Share

Bab 148

Penulis: Naiynana
last update Tanggal publikasi: 2026-01-18 21:29:48

Ginna ingin menangis. Pundaknya pegal. Lehernya sudah kaku.

Sudah satu jam kepala Stephen menempel di bahunya. Tidur dengan begitu nyenyak.

Andai tak ingat semua jasa dan kebaikan Stephen juga rasa bersalahnya, pasti sudah dari tadi ia dorong kepala itu sampai terantuk ke lantai.

“Addduuhh.” Ginna meringis. Duduk di lantai yang dingin terlalu lama membuat bokongnya kebas dan kaki kesemutan. Ia juga mulai ingin buang air kecil. Namun, ia tak berani bergerak. Tak sampai hati membangunkan Stephen
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Larose
jiaaaakh Hamish dan Lea bakal senyum² nih kl lihat mereka skrg
goodnovel comment avatar
Mira Kurnia
ooohhh sudah ada getar getar cinta nich .........
goodnovel comment avatar
Ati Husni
makasih kk naiy upnya, sehat2, bahagia dan sukses slaluu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 285

    BUG!Satu tinju keras mendarat di samsak hingga samsak itu berayun dan bergetar. Keringat mengucur di pelipis Shaynala. Napasnya sudah pendek-pendek dengan kulit wajah yang memerah.“Nala! Istirahat dulu!” seru Johan, pelatih klub tinju Shaynala, dari luar pinggir arena. Pria itu melirik jam tangan, anak didiknya itu sudah berlatih melewati batas waktu normal.Akan tetapi, Shaynala seperti tak mendengar. Gadis itu masih melanjutkan latihannya. Memukul dan memukul lagi samsak hingga melesak.Teman-teman satu klub Shaynala mulai menoleh. Memperhatikan gadis itu yang masih begitu penuh tenaga. Padahal, semua orang dari tadi sudah selonjoran beristirahat.BUGG!BUGG!Pukulan Shaynala semakin kuat. Pikirannya kembali terpusat pada William. Ia masih saja kesal dan belum mau memaafkan kawannya itu.BUGG!“Kamu mau tanganmu remuk, Nala? Mau pingsan, hah?” Johan berteriak keras setengah membentak. Dan barulah Shaynala menurunkan dua tinjunya.“Ada apa?” Johan mendekat, lalu melempar handuk pad

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 284

    Shaynala pergi dengan langkah-langkah cepatnya. Tujuannya satu: rumah William. Gadis itu ingin mempertanyakan tentang kabar rencana kepergian kawannya itu ke luar negeri.Sesampainya di rumah William, ia disambut Ginna yang sedang menyiram bunga-bunga.“Will ada di perpustakaan, Nala,” ucap Ginna tanpa ditanya lebih dulu. Ia tahu, tujuan Shaynala datang ke rumah pastilah karena ingin menemui putranya.Shaynala mengangguk dan bergegas pergi ke dalam rumah.“Kenapa dia? Apa dia sedang marah?” tanya Ginna pada dirinya sendiri. Mengamati Shaynala yang tak biasanya. Datang dengan muka jutek dan langkah-langkahnya begitu cepat. Auranya sudah seperti hendak melabrak orang.Perpustakaan yang dimaksud Ginna ada di lantai dua. Gadis itu meniti tangga dua anak tangga sekaligus saking tak sabarnya ingin segera menemui William.Pintu perpustaan pun iia buka. Matanya dengan cepat mencari-cari keberadaan William.“Loh, Nala?” William muncul dari balik salah satu rak. Remaja berkacamata itu terkejut

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 283

    Shaynala pulang dengan hati ringan. Semangat hidupnya sudah kembali. Dadanya telah kembali penuh. Berbaikan dengan ayahnya benar-benar memberi dampak luar biasa.Sepanjang perjalanan gadis itu tak henti tersenyum dan bersenandung. Di sisinya, Hamish tak kalah cerianya. Ia mengemudi dengan perasaan sangat lega serta bahagia.“Mami pergi sama ibunya Arsen juga Mama Ginna,” ucap Hamish setelah membaca sebuah pesan di ponselnya.“Berangkat sama-sama dengan Oma Ling Ling dan kawan-kawannya.”“Pergi kemana?” tanya Shaynala. “Kenapa rombongan?”“Ke pemakamannya Gwen,” jawab Hamish.“Gwen? Gwen yang itu?”Hamish mengangguk.“Papi ga ke pemakamannya juga?”“Enggak.”“Kenapa enggak?”“Kamu nyuruh papi pergi kesana?” tanya Hamish dan Shaynala buru-buru menggeleng.“Papi di rumah aja sama aku.”“Baiklah.” Hamish tersenyum.Sesampainya di rumah, Shaynala terkejut karena ternyata masih ada William dan Arsen juga adiknya. Mereka tengah asyik makan camilan di ruang tengah. ShaynaIa kira, mereka sudah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 282

