Share

68. Tolong

Author: pramudining
last update Huling Na-update: 2025-10-18 16:44:39

Happy Reading

***

"Anak?" tanya Elang bingung. Dia pun menatap Ardha.

"Mas," panggil perempuan yang baru tersadar itu.

"Lia, matikan telponnya. Kita bicara lagi nanti," pinta Elang dan tanpa persetujuan sang asisten, lelaki itu memutuskan sambungan sepihak mereka.

Kembali menatap kesayangannya, Elang melihat air mata Ardha. "Dek, kamu kenapa nangis?"

"Mas, tolong HP-ku," pinta Ardha.

"HP-mu, mungkin masih ada di kamar, Dek. Mas nggak bawain."

"Kalau gitu, pinjem HP-nya Mas Awan. Aku mau menghubungi anakku."

Elang dengan cepat menyodorkan ponselnya pada Ardha. "Ceritakan sama Mas, ada apa dengan anakmu?"

"Bentar, Mas," kata Ardha. Perempuan itu tampak menggerakkan jemarinya di atas layar ponsel milik Elang. Lalu, mendekatkan benda pipih tersebut ke telinga kirinya.

Melihat adiknya menelepon, Elang keluar kamar perawatan untuk memanggil dokter atau perawat. Beberapa menit kemudian, lelaki itu kembali dan melihat Ardha sudah menyelesaikan panggilannya, ponselnya pun sudah kembali.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menggoda Suami Majikanku   146. Meragu

    Happy Reading*****Wisnu yang berdiri tepat di samping sang istri, menganggukkan kepala. Membenarkan perkataan perempuan yang diduga adalah putri kandungnya yang telah hilang puluhan tahun."Untuk apa kami datang kemari jika tidak untuk membuktikan bahwa kamu adalah anggota keluarga kami yang sebenarnya," tambah Harjuna. "Kamu bersedia, kan, Dek?" "Tentu saja, Ardha sangat bersedia, Jun," kata Elang, menyerobot kalimat yang akan dikeluarkan Ardha. "Hmm, sejak kapan kamu punya juru bicara," goda Harjuna sambil mencolek dagu si adik."Apa, sih, Kak." Ardha mengerucutkan bibir. Sejak pertama kali bertemu dengan Harjuna, perempuan itu memang sudah bersikap manja. Ardha seolah menemukan sosok Elang yang dulu diakui sebagai saudaranya. Kini, sikap Ardha akan semakin manja jika Harjuna benar-benar adalah saudara kandungnya. Elang kembali mengembuskan napas kasar. Melihat Ardha bersikap manja seperti itu pada Harjuna membuat kecemburuannya makin membesar. "Jadi, cepatlah mandi supaya kit

  • Menggoda Suami Majikanku   145. Tes

    Happy Reading*****Darma kembali memasukkan kembali ponselnya ke saku. Mulai bergerak meninggalkan area perkemahan, tempat Ardha dan yang lainnya menginap. Seseorang yang mengintip dan memperhatikan Darma sejak tadi, juga ikut pergi meninggalkan tempat tersebut. "Jangan harap kamu akan mendapatkan informasi tentang siapa dia. Cukup penderitaan yang dia alami, jangan sampai kamu menambahnya," gumam lelaki yang tak lain adalah Yandra. Sang pengacara sudah berjanji akan melindungi perempuan yang dicintainya walau cintanya tidak pernah dibalas. Di dalam tenda yang terbilang cukup mewah untuk acara camping, Ardha tidak dapat memejamkan mata. Segala perkataan Darma terngiang-ngiang. Nasib sang pemilik wajah asli ternyata jauh lebih menyedihkan dibanding dirinya. "Terima kasih, Ar. Kamu sudah menjaga orang tua kandungku, sudah menghadirkan kebahagiaan yang mungkin tidak bisa aku berikan pada mereka," ucap Ardha. Inilah ucapan tulus dari hati seorang perempuan yang telah mendapat wajah b

