Bu Marianne mengusap lengan putranya. “Ini penyelesaian yang paling logis dan damai untuk keluarga kita. Pada dasarnya juga tidak ada yang dirugikan.”Marco tertawa pahit. “Bahkan tidak ada yang buka mulut untuk meminta maaf padaku karena sudah mencuri bayiku. Tidak ada yang merasa bersalah, sudah menipu istriku?” “Kakakmu sudah mengakuinya. Jangan kamu buat Zakki seperti kriminal. Tidak ada yang dirugikan. Anakmu masih ada, jadi jangan kamu sebut anakmu dicuri!”Marco berdiri, men

  • Mencintai Seorang Climber   bab 400. Bujukan Seorang Ibu

    Pak Ardi masih menggendong Calvin, walaupun Anita berkali-kali meminta bayi itu diberikan padanya. Pak Ardi bicara, “Sehari saja Calvin mampir ke rumah kakeknya, masak tidak bisa?”Marco yang menjawab, “Karena Kang Zakki dan Teh Anita tidak mau bayi itu ketemu dengan ibu kandungnya.”Pak Ardi menatap Marco, “Memangnya kamu tahu siapa ibu kandung Calvin?”“Tahu.” jawab Marco, “menantu yang tinggal di rumah Papa, itulah ibu kandung Calvin.”“Maryam ibu kandung Calvin?” Pak Ardi menatap tajam pada Marco, lalu pada Zakki.Anita menukas, “Anaknya Maryam itu meninggal saat lahir! Calvin itu anak Zakki!”“Anaknya Zakki? Brojolnya dari siapa?” tanya Marco, “sudah berkali-kali Papa menanyakan hal itu, tapi kalian tidak bisa menjawabnya, kan? Makanya aku saja yang jawab, ibu kandungnya Calvin adalah Maryam! Kalau kalian merasa benar, ayo kita tes DNA, Calvin dengan Maryam! Jika ternyata tidak cocok, ya sudah, berarti aku yang gila! Silakan kalian ambil aset-asetku, rumah, mobil, motor, jika aku

  • Mencintai Seorang Climber   bab 399. Membawa Pergi Bayi

    Maisaroh muncul lagi ke ruang makan, menggendong anaknya pakai kain jarik. Satu tangan menenteng travel bag.“Saya mau pamit, Tuan, Nyonya.”Pak Ardi yang masih menggendong baby Calvin, menatap wanita itu. “Ini anakmu?”“Iya Tuan, umurnya sudah mau sembilan bulan, di mah sudah dikasi makan bubur.”Pak Ardi memberikan segepok uang pada Maisaroh. “Ini untukmu. Terima kasih ya, kamu sudah merawat cucu saya dengan baik.”Maisaroh tersenyum sumringah saat menerima uang itu. “Terima kasih banyak, Tuan. Saya juga senang mengasuh Calvin, dia anak yang sehat dan cakep.” Maisaroh menoleh ke arah Marco yang berdiri di pojok ruang makan. Dia ingat pria muda itu pernah membayari belanjaannya di sebuah minimarket, ketika dirinya sudah tidak punya uang dan tak ada sisa sembako di rumah.“Dia itu putra Tuan?”Pak Ardi menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Maisaroh. “Iya, dia anak saya. Kenapa memangnya?”“Calvin mirip dengan putra Tuan yang di sana.”Penjaga vila muncul, “Saroh, di depan ada taksi, kata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 121. Gathering Day

    Akhirnya tiba juga hari berkumpul itu. Sejak pukul delapan pagi, para orang tua murid yang menjadi tamu undangan sudah mulai berdatangan, membawa anaknya masing-masing. Ada murid yang datang bersama ibunya, ada yang bersama ayahnya, ada juga murid yang datang bersama kedua orang tuanya, karena piha

  • Mencintai Seorang Climber   bab 120. Aku Akan Pergi

    Cepi mengerutkan alis. “Kalau Maryam tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh orang tuamu, bagaimana bisa keluargamu melamar dia?“Marco menjawab, “Gue punya prinsip kalau yang bakalan menikah itu adalah gue, yang menjalani rumah tangga tentunya gue, jadi calon istri itu harus memenuhi kriteria

  • Mencintai Seorang Climber   bab 119. Black Forest

    Vera dan Maryam masih bercakap-cakap, di kamar tidur Vera.“Maryam, jangan dulu menyalahkan orang lain, karena siapa tahu … semua kekonyolan itu berasal dari sikap kamu juga… yang mungkin terlalu gampangan diajak jalan oleh laki-laki yang bukan muhrim, padahal kamu wanita berjilbab, seorang akhwat.

  • Mencintai Seorang Climber   bab 118. Emosi Maryam

    Bu Fatimah menatap Maryam dengan sorot mata tidak percaya. Maryam adalah wanita muda yang kesehariannya terlihat begitu lembut, ternyata bisa meledakkan amarah dan mengeluarkan kata-kata kasar. Maryam berusaha membela diri. “Dia sudah menginjak harga diri saya, makanya saya marah sekali.” “Tapi m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status