แชร์

Bagian 43

ผู้เขียน: Wideliaama
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-08 15:41:04
Alena terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di dalam sebuah kamar yang tidak ia kenali.

Mengingat kejadian terakhir sebelum ia pingsan, Alena berpikir mungkin akhirnya Aaron telah berhasil menemukannya dan mengurungnya lagi.

Dengan cemas, ia segera duduk hendak turun dari tempat tidur. Namun, begitu melihat Damian yang sedang duduk di sofa sambil menatap layar tablet, Alena mengurungkan niat.

Hatinya menjadi lebih tenang hanya dengan melihat kehadiran pria itu.

Saat Alena terb
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 77

    Damian setuju untuk berangkat. Proyek pembangunan juga sedang berjalan dan sejauh ini semuanya lancar tanpa kendala. Hanya saja, hatinya terasa berat. Saat Alena mengantarnya ke teras rumah, Damian tidak langsung masuk ke dalam mobil. Ia berdiri di hadapan Alena lebih lama. Lalu bertanya, “Mau ikut bersamaku ke Singapura?” Pertanyaan itu sangat tiba-tiba. Dulu, mungkin Alena akan langsung setuju tanpa berpikir dua kali. Tapi sekarang, ia tidak akan mengejar Damian lagi. Alena tersenyum manis sambil menggeleng. “Aku mungkin hanya akan merepotkan kamu di sana.” Damian ingin menyangkalnya. Bahkan sekali pun Alena benar-benar merepotkan, ia tidak akan keberatan. Tapi mengingat ketakutan wanita itu, akhirnya ia hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Setelah mobil yang ditumpangi Damian pergi, Alena masih berdiri di teras. Mereka sudah tinggal bersama selama hampir empat bulan. Memang tidak bisa dibilang lama, tapi bagi Alena itu juga bukan waktu yang sebentar untu

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagia 76

    Malamnya, saat Damian ingin bicara dengan Alena, wanita itu sudah tertidur di ranjang kamar mereka. Damian menatap wajah Alena yang damai, lalu tatapannya turun ke pergelangan tangan Alena. Di sana tidak ada bekas luka apa pun, tapi riwayat medis mencatat semuanya. Seketika hatinya terasa berat oleh rasa bersalah. Selama ini, ia sudah membenci wanita itu tanpa tahu apa saja yang sudah istrinya lalui. Damian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Setelah itu, ia naik ke atas tempat tidur. Ia ingin memeluk tubuh rapuh Alena, tapi saat ia baru menyentuhnya sedikit, tubuh Alena langsung menegang. Ia teringat lagi dengan ekspresi wajah Alena yang ketakutan beberapa hari lalu. Rahangnya mengeras. Jadi, ia mengurungkan niat dan hanya berbaring di sampingnya. Keesokan harinya, saat ia bangun pukul enam pagi seperti biasanya, tempat di sisinya sudah kosong. Alena sudah bangun lebih dulu dan pergi entah ke mana. Setelah mandi dan berpakaian, ia mencari istrinya ke lantai

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 75

    Alena tidak tahu apakah Damian mendengar percakapan mereka atau tidak. Pria itu hanya berjalan dengan wajah datar lalu meletakkan cangkir putih yang ia bawa di atas meja. Setelah itu, ia langsung pergi lagi ke luar tanpa berucap apa pun. Alena melihat cangkir itu, rupanya coklat hangat yang masih mengepulkan uap. Walaupun hubungan mereka rumit, kenyataannya Damian memang tidak pernah benar-benar jahat padanya. Pria itu, walaupun sifatnya diam dan ucapannya sering kali kasar, tapi Alena selalu merasakan kepeduliannya. Mungkin, seandainya saja ia tidak terlahir dari darah Axel dan memiliki banyak masa lalu buruk, Damian bisa saja menerimanya sebagai istri dengan tulus. Karena menurut Elsa, pada dasarnya Damian adalah seseorang yang penurut dan tidak banyak mengeluh. Alena duduk di sofa dan menyesap coklat hangat yang Damian berikan. Rasa manis yang menyisakan sedikit pahit itu membuat tubuhnya menjadi lebih rileks. Di ruang kerjanya, Damian membaca ulang laporan riwayat

