Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 307. Orang-Orang Rekrutan

Share

bab 307. Orang-Orang Rekrutan

last update publish date: 2025-12-08 00:41:05

Vino tidak mengira jika Pak Ardi, seorang pengusaha konstruksi, begitu mudah bisa diperdayainya. Tadinya dia pikir bakal sulit meyakinkan Pak Ardi untuk memberikan uang tebusan untuk Marco, ternyata cukup mudah. Memang urusan keselamatan anak membuat orang tua menjadi sulit berpikir jernih.

Ide untuk membuat skenario penculikan Marco berawal dari pikiran Wandi, karena sebagai atasan, Wandi tahu latar belakang Marco yang berasal dari keluarga kaya. Wandi mengira Marco sedang berkonflik dengan or
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 398. Menyerahkan Bayi

    Marco bicara di hadapan Pak Ardi, “Aku tegaskan Pa, bayi yang dikubur di makam keluarga, bukan anakku, bukan anak Maryam, bukan bayi keturunan Wiratama!”“Lantas bayi siapa itu?” Pak Ardi masih bingung.“Bayi orang lain! Sekarang coba Papa tanyakan pada Kang Zakki, karena dia yang bilang kalau bayinya Maryam meninggal saat lahir. Lantas kenapa bayi yang dikubur itu malah bayi orang lain?”“Kenapa Zakki?”Zakki angkat bahu, “Kenapa apanya, Pa? Itu kan, hasil tes palsu! Bisa-bisanya si Marco aja ....”Marco bicara lagi, sebelum Zakki dan Anita membuat ulah lain untuk mengalihkan pikiran Pak Ardi. “Begini Pa, Kang Zakki mesti mengubur seorang bayi, supaya kentara bahwa bayinya Maryam itu sudah meninggal, dan sudah dikubur. Padahal bayi yang dikubur itu bayi orang lain, karena bayinya Maryam sebenarnya masih hidup!”Anita langsung menyambar peluang bicara, sebelum Pak Ardi buka suara. Anita bicara dengan nada yang lembut, seolah membujuk seseorang yang lagi depresi, “Marco, kakak tahu kam

  • Mencintai Seorang Climber   bab 397. Menyangkal

    Pak Ardi dan Bu Marianne serentak bergerak menghampiri anak-anaknya, ketika melihat Zakki berteriak kesakitan karena lengannya dipelintir oleh Marco.“Lepaskan Marco! Dia kakakmu!” teriak papanya.Marco melepas pegangannya pada lengan Zakki, dengan cara mendorong. Tentu saja dorongan yang bertenaga, membuat tubuh Zakki jatuh terjengkang ke lantai. Anita menjerit, memegangi tubuh suaminya, lantas dia memarahi Marco.“Kamu itu adik macam apa, Marco? Kang Zakki itu kakak sulungmu, yang selalu melindungi kamu waktu kamu masih kecil! Kang Zakki yang selalu mengalah padamu, bahkan memberikan bengkel dan showroom Black Falcon yang sudah berkembang pesat, untuk tempatmu bekerja. Supaya kamu tidak kelihatan seperti orang yang gagal! Lantas seperti ini cara kamu membalas kebaikan kakakmu? Dengan semena-mena kamu menganiaya kakakmu!”“Kang Zakki yang lebih dulu mau memukul aku. Barusan itu aku hanya membela diri!”Anita masih emosi, “Membela diri itu cukup dengan memghindar saja! Tapi kamu senga

  • Mencintai Seorang Climber   bab 396. Bukti Kebohongan

    Zakki merasa tidak senang karena istrinya tiba-tiba muncul di ruang makan, dan langsung nimbrung dalam percakapan, itu pun dengan cara membantah ucapan Pak Ardi,“Anita, sebaiknya kamu bersikap sopan pada orang tua!” tegur Zakki.“Maafkan saya Pa, Ma.” Anita menghampiri kedua mertuanya, mencium tangan mereka.Pak Ardi menatap Anita yang tampak pucat dan lelah. Anita baru saja cuci muka, tidak sempat memoles wajah dengan bedak, karena dia khawatir suaminya salah omong soal bayi itu. Anita tidak mau Pak Ardi terus saja mempertanyakan asal-usul Calvin.Namun yang tidak diduga oleh Anita, alasan dari pertanyaan Pak Ardi soal asal-usul Calvin, soal siapa ibu kandung Calvin, ternyata berkaitan dengan pewarisan perusahaan. Pak Ardi kembali bicara, bahwa dia membangun seluruh bisnisnya dari nol, dengan susah payah. Maka dia tidak mau ada seseorang yang “bawa sial” ikut masuk dalam manajemen perusahaan. Menurut Pak Ardi, anak hasil “khilaf sesaat” adalah seseorang yang bakal bawa sial jika kel

