Share

Bab 450

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2026-03-05 23:19:39

"I—Ibu?" Raya mengulang panggilannya dengan suara yang nyaris hilang.

Tangannya dengan gemetar menarik kerah baju rumah sakitnya setinggi mungkin. Rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi saat itu juga.

​Ibu Ratih berdiri mematung di ambang pintu, matanya berkedip beberapa kali seolah sedang memproses pemandangan yang baru saja tertangkap indranya.

Di belakangnya, David membuang muka ke arah dinding koridor dengan ekspresi yang sangat menderita, sementara si perawat muda di sampingnya sud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 451

    ​Ibu Ratih duduk di kursi tepat di samping ranjang, tangannya yang mulai keriput namun terasa sangat sejuk terus mengusap jemari Raya yang masih terpasang selang infus. Di sudut ruangan, Dio duduk di sofa, pura-pura asyik dengan ponselnya namun telinganya terpasang lebar-lebar untuk menyimak percakapan ibu dan kakaknya. ​"Raya... bagaimana awalnya bisa begini? Pak Ares menelepon Ibu kemarin suaranya gemetar, hampir menangis dia. Ibu langsung lemas, jantung Ibu rasanya mau copot," ujar Ibu Ratih dengan nada yang sarat akan kekhawatiran. Matanya yang teduh menatap dalam ke arah Raya, mencari kepastian bahwa putri sulungnya itu benar-benar baik-baik saja. ​Raya menghela napas panjang, ia menyandarkan kepalanya di tumpukan bantal yang telah diatur sedemikian rupa oleh Ares tadi. "Maaf ya, Bu, sudah buat Ibu jantungan sampai harus terbang jauh-jauh dari Surabaya." ​"Jangan minta maaf, ceritakan saja," desak Ratih. ​"Sebenarnya... aku juga bodoh, Bu," aku Raya pelan, matanya menatap l

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 450

    "I—Ibu?" Raya mengulang panggilannya dengan suara yang nyaris hilang. Tangannya dengan gemetar menarik kerah baju rumah sakitnya setinggi mungkin. Rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi saat itu juga. ​Ibu Ratih berdiri mematung di ambang pintu, matanya berkedip beberapa kali seolah sedang memproses pemandangan yang baru saja tertangkap indranya. Di belakangnya, David membuang muka ke arah dinding koridor dengan ekspresi yang sangat menderita, sementara si perawat muda di sampingnya sudah menunduk dalam, menatap ujung sepatunya sendiri seakan-akab itu adalah benda paling menarik di dunia. ​Keheningan yang mencekam itu hanya pecah saat Dio, yang baru saja selesai memarkir mobil, melangkah masuk dengan santai. "Lho, ngapain pada berhenti di pintu? Ayo mas—" Ucapan Dio terhenti. Ia melihat kakaknya, Ares, yang sedang berdiri tegak namun dengan telinga yang memerah, lalu melihat Raya yang sudah separuh bersembunyi di balik bantal. ​"Kenapa Bu? Bukannya dari kemarin udah gak

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 449

    "Kamu mau aku jawab jujur kan?" tanya ares pelan dan hati-hati. Kepala Raya otomatis mengangguk-ngangguk. "Janji ya, jangan marah? Aku gak mau kamu stres lagi." Ares menatap kedua mata Raya dalam. Terlihat kedua netra istrinya istrinya itu bergetar, ada kilat keraguan dan ketakutan disana. "Aku janji," jawab Raya pelan. "Begini sayanh," suara Ares terdengar rendah, nyaris seperti gumaman. "Dulu, saat Lulu hamil Kenzie... aku masih sangat muda. Aku sedang gila kerja, sedang membangun fondasi Mahardika Group yang baru raja di alihkan padaku. Jadi aku harus bekerja kerasa agar tidak goyah." Ares menghela napas perlahan. "Saat itu aku memberikan semua fasilitas terbaik, rumah sakit terbaik, dokter terbaik. Tapi aku tidak ada di sana. Aku memberikan uang, tapi tidak memberikan diriku sendiri. Aku tidak pernah memindahkan kamar, memesan kursi roda, bahkan aku jarang sekali mengelus perutnya." Ares menoleh kembali ke arah Raya yang kini matanya berkaca-kaca. "Dan Tania..." Ares men

