Share

Bagian 44

Author: Wideliaama
last update publish date: 2026-10-09 09:21:57

“Buka mulutmu.”

Alena menatap sendok berisi bubur yang disodorkan Damian tepat di depan bibirnya. Lalu tatapannya beralih pada wajah datar pria itu.

Ia pikir Damian sedang marah, tapi begitu mendengar suara perutnya, pria itu langsung memesankan sarapan.

“Aku tidak punya banyak waktu. Jadi cepat buka mulutmu.” Damian berucap datar.

Alena tersadar dan segera membuka mulut. Setelah menelannya, ia tersenyum.

“Buburnya enak.”

Damian hanya mendengus tipis. Wajahnya terlihat galak, tapi t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 75

    Alena tidak tahu apakah Damian mendengar percakapan mereka atau tidak. Pria itu hanya berjalan dengan wajah datar lalu meletakkan cangkir putih yang ia bawa di atas meja. Setelah itu, ia langsung pergi lagi ke luar tanpa berucap apa pun. Alena melihat cangkir itu, rupanya coklat hangat yang masih mengepulkan uap. Walaupun hubungan mereka rumit, kenyataannya Damian memang tidak pernah benar-benar jahat padanya. Pria itu, walaupun sifatnya diam dan ucapannya sering kali kasar, tapi Alena selalu merasakan kepeduliannya. Mungkin, seandainya saja ia tidak terlahir dari darah Axel dan memiliki banyak masa lalu buruk, Damian bisa saja menerimanya sebagai istri dengan tulus. Karena menurut Elsa, pada dasarnya Damian adalah seseorang yang penurut dan tidak banyak mengeluh. Alena duduk di sofa dan menyesap coklat hangat yang Damian berikan. Rasa manis yang menyisakan sedikit pahit itu membuat tubuhnya menjadi lebih rileks. Di ruang kerjanya, Damian membaca ulang laporan riwayat

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 74

    Kemarahan yang semula hampir menguasai Damian perlahan-lahan tergantikan oleh kebingungan. Wajah Alena yang pucat dan tubuhnya yang gemetar membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Damian mengamati wanita itu. Alena masih gemetar hebat. Bahkan setelah ia melepaskan cengkeramannya, wanita itu tidak juga terlihat lebih tenang. Sebaliknya, tubuhnya justru semakin merapat ke sudut sofa, seolah ingin menjauh sejauh mungkin darinya. “Alena, lihat aku,” kata Damian. Alena menggeleng pelan. Kedua tangannya masih mencengkeram sofa, sementara napasnya terdengar tidak beraturan. Damian terdiam. Ia belum pernah melihat Alena ketakutan seperti ini sebelumnya. Biasanya, wanita itu selalu memiliki seribu cara untuk mendekatinya, bahkan ketika ia memperlakukannya dengan dingin. Damian perlahan mengulurkan tangan, berniat menyentuh bahu Alena. Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh tubuh wanita itu, Alena langsung tersentak dan memejamkan mata rapat-rapat. “Jangan!” Suarany

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 73

    Ucapan Alena menimbulkan rasa tidak nyaman di hati Damian. Tanpa ia sadari, ekspresi wajahnya menjadi semakin dingin. “Sudah kukatakan. Satu-satunya orang yang bisa mengakhiri pernikahan ini hanya kau, Alena Teresha.” Damian mengepalkan tangannya di dalam saku. Tatapannya tertuju lekat pada wajah cantik Alena yang duduk tenang di hadapannya. Wanita itu sudah berkali-kali mengecewakannya, tetapi berkali-kali juga ia mengabaikan kekecewaan itu. Bahkan setelah mengetahui bahwa Alena hanya ingin memanfaatkannya demi mengandung keturunannya, ia masih saja menginginkan wanita itu. Ia sudah memberikan begitu banyak toleransi atas segala keburukan Alena. Dan sekarang wanita itu masih ingin meminta berpisah darinya? Benar-benar banyak maunya. Rahang Damian mengeras. “Kalau kau memang ingin bercerai dariku, katakan pada ayahmu. Tapi sebelum itu, minta dia untuk menyerahkan bukti yang memberatkan Chris pada kami.” Sikap dingin Damian menyadarkan Alena, bahwa sekeras apa pun

