Compartir

Bagian 95

Autor: Wideliaama
last update Fecha de publicación: 2026-10-26 22:57:26

Alena menatap langit malam dari balik jendela tinggi kamarnya.

Setelah Axel ditangkap, perasaannya tidak serta merta menjadi lebih baik.

Alena tahu, dengan kemampuan Aaron, Axel mungkin bisa dibebaskan lebih cepat dari yang ia harapkan.

Tapi setidaknya, pria itu sudah kehilangan martabatnya sebagai kepala polisi yang dulu memiliki kekuasaan.

Saat Alena masih berdiri diam, Damian keluar dari kamar mandi dan melihatnya sedang melamun.

“Belum tidur?”

Alena menoleh. Seketika senyum man
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 97

    Di ruang makan kediaman Van Houten, makan siang baru saja selesai. Elsa menatap wajah-wajah familier yang berkumpul di sekeliling meja. Suasana makan siang kali ini terasa lebih ramai dari biasanya. Kehadiran Heinry, Valerie, dan Leon membuat wanita paruh baya itu terlihat begitu senang. “Sudah lama sekali kita tidak makan bersama seperti ini. Tante senang akhirnya kalian punya waktu untuk berkumpul lagi,” ujar Elsa sambil tersenyum. “Benar, Tante. Belakangan ini semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing,” sahut Heinry. Pria itu kemudian melirik Valerie yang duduk di sampingnya dengan wajah sedih. “Bahkan untuk makan malam romantis dengan istriku sendiri pun rasanya sulit. Hah... kehidupan macam apa ini?” Valerie yang sedang menyandarkan punggung ke kursi langsung melemparkan tatapan tajam. “Kamu sendiri juga sering pulang larut malam. Tidak sadar diri ya, Dokter Heinry?” “Itu berbeda, Sayang. Aku pulang larut malam karena bekerja, sedangkan kamu pergi meninggalka

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 96

    “Hng...” Alena terbangun karena sensasi geli di dadanya. Ketika matanya terbuka, ia melihat Damian sedang memeluknya sambil bermain-main di area payudaranya. “Sudah bangun?” tanya pria itu mendongak. Alena mengangguk. “Kenapa kamu—ah!” Alena nyaris menjerit saat Damian menggigit kecil putingnya. Damian menyeringai. “Kenapa apanya?” “Damian, uh... Kamu tidak berangkat kerja?” Damian menggeser tubuhnya naik, menyejajarkan wajah di atas bantal. “Aku kerja dari rumah saja.” “Kenapa?” “Malas.” Dahi Alena mengernyit tipis. Biasanya, Damian paling tidak suka menunda pekerjaan. Pria itu seperti mesin yang tidak mengenal lelah, bahkan di hari liburnya pun, ia tetap bekerja. Sekarang, tiba-tiba saja ia malas? Mencurigakan. Kecurigaan Alena terjawab ketika Damian terus merangsangnya. Alena tidak tahan dan dalam sekejap rasa kantuknya hilang berganti gairah yang memabukkan. “Damian... Uh... Sudah siang...” Damian menekuk lutut Alena ke atas. Satu kaki wanita itu ia sam

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 95

    Alena menatap langit malam dari balik jendela tinggi kamarnya. Setelah Axel ditangkap, perasaannya tidak serta merta menjadi lebih baik. Alena tahu, dengan kemampuan Aaron, Axel mungkin bisa dibebaskan lebih cepat dari yang ia harapkan. Tapi setidaknya, pria itu sudah kehilangan martabatnya sebagai kepala polisi yang dulu memiliki kekuasaan. Saat Alena masih berdiri diam, Damian keluar dari kamar mandi dan melihatnya sedang melamun. “Belum tidur?” Alena menoleh. Seketika senyum manis langsung tercetak di wajahnya. “Kalau aku tidur sekarang, apa besok sikapmu akan kembali lagi seperti dulu?” Alis Damian terangkat tipis. Kemudian ia berjalan mendekati Alena. Damian menyentuh wajah Alena dan menatapnya lekat. “Tidak akan.” Alena memiringkan wajahnya, menikmati dinginnya telapak tangan Damian. Untuk sesaat, mereka hanya saling menatap dalam diam. Mencoba membaca isi kepala masing-masing, berusaha untuk saling memahami. Damian pada awalnya ingin menahan diri. Ia kh