  • Mencintai Seorang Climber   bab 395. Khilaf Sesaat

    Keesokan hari, usai salat subuh, Marco bersiap pergi.“Bang, di luar masih gelap. Mau ke mana?” tanya Maryam.Marco menatap istrinya yang masih pakai mukena, duduk di sajadah, menekuni Alquran. Itulah aktivitas Maryam usai salat subuh. Sering kali Marco melihat mata Maryam yang basah setelah zikir panjang dan membaca Alquran. Mata seorang istri yang merasa dirinya tidak berguna, karena tidak bisa melahirkan bayi yang hidup. Seperti itulah runtuhnya mental Maryam, terpuruk, dan sedang berusaha dibangkitkan lagi semangatnya.Sementara di sana, ada seorang bayi, yang berusaha disembunyikan oleh kakaknya, oleh mamanya. Bayi yang masih dipertanyakan siapa ibu kandungnya. “Aku mau ke vila, kamu mau ikut? Kamu belum pernah diajak ke vila milik keluargaku.” Ingin rasanya Marco mengatakan hal itu, tapi dia berpikir ulang.“Ada keluargaku di vila, mungkin mereka akan membahas tentang bayi itu. Lantas apa yang akan kulakukan ketika aku datang ke hadapan mereka? Aku akan membeberkan semua yang a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 394. Kebohongan Harus Diakhiri

    Pak Ardi tidak mengerti, kenapa cucunya tidak boleh dibawa ke rumah.Bu Marianne menjelaskan, “Sekarang sudah malam, Pa. Masak mau membawa bayi ini malam-malam? Biarlah Calvin tinggal di vila ini bersama Maisaroh. Biar bagaimana pun, kita ini kan, orang lain buat Maisaroh. Ibu yang lagi menyusui itu mesti dibuat tenang hatinya, supaya lancar ASI. Vila ini cocok untuk tempat tinggal sementara buat Maisaroh. Di sini sepi, Maisaroh bisa lebih bebas tinggal di sini, lebih tenang. Penjaga vila kan, tinggalnya di paviliun bagian belakang, terpisah dari bangunan yang ditempati oleh Maisaroh. Coba kalau Maisaroh tinggal di rumah kita, dia pasti merasa canggung karena banyak orang.”“Di rumah kita juga ada paviliun yang terpisah dari rumah utama, Maisaroh bisa tinggal di paviliun rumah kita, seolah tinggal di rumah pribadi, enggak campur baur dengan yang lain. Kenapa dia mesti tinggal di vila?”“Udara di sini juga lebih segar dan sehat buat bayi.”“Memangnya udara di rumah kita penuh polusi? T

  • Mencintai Seorang Climber   bab 393. Bayi yang Disembunyikan

    Mobil Marco tiba di jalan menuju vila. Dari kejauhan Marco sudah melihat mobil milik mamanya yang terparkir di halaman depan vila. Marco tidak lanjut melajukan mobilnya memasuki jalan kecil menuju vila milik keluarganya itu, dia malah mengendarai mobilnya menjauhi area tersebut. Marco tiba di jalan desa, lantas dia memilih parkir mobil itu di depan sebuah bengkel kecil yang sudah tutup. Ada orang yang tinggal di bangunan kecil yang jadi tempat menyimpan peralatan bengkel. Marco kenal dengan orang itu. Dia mengetuk pintu.“Eh, ada Den Marco. Ada apa, malam-malam ke sini?”“Kang, mau titip mobil ya.” bisik Marco, “saya mau ke vila, di sana lagi ada keluarga saya. Mereka enggak tahu saya mau datang. Saya mau bikin kejutan, surprise gitu lah.”“Oh, begitu. Ya sudah, taruh saja mobilnya di belakang bengkel ini. Di sini masih lahan punya saya.”Setelah memarkir mobilnya di belakang bengkel itu, Marco kembali menemui pemilik bengkel. “Nuhun atuh Kang, ini ada sedikit buat ngopi malam-malam.”

  • Mencintai Seorang Climber   bab 350. Pulih Sama-Sama

    Anita menatap suaminya, senyum tipis mengembang di bibirnya. “Apa iya, Maryam bisa menggeser posisiku sebagai menantu utama? Sedangkan untuk urusan anak saja, Mama bersedia sekongkol dengan kita untuk mengambil bayinya Maryam.”Zakki menjawab, “Ssst, sudahlah. Bayi itu milik kita, secara hukum dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 348. Kepulangan

    Zakki dan Anita merasa khawatir akan kepulangan Marco. Mereka mendiskusikan bagaimana cara menghindarkan bayi mereka supaya tidak dilihat oleh Marco dan Maryam.Zakki bicara, “Kita punya keluarga besar. Kalau setahu mereka kita punya bayi, maka kita mesti perlihatkan bayi itu ke hadapan keluarga, a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 347. Berharap Duka Berlalu

    Aparat melakukan konferensi pers, mengabarkan tentang seorang komandan distrik berpangkat Letnan Kolonel yang berhasil membebaskan seluruh sandera dari tangan kelompok separatis di pegunungan wilayah timur. Sandera yang berjumlah delapan orang telah dibawa turun gunung.Para jurnalis lokal bertanya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 346. Menawar Tebusan

    Pimpinan kelompok separatis mengamati beberapa lembar uang yang dia ambil secara random, semua tampak asli, uang pecahan 20 dolar.Komandan bicara, “Seratusribu dolar, kalau dibikin uang rupiah, nilainya lebih dari 1,5 miliar. Saya kira jumlah ini cukup untuk menebus semua sandera. Biarkan saya baw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status