Share

Jadi?

Author: Shinee
last update publish date: 2026-09-24 13:21:23

"Ehem!"

Suara dehaman keras dan dingin memecah kehangatan di dalam ruangan. Dari arah pintu masuk, Caleb melangkah tegap masuk ke dalam galeri dengan aura intimidasi yang amat pekat. Pria itu mengenakan setelan jas hitam mahal, melangkah lebar dan langsung berdiri tepat di samping Aurelia, menyambar pinggang istrinya secara posesif.

"Selamat siang, Pak Pengacara," tegur Caleb dengan intonasi rendah yang dingin bagai es. "Senang melihatmu begitu berdedikasi mengantarkan barang bekas dari masa la
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Jadi?

    "Ehem!"Suara dehaman keras dan dingin memecah kehangatan di dalam ruangan. Dari arah pintu masuk, Caleb melangkah tegap masuk ke dalam galeri dengan aura intimidasi yang amat pekat. Pria itu mengenakan setelan jas hitam mahal, melangkah lebar dan langsung berdiri tepat di samping Aurelia, menyambar pinggang istrinya secara posesif."Selamat siang, Pak Pengacara," tegur Caleb dengan intonasi rendah yang dingin bagai es. "Senang melihatmu begitu berdedikasi mengantarkan barang bekas dari masa lalu."Leon tidak menunjukkan rasa terkejut sedikit pun. Pria itu justru tersenyum tenang, menatap Caleb dengan tatapan mata yang penuh kemenangan tak tertulis."Selamat siang, Tuan Hamilton," balas Leon santai. "Aku hanya sedang menjalankan tugas sebagai teman baik yang bertanggung jawab atas kenangan indah masa kecil kami.""Kenangan indah itu sudah berakhir belasan tahun lalu," pangkas Caleb kaku dan tanpa kompromi. "Dan sekarang, istriku sudah memiliki kenangan yang jauh lebih indah bersamaku.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Nostalgia

    Tepat pukul sebelas siang, suasana di galeri seni milik Aurelia tampak begitu tenang. Beberapa lukisan bernilai tinggi terpajang rapi di sepanjang dinding bernuansa minimalis mewah.Aurelia berdiri di balik meja kerjanya, menyusun beberapa berkas pameran. Tak lama kemudian, suara denting bel pintu kaca galeri berbunyi, menandakan kedatangan seorang tamu.Leon Willson melangkah masuk dengan setelan jas abu-abu yang terpotong rapi. Di tangan kanannya, ia membawa sebuah kotak kayu berukir klasik berukuran sedang yang tampak agak usang diselimuti jejak waktu."Selamat siang, Aureli," sapa Leon ramah dengan senyuman hangat yang mengembang di bibirnya."Selamat siang, Leon," balas Aurelia menyambutnya dengan senyuman tulus, melangkah keluar dari balik meja kerjanya. "Kau sangat tepat waktu.""Aku selalu menepati janjiku," ujar Leon seraya mengangkat kotak kayu di tangannya. "Ini dia. Kotak harta karun yang kita kubur di bawah pohon mangga belasan tahun lalu."Aurelia menatap kotak itu denga

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Ingin Bersamamu

    "Maya?"Caleb menghentikan gerak jemarinya di pipi Aurelia, menatap istrinya dengan kerutan kening yang amat dalam. Udara di dalam kamar mendadak membeku, menyisakan kebingungan murni di mata pria itu."Hari itu aku baru saja pulang dari rumah sakit," cicit Aurelia dengan nada bergetar yang amat kental. "Aku membawa amplop berisi hasil tes kehamilan positif. Aku berdiri kaku di depan pintu restoran, menimbang apakah sebaiknya aku langsung masuk dan memberitahumu tentang kehamilanku atau tidak. Tapi saat mataku menembus kaca, aku justru melihatmu sedang duduk berdua dengan Maya. Kalian berdua tertawa begitu lepas."Caleb terhenyak kaku. Ingatannya dipaksa berputar hebat menembus jejak waktu beberapa tahun silam."Aku tidak ingat aku pergi bersama Maya. Tapi sepertinya kau salah paham, Aureli," bisik Caleb rendah, memangkas jarak seraya menangkup kedua pipi istrinya erat-erat. "Di restoran mungkin ada pertemuan bisnis formal dengan klien utama perusahaan. Perusahaan Sterling dan Hamilto

