Share

Bab 232

Penulis: Naiynana
last update Tanggal publikasi: 2026-03-18 23:05:15

Rumah Hamish kini terasa semakin hidup dengan kehadiran Shaynala. Bayi perempuan itu memberi warna tersendiri yang membuat seluruh penghuni rumah merasa lebih ceria.

Sarah begitu memperhatikan cicit perempuannya itu. Begitu sayang dan protektif. Bahkan seekor semut pun akan dimarahinya habis-habisan jika berani merayap ke kulit Shaynala.

Tak berbeda dengan Elias. Pria itu begitu memanjakan Shaynala. Selalu sangat antusias jika sudah menyangkut tentang cucu perempuan kesayangannya tersebut.

Jang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (13)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
ya ampun lucu banget sih mereka ini...
goodnovel comment avatar
Balowa 1234
semoga mereka berjodoh
goodnovel comment avatar
Susan Juwita
ngk sabar nunggu mereka dewasa..bagaimana kisahnya..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 250

    “Ada apa?” Hamish bertanya dengan raut bingung. Ia kira ketika menjemput Kalea di bandara, istrinya itu akan bersikap manis, tersenyum cerah, dan memberinya ciuman bertubi-tubi.Nyatanya, Kalea datang dengan muka ditekuk tujuh. Berjalan cepat dengan tubuh hampir tersental-sental.“Kamu kenapa, Lea? Mami Sayang? Kamu gak peluk aku dulu?” Hamish merentangkan kedua tangan.Kalea menghela napas. Baru tersadar sepenuhnya setelah sebelumnya isi kepalanya hanya tentang sekolah Shaynala dan William. Ia begitu memikirkan nasib keduanya setelah tahu ada Arsen yang tiba-tiba pindah kesana. Sunggung menjengkelkan! Berani sekali anak itu mengusik ketentraman sekolah anaknya.“Kamu tahu, gak? Si anak jahat itu sekarang pindah ke sekolah Nala dan Willy, Pi.” Kalea malah langsung membahas hal itu. Sudah tak tahan lagi ingin segera mendiskusikan hal tersebut dengan Hamish.“Apa? Serius?”Kalea mengangguk cemas dan nyerocos tanpa bisa direm. Menjelaskan detail pertemuannya dengan ibu dari Arsen.“Oke.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 249

    Kalea menghadiri pembukaan bazaar fashion se-Asia Tenggara di mana Lunare menjadi salah satu booth yang paling megah dan lengkap koleksinya. Ia sempatkan menemani timnya sebelum nanti kembali terbang pulang ke Jakarta beberapa jam lagi.Ia sudah merindukan Hamish. Apalagi suaminya itu tak henti mengiriminya pesan-pesan nakal yang penuh bujuk rayu.Kalea tersenyum malu, saat suaminya itu mengiriminya foto seksi dengan latar belakang dapur.Hamish hanya mengenakan boxer ketat saja, memamerkan badan berototnya dengan tangan memegangi spatula. Konon, pria itu sedang membuat makanan untuk anak-anak sepulang sekolah.“Apa kamu tak tergoda?” begitu isi pesan dari Hamish. “Aku sudah siap memanjakanmu, Sayang.”Kalea geleng-geleng. Suaminya itu memang selalu ada-ada saja akal bulusnya agar ia tak pernah berlama-lama di luar kota.“Awas diintip Mbak May sama MBak Diana!” Kalea membalas.“Tenang, Sayang. Mereka sedang tak ada di rumah. Aku sendirian di sini menjadi bapak rumah tangga. Cepat pula

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 248

    “Jadi … kita sekelas,” ucap Arsen yang berjalan di sisi Shaynala. Dua tangannya di kantong celana sedang ransel tersampir di satu bahunya.“Hah! Sial sekali!” Shaynala menggerutu dengan suara dibuat sekeras mungkin.“Dan aku beruntung sekelas denganmu.” Arsen menyeringai.“Hei, Nala!” panggil Arsen melihat Shaynala yang mempercepat langkahnya. Kentara sekali jika gadis itu tak sudi berlama-lama berjalan berdampingan dengannya.“Apa kamu benar-benar membenciku? Apa karena masalah waktu kita Tk itu? Tak bisakah kita lupakan itu dan berdamai? Kita bisa memulai lagi. Kita bisa berteman. Anggap saja itu cuma berantem anak kecil. Kan kita memang masih sangat kecil waktu itu.”Langkah Shaynala berhenti. Tubuhnya memutar, lalu menatap Arsen dengan tajam.“Apa? Cuma? Cuma berantem anak kecil kamu bilang? Cumaaa?” tanyanya penuh penekanan.“Y-ya me—”“Itu bukan cuma!” sergah Shaynala.“Anak kecil tak ada yang berantem seperti itu, tahu? Kamu itu gak normal! Setan tahu gak!” Suara Shaynala mende

