Home / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 79 Apakah Akan Datang?

Share

Bab 79 Apakah Akan Datang?

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-10-21 00:16:55

Malam itu, setelah memastikan pintu rumahnya terkunci, Lunaya mengeluarkan ponsel dari dalam tas.

Dia kembali membuka pesan misterius yang diterimanya. Alamat itu masih tertera di bagian bawah.

Diikuti sebuah kalimat tambahan yang sebelumnya belum sempat dia perhatikan.

Datanglah besok pukul delapan malam. Jika kamu membawa Evano, kamu tidak akan pernah mengetahui kebenarannya.

Lunaya mengerutkan kening. Jadi, orang itu memang sengaja ingin bertemu denganny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 79 Apakah Akan Datang?

    Malam itu, setelah memastikan pintu rumahnya terkunci, Lunaya mengeluarkan ponsel dari dalam tas.Dia kembali membuka pesan misterius yang diterimanya. Alamat itu masih tertera di bagian bawah.Diikuti sebuah kalimat tambahan yang sebelumnya belum sempat dia perhatikan.Datanglah besok pukul delapan malam. Jika kamu membawa Evano, kamu tidak akan pernah mengetahui kebenarannya.Lunaya mengerutkan kening. Jadi, orang itu memang sengaja ingin bertemu dengannya tanpa sepengetahuan Evano. Namun, mengapa harus dirinya?Jika orang tersebut mengetahui sesuatu tentang kecelakaan lima tahun lalu, bukankah lebih masuk akal jika dia langsung menemui Evano?Kecuali, ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa menemui pria itu secara langsung. Atau justru orang tersebut sengaja memilih Lunaya karena mengetahui hubungan mereka.Lunaya menggigit bibir bawahnya. Dia tahu bahwa ada kemungkinan pesan itu hanyalah jebakan. Namun, dia juga tidak

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 78 Teringat Kejadian Lalu

    Lunaya masih berdiri di dekat pintu, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang tiba-tiba muncul setelah membaca pesan misterius tersebut.Di hadapannya, Evano menatapnya dengan penuh kecurigaan."Kamu belum menjawab pertanyaan saya."Lunaya mengangkat wajahnya. "Pertanyaan yang mana?"Evano mengangkat sebelah alisnya."Kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari saya?"Lunaya menelan ludah. Sejujurnya, dia tidak terbiasa berbohong kepada Evano. Namun, kali ini, dia juga tidak tahu harus mengatakan apa. Jika dia mengungkapkan pesan tersebut, Evano pasti akan melarangnya mendekati alamat itu. Bahkan, pria itu mungkin akan meningkatkan penjagaan dan memastikan Lunaya tidak pergi ke mana pun sendirian.Padahal, Lunaya ingin mengetahui siapa yang sebenarnya menyelamatkan Evano lima tahun lalu."Aku hanya memikirkan sesuatu," jawabnya akhirnya."Memikirkan apa?""Tentang kejadian lima tahun lalu."

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 77 Pesan Ancaman

    Di tempat lain, seorang pria duduk di dalam ruangan dengan pencahayaan redup.Di atas meja di hadapannya tergeletak beberapa lembar dokumen lama. Sebuah foto rumah sakit yang sudah menguning berada di antara tumpukan kertas tersebut.Pria itu mengangkat foto itu, lalu mengamati wajah Evano yang terlihat samar di salah satu sisinya."Dia sudah mulai mencari tahu," gumamnya.Ponsel di atas meja bergetar.Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak disimpan.Dia sudah mengetahui soal pengalihan aset. Kamu harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat.Pria itu membaca pesan tersebut tanpa menunjukkan ekspresi terkejut.Jarinya bergerak cepat membalas.Belum waktunya. Kalau aku bergerak sekarang, dia akan tahu bahwa aku terlibat.Tidak sampai satu menit, balasan lain muncul.Lalu bagaimana dengan perempuan itu? Lunaya sudah terlalu dekat dengannya.Kali ini, pria tersebut terdiam

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 76 Menghilangkan Bukti

    Evano masih menatap layar ponselnya. Pesan anonim yang baru saja masuk terus terngiang di pikirannya, seolah sengaja mengingatkannya pada sesuatu yang selama ini berusaha dia lupakan.Sekarang kamu mulai mengerti, bukan? Lima tahun lalu, orang yang kamu percaya itulah yang membuat hidupmu berubah.Rahang Evano mengeras. Lima tahun lalu. Dan seseorang yang selama ini dia anggap sebagai orang yang paling bisa dipercaya.Semuanya terasa saling terhubung, tetapi semakin dia mencoba mencari jawabannya, semakin banyak pertanyaan yang muncul."Evano?"Suara Lunaya membuatnya sedikit tersadar.Wanita itu memperhatikan wajah Evano yang terlihat jauh lebih tegang daripada sebelumnya. Sejak tadi, dia belum juga menjelaskan siapa nama yang disebutkan asistennya melalui telepon."Kamu kenal orang itu?" tanya Lunaya pelan.Evano terdiam sesaat."Saya mengenalnya dengan sangat baik.""Orang itu keluarga kamu?"Evano mengalihkan pandangannya kepada Lunaya."Saya belum bisa memastikan apakah dia bena

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 75 Orang Yang Dipercaya

    Empat puluh menit kemudian, mobil Evano berhenti di depan rumah Lunaya. Pria itu turun dan langsung menghampiri wanita yang sudah menunggunya di teras.Begitu melihat Evano, Lunaya menyadari bahwa wajah pria itu tampak lebih serius daripada biasanya."Kamu belum makan?" tanya Evano ketika melihat Lunaya mengenakan pakaian rumahan.Lunaya menggeleng."Sudah.""Bagus."Evano membuka pintu mobil untuknya.Lunaya masuk, lalu memasang sabuk pengaman. Namun, sebelum Evano menyalakan mesin, wanita itu menoleh kepadanya."Kamu sudah menemukan sesuatu?"Evano mengangguk pelan."Ada beberapa dokumen yang sedang diperiksa oleh asisten saya.""Tentang pria dalam foto itu?""Ya. Perusahaan miliknya ternyata pernah melakukan transaksi besar dua hari sebelum kecelakaan saya."Lunaya terkejut."Transaksi apa?""Pemindahan aset perusahaan."Evano menatap lur

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 74 Liontin Bulan Sabit

    Lunaya masih memandangi foto yang dikirimkan oleh nomor misterius itu.Liontin berbentuk bulan sabit yang terlihat di sudut foto membuatnya terus berpikir. Dia merasa pernah melihat benda serupa sebelumnya, tetapi ingatannya belum cukup jelas untuk memastikan siapa pemiliknya.Dia mencoba mengingat satu per satu orang yang pernah ditemuinya bersama Evano.Namun, semakin keras dia berpikir, semakin sulit pula menemukan jawabannya."Di mana aku pernah melihatnya?" gumam Lunaya.Dia memperbesar foto tersebut sekali lagi, berharap menemukan petunjuk lain. Sayangnya, kualitas foto yang kurang baik membuatnya kesulitan melihat detail liontin itu.Akhirnya, Lunaya menyerah.Dia mengambil ponselnya dan membuka percakapan dengan Evano.Jarinya bergerak mengetik sebuah pesan.Lunaya: Evano, kamu sedang sibuk?Tidak sampai satu menit, balasan langsung muncul.Evano: Tidak. Ada apa?Lunay

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status