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 94

    Elsa tampak sangat senang melihat Damian dan Alena akan pergi makan malam di luar. Pasangan muda itu terlihat begitu manis di matanya. Alena mengenakan gaun selutut berwarna krem dengan potongan sederhana yang menonjolkan sosok anggunnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, sementara riasan tipis membuat wajahnya terlihat berkali-kali lipat lebih cantik. Damian sendiri mengenakan kemeja hitam dengan beberapa kancing atas yang dibiarkan terbuka. Penampilannya tetap terlihat elegan dan dingin seperti biasa, tapi ketika berdiri di samping Alena, aura dingin pria itu seolah sedikit melunak. “Wah, kalian terlihat serasi sekali!” puji Elsa sambil tersenyum lebar. Alena langsung tersipu malu, sedangkan Damian hanya berdehem. “Kami pergi, Bu,” pamit Damian. Elsa mengangguk senang. “Bersenang-senanglah, Sayang. Kalian jarang sekali meluangkan waktu untuk pergi berdua seperti ini.” “Aku akan menikmati kebersamaan kami, Ibu,” balas Alena sambil tersenyum lembut. Elsa ter

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 93

    Alena terdiam sejenak. Ia sebenarnya sudah memikirkan permintaan itu sejak lama, tetapi sekarang, ketika Damian benar-benar memberinya kesempatan, ia justru merasa ragu. Meskipun saat ini Damian bersikap lembut dan tampak mempercayai dirinya, tapi Alena tetap tidak yakin apakah pria itu masih tetap bisa menerimanya setelah tahu rahasianya yang paling kelam. Di mata Damian saat ini, dirinya mungkin hanya korban eksploitasi Axel yang menjalani hidup dengan penuh tekanan. Kenyataan dirinya yang dilecehkan oleh kakak tirinya sendiri, Damian tidak tahu soal itu. Aib memalukan itu, Alena akan menguburnya sedalam mungkin agar tidak diketahui oleh siapa pun. Damian mengangkat sebelah alis. “Kenapa? Kau berubah pikiran?” Alena tersenyum tipis, menyingkirkan perasannya yang masih saja gelisah. Ia berbicara sambil memainkan ujung bajunya. “Aku ingin kamu meluangkan lebih banyak waktu untukku.” “Maksudku, aku tahu kamu sibuk dengan perusahaan. Aku tidak memintamu meninggalk

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 92

    Leon sudah menceritakan sebagian besar kejadian yang melibatkan Alena kepada mereka. Karena itu, begitu Damian muncul, Elsa yang duduk di sofa langsung bertanya, “Bagaimana keadaan Alena? Apa dia terluka?” Damian mengambil duduk di salah satu kursi sofa. “Dia baik-baik saja, Ibu. Hanya sedikit lelah. Biarkan dia beristirahat. Jangan terlalu banyak bertanya atau memperlakukannya secara berlebihan. Aku tidak ingin dia merasa tertekan.” Elsa mengangguk pelan. Matanya tampak berkaca-kaca saat mengingat semua yang telah dialami Alena. “Ibu mengerti. Setelah mendengar bagaimana kehidupannya selama ini, hati Ibu terasa sakit. Ibu tidak menyangka dia harus menanggung begitu banyak penderitaan sendirian.” Elsa menarik napas panjang, berusaha menahan kesedihannya. “Bagaimana anak itu bisa bertahan sampai sekarang? Membayangkan dia berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya saja sudah membuat hati Ibu hancur. Selama ini, seberapa besar rasa sakit yang harus dia pendam sampai merasa tidak sangg

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status