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 74

    Kemarahan yang semula hampir menguasai Damian perlahan-lahan tergantikan oleh kebingungan. Wajah Alena yang pucat dan tubuhnya yang gemetar membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Damian mengamati wanita itu. Alena masih gemetar hebat. Bahkan setelah ia melepaskan cengkeramannya, wanita itu tidak juga terlihat lebih tenang. Sebaliknya, tubuhnya justru semakin merapat ke sudut sofa, seolah ingin menjauh sejauh mungkin darinya. “Alena, lihat aku,” kata Damian. Alena menggeleng pelan. Kedua tangannya masih mencengkeram sofa, sementara napasnya terdengar tidak beraturan. Damian terdiam. Ia belum pernah melihat Alena ketakutan seperti ini sebelumnya. Biasanya, wanita itu selalu memiliki seribu cara untuk mendekatinya, bahkan ketika ia memperlakukannya dengan dingin. Damian perlahan mengulurkan tangan, berniat menyentuh bahu Alena. Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh tubuh wanita itu, Alena langsung tersentak dan memejamkan mata rapat-rapat. “Jangan!” Suarany

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 73

    Ucapan Alena menimbulkan rasa tidak nyaman di hati Damian. Tanpa ia sadari, ekspresi wajahnya menjadi semakin dingin. “Sudah kukatakan. Satu-satunya orang yang bisa mengakhiri pernikahan ini hanya kau, Alena Teresha.” Damian mengepalkan tangannya di dalam saku. Tatapannya tertuju lekat pada wajah cantik Alena yang duduk tenang di hadapannya. Wanita itu sudah berkali-kali mengecewakannya, tetapi berkali-kali juga ia mengabaikan kekecewaan itu. Bahkan setelah mengetahui bahwa Alena hanya ingin memanfaatkannya demi mengandung keturunannya, ia masih saja menginginkan wanita itu. Ia sudah memberikan begitu banyak toleransi atas segala keburukan Alena. Dan sekarang wanita itu masih ingin meminta berpisah darinya? Benar-benar banyak maunya. Rahang Damian mengeras. “Kalau kau memang ingin bercerai dariku, katakan pada ayahmu. Tapi sebelum itu, minta dia untuk menyerahkan bukti yang memberatkan Chris pada kami.” Sikap dingin Damian menyadarkan Alena, bahwa sekeras apa pun

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 72

    Aaron mendengus sinis. Ia menarik dagu Annalise, mencibirnya di dalam hati. ‘Jalang kecil.’ “Buka mulutmu.” Annalise tampak ragu, ini adalah pengalaman pertamanya. Jadi ia merasa ini terlalu jorok. Benda ini, bukankah di dalamnya banyak bakteri? Jika dimasukkan ke dalam mulut, bukankah bakterinya akan ikut masuk? Selama ia masih berpikir, Aaron sudah tidak sabar. Ia membuka bibir wanita itu dengan jempolnya, lalu menekan kepalanya mendekat. Annalise terbelalak saat Aaron dengan paksa memasukkan miliknya ke dalam mulutnya yang kecil. Ia pikir, ia akan mual, tapi ternyata rasanya lumayan. Annalise sangat polos dalam hal ini. Ia tidak pernah berpacaran ataupun menonton film biru. Jadi ia sama sekali tidak tahu apa saja yang bisa membuat seorang pria terpuaskan. Melihat kebodohan Annalise, Aaron merasa frustrasi. Ia akhirnya memaju-mundurkan pinggulnya sendiri untuk mencari kepuasannya. Saat milik pria itu mencapai tenggorokan, Annalise merasa tidak nyaman dan ingin muntah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status