Share

Saya Bersedia

Author: Ranum Aksara
last update Last Updated: 2025-12-16 10:58:52

“Apa–siapa ini?” Fahri langsung merengut mendapati kehadiran Birru.

Chacha mengernyit. Tidak mungkin Fahri tidak mengenali Birru, mengingat Birru merupakan ustaz populer. Semua konten-konten dan acara live dakwahnya selalu penuh oleh anggota majelis baik laki-laki maupun perempuan muda, 

Namun, jika diperhatikan lagi, penampilan Birru memang sedang tidak seperti biasanya. Wajahnya luka-luka–bahkan sedikit bengkak. Sementara penampilannya tampak sedikit kumuh.

Meski begitu, suaranya masih tenang seperti saat membawakan kajian, saat mengatakan, “Tidak boleh berisik di klinik.”

Fahri jelas tidak terima ditegur seperti itu.

“Eh, kamu–!”

“Sepertinya perban Anda akan terlepas, Pak,” sela Chacha buru-buru, berkata pada Birru. “Mari ikut saya.”

Tanpa menunggu respons, Chacha membawa Birru ke bilik lain agar lebih aman.

“Itu mantan Dokter?” 

Chacha mendongak pada pria yang tengah berjalan tertatih itu. Birru tengah menatapnya dengan raut wajah serius.

“Ustaz dengar?” gumam Chacha, mengalihkan pandangan. Birru tidak menyahut.

Malu dan rikuh. Itulah yang dirasakan Chacha. Sebelumnya ia memandang Birru sebagai pria tidak bertanggung jawab yang telah menghamili wanita. Namun, identitasnya sebagai anak di luar nikah terbongkar justru begitu saja.

Ya, itulah yang membuat dia di masa lalu dicampakkan begitu saja. Sekian hari sebelum pernikahan.

Padahal semua persiapan sudah selesai. 

Namun, Chacha harus merelakan semuanya karena tepat setelah itu, Fahri justru menyebarkan kabar bahwa ia akan menikahi wanita lain. 

Tepat kala itu, Chacha nyaris hilang kendali. Dadanya sesak, harga dirinya dihancurkan begitu saja.

Sampai akhirnya  dia memutuskan untuk kabur dengan mengabdikan diri di klinik yang jauh dari tempat asalnya.

Batalnya pertunangan Chacha berimbas pada orangtuanya yang terus mengenalkan pria-pria mapan dari desanya yang akan melamar. Sebagai keluarga yang memegang erat budaya Jawa, mengalami pertunangan yang batal seperti sebuah aib saja. 

Dan lagi, usia Chacha dianggap sudah sangat mengkhawatirkan jika menolak lamaran terus.

Tapi benar kata Fahri. Jika mereka tahu latar belakang Chacha yang asli, apakah mereka tetap ingin menikahinya?

Begitu juga ustaz yang sedang terdesak gosip di hadapannya ini. 

Chacha tersenyum getir. 

“Ustaz tidak mungkin masih mau menikahi saya setelah mendengar itu semua, kan?” Chacha berucap ringan untuk menutupi dirinya yang salah tingkah. “Yah, meski hanya untuk skandal, tapi–” 

“Saya tetap ingin menikahimu, Chalya.” Birru menukas dengan tegas. Tatap tajamnya membuat Chacha tertegun. “Sekarang, saya tanyakan lagi. Apakah kamu bersedia?”

***

“Masih mau jadi anak Ibu nggak, Nduk? Kalau iya, besok pulang ya buat lamaran.”

Chacha menghela napas. “Bu, aku sudah punya calon. Jadi, ibu nggak usah promosiin aku ke pria-pria di situ. Memangnya aku ini barang dagangan?’

Ya. Chacha berakhir menerima pinangan Ustaz Birru.

Dengan beberapa syarat.

“Lah, kamu bohongin ibu lagi pasti ini.” Sang ibu terdengar merajuk di seberang saluran telepon.

“Nggak, Bu. Beneran, aku udah ada calon.”

“Siapa orangnya? Mapan nggak? Agamanya bagaimana?” tanya Ibu beruntun. “Aduh. Nanti batal lagi. Udah, ibu aja yang carikan, yo?”

“Nggak usah, Bu. Besok mau dateng ke rumah buat nemuin Ibu.” Chacha berkata dengan nada final. “Sudah ya, Bu. Aku mau ketemu keluarga calonku dulu.”

Malam itu juga Albirru membawa Chalya ke pesantren untuk memperkenalkannya pada Umma dan Abah. 

“Ustaz, sekarang nggak bisa mundur ya.” Chacha berbisik. Kini mereka sudah memasuki area halaman pesantren, bersama beberapa rekan Birru. 

“Iya.”

“Semua syarat saya, Ustaz benar-benar sanggupi?”

Ujung bibir Birru terangkat kecil. “Iya,” katanya lagi. 

