Share

Bab 116 - Kecelakaan

Author: Ani Safanina
last update publish date: 2026-08-30 17:55:17

Dinda..!"

Jariku mencengkeram baju bagian pinggangnya.

Motor oleng.

Dalam hitungan detik, keseimbangan kami hilang.

Dinda terjatuh ke sisi sawah, sementara tubuhku terlempar ke arah jalan.

Kepalaku membentur sesuatu.

Masih kudengar suara Dinda memanggil-manggil namaku.

"Kak Karin..bangun kak.."

Setelah itu, semuanya terasa gelap.

Aku tidak pernah membayangkan sebuah perjalanan bisa membuat keluargaku panik setengah mati.

Semuanya terjadi begitu cepat.

Aku hanya mengingat suara rem yang berdeci
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    bab 138 - Mencintaimu untuk kedua kalinya

    Suara tawa anak-anak terdengar bahkan sebelum aku turun dari mobil.Begitu melihatku, Alka langsung berlari.“Ibu!”Aku segera membuka kedua tangan dan menyambut tubuh kecilnya yang menabrakku dengan penuh semangat.“Ibu datang!”Kenzie yang berada tidak jauh dari sana ikut berlari. Begitu melihat Franky turun dari mobil, wajahnya semakin cerah.“Ayah Franky!”Aku tertawa melihat mereka.Franky mengusap kepala Kenzie, kemudian menepuk bahu Alka.“Sudah puas liburannya?”“Belum!” jawab Alka cepat.Dinda yang berdiri di dekat Ibu hanya tertawa.“Dari tadi juga begitu. Disuruh pulang tidak mau.”Akhirnya kami menghabiskan sisa waktu bersama.Anak-anak kembali bermain di sekitar taman. Mereka berlari mengejar satu sama lain, sementara aku duduk bersama Ibu dan Dinda. Franky sesekali ikut bermain bersama Alka dan Kenzie.Melihat pemandangan itu, hatiku terasa hangat.Sederhana.Tidak ada sesuatu yang istimewa.Hanya keluargaku, anak-anak, dan seorang laki-laki yang perlahan terasa semakin

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    Bab 137 - Memilih kehidupan yang baru

    “Dulu saya pernah berusaha melupakanmu, Karin.”Aku yang sejak tadi memandang keluar jendela langsung menoleh.Mobil melaju pelan meninggalkan rumah Ibu. Pak Irwan sudah kami antar ke tempat tujuannya, sementara anak-anak masih berada di rumah nenek bersama Dinda.Franky tetap menatap jalan di depan.“Saya pikir menjauh darimu adalah keputusan yang paling benar.”Aku terdiam.“Waktu itu kamu masih menjadi istri Aldo. Bahkan kamu sedang mengandung Kenzie.” Suaranya terdengar tenang. “Saya tahu perasaan saya tidak seharusnya tumbuh lebih jauh.”Aku menundukkan pandangan.Entah mengapa pengakuan itu membuat dadaku terasa hangat sekaligus sesak.“Saya mencoba mengurangi perhatian. Berusaha menjaga jarak. Saya pikir, semakin jarang bertemu, semakin mudah bagi saya untuk menganggap semua itu hanya perasaan sesaat.”Aku tersenyum tipis.“Tapi ternyata tidak?”Franky ikut tersenyum.“Tidak.”Satu kata itu membuat jantungku berdegup lebih cepat.“Semakin saya menjauh, semakin saya sadar bahwa

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    Bab 136 - Tempat yang sudah tak lagi kosong

    “Sekarang aku minta dengan hormat untuk Mas Aldo, Ibu, dan Sherly... untuk tidak lagi mencampuri urusan pribadiku.”Aldo terdiam.Anisa pun tidak mengatakan sepatah katapun.Sebenarnya aku ingin menjelaskan, namun apa pun yang kukatakan, tidak akan mengubah masa lalu.Dan aku tidak lagi membutuhkan pengakuan mereka untuk menentukan hidupku.Aku sudah terlalu lama merasa harus menjelaskan kepada orang lain mengapa aku pergi dari Aldo.Harus menjelaskan bahwa aku tidak berselingkuh.Padahal sekarang aku sadar...Aku tidak perlu memberikan konfirmasi kepada siapa pun tentang siapa yang akan kupilih untuk menjalani hidupku.Karena yang akan menjalaninya adalah aku.Bukan mereka.Aku menarik napas panjang.Kemudian menatap Aldo dengan tenang.Aku melanjutkan dengan suara yang lebih lembut.“Ku mohon kalian pergi dari rumah Ibuku.”Aku berhenti sejenak.“Kalau kalian ingin bertemu dengan anak-anak, besok bisa kembali lagi. Kebetulan mereka sedang liburan dengan nenek dan bibinya.”Aldo mena