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 247

    Shaynala pergi ke ruang guru untuk membantu guru keseniannya membawakan tugas-tugas ia dan teman satu kelasnya. Di mata pelajaran kesenian, ia menjadi anak emas karena memang ia berbakat di seni rupa. Berbeda dengan jalur matematika yang sering kena pelototan gurunya.Ah, satu lagi pelajaran yang selalu membuatnya mendapat nilai bagus yakni penjaskes.Shaynala bersiul pelan sambil memeluk setumpuk gulungan kanvas tugas-tugas melukis objek aliran realistik. Ia baru saja tiba di ambang pintu ruang guru, tetapi tanpa sengaja malah menyenggol bahu seorang wanita yang begitu buru-buru keluar dari sana.Shaynala yang sedang tak begitu fokus memekik. Tubuhnya oleng dan sepelukan gulungan kanvas tugas melukis pun berhamburan.Ia hendak terjatuh, tetapi dua buah tangan lain dengan sigap menangkap bahunya.Shaynala mengerjap, lalu sedetik kemudian ia membelalak dan berteriak.“Si Babi!” serunya spontan. Mengatai manusia yang baru saja menolongnya yang tak lain adalah Arsen.“Ketemu lagi kita,”

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 246

    Hamish melambai-lambai. Menatap punggung Shaynala yang semakin menjauh.Ia tersenyum lalu berbalik. Berjalan cepat, hendak kembali ke mobilnya yang terparkir cukup jauh dari muka gerbang sekolah.Tak disadarinya, di seberang jalan, dari belakang kemudi sebuah mobil sedan hitam yang juga terparkir, ada sepasang mata wanita berbulu lentik di balik kacamata hitam besar, mengawasi. Terus mengamati gerak-gerik Hamish.Mata berlensa cokelat itu tak berkedip dengan kedua tangan mengepal kuat saat Hamish melangkah melewati mobil tersebut. Napasnya tertahan dan tanpa sadar menoleh mengikuti ke arah mana Hamish melangkah.“Sudah cukup? Kapan aku bisa turun dari mobil?”Wanita itu terperanjat dan segera menoleh. Seorang remaja lelaki betubuh jangkung dengan kulit putih kemerahan itu bertanya dengan muka dan nada bosan.“Sampai kapan di sini terus? Aku ingin segera ke sekolah baruku! Kenapa Tante diam saja? Tahu gitu, aku pergi sendiri dengan sopir!” Remaja itu menggerutu, kesal.“Kamu memang men

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 245

    William menggerung-gerung. Meringkuk di kamar tamu rumah Hamish sambil sesekali merintih.Badannya terasa terbelah sepuluh. Pegal-pegal tak terkira, sakit dan linu di mana-mana.Kompresan-kompresan yang sudah dipakainya serasa tak berguna. Seluruh otot dan sendinya tetap nyeri.Ia baru saja selesai olahraga. Tak hanya olahraga biasa, tetapi juga dilanjut berlatih tinju.Tubuhnya memang jarang berolahraga terutama olahraga berat. Tubuhnya kaget saat ditempa latihan fisik yang cukup banyak.Alhasil ia jadi tak bisa tidur. Semalaman gelisah merasakan pegal-pegal. Dan esoknya, ia keluar dari kamar dengan dua kantung mata yang menghitam.“Kamu kenapa?” tanya Shaynala. Terkejut melihat William yang tak ubahnya seperti zombie.Berjalan kaku menuju meja makan dengan tatapan hampa.Hamish mendengkus menahan tawa, lalu menyapa William.“Badanmu sakit-sakit?” tanyanya.Mendengar suara Hamish, Wiliiam langsung mendongak, lalu cepat-cepat menggeleng.“Tidak, Pi. Aku hanya kurang tidur karena memik

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 34

    “Ah, baru datang? Kemana saja? Aku menghubungimu dari siang. Aku mau izin visit Kalea tadi.” Stephen segera meletakkan piring di nakas.Hamish diam saja. Pria itu menatap bergantian Kalea juga Stephen.“Kamu habis apa, Bro? Kenapa bajumu merah-merah? Apa ….” Stephen membelalak dan segera bangkit be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 38

    “Anda yakin, Tuan?”Sebuah pertanyaan yang sudah dilontarkan Jordi pada Hamish untuk yang kelima kalinya.Hamish melirik tajam kaki tangannya itu, lelah dengan pertanyaan yang sama.“Tapi Nona Gwen sudah begitu lama dengan Anda. Dia bahkan yang paling Anda ingat, Tuan. Satu-satunya yang Anda ingat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 37

    Sudah hampir tengah malam. Hamish masih berkeliling dengan mobilnya. Sendirian, tanpa tujuan jelas.Bar? Eksekutif klub? Atau kehidupan malam lainnya, kini sudah tak menarik lagi. Tak ada tempat pelarian yang pas saat ini untuknya. Ia butuh tenang, ia butuh pikiran waras.“Kenapa? Kenapa aku terje

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 43

    “Tuan, apa saya masih jelek?” Kalea bertanya pada Hamish yang sedang sibuk sendiri dengan tablet di tangannya.Pria itu melirik sebentar, lalu mengangguk.“Tapi memar saya sudah banyak yang hilang. Luka sobek juga sudah sembuh.”“Kamu masih sangat jelek, Lea. Pergilah bercermin dan kamu akan tahu s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status