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 72

    Aaron mendengus sinis. Ia menarik dagu Annalise, mencibirnya di dalam hati. ‘Jalang kecil.’ “Buka mulutmu.” Annalise tampak ragu, ini adalah pengalaman pertamanya. Jadi ia merasa ini terlalu jorok. Benda ini, bukankah di dalamnya banyak bakteri? Jika dimasukkan ke dalam mulut, bukankah bakterinya akan ikut masuk? Selama ia masih berpikir, Aaron sudah tidak sabar. Ia membuka bibir wanita itu dengan jempolnya, lalu menekan kepalanya mendekat. Annalise terbelalak saat Aaron dengan paksa memasukkan miliknya ke dalam mulutnya yang kecil. Ia pikir, ia akan mual, tapi ternyata rasanya lumayan. Annalise sangat polos dalam hal ini. Ia tidak pernah berpacaran ataupun menonton film biru. Jadi ia sama sekali tidak tahu apa saja yang bisa membuat seorang pria terpuaskan. Melihat kebodohan Annalise, Aaron merasa frustrasi. Ia akhirnya memaju-mundurkan pinggulnya sendiri untuk mencari kepuasannya. Saat milik pria itu mencapai tenggorokan, Annalise merasa tidak nyaman dan ingin muntah

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 71

    Wajah Annalise memerah malu. Ia memang sudah jatuh cinta pada pria itu sejak pandangan pertama. Di matanya, Aaron adalah sosok pria yang dewasa dan hangat. Wajahnya yang tampan sudah pasti menjadi incaran banyak perempuan. Dan yang paling Annalise suka dari pria itu adalah riwayat percintaannya yang bersih. Aaron belum pernah memiliki kekasih atau pun digosipkan suka menghabiskan malam dengan wanita bayaran. Pria itu benar-benar suci bagaikan Dewa. Karena itu, Annalise tidak akan melewatkan kesempatan ini. Ia langsung mencondongkan tubuh dan mencium bibir Aaron sebagai tanda setuju. Begitu melihat reaksi Annalise, rahang Aaron langsung mengeras. Wanita seperti ini terlalu mudah didapatkan. Tidak ada tantangan dan sangat membosankan. Namun, ia sudah terlanjur marah pada Alena. Apa yang dilakukan wanita itu sudah membuat sesuatu di dalam dirinya bangkit dan butuh pelampiasan. Aaron segera membawa Annalise ke dalam gedung hotel. Ia memesan kamar dengan cepat dan langsung menu

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 70

    Mata Alena membelalak. Ia sama sekali tidak menyangka Damian akan menciumnya secara tiba-tiba, terlebih di luar ruangan seperti ini. Untuk beberapa saat, pikirannya kosong. Ia bahkan lupa bagaimana harus bereaksi. Ketika akhirnya tersadar, Alena buru-buru mendorong dada Damian. Namun, pria itu tidak segera melepaskannya. Tatapannya yang gelap terpaku pada wajah Alena, seakan sedang berusaha mencari sesuatu dari ekspresi wanita itu. Alena bertanya dengan suara tertahan, “Damian, apa yang kamu lakukan?” Damian tidak segera menjawab. Sejujurnya, ia sendiri tidak mengerti dengan tindakannya saat ini. Sejak melihat Alena begitu akrab dengan Noel, suasana hatinya terus memburuk. Awalnya, ia pikir itu hanya perasaan kesal karena tidak bisa membuat wanita itu patuh. Damian pernah menegaskan bahwa Alena tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat mencoreng nama baik keluarga Van Houten. Namun, semakin ia mengingat kejadian di restoran tadi, semakin ia menyadari bahwa bukan itu masalah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status