Beranda / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 6 Topeng Yang Mulai Terlihat

Share

Bab 6 Topeng Yang Mulai Terlihat

Penulis: Manila Z
last update Tanggal publikasi: 2026-06-22 10:08:03

Tok... tok... tok...

Suara dari ketukan pintu kembali terdengar. Lunaya yang masih berdiri di depan cermin mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Siapa orang yang mengetuk pintu tersebut.

"Masuk," ucapnya tenang.

Pintu perlahan terbuka. Sesosok wanita masuk dengan gaun berwarna pastel yang terlihat anggun. Senyum manis menghiasi wajahnya, membuat siapa pun yang melihatnya akan mengira bahwa dia adalah orang yang baik dan tulus.

"Selena."

Mata Lunaya langsung menyipit tipis.

Jika ini adalah dirinya yang dulu, mungkin ia akan langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan wanita itu.

Bagaimanapun, selama bertahun-tahun Selena berhasil memainkan perannya dengan sempurna.

Berpura-pura menjadi sahabat yang peduli.Berpura-pura mendukung hubungan Lunaya dan Edward. Berpura-pura tidak memiliki perasaan apa pun terhadap pria itu.

Padahal kenyataannya?

Selena adalah orang yang perlahan-lahan menghancurkan rumah tangganya.

"Ka Lunaya!"

Selena berjalan mendekat dengan wajah ceria. Dia melihat kearah Lunaya yang kini terlihat cantik dengan baju pengantin.

"Kamu cantik sekali hari ini."

Lunaya hanya menatapnya tanpa ekspresi. Pujian itu terdengar menjijikkan di telinganya sekarang. Di kehidupan sebelumnya, dia begitu bahagia mendengar kata-kata seperti itu.

Namun kini dia sudah mengetahui semuanya. Di balik senyum lembut Selena tersembunyi niat yang sangat busuk. Lunaya tidak akan tertipu lagi dengan tampang polos Selena mulai sekarang.

"Terima kasih," jawab Lunaya singkat.

Selena tampak sedikit heran. Biasanya Lunaya akan mengajaknya mengobrol panjang atau menunjukkan rasa gugup menjelang pernikahan.

Tetapi hari ini wanita itu terlihat berbeda. Jauh lebih tenang. Jauh lebih dingin. Meski begitu, Selena tetap mempertahankan senyum manisnya.

"Aku senang sekali akhirnya kamu bisa menikah dengan Kak Edward," kata Selena memancing Lunaya agar dia bisa berbicara panjang dengan dirinya.

Lunaya hampir tertawa mendengarnya, rasanya itu seperti ledekan semata. Dia tahu sisi lain dari Selena yang pasti tidak ingin dia menikah dengan Edward.

"Senang?"

Kalau memang senang, kenapa setelah pernikahan itu Selena terus berada di sisi Edward?Kenapa dia selalu mencari alasan untuk menghubungi pria itu? Kenapa dia selalu muncul setiap kali Lunaya dan Edward sedang berusaha memperbaiki hubungan mereka?

Lunaya masih ingat semuanya.

Bahkan terlalu jelas.

"Iya tentu saja senang," bela Selena.

"Baguslah," jawab Lunaya.

Selena menaikan sebelah alisnya heran. "Kenapa dengan Kak Lunaya?" batinnya.

Lunaya melirik kearah Selena kembali. Dia teringat saat dirinya sakit, Selena menelepon Edward dan meminta ditemani.

Saat ulang tahun pernikahannya, Selena tiba-tiba mengalami masalah dan membuat Edward pergi meninggalkannya. Saat dirinya dirawat di rumah sakit. Edward juga memilih berada di sisi Selena.

Semua kejadian itu kini terhubung menjadi satu. Dulu Lunaya terlalu bodoh untuk menyadarinya.

Namun sekarang tidak lagi.

"Kamu terlihat tidak terlalu bahagia," kata Selena sambil duduk di sofa.

"Benarkah?"

"Iya. Bukankah hari ini hari yang paling kamu tunggu?"

Lunaya menatap wanita itu beberapa saat.  Lalu tersenyum tipis, dia paham dengan apa yang diucapkan oleh Selena barusan.

