Share

Ketemu mantan

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2026-01-06 12:26:43

“Kalau kamu masih utamain dunia kamu,” potong Yudha tegas, “silakan. Biar aku yang mundur.”

“Yudhaaa!” Evelyn memanggil, panik. Matanya mulai berkaca-kaca.

Yudha bangkit dari kursinya, mengambil jaketnya tanpa menoleh. “Keputusan ada di kamu.”

Tanpa menunggu jawaban, Yudha melangkah pergi, meninggalkan Evelyn sendirian di meja makan. Piring-piring yang belum tersentuh terasa seperti saksi bisu dari hubungan yang mulai retak.

Evelyn menunduk, air matanya jatuh perlahan ke tapla
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
nah kan di bungkus nggak tuh si evelin
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
ada yg nolong ga tuh si Evelyn ...????
goodnovel comment avatar
Yuna
Kasian si evelyn ini.yudha menurutku egois tidak mendukung karir evelyn padahl tau itu impian si eve.dan salahnya eve malah masuk bar dibungkus deh.hmhm
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 221

    Langkah kaki kecil Rena menghentak lantai marmer rumah dengan penuh emosi. Wajahnya yang biasanya cerah kini ditekuk sedalam mungkin, memberikan kesan mendung yang nyata bagi siapa pun yang melihatnya. Yudha menyusul di belakang, berjalan dengan langkah gontai dan bahu yang sedikit merosot, membawa tas sekolah mungil bermotif karakter kartun milik putrinya.Wilona yang sedang menyesap teh hangat di ruang tengah langsung bangkit saat mendengar suara pintu terbuka. Ia sudah menunggu kabar sejak Yudha menelepon bahwa ada "insiden" di sekolah."Kenapa hem? Kok mukanya sampai ditekuk begitu?" tanya Wilona lembut saat Rena melintas di depannya dengan napas yang masih memburu."Gapapa! Sebel sama Reno nakal! Pokoknya Rena nggak mau main sama Reno lagi!" jawab Rena tanpa menoleh sedikit pun. Ia terus berjalan cepat menuju kamarnya di lantai dua, lalu terdengar suara pintu yang ditutup dengan cukup keras meski tidak sampai membanting.Wilona beralih menata

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 220

    Reno menghentakkan kakinya ke tanah, menunjukkan rasa tidak sukanya yang mendalam. Rena tertegun sejenak. Kata "hamil" yang baru saja diucapkan Reno terdengar seperti petir di siang bolong bagi telinganya. "Mama kamu... hamil?" pekik Rena dengan suara yang cukup nyaring. Reno mengangguk dengan lesu. "Iya. Kata Mama di perutnya ada adik bayi. Nanti katanya aku harus sayang sama adik bayi! Aku gak mau!’’ Mendengar konfirmasi itu, ekspresi wajah Rena berubah drastis. Alih-alih merasa senang untuk temannya, Rena justru merasa dunianya runtuh. Wajahnya semakin cemberut, matanya mulai memerah karena rasa iri yang membakar hati kecilnya. "Kenapa nggak adil sih! Kenapa bukan Bunda saja yang hamil, kenapa malah Mama kamu!" teriak Rena frustrasi. Reno yang kaget dibentak seperti itu langsung membalas, "Ya mana aku tahu! Bukan aku yang bikin perut Mama jadi hamil!’’ "Ahh sebelll! Rena sebel sama Reno!

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 219

    Sinar matahari pagi yang cerah menembus celah gorden kamar, menciptakan garis-garis emas di atas sprei sutra yang tampak berantakan. Wilona menggeliat pelan, merasakan tubuhnya sedikit pegal namun ada sensasi hangat yang menjalar di dadanya. Tangan kokoh Yudha masih melingkar protektif di pinggangnya, seolah tidak membiarkan satu inci pun jarak tercipta di antara mereka. Memori tentang gairah semalam, tentang janji-janji yang dibisikkan di tengah desahan, kembali terlintas dengan jelas. Pipinya seketika merona merah, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yudha yang masih terlelap.Namun, ketenangan itu hancur dalam hitungan detik.BRAK! BRAK! BRAK!Suara gedoran pintu yang brutal dan tidak sabaran itu membuat keduanya tersentak. Yudha langsung terduduk tegak, matanya mengerjap berusaha mengumpulkan kesadaran yang masih tercecer."Bunda! Ayah! Buka pintunya!" suara cempreng Rena terdengar menggelegar dari balik pintu.‘’Astaga Mas, anak kam

