Share

67. Anak

Author: pramudining
last update Huling Na-update: 2025-10-18 09:04:56

Happy Reading

*****

"Lang," panggil Thalia.

Lelaki itu menoleh. "Ada apa?"

"Di rumah tua, apa nggak ada CCTV?" tanya Thalia yang langsung mendapat gelengan kepala si bos.

"Kemungkinan besar, ada seseorang yang menganiaya beliau, Pak," tambah sang dokter.

"Apa lukanya cukup dalam, Dok? Kenapa sampai sekarang, dia belum sadar juga?" Elang benar-benar khawatir, dia tidak bisa kehilangan adik kesayangannya lagi. Dunianya pasti hancur.

"Luka di kepalanya tidak begitu dalam. Cuma, sepertinya pasien pernah mengalami benturan di bagian kepala yang sama dengan luka sekarang. Hal itulah yang membuat pasien belum sadar sampai sekarang." Si dokter menatap Elang dan Thalia bergantian.

"Dok, apakah luka tersebut bisa menyebabkan sebagian ingatannya hilang?" tanya Elang. Tiba-tiba, rasa takut jika sang pujaan tidak dapat mengingatnya, menghantui.

"Saya belum tahu kalau masalah itu, Pak. Kita masih harus menunggu sampai pasien tersadar, baru bisa memastikan semuanya," jelas sang dokter. "Apaka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menggoda Suami Majikanku   144. Saling Kepo

    Happy Reading *****Diam sejenak, semua orang terpaksa menutup mulut mendengar penuturan mamanya Darma. Ternyata perempuan yang telah melahirkan lelaki bejat itu jauh lebih galak dari papanya, begitulah pemikiran Elang.Si mas sudah pernah bertemu dengan papanya Darma. Tegas dan cenderung kejam ketika memberikan nasihat pada putranya, tetapi tidak seperti perempuan yang baru saja berbicara dengan Darma di telepon. "Dengar itu, Darma," kata Melati. "Kasih Hp-nya ke tante Melati lagi," perintah perempuan yang telah melahirkan Darma. "Malam ini, jika kamu terus mengganggu ketenangan Tante Melati dan seluruh keluarganya. Mama akan benar-benar nggak mengakuimu sebagai anak."Darma diam tak menjawab, hanya tangannya yang bergerak menyodorkan benda pintar pada sang pemilik. "Tan, Mama mau ngomong lagi." Melati mengangguk dan pengambil ponsel dari genggaman Darma. "Ya," kata Melati, menyapa salah satu sahabat karibnya. "Pesankan dia taksi untuk pulang sebelum aku yang menyeretnya lang

  • Menggoda Suami Majikanku   143. Bebal

    Happy Reading*****Elang dan Ardha saling pandang. Mereka makin bingung harus menjelaskan dengan cara yang bagaimana lagi. Lelaki di depannya benar-benar tidak bisa diajak bicara baik-baik. Mulut hampir berbusa, tetapi Darma tetap tidak mau mengerti. "Om, ini sebenarnya siapa, sih? Kenapa ngatain Mami selingkuh padahal Papa Harsa adalah orang tua kandung Za," ucap si kecil dengan polosnya. Walau umurnya masih lima tahun, tetapi Zanitha adalah anak yang cerdas dan mudah mengerti apa yang dijelaskan oleh orang dewasa. Termasuk ketika Ardha mengatakan jika Harsa adalah orang tua kandung, bukan Elang. Sampai sekarang, otak si kecil merespon hal tersebut dengan baik. "Kamu salah, mamimu adalah istri sah Papa. Jadi, kamu adalah anak kandungku berdasar hubungan tersebut." Darma kembali mengusap kepala Zanitha lembut. "Jangan pernah memaksakan sesuatu yang bukan menjadi hakmu." Melati muncul dari arah belakang mereka semua. "Nenek," panggil Zanitha. Si kecil memegang tangan Melati, men