"Aku hanya sedang berpikir."

"Memikirkan apa?"

"Memikirkan apakah aku harus menikah hari ini atau tidak."

Senyuman Selena langsung membeku dan terlihat heran. Apa yang membuat wanita itu berpikir seperti itu? Bukannya selama ini Selena juga tahu berapa Lunaya sangat menyukai Edward.

Namun Lunaya berhasil melihatnya.

Dan itu cukup untuk membuat keyakinannya semakin kuat. Selena tidak menginginkan pernikahan ini.

Bukan karena peduli pada Lunaya.

Melainkan karena ia menginginkan Edward untuk dirinya sendiri.

"Kamu bercanda, kan?" tanya Selena sambil tertawa kecil.

Lunaya tidak ikut tertawa.

"Apa aku terlihat sedang bercanda?"

Selena mulai merasa tidak nyaman.

Entah kenapa, tatapan Lunaya hari ini membuatnya gugup.

Tatapan itu terlalu tajam.

Seolah wanita di hadapannya dapat melihat semua rahasia yang selama ini ia sembunyikan.

"Tentu saja kamu harus menikah," ujar Selena cepat.

"Kamu dan Kak Edward saling mencintai."

Mendengar itu, Lunaya hampir merasa muak. Dari mana Edward mencintai dirinya? Bahkan di sisa akhir hidupnya pun laki-laki itu tidak nampak menangis sama sekali. Di saat dia sekarat pun tidak ada pedulinya sama sekali.

Salah satu orang itu sedang duduk tepat di hadapannya sekarang. Lunaya melangkah mendekati jendela.

Pandangannya mengarah ke halaman gedung tempat para tamu mulai berdatangan.

Pernikahan besar yang dulu begitu ia impikan akan segera dimulai. Namun kali ini semuanya berbeda. Dia bukan lagi Lunaya yang naif.

Bukan lagi wanita yang rela mengorbankan harga dirinya demi cinta sepihak.

Dan yang terpenting...

Dia sudah tahu akhir dari jalan yang akan dia tempuh jika tetap menikahi Edward, yaitu penghianatan dan kematian.

Lunaya tidak akan mengulangi kehidupan menyakitkan kembali. Kali ini dia akan memilih kehidupan dirinya yang baru. Menghilangkan rasa sakit yang dulu dibuat oleh Edward.

"Aku berubah pikiran."

Suara Lunaya membuat Selena menoleh cepat.

"Apa maksudmu?" Selena terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lunaya barusan.

Dia masih merasa tidak percaya kalau Lunaya dengan begitu mudah ingin membatalkan pernikahan dengan begitu saja. Apa ada hal lain yang tidak dia ketahui selama ini?

Lunaya berbalik sambil tersenyum dengan penuh arti. Tatapan matanya terlihat begitu tenang. Namun justru ketenangan itulah yang membuat Selena semakin gelisah.

"Aku tidak ingin menikah dengan Edward."

Jantung Selena berdegup kencang.

Meski di dalam hati dia merasa senang, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi terkejut.

"Ka Lunaya! Jangan bicara sembarangan."

Selena masih tidak percaya dengan Lunaya yang tiba-tiba mengatakan hal tersebut. Bagaimana mungkin tiba-tiba Lunaya mengatakan itu.

"Aku serius."

"Kenapa Kak Lunaya? Padahal Kak Lunaya sudah mempersiapkan semuanya."

Lunaya nampak tenang sambil tersenyum tipis. Jelas dia tidak mau terjebak lagi.

"Biarkan saja."

"Lalu bagaimana dengan Kak Edward?"

Lunaya menghela napas, dia juga yakin kalau Edward pasti tidak akan berpengaruh sama sekali. Karena laki-laki itu tidak menginginkan dirinya.

"Kalau dia benar-benar mencintaiku, dia pasti akan mempertahankanku."

Kalimat itu membuat Selena terdiam.

Karena mereka berdua sama-sama tahu jawabannya.

Edward tidak akan melakukan itu.