Di depan pintu rumah utama, Chacha berdiri menunduk dengan jari yang saling bertautan. Demi apapun jantungnya kini berdebar sangat kencang, ia masih tidak percaya akan dikenalkan sebagai calon istri oleh seorang ustaz kondang idaman sejuta umat. 

Semerbak wangi khas Timur Tengah menyelinap masuk indera penciuman Chacha ketika pintu utama terbuka. Di ruang tamu sudah berkumpul orang tua Birru dan sang Kyai. Mereka tersenyum ramah menyambut mereka.

“Dokter Chacha, benar mau menikah dengan Birru?” tanya Umma Khadijah untuk kedua kalinya, setelah Birru mengutarakan maksud dari membawa Chacha ke rumah. 

Keluarga besar memang menyuruh Birru untuk segera menikah, tapi tidak menyangka kalau Chacha yang dia bawa pulang untuk dijadikan istri.

Mendadak, Chacha merasa dirinya kecil. Seperti ia tidak pantas ada di sana. Ia langsung teringat penolakan Fahri

“Benar, Umma,” ucap Chacha pelan. “Apakah … keluarga keberatan?”

Wanita anggun berhijab besar di samping Chacha tersenyum hangat. Menepuk punggung tangan Chacha. 

“Birru  sudah memilih kamu, itu berarti kamu yang terbaik.” Umma menjeda sejenak. Menarik napas pelan, lalu melanjutkan.

“Kami sekeluarga yang meminta maaf, meski kalian menikah mendadak, tapi kami sama sekali tidak bermaksud memanfaatkan kamu. Pernikahan ini tetap berjalan sesuai aturan dan Birru juga akan tetap menjalankan perannya sebagai  suami kamu nanti.”

“Kamu tahu masalah yang sedang dihadapi Birru saat ini?” Kali ini Abbah yang bertanya.

“Tahu, Om. Mm … Abbah, maksudnya.” Chacha merutuki kebodohannya yang belum bisa beradaptasi dengan baik di sana. 

Kesalahan kecil  itu membuat pipinya panas. Dua bulan menetap  di wilayah pesantren, tapi dia masih asing dengan cara bicara dan kebiasaan mereka.

“Dok,” ucap Abbah lebih pelan. “Kami memang meminta Birru untuk segera menikah agar menghindari fitnah itu. Namun, demi Allah tidak ada maksud dalam niat kami untuk bermain-main dengan Dokter Chacha. Kami tetap berharap kalian bisa menjadi pasangan yang saling menjaga dan saling melengkapi.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Hati yang Mati Rasa

    Bab 91Malam semakin larut, Chacha masih duduk di tepian jendela menatap langit malam kota yang tampak cerah. Bertolak belakang dengan suasana hatinya yang muram. Sangat muram dan gelap.Nara baru saja kembali dari rumah untuk mengambil baju ganti dan beberapa camilan yang mungkin bisa masuk ke dalam perut Chacha. Semua makanan dari rumah sakit tidak bisa masuk perutnya. Begitu juga dengan apa yang Birru belikan, mungkin karena Chacha tahu itu pemberian Birru jadi ia tidak mau memakannya.“Ra, sorry udah bikin kamu ribet dengan masalah aku,” Chacha merasa besalah sudah menyeret Nara juga untuk ikut masuk dalam masalah yang menimpanya.“Hei, justru gue bakal marah banget kalau misal lo nggak bilang apa-apa soal masalah lo. Gue pokoknya harus jadi orang pertama yang tahu. Sekarang aku bikinin hot chocolate nih, kita minum bareng sambil kamu cerita, ok?”Chacha duduk di sofa memeluk lututnya, menghirup aroma cokelat hangat buatan Nara sedikit cukup mentransfer mood baik untuknya.“Ra,

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Meruntuhkan Dunianya

    Bab 90Dilihat dari tidak adanya air mata yang luruh sedikitpun dari matanya. Bisa Nara tebak, sehancur apa perasaan Chacha. Rasa kecewa dan luka yang teramat dalam biasanya justru mampu membuat seorang wanita hanya diam, tanpa air mata. Hatinya mendadak mati rasa.Chacha bergeming setengah melamun, dia tidak menyangka akan ada fakta yang datangnya begitu menyakitkan secara tiba-tiba seperti ini. Fakta yang tidak pernah Chacha perkirakan sama sekali sebelumnya.“Ra, kamu pernah nyangka nggak kalau mas Birru punya rahasia besar yang selama ini disimpan begitu rapi padahal jelas-jelas itu menyangkut hidup dan mati aku?” Chacha bertanya lirih masih dengan tatapan pandangan yang kosong.Terpekur sesaat, Nara mencoba mencerna setiap ucapan Chacha yang terlontar tanpa adanya skenario tambahan, setidaknya itu yang ia tangkap dari ungkapan Faris.“Wait, Birru punya rahasia apaan? Kok ada hubungannya sama lo? Kalian bukannya baru ketemu, yaa di pesantren itu?”Ada perih yang sulit Chacha jelas