  • Menggoda Suami Majikanku   144. Saling Kepo

    Happy Reading *****Diam sejenak, semua orang terpaksa menutup mulut mendengar penuturan mamanya Darma. Ternyata perempuan yang telah melahirkan lelaki bejat itu jauh lebih galak dari papanya, begitulah pemikiran Elang.Si mas sudah pernah bertemu dengan papanya Darma. Tegas dan cenderung kejam ketika memberikan nasihat pada putranya, tetapi tidak seperti perempuan yang baru saja berbicara dengan Darma di telepon. "Dengar itu, Darma," kata Melati. "Kasih Hp-nya ke tante Melati lagi," perintah perempuan yang telah melahirkan Darma. "Malam ini, jika kamu terus mengganggu ketenangan Tante Melati dan seluruh keluarganya. Mama akan benar-benar nggak mengakuimu sebagai anak."Darma diam tak menjawab, hanya tangannya yang bergerak menyodorkan benda pintar pada sang pemilik. "Tan, Mama mau ngomong lagi." Melati mengangguk dan pengambil ponsel dari genggaman Darma. "Ya," kata Melati, menyapa salah satu sahabat karibnya. "Pesankan dia taksi untuk pulang sebelum aku yang menyeretnya lang

  • Menggoda Suami Majikanku   143. Bebal

    Happy Reading*****Elang dan Ardha saling pandang. Mereka makin bingung harus menjelaskan dengan cara yang bagaimana lagi. Lelaki di depannya benar-benar tidak bisa diajak bicara baik-baik. Mulut hampir berbusa, tetapi Darma tetap tidak mau mengerti. "Om, ini sebenarnya siapa, sih? Kenapa ngatain Mami selingkuh padahal Papa Harsa adalah orang tua kandung Za," ucap si kecil dengan polosnya. Walau umurnya masih lima tahun, tetapi Zanitha adalah anak yang cerdas dan mudah mengerti apa yang dijelaskan oleh orang dewasa. Termasuk ketika Ardha mengatakan jika Harsa adalah orang tua kandung, bukan Elang. Sampai sekarang, otak si kecil merespon hal tersebut dengan baik. "Kamu salah, mamimu adalah istri sah Papa. Jadi, kamu adalah anak kandungku berdasar hubungan tersebut." Darma kembali mengusap kepala Zanitha lembut. "Jangan pernah memaksakan sesuatu yang bukan menjadi hakmu." Melati muncul dari arah belakang mereka semua. "Nenek," panggil Zanitha. Si kecil memegang tangan Melati, men

  • Menggoda Suami Majikanku   142. Terus Berdebat

    Happy Reading*****Secara bersamaan, Elang dan Ardha menoleh ke sumber suara. Mereka mendapati Darma yang berdiri tegap dengan punggung tangan yang terbalut perban. "Mas, kenapa dia bisa keluar dari rumah sakit?" bisik Ardha pada Elang. Elang mengerakkan kedua bahunya ke atas. Dia melihat jelas tadi, keadaan Darma masih sangat lemah dan sepertinya tidak mungkin bisa keluar rumah sakit secepat itu. "Sepertinya, dia punya kekuatan super. Jelas-jelas tubuhnya begitu lemah, tapi tetap maksa keluar." Walau dirinya sendiri sangat khawatir dengan kehadiran Darma, tetapi Elang masih berusaha menghibur sang pujaan. Darma melangkah satu jengkal mendekati Ardha dan Elang. Lalu, dengan gerakan tangan yang cukup cepat, lelaki itu menarik pergelangan tangan sang pengusaha muda supaya menjauhi perempuan di sebelahnya. "Jauhi istriku!" peringat Darma, "Nggak pantas seorang lelaki sejati mendekati perempuan yang sudah berstatus sebagai istri orang." "Hei, dia bukan istrimu," bentak Elang. Tang

  • Menggoda Suami Majikanku   141. Terpecahkan

    Happy Reading*****Melati dengan cepat menyambar foto yang ada di tangan Elang. Lalu, secara teliti di menatap foto itu. "Nggak diragukan lagi, ini memang foto putriku yang hilang ketika masih bayi dulu," gumamnya. Air mata Melati mulai menetes tanpa terasa.Perempuan paruh baya itu menatap Elang dan Ardha yang cuma bisa terdiam. Keduanya melongo mendengar semua kalimat yang digumamkan perempuan paruh baya itu."Lang, Tante tanya sekali lagi. Apa kamu mengenal bayi yang ada di foto ini?" ulang Melati. "Nenek, foto bayi ini, kenapa mirip sama foto Za waktu masih kecil dulu," sahut si kecil yang ikut memperhatikan tangkapan layar foto di tangan Melati. Thalia makin penasaran. Dia terpaksa merebut foto bayi di tangan Melati dan memperhatikannya. Sementara itu, Ardha dan Elang malah terdiam. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini. "Ar, beneran, deh. Foto bayi ini mirip Za. Mirip juga dengan wajahmu sebelumnya," kata Thalia. "Foto itu memang foto Zika ketika masih bayi dulu," sahut

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status