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Buku Catatan

    "Aku sangat takut, Aureli. Tubuhku terasa makin lemah setiap harinya."Suara Clarissa seolah bergema nyaring dari lembaran kertas lusuh bersampul kulit cokelat yang sedang digenggam erat oleh Aurelia. Jemari Aurelia bergetar hebat, menelusuri tulisan tangan rapi mendiang kakaknya yang menggoreskan seluruh ketakutan, kecemasan, dan rasa cinta mendalam."Aku terus mencemaskan nasibmu jika aku harus pergi lebih cepat dari dunia ini," baca Aurelia dalam hati, disusul lelehan air mata yang menetes membasahi kertas.Di dalam catatan itu, Clarissa menuliskan rasa terima kasih mendalam atas kebaikan Caleb yang rela menikahinya demi menyelamatkan nama baik keluarga dari skandal jahat. Saat itu Clarissa dituduh menjalin hubungan gelap dengan seorang sutradara terkenal, hingga reputasinya hancur berantakan.Tulisan itu berlanjut pada pengakuan berdosa Clarissa yang telah meminta Aurelia menggantikan posisinya di malam pernikahan. Clarissa menyadari sebuah fakta mengejutkan tepat setelah janji su

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Hanya Milikku

    "Buku catatan?"Aurelia membeku di tempatnya, menatap Caleb dengan binar mata yang memancar bingung. Keningnya mengernyit dalam seraya mencoba mencerna setiap suku kata yang baru saja keluar dari mulut suaminya."Ya, buku catatan bersampul kulit cokelat milik Clarissa," tutur Caleb lembut. Jemari tegapnya mengusap lembut punggung tangan Aurelia yang terasa dingin. "Dia menyimpannya di laci paling bawah meja riasnya. Ibuku tanpa sengaja menemukannya. Aku tahu kejadian malam itu dari buku tersebut. Dia menuliskan banyak hal di sana. Tapi perkara kau menyukaiku, dia benar-benar tidak tahu. Kau sangat pintar menyembunyikan perasaanmu.""Bahkan aku percaya saat kau mengatakan bahwa yang kau rasakan hanya cinta monyet masa remaja. Karena Clarissa juga mengatakan hal yang sama.""Aku melindungi diriku. Aku tidak ingin jadi wanita yang ditolak lagi.""Begitukah aku terlihat?""Ya, kau dingin dan kaku.""Maafkan aku." Caleb mengusap kepalanya. "Semuanya berantakan karena kebodohanku."Aurelia

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Hanya Cinta Monyet

    "Jadi saat aku menyatakan perasaanku dulu, kau juga merasakan hal yang persis sama?"Aurelia mendongak, melingkarkan kedua tangannya makin erat di lengan tegap Caleb. Wajahnya bersandar di bahu suaminya. Bermanja-manja tanpa rasa cemas tentang isi pikiran pria ini terasa begitu membebaskan. Semua kesalahpahaman masa lalu menguap begitu saja setelah kemunculan Leon.Ah, terima kasih, Leon!Caleb terkekeh halus seraya tetap fokus membelah jalanan. "Hari itu, aku mati-matian menahan diri agar tidak langsung mengejarmu dan melamarmu detik itu juga."Manik mata Aurelia membola sempurna. "Melamarku?!" Pipi Aurelia memanas, bersemu merah padam secara alami.Caleb mengangguk tenang, menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. "Segila itu perasaanku padamu."Senyum Aurelia mengembang semakin lebar hingga matanya menyipit manis. "Jadi selama ini cintaku sama sekali tidak bertepuk sebelah tangan."Caleb melepas satu tangannya dari setir kemudi, mengulurkan jemarinya mengusap pipi mulus Aurelia deng

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Berhenti Berulah, Aureli

    Tanah masih basah saat sekop terakhir meninggalkan gundukan itu. Aurelia berdiri terpaku di depan pusara. Kakinya terasa mati rasa. Dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam, menghimpit setiap tarikan napas yang ia coba ambil. “Cas…” suaranya pecah lagi. Tangannya gemetar saat me

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Bip Panjang

    “Cas…?”Suara Aurelia pecah saat melihat Clarissa pingsan. “Clarissa!” Caleb mengguncang bahunya pelan. “Buka matamu.”Tidak ada respons. Aurelia sudah menangis. “Kita harus bawa dia ke rumah sakit!”Caleb tidak membuang waktu. Ia mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongan.Beberapa menit kemudi

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kebohongan Kecil

    “Aku sudah selesai.” Aurelia berdiri sebelum benar-benar menghabiskan makanannya. Nasi di piringnya masih tersisa. Ia tidak sanggup berlama-lama di meja itu, tidak dengan Caleb duduk di seberang, tidak dengan cara pria itu menyebut namanya seolah memiliki makna lain. Clarissa menatap heran. “Ka

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aureli

    Tubuh Clarissa tiba-tiba limbung.Cangkir di tangannya terlepas, jatuh ke lantai, pecah dengan suara nyaring yang membuat jantung Aurelia seperti berhenti berdetak sesaat.“Clarissa!”Aurelia berlari, menangkap tubuh kakaknya sebelum benar-benar jatuh. Ia terduduk di lantai ruang keluarga, memangku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status