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Hanya Lelucon

    Bab 89Faris datang lagi ke klinik tepat menjelang makan siang. Hari itu pesantren kedatangan seorang donatur baru sekaligus yang akan bekerja sama menjadi distributor untuk perkebunan organik yang dikelola di sana.Yang diminta untuk menerima tamu tersebut tentu saja Birru. Abbah dan eyang memanggilnya bukan hanya untuk menyambut tamu, sekaligus juga memperkenalkannya sebagai penerus pesantren. Saat itulah emosi Faris tersulut makin panas.Tidak ada yang melibatkan Faris di sana. Pria itu menatap sekeliling seolah semua orang adalah musuhnya. Ia melangkah kasar menuju klinik. Kebetulan sekali, saat itu jam makan siang jadi klinik biasanya lebih sepi karena tahu itu jam istirahat semua pekerja.“Bang Faris?!” Chacha hampir terlonjak dari kursinya, ketika Faris tba-tiba masuk ruang jaga tanpa salam atau mengetuk pintu.“Dok.” Suaranya tidak lagi meninggi seperti pembicaraan mereka kemarin. Dari raut wajahnya tampak seperti orang yang begitu prihatin.“Bang Faris mau membicarakan ke

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Selingkuh atau Bohong?

    *** Bab 88Wajah tampan yang biasanya selalu menenangkan saat ditatap itu, sekarang tampak sendu, lelah dan kalut. Chacha menyadarinya, tapi hanya bisa menatap iba bercampur bimbang.“Kamu lagi banyak pikiran, mas? Sampai cedera gini, ini kenapa?” tanya Chacha pelan. Tagannya bergerak pelan menagkup wajah Birru, menolehkan ke kiri dan kanan guna melihat kondisinya siapa tahu ada luka lain yang belum ia obati.“Iyaa, mikirin kamu seharian ini.”“Halahh, gombal. Mikirin aku kenapa? Aku baik-baik aja, kok.”Birru menggeleng, mengambil salah satu tangan istrinya untuk ia ciumi. Chacha terkesiap, tidak mengira jika sang suami akan melakukan hal tersebut.“Maafin aku, yaa?” ucap Birru parau.“Kamu bikin salah apa, mas? Kamu…” tuduhan Chacha menggantung sampai dia berdiri dari duduknya hanya untuk menatap suaminya gusar bercampur heran.“Jangan bilang kamu tergoda salah satu cegil kamu, mas? Kamu mulai goyah sama rayuan mereka?” tuduhnya. Terdengar sarkas tapi menurut Birru itu lebih terk

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Ketahuan

    Bab 87Sejenak terdiam di depan balkon kamarnya, Chacha tiba-tiba termenung. Memikirkan sesuatu yang membuatnya tersenyum hampa. Langit berubah gelap dan sama sekali tidak membuatnya ingin beranjak dari sana. Matanya terpejam merasakan hembusan angin menerpa wajahnya sambil menikmati suara belalang bersahutan di kebun.Birru masih ada di masjid pesantren, dia baru selesai ikut menjadi penguji di ujian tahfidz para santri.“Di sini ternyata si pengecut.” Suara diiringi kekehan yang terdengar sinis itu tidak mengusik Birru. Dia mengenali siap pemilik suara itu yang ikut terduduk di sebelahnya, “Aku heran banget, kamu masih bisa hidup dengan tanpa beban setelah apa yang terjadi dengan Aisha. Kemudian sekarang menikahi perempuan yang memiliki jantung Aisha di dalamnya,” imbuhnya lagi, tertawa mengejek.Birru tak bergeming, tetapi dadanya bergemuruh. Faris selalu berhasil memberinya trigger dengan cerita masa lalu itu. Tanpa didesak pun Birru sadar diri betapa ia bersalah sekali dalam kece

  • Mendadak dipinang Ustaz Idaman   Semakin Pelik

    Bab 86Kilasan memori saat Birru mengajaknya menikah, tepat di klinik tersebut terputar kembali. Berputar begitu cepat dan sangat mendadak, bahkan Chacha sudah hampir melupakan apa alasan Birru mengajaknya menikah saat itu juga.Chacha sudah tidak peduli akan hal itu, perlakuan Birru padanya sudah menghilangkan banyak keraguan yang sempat berdiam dalam hatinya. Namun, hari ini Faris kenapa tiba-tiba muncul untuk mengungkit itu semua?“Birru bukanlah pria yang tidak kenal banyak wanita, dia jelas-jelas menjadi idaman banyak perempuan cantik di luar sana. Pertanyaannya, kenapa harus dokter Chacha? Bukannya itu sesuatu yang nyaris mustahil, tanpa alasan yang lebih kuat,” ujar Faris lagi, tampak jelas ia begitu yakin dalam berujar.Darah Chacha seolah membeku, tanpa sadar ia membenarkan semua ucapan Faris. Bukan Chacha tidak bisa menerima kenyataan itu, dia sudah pernah berpikir seperti itu sebelumnya, tetapi kemudian semua itu ditepis halus oleh semua hal yang Birru lakukan untuknya.Ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status