  • Menggoda Suami Majikanku   142. Terus Berdebat

    Happy Reading*****Secara bersamaan, Elang dan Ardha menoleh ke sumber suara. Mereka mendapati Darma yang berdiri tegap dengan punggung tangan yang terbalut perban. "Mas, kenapa dia bisa keluar dari rumah sakit?" bisik Ardha pada Elang. Elang mengerakkan kedua bahunya ke atas. Dia melihat jelas tadi, keadaan Darma masih sangat lemah dan sepertinya tidak mungkin bisa keluar rumah sakit secepat itu. "Sepertinya, dia punya kekuatan super. Jelas-jelas tubuhnya begitu lemah, tapi tetap maksa keluar." Walau dirinya sendiri sangat khawatir dengan kehadiran Darma, tetapi Elang masih berusaha menghibur sang pujaan. Darma melangkah satu jengkal mendekati Ardha dan Elang. Lalu, dengan gerakan tangan yang cukup cepat, lelaki itu menarik pergelangan tangan sang pengusaha muda supaya menjauhi perempuan di sebelahnya. "Jauhi istriku!" peringat Darma, "Nggak pantas seorang lelaki sejati mendekati perempuan yang sudah berstatus sebagai istri orang." "Hei, dia bukan istrimu," bentak Elang. Tang

  • Menggoda Suami Majikanku   141. Terpecahkan

    Happy Reading*****Melati dengan cepat menyambar foto yang ada di tangan Elang. Lalu, secara teliti di menatap foto itu. "Nggak diragukan lagi, ini memang foto putriku yang hilang ketika masih bayi dulu," gumamnya. Air mata Melati mulai menetes tanpa terasa.Perempuan paruh baya itu menatap Elang dan Ardha yang cuma bisa terdiam. Keduanya melongo mendengar semua kalimat yang digumamkan perempuan paruh baya itu."Lang, Tante tanya sekali lagi. Apa kamu mengenal bayi yang ada di foto ini?" ulang Melati. "Nenek, foto bayi ini, kenapa mirip sama foto Za waktu masih kecil dulu," sahut si kecil yang ikut memperhatikan tangkapan layar foto di tangan Melati. Thalia makin penasaran. Dia terpaksa merebut foto bayi di tangan Melati dan memperhatikannya. Sementara itu, Ardha dan Elang malah terdiam. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini. "Ar, beneran, deh. Foto bayi ini mirip Za. Mirip juga dengan wajahmu sebelumnya," kata Thalia. "Foto itu memang foto Zika ketika masih bayi dulu," sahut

  • Menggoda Suami Majikanku   140. Foto yang Sama

    Happy Reading*****Tangan kanan Ardha bergerak gemetar, memegang foto di tangan Melati. Sekali lagi, perempuan yang sudah melahirkan Zanitha itu mengamati foto tersebut. Lalu, mengambil ponsel yang ada di tasnya dan mulai menghubungi Elang. Melati cuma bisa menatap pergerakan anak angkatnya karena tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan. Makin lama, perempuan paruh baya itu makin tidak bisa membendung rasa ingin tahunya. "Ar, ada apa sama foto itu?" tanya Melati. Jelas, perempuan paruh baya itu yang kini penasaran. "Ma, tunggu Mas Awan datang, ya. Aku pasti jelaskan semuanya.""Kenapa mesti nunggu dia? Apa hubungannya sama dia?"Ardha menghela napas panjang. Tidak mungkin menceritakan apa yang menjadi keresahannya tanpa bukti di tangan. "Ma, Mas Awan punya bukti apa yang mau aku omongin. Kalau sekarang aku menjelaskan, takutnya Mama nggak percaya. Makanya, kita tunggu Mas Awan saja untuk kepastian semua.""Ar, mungkinkah ini berkaitan denganmu?" tanya Thalia. Ardha cum bisa meng

  • Menggoda Suami Majikanku   139. Kepastian Foto

    Happy Reading*****Melati mengarahkan pandangannya pada si anak angkat. Ekor matanya memutar, kentara sekali dia tidak menyukai sikap Ardha yang seperti tadi. Saat ini, Melati memilih mengangkat panggilan di ponselnya daripada menjawab omongan si anak angkat. Melihat nama sang suami, perempuan paruh baya itu yakin, ada hal penting yang ingin dibicarakan dengannya. "Ya, Yah," sapa Melati pada sang suami yang berada di seberang sana. "Ma, kamu sudah ketemu sama Darma?""Sudah. Kenapa?"Melati sengaja menghidupkan speaker di ponselnya, supaya Ardha juga mendengar jelas percakapan mereka. "Ada yang harus Mama ketahui terkait kesehatan Darma." Ada kekawatiran dari suara lelaki yang sudah membersamai Melati. Getaran kekhawatiran itu sangat terasa. "Ada apa dengan Darma, Yah?""Ma, anak itu baru saja keluar dari rumah sakit karena tumor ganas yang menyerangnya. Dia nggak akan bisa menerima kabar mengejutkan lagi. Papanya mengatakan, sebaiknya kita nggak membicarakan kematian Ardha deng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status