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    Bab 135 - Pengakuan yang terlambat

    "Aku tidak pernah berselingkuh.”Suaraku bergetar, tetapi kali ini aku tidak peduli.“Aku tidak pernah meninggalkan Mas Aldo demi Pak Franky.”Mas Aldo menatapku tanpa berkedip.Aku melanjutkan dengan suara yang lebih tenang.“Aku pergi karena pernikahan kita sudah terlalu lama membuatku merasa tidak dihargai. Aku lelah terus-menerus dicurigai, disalahkan, dan dipaksa bertahan dalam keadaan yang perlahan membuatku kehilangan diriku sendiri.”Air mataku kembali jatuh.“Tapi aku tidak pernah mengkhianati Mas Aldo.”“Bohong…”Sherly menggeleng cepat.Aku menatapnya.“Kalau kamu masih ingin menuduhku, silakan. Tapi kali ini aku tidak akan diam.”Sherly terdiam.Aku mengalihkan pandangan kepada Mas Aldo.“Dan Mas…”Aku menarik napas dalam-dalam.“Aku tidak mau kembali.”Wajahnya seketika berubah.“Aku sudah terlalu lama berusaha menyelamatkan pernikahan kita. Sekarang, aku hanya ingin menyelamatkan diriku sendiri.”Mas Aldo tampak kehilangan kata-kata.Aku kemudian menatap Anisa.“Bu, kala

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    Bab 134 - Aku penentu hidupku sendiri

    Aku tidak tahu mengapa hanya dengan melihat kedatangan Pak Franky, dadaku yang sejak tadi terasa sesak tiba-tiba sedikit lebih lega.Aku tidak lagi merasa sendirian.Sepertinya beliau menyadari sesuatu sedang terjadi hanya dengan melihat dua mobil terparkir di halaman rumah ibuku.Mobil Mas Aldo.Dan satu lagi mobil milik Sherly.Pak Irwan berjalan beberapa langkah di belakangnya. Tatapannya langsung menyapu ruang tamu, kemudian berhenti pada Aldo yang masih berdiri dengan pipi memerah bekas tamparan.Pak Franky sendiri tidak mengatakan apa-apa.Aku melihat sorot matanya berubah tipis.“Kamu tidak apa-apa, Karin?”Suara Pak Franky terdengar tenang.Aku menggeleng, tetapi mataku justru mulai panas.Aku tidak ingin menangis di hadapannya.Namun semua yang sejak tadi kutahan seolah runtuh begitu mendengar suaranya.Anisa mendengus.“Bagus sekali. Orang yang kita bicarakan akhirnya datang juga.”Aku menoleh.Pak Franky tetap diam.“Ini laki-laki yang selama ini membuat rumah tangga anak s

  • Mencintaimu Untuk Kedua Kalinya    Bab 133 - Pertikaian di rumah Ibu

    "Aku ingin kita kembali.”Dadaku terasa sesak.Namun kali ini bukan karena rindu.Lebih karena aku tidak menyangka dia masih bisa mengatakan kalimat itu setelah semuanya yang terjadi.Aku sedang sendirian di rumah ketika suara ketukan terdengar dari depan.Ibu sedang pergi bersama Dinda, Alka, dan Kenzie. Mereka sengaja mengajak anak-anak berlibur beberapa hari agar rumah tidak terlalu sepi.Aku mengira mereka sudah pulang.Namun begitu pintu kubuka, langkahku langsung terhenti.Mas Aldo.Dia berdiri di depan rumah dengan wajah yang sulit kubaca."Aku akan memperbaiki kesalahanku padamu."Aku menggeleng pelan.“Sudah tidak bisa, Mas.”“Kenapa tidak?”“Kita sudah bercerai.”“Kita bisa menikah lagi.”Aku menatapnya.“Mas sudah menjatuhkan talak tiga kepadaku.”Wajahnya berubah.“Aku tahu.”Mas Aldo masuk dan duduk di ruang tamu.Aku memilih duduk berseberangan dengannya.Ada jarak yang cukup jauh di antara kami.Dulu, jarak seperti itu mungkin tidak berarti apa-apa.Sekarang, justru ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status