Share

Keluarga Utuh

Author: Shinee
last update publish date: 2026-09-30 14:23:25

"Apa kita perlu melakukan bulan madu sekarang, Sayang?" tanya Caleb dengan suara bariton yang serak, melangkah lesu keluar dari kamar mandi seraya menyapu sisa air di sekitar bibirnya.

Aurelia bergerak cepat mendekat, merengkuh pinggang tegap suaminya lalu usapan lembut jarinya mengalir di sepanjang punggung Caleb. "Dengan kondisimu yang mual-mual menyiksa seperti ini, sempat-sempatnya kau masih memikirkan bulan madu, Caleb?"

Caleb menggelengkan kepalanya tegas, mengabaikan rasa pening yang men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Keluarga Utuh

    "Apa kita perlu melakukan bulan madu sekarang, Sayang?" tanya Caleb dengan suara bariton yang serak, melangkah lesu keluar dari kamar mandi seraya menyapu sisa air di sekitar bibirnya.Aurelia bergerak cepat mendekat, merengkuh pinggang tegap suaminya lalu usapan lembut jarinya mengalir di sepanjang punggung Caleb. "Dengan kondisimu yang mual-mual menyiksa seperti ini, sempat-sempatnya kau masih memikirkan bulan madu, Caleb?"Caleb menggelengkan kepalanya tegas, mengabaikan rasa pening yang menghantam kepalanya. "Aku tidak apa-apa, Aureli. Aku ingin memberikan pernikahan yang benar-benar sempurna untukmu. Pesta, bulan madu, dan malam pertama yang penuh cinta. Kita akan mengulangi semuanya dari awal, Sayang."Aurelia menatap lurus manik mata suaminya dengan penuh cinta, menangkup pipi Caleb yang terasa agak dingin. "Kita bisa menahannya dulu. Lain kali saja saat kondisi fisikmu sudah membaik. Saat ini kau benar-benar kacau, wajahmu pucat dan kau terus-menerus mual."Caleb merengkuh tan

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Dengan Senang Hati

    "Terima! Terima! Terima!"Sorak-sorai riuh dari sudut area pesta mendadak menggema memenuhi ballroom megah, memotong langkah Caleb dan Aurelia yang baru saja hendak menghampiri kerumunan tamu undangan.Aurelia memekik kaget, menutupi mulutnya saat pandangannya menembus kerumunan orang yang sedang bersorak heboh. "Astaga, apa yang sedang dilakukan temanmu itu, Caleb?"Tepat di tengah lingkaran para tamu, Roland tampak berlutut anggun di atas satu kaki, mengacungkan sebuah kotak beludru terbuka ke arah Barbara yang terpaku membisu dengan wajah memerah sempurna.Caleb menyunggingkan senyum miringnya, merangkul pinggang Aurelia semakin erat. "Sepertinya dia sedang melakukan apa yang sudah kulakukan padamu beberapa hari lalu, Sayang.""Maksudku, bagaimana bisa dia tiba-tiba melamar Barbara seperti itu?" pangkas Aurelia memajukan tubuhnya, menatap suaminya tak percaya."Kenapa tidak bisa?" tanya Caleb santai, menaikkan sebelah alisnya. "Mungkin selama ini Roland menyukai sahabatmu itu secar

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Milikmu Selamanya

    "Di hadapan Tuhan dan seluruh saksi yang hadir hari ini, aku menyerahkan seluruh hidupku untukmu," ucap Caleb dengan suara bariton rendah yang bergetar penuh kilat emosi, menatap lurus ke dalam manik mata Aurelia.Acara pemberkatan pun dimulai dengan keheningan yang amat sakral. Aurelia dan Caleb berdiri saling berhadapan di depan altar, saling menatap lekat seraya mengaitkan jemari tangan mereka dengan erat. Pendeta yang berdiri membimbing mereka tersenyum lembut, memberi isyarat agar pasangan itu mengucapkan janji suci pernikahan.Caleb meremas lembut jemari Aurelia, menyusupkan ketegasan tanpa keraguan pada setiap kata yang diucapkannya. "Aureli, aku menerima dirimu sebagai istriku. Aku berjanji akan mencintaimu di saat tubuhmu terkuat hingga saat napasmu terlemah. Aku akan menjadi pelindungmu dari kegelapan, menjadi rumah bagi setiap duka dan bahagiamu, serta menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya untuk membahagiakanmu dan anak-anak kita sampai maut memisahkan."Air mata bahagi

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kita Sepakat.