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 448

    "David, dengar. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, hubungi orang untuk memindahkan semua furnitur di kamar utama ke kamar tamu besar di lantai satu. Aku tidak mau Raya naik tangga satu langkah pun saat pulang nanti," tegas Ares.Ares masih menempelkan ponsel di telinganya, melangkah mondar-mandir di sudut ruang rawat VVIP dengan nada suara yang rendah namun sarat perintah. Raya hanya bisa bersandar lemah di tumpukan bantal, memperhatikan suaminya yang tampak seperti sedang merencanakan invasi militer daripada sekadar persiapan pulang dari rumah sakit.Raya membelalakkan mata. "Ares, itu berlebihan..." bisiknya, namun suaranya tenggelam oleh titah Ares selanjutnya."Dan satu lagi, pesan kursi roda elektrik yang paling nyaman. Cari yang bantalannya paling empuk. Pasang pegangan tambahan di kamar mandi lantai satu. Oh, dan sewa dua perawat profesional untuk berjaga bergantian di rumah. Aku ingin mereka siap sebelum Raya menginjakkan kaki di teras," lanjut Ares tanpa jeda.David di seb

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 447

    Setelah dua hari berada di observasi ketat, Raya akhirnya dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Kondisinya mulai stabil, namun dokter memberikan syarat mutlak, Raya hanya boleh pulang jika pendarahannya benar-benar berhenti total.Masalahnya, kini bukan lagi pendarahan yang membuat Raya pening, melainkan sikap Ares yang berubah menjadi "polisi penjaga" tingkat tinggi."Ares, aku cuma mau duduk bersandar. Punggungku pegal kalau tidur terus," keluh Raya saat melihat Ares baru saja meletakkan laptopnya di sofa, fokus sepenuhnya kembali pada sang istri."Tidak boleh, Raya. Dokter bilang bed rest. Kata rest itu artinya berbaring, bukan duduk," sahut Ares tegas sambil merapikan selimut Raya hingga sebatas dada."Tapi bersandar di bantal itu tidak akan membuatku lari maraton, Ares! Aku hanya ingin mengganti posisi," Raya mencoba memprotes, tangannya bergerak hendak meraih gelas air di nakas karena tenggorokannya terasa kering.Belum sempat jemari Raya menyentuh gelas itu, tangan Ares sudah lebih

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 446

    ​"Dokter, tolong istri saya!" teriak Ares, suaranya menggelegar penuh keputusasaan yang mampu menghentikan aktivitas siapa pun di sana. Ares berlari menyusuri koridor pualam putih itu dengan napas yang memburu tak beraturan. Di dekapannya, tubuh Raya yang lunglai tampak begitu kecil dan rapuh. Kemeja kerja Ares yang mahal kini tak lagi rapi. Noda darah merah pekat membasahi bagian depan pakaiannya, saksi bisu horor yang baru saja ia temukan di lantai kamar mandi. "Cepat, periksa istri saya!" teriak Ares. ​Beberapa perawat segera berlari membawa brankar dorong. Ares meletakkan Raya dengan sangat hati-hati. ​"Pak, silahkan menunggu di luar," ujar seorang perawat pria saat mereka sampai di depan pintu Unit Gawat Darurat. ​"Saya harus masuk, saya suaminya!" Ares mencoba merangsek maju, matanya memerah menahan tangis dan amarah pada dirinya sendiri. ​"Pak Ares, tolong," David yang baru saja tiba segera menahan pundak tuannya. "Biarkan tim medis bekerja. Anda hanya akan menghambat me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status