Share

Bab 108. Menghadapi Elena

Author: Lovely Pearly
last update publish date: 2026-03-16 23:06:22

Hening sejenak menyelimuti ruang kerja Duke Kael. Keluarga Baron Veridian. Keluarga dari Elena Veridian.

Si pemeran utama wanita dalam novel itu akhirnya mulai menunjukkan sifat aslinya. Valeriana tidak pernah menyangka alur cerita akan melenceng sejauh ini.

“Lady Elena,” ujar Valeriana.

Ia duduk santai di sofa sambil menyesap teh jahe hangat. Kali ini teh itu dibuat langsung oleh Anna, jadi ia yakin minuman itu aman.

Kael membanting kain sutra pembungkus pedangnya ke atas meja.

“Elena,” geramn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 275. Keputusan yang berbeda

    Ruangan itu seolah membeku sesaat setelah kata-kata Tabib Pym selesai diucapkan. Tidak ada seorang pun yang segera berbicara. Tidak ada yang bergerak. Bahkan suara angin yang biasanya terdengar dari jendela yang sedikit terbuka pun terasa menghilang bersama keheningan yang tiba-tiba memenuhi seluruh ruangan. Kalimat itu menggantung di udara seperti hukuman yang belum siap diterima oleh siapa pun yang berada di sana."Kemungkinan besar kami hanya akan mampu menyelamatkan salah satu."Kalimat sederhana itu terasa seperti pisau yang perlahan mengiris seluruh ketenangan yang selama beberapa bulan terakhir dengan susah payah mereka bangun bersama. Semua harapan, semua kebahagiaan kecil yang lahir dari tendangan-tendangan mungil di dalam kandungan Valeriana, semua mimpi tentang masa depan yang perlahan mulai mereka susun, mendadak terasa rapuh hanya karena beberapa kata yang diucapkan dengan suara bergetar oleh seorang tabib tua.Valeriana perlahan menundukkan pandangannya. Secara refleks,

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 274. Pilihan yang mustahil

    Sejak hari itu, Tabib Pym hampir setiap pagi datang ke kediaman Vallas sebelum matahari sepenuhnya naik di langit. Rutinitasnya selalu sama. Ia memeriksa denyut nadi Valeriana dengan jemari tuanya yang penuh pengalaman, mengukur kekuatan aliran darah menggunakan metode tradisional yang telah diwariskan turun-temurun di kalangan tabib kerajaan, memeriksa warna mata dan lidahnya, lalu mendengarkan detak kehidupan kecil di dalam rahim wanita itu menggunakan alat kayu sederhana yang biasa digunakan para tabib sejak puluhan tahun lalu. Setiap pemeriksaan selalu menghasilkan kesimpulan yang sama dan justru itulah yang membuat semuanya terasa semakin