    "Aku tidak pernah membayangkan hari ini benar-benar akan datang dalam hidupku," bisik sebuah suara lembut yang memecah keheningan ruang ganti pengantin yang serba putih dan mewah.Hari yang dinanti-nantikan itu pun akhirnya tiba. Pesta pernikahan Caleb dan Aurelia digelar secara megah dan besar-besaran, dihadiri oleh kalangan elit dari berbagai negara.Pintu ganda ruang ganti berornamen emas terdorong terbuka. Ibu Caleb melangkah masuk dengan anggun, mengenakan gaun berwarna salem yang sangat elegan.Aurelia langsung bangkit berdiri dari kursi riasnya begitu mengenali sosok ibu mertuanya. Setelah sekian lama tidak bertemu, ini adalah pertama kalinya mereka saling bertatapan kembali secara langsung.Wanita paruh baya yang masih tampak sangat jelita itu mengulas senyum haru, mempercepat langkahnya lalu mengulurkan kedua tangan untuk merengkuh tubuh Aurelia ke dalam pelukan yang teramat hangat."Kau cantik sekali, Sayang," puji ibu Caleb lirih, merenggangkan pelukan untuk mengusap kedua

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kau Indah

    "Kau sudah dilamar oleh pria yang mencintaimu sebanyak dua kali, sedangkan aku sama sekali belum pernah merasakannya sekalipun dalam hidupku!" seru Barbara dengan gaya dramatis, menatap iri pada kilau berlian di jari manis Aurelia.Aurelia meledakkan tawa renyah, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. "Sabar saja, Barbara. Mungkin doaku untukmu belum dikabulkan, tetapi aku percaya kelak akan ada pria baik hati yang mencintaimu secara ugal-ugalan."Manik mata Aurelia berbinar-binar cerah, tatapannya dipenuhi dengan kebahagiaan yang tak bisa ia sembunyikan. Ia mengagumi cincin baru di jarinya. "Astaga, aku sungguh tidak menyangka Caleb akan melamarku lagi dengan cara seindah itu."Aurelia meraih jemari Barbara, menempelkan telapak tangan sahabatnya tepat di dada kirinya. "Kau dengar ini? Jantungku bahkan masih menggebu-gebu meneriakkan namanya. Tidakkah kau merasa suamiku itu sangat romantis?"Barbara memutar bola matanya jengah, menyunggingkan senyum miringnya. "Coba ingat kembali, sia

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Maukah Kau Menikah Denganku?

    "Tiga hari yang menyiksa ini akhirnya berakhir," bisik Caleb rendah begitu melangkah keluar dari pintu mobil mewah yang baru saja berhenti sempurna di halaman utama.Aurelia berdiri tegap di teras depan, menyunggingkan senyum lebar nan merekah indah seraya perlahan mengusap perut ratanya di balik gaun santainya.Maxi menggenggam erat jemari tangan ibunya, mendongakkan kepala menatap Aurelia dengan binar mata yang meluap-luap. "Kita akan memberikan kejutan ini pada Ayah sekarang, bukan?" bisiknya setengah berteriak.Aurelia meletakkan jari telunjuknya tepat di depan bibir, terkekeh renyah. "Ya, kita akan mengungkapkan rahasia besar ini. Tetapi kau harus menahan dirimu sampai Ibu memberi sinyal. Oke?""Siap, Kapten! Ayah pasti akan melompat terkejut!" tegas bocah itu membusungkan dadanya penuh percaya diri.Namun, begitu Caleb melangkah makin mendekati teras, senyum lebar di wajah Aurelia perlahan memudar. Wajah suaminya terlihat begitu pucat pasi, lingkaran hitam terpatri tipis di bawa

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Selamat Tinggal

    Aureli merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. Perlahan ia membuka mata. Rasa pusing menyerang. Ia memejamkan matanya lagi. Namun saat hidungnya mencium aroma yang tidak asing, nyawanya terkumpul sepenuhnya.Dia menoleh ke samping, matanya seketika membeliak setelah menyadari kondisi mereka.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Berhenti Berulah, Aureli

    Tanah masih basah saat sekop terakhir meninggalkan gundukan itu. Aurelia berdiri terpaku di depan pusara. Kakinya terasa mati rasa. Dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam, menghimpit setiap tarikan napas yang ia coba ambil. “Cas…” suaranya pecah lagi. Tangannya gemetar saat me

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Bip Panjang

    “Cas…?”Suara Aurelia pecah saat melihat Clarissa pingsan. “Clarissa!” Caleb mengguncang bahunya pelan. “Buka matamu.”Tidak ada respons. Aurelia sudah menangis. “Kita harus bawa dia ke rumah sakit!”Caleb tidak membuang waktu. Ia mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongan.Beberapa menit kemudi

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kebohongan Kecil

    “Aku sudah selesai.” Aurelia berdiri sebelum benar-benar menghabiskan makanannya. Nasi di piringnya masih tersisa. Ia tidak sanggup berlama-lama di meja itu, tidak dengan Caleb duduk di seberang, tidak dengan cara pria itu menyebut namanya seolah memiliki makna lain. Clarissa menatap heran. “Ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status