    Di sudut restoran Jepang favorit Shaynala, Hamish berbicara dengan penuh kehati-hatian. Beberapa kali ia menjeda kisahnya karena harus memilih diksi dan kalimat-kalimat yang sekiranya aman dan dapat dipahami dengan mudah oleh anak remaja tiga belas tahun.Ia juga harus berpikir untuk merangkai alur agar cerita yang dibawakannya tak terlalu gelap dan berat untuk anak seusia Shaynala. Dan mau tak mau, anggota keluarga lain yang selama ini dianggap sempurna oleh gadis itu harus terseret, tercungkil borok-boroknya.Hamish tak bisa menghilangkan semua fakta itu karena jika membahas kehadiran Gwen, maka tak akan terlepas dari keterkaitan akan kisah kelam antara ia, ayahnya, neneknya, dan tentu saja … ibu dari kakak angkat Shaynala sendiri yakni mendiang Marissa.“Tunggu! Papi? Maksudnya, Papi pernah berpacaran dengan mami kandungnya Kak Eldan?” tanya Shaynala dengan wajah syok.Hamish mengangguk. Memang pahit, tapi pada akhirnya ia ungkapkan dari pada di kemudian hari tiba-tiba Shaynala dap

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 281

    Hamish keluar dari kamar dalam keadaan segar, bugar, dan tentu saja bahagia. Segala resah, letih, dan amarahanya lenyap tak bersisa.Sementara di dalam kamar, Kalea meringkuk. Tertidur lelap, lelah. Sungguh sebuah keadaan yang kontradiktif.“May,” panggil Hamish. Melihat asisten rumah tangganya yang sedang membersihkan perabot.“Ya, Tuan.”“Anak-anak belum bangun?”“Belum, Tuan. Eh, salah. Maksudnya belum semuanya, Tuan. Teman-temannya Nala belum bangun, EL juga belum. Tapi Nala sudah. Tadi saya lihat lagi di kebun belakang, kasih makan kelincinya.”Hamish mengangguk, lalu bergegas mencari putrinya.Dan benar, Shaynala sedang berjongkok di bawah pohon tanjung yang sedang berbunga banyak. Wangi bunganya semerbak, sudah tercium bahkan dari beberapa meter.Di bawah pohon sana, Shaynala tak sendirian. Gadis itu ditemani dua ekor kelinci abu-abu besar yang sudah dirawat dari dua tahun lalu. Ia terlihat asyik memberikan sayuran pada dua kelincinya itu.Hamish tersenyum. Akhirnya, ia bisa ke

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 280

    Hamish bersandar di bathtub dan ia biarkan Kalea memijit kepala serta pundaknya. Ah, rasanya segala pusing dan kepenatan sirna sudah. Jika telah seperti ini, ia merasa dunia dan seisinya ada dalam genggamannya.Tak ada yang lebih membahagiakannya selain bisa selalu pulang ke rumah yang di dalamnya ada istri dan anak-anak yang dicintainya. Pulang dengan sambutan penuh cinta dan kasih.“Aku pria paling beruntung di dunia,” ucap Hamish dengan mata terpejam. Merasakan nikmatnya sentuhan tangan Kalea.“Beruntung?” tanya Kalea.“Hmm. Aku punya kamu. Punya Nala. Punya ELvano. Hidupku lengkap. Sempurna. Penuh.”Kalea tersenyum, lalu mengecup pucuk kepala Hamish.“Aku masih merasa bahwa ini mimpi karena semuanya terlalu indah. Aku tiga puluh tahun lalu sepertinya tak pernah sedikit pun terbayang akan menjalani hidup sesempurna ini. Punya istri, punya anak-anak. Punya keluarga sendiri. Bagiku, ini kehidupan yang sangat mewah. Apalagi untukku yang seorang pendosa ini.”“Semua orang pernah menjad

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 211

    “Bukankah kamu masih cuti?” tanya Ginna. Memandangi Stephen yang grasak-grusuk berganti pakaian.“Iya, Sayang. Aku masih cuti. Tapi ada panggilan darurat. Aku harus operasi satu jam lagi. Ini permintaan khusus dari pasien VVIP. Dia pasienku langsung. Tak bisa aku delegasikan. Kondisinya sudah gawat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 212

    “Steve,” panggil Ginna serak. Mendadak saja merasa tegang, takut, terkurung di sana berdua dengan Stephen. Padahal jelas-jelas pria itu adalah suaminya.Pikirannya bercabang kemana-mana gara-gara melihat pintu yang dikunci dari dalam. Tak mungkin kan Stephen mengajaknya macam-macam? Ini masih di ru

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 207

    Pernikahan Ginna dan Stephen berlangsung begitu meriah. Sebuah ballroom hotel bintang lima yang disulap tema glamorous. Semua tentang kemewahan, keanggunan, dan eksklusif dengan dominasi warna-warna bold.Ling Ling tak henti menangis karena tak menyangka jika putranya akhirnya bisa kembali menikah.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 206

    Kalea mengantar Ginna untuk fitting baju pengantin ke Lunare dan setelahnya, mereka pergi untuk berjalan-jalan keliling mall.Hamish senang mendengarnya karena ini adalah kali pertama sang istri mau pergi bersosialisasi ke dunia luar sejak dari rumah sakit. Berharap, Kalea semakin membaik setiap ha

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status