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 218

    Wilona kembali menatap Rena yang kini sudah melipat kedua tangannya di depan dada, benar-benar menunjukkan aksi protes karena permintaannya belum dikabulkan. "Rena, punya dede bayi itu bukan kayak beli mainan di toko. Harus nunggu lama, harus dijaga di perut Bunda dulu.""Nggak apa-apa! Rena bakal tungguin! Rena janji nggak bakal nakal, Rena janji bakal bantuBunda jagain dedenya!" Rena terus merayu, kali ini dengan nada yang lebih melas.Wilona menghela napas berat, ia kembali menatap Yudha dengan pandangan serius. "Kamu... kamu gimana? Kamu juga mau?" tanya Wilona pelan, kali ini benar-benar ingin mengetahui pendapat suaminya.Yudha mengubah posisi duduknya menjadi lebih tegak. Ia meraih tangan Wilona di atas meja dan menggenggamnya erat. Sorot matanya yang tadi jenaka kini berubah menjadi hangat dan tulus."Kalau aku sih, sejujurnya terserah kamu, Sayang. Aku tahu yang hamil itu kamu, yang merasakan sakitnya melahirkan itu kamu, dan yang paling banyak ber

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 217

    Sari berdiri di sisi ranjang, matanya menatap Kenzo dengan binar kagum, namun ada gurat rasa bersalah yang masih dalam di sana. "Bagaimana keadaan kamu? Maaf... Mama baru sempat datang lagi hari ini. Kemarin Jenny tiba-tiba pendarahan hebat dan harus opname juga di rumah sakit seberang. Mama harus menjaganya karena dia terus-terusan memanggil Mama."Deg!Seketika itu juga, senyum di wajah Vera luntur sepenuhnya. Rasanya seperti disiram air es di tengah kehangatan. Di saat ia baru saja melewati maut karena kecelakaan yang dipicu oleh pertemuan dengan Sari, ibunya masih saja menjadikan Jenny sebagai alasan utama atas ketidakhadirannya.Revan yang berdiri di belakang Vera merasakan perubahan suhu emosi istrinya. Ia hanya diam, namun rahangnya mengeras dan ekspresi wajahnya berubah menjadi datar nan dingin. Ia tidak ingin membuat keributan di depan Kenzo, tapi sorot matanya sudah cukup untuk memberi tahu Sari bahwa kehadirannya tidak benar-benar diinginka

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 216

    "Om Revan, ayolah... cuma lihat sebentar saja. Rena janji nggak bakal berisik. Rena mau kenalan sama dede Ken," rengek Rena untuk kesekian kalinya.Langkah kaki kecil Rena terus mengekor di samping Revan. Gadis kecil itu tidak berhenti menarik-narik ujung kemeja Revan, sesekali mengeluarkan jurus andalannya, wajah memelas dengan mata bulat yang berkedip-kedip. Sejak tiba di rumah sakit, fokusnya bukan lagi pada kue atau balon, melainkan pada sosok mahluk kecil yang disebut "Dede Bayi".Revan, yang sebenarnya masih merasa lelah luar biasa, akhirnya luluh juga. Ia tidak tega melihat antusiasme murni dari putri Wilona itu. Lagi pula, melihat Kenzo melalui kaca ruang NICU mungkin bisa memberikan sedikit ketenangan bagi dirinya sendiri sebelum ia kembali menjaga Vera."Ya sudah, ayo. Tapi janji ya, jangan teriak-teriak. Di sana banyak bayi lain yang lagi bobo," pesan Revan serius."Siap, Om Bos!" seru Rena sambil melakukan gerakan hormat yang lucu.Mereka berjalan menyusuri koridor ruma

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Yudha sensitif

    Tubuh Wilona yang semula meronta akhirnya melemah. Nafasnya tersengal, jemarinya gemetar hebat, dan beberapa detik kemudian matanya perlahan terpejam. Revan yang sejak tadi berada paling dekat langsung menangkap tubuhnya sebelum jatuh membentur tanah.“Wil… Wilona!” panggilnya panik.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ke Bandara

    “Wil, tunggu dulu, ih!” Vera berhasil mengejar Wilona yang sudah melangkah cepat menuju pintu keluar mall. Nafasnya sedikit terengah, tapi ia tetap berusaha mengejar sahabatnya. Wilona menoleh sekilas, mata berbinar kesal.“Kamu ngambek lagi?” tanya Vera setengah geli, setengah khawatir.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Wilona pingsan

    Wilona buru-buru merogoh tasnya dengan tangan gemetar. Ponselnya hampir terjatuh, tapi ia tangkap lagi dengan panik. Ia langsung menekan nomor ibunya, nomor yang hafal di luar kepala.Nada sambung… lalu mati.Tidak aktif.Wilona menahan napas, lalu mencoba lagi. Nada sambung bahk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Histeris

    Belum sempat Dimas menambahkan apa pun, tiba-tiba sambungan langsung terputus.Tuut… tuut…Dimas menatap ponselnya kaget. “Kok malah dimatikan?” gumamnya, bingung.Sementara itu di hotel tempat Yudha sedang berada, wajahnya memucat. Tangannya bergetar saat menurunkan ponsel. Ia tidak menunggu sede

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status