Dan Lunaya juga tahu. Sebab ia sudah pernah menjalani kehidupan tersebut.Perlahan, Lunaya mengepalkan tangannya.

Di dalam benaknya muncul sosok pria lain. Seorang pria yang berdiri di depan makamnya dalam guyuran hujan.

Seorang pria yang menangisinya ketika semua orang sudah pergi, yaitu Evano.

Untuk pertama kalinya, nama itu muncul di hatinya dengan begitu jelas. Mungkin di kehidupan sebelumnya ia terlalu buta untuk melihat ketulusan pria itu.

Namun kali ini tidak. Dia akan memperbaiki semuanya. Termasuk memilih orang yang benar-benar menghargainya. Lunaya menatap bayangannya di cermin sekali lagi.

Kemudian berkata dengan suara penuh keyakinan.

"Hari ini, pernikahan ini tidak akan terjadi."

Selena masih penasaran, apa yang membuat Lunaya berubah pikiran. Padahal dia tahu kalau Lunaya sangat menyukai Edward.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 66 Edward Marah

    Edward masih berdiri di depan bangunan tua itu dengan wajah penuh amarah. Tatapannya bergantian mengarah kepada Evano dan Lunaya.Sementara Karina terlihat jauh lebih gelisah. Dia tidak menyangka adiknya akan mengetahui rencana mereka secepat ini."Kak, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Evano, menatap Karina tajam.Karina mengalihkan pandangan."Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan."Evano tertawa kecil tanpa menunjukkan sedikit pun rasa geli."Tidak tahu?"Dia mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan tangkapan layar pesan yang diterima Lunaya."Kalau begitu, bagaimana kamu menjelaskan ini?"Karina terdiam. Lunaya yang berdiri di samping Evano akhirnya ikut berbicara."Kak Karina, seseorang mengirimiku pesan dan menyuruhku datang ke tempat ini. Dia mengatakan akan menunjukkan sesuatu tentang Evano."Karina menatap Lunaya."Aku tidak mengirim pesan apa pun kepadamu.""Aku tidak mengatakan Kakak yang mengirimnya."Lunaya menjawab dengan tenang."Tapi aku ingin tahu kenapa Kakak a

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 65 Rencana Gagal

    Pagi itu, Lunaya masih memikirkan pesan misterius yang diterimanya semalam.Dia duduk di ruang keluarga rumah Nenek Niar sambil memandangi layar ponselnya.Pesan tersebut menyebutkan bahwa seseorang akan menunjukkan bukti mengenai rahasia yang disembunyikan Evano.Awalnya, Lunaya tidak berniat menanggapi pesan itu. Namun, setelah berbicara dengan Evano, dia mulai menyadari bahwa mereka harus mencari tahu siapa orang yang berada di balik semua ancaman tersebut.Terlebih, orang itu seolah mengetahui setiap pergerakan mereka.Tidak lama kemudian, Evano datang menghampirinya."Kamu masih memikirkan pesan itu?" tanyanya.Lunaya mengangguk."Aku penasaran siapa yang mengirimnya."Evano duduk di sampingnya."Aku juga."Lunaya menatap pria itu."Kalau kita terus menunggu, bagaimana kalau mereka justru melakukan sesuatu kepada Nenek Niar?"Ekspresi Evano berubah serius."Itu sebabnya aku ingin menyelesaikan masalah ini."Lunaya terdiam sejenak.Kemudian dia mengangkat ponselnya."Bagaimana kal

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 64 Pesan Tersembunyi

    Lunaya masih memandangi layar ponselnya.Pesan tersebut membuat pikirannya kembali dipenuhi pertanyaan.Apa yang sebenarnya disembunyikan Evano darimu?Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Namun kali ini Lunaya tidak berniat menyelidikinya sendirian. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mencari Evano. Tidak butuh waktu lama sampai dia menemukannya di ruang kerja.Evano sedang berbicara melalui telepon ketika Lunaya muncul di depan pintu. Tatapan Evano langsung tertuju kepadanya.Dia menyelesaikan pembicaraan singkatnya, lalu meletakkan ponsel."Ada apa?"Lunaya berjalan mendekat."Aku mendapat pesan lagi."Ekspresi Evano langsung berubah."Dari nomor yang sama?""Bukan."Lunaya menyerahkan ponselnya kepada Evano untuk memberitahu apa yang dia lihat. Evano membaca pesan tersebut. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. "Aku sudah bilang, jangan pernah datang sendiri.""Aku tahu."Lunaya duduk di hadapannya. Dia tahu kalau orang itu pasti merencanakan sesuatu. Dia tid

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 63 Hampir Ketahuan

    Evano masih memegang ponselnya setelah membaca pesan dari anak buahnya. Wajahnya terlihat serius. Lunaya yang duduk di sampingnya ikut memperhatikan perubahan ekspresi pria itu. "Siapa yang mengikuti kita?" tanyanya. "Belum diketahui." "Terus bagaimana?" tanya Lunaya kini menatap kearah Evano dengan khawatir. "Aku sudah meminta mereka mencari tahu." Lunaya terdiam. Untuk beberapa saat, suasana di ruang keluarga Nenek Niar terasa hening. Kemudian Lunaya menghela napas. "Evano." Lunaya memanggil Evano. "Hm?" "Menurutmu, semua ini ada hubungannya dengan Karina?" tanya Lunaya mulai cukuo ga. Pertanyaan itu membuat Evano menatapnya. Dia baru kepikiran dengan Kakaknya. Terlebih dia tahu kalau Edward memang sekarang tengah dekat dengan Kakaknya. "Kenapa kamu berpikir begitu?" "Karena pesan pertama menyuruhku menjauh darimu. Lalu ada pesan yang menyuruhku bertanya tentang Karina." Lunaya menunduk. "Dan sekarang ada orang yang mengikuti kita." Evano tidak lan

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 62 Evano Menyelidiki

    Evano masih menatap layar ponsel Lunaya.Alamat yang dikirimkan nomor tidak dikenal itu terlihat seperti sebuah bangunan lama yang berada cukup jauh dari pusat kota."Berikan aku waktu sebentar," ucap Evano.Lunaya mengangguk.Evano segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya."Periksa alamat ini."Dia menyebutkan alamat tersebut."Jangan datang terlalu dekat. Aku ingin tahu siapa pemilik tempat itu, siapa yang sering datang ke sana, dan apakah ada orang yang mengawasi lokasi tersebut."Setelah menerima jawaban, Evano menutup panggilan.Lunaya menatapnya."Kamu curiga?""Sangat.""Karena pesan itu?""Bukan hanya karena pesannya."Evano duduk di samping Lunaya."Orang yang benar-benar ingin memberitahumu sesuatu tidak akan memintamu datang sendirian dan melarangmu memberitahuku."Lunaya terdiam.Ucapan itu memang masuk akal."Aku juga berpikir begitu."Evano menatapnya."Jadi, jangan pergi ke mana pun sebelum aku tahu siapa yang mengirimnya."Lunaya mengangguk."Baik."Di tempat

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 61 Rencana Menjebak

    Bab 61Lunaya masih menatap layar ponselnya.Alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu terasa begitu mencurigakan.Terlebih ada satu kalimat yang membuatnya semakin waspada.Jangan beri tahu Evano.Lunaya menghela napas panjang."Kenapa selalu seperti ini..."Sejak kembali ke masa lalu, hidupnya memang berubah drastis. Namun, semakin dia berusaha menjauh dari masalah, semakin banyak orang yang justru mencoba menariknya kembali.Lunaya akhirnya menyimpan ponselnya. Dia tidak akan langsung pergi. Setidaknya, tidak tanpa mencari tahu terlebih dahulu.Lunaya tidak akan memberitahu Evano, tetapi kenapa perasaan dirinya malah tidak nyaman. "Bagaimana kalau ini hanya jebakan saja?" Batin Lunaya. ***Sementara itu, di sebuah ruangan yang berbeda, Edward sedang duduk berhadapan dengan Karina.Karina meletakkan ponselnya di atas meja."Pesannya sudah dikirim."Edward tersenyum karena sebentar lagi rencana dirinya dengan Karina akan berhasil. bagaimana pun Lunaya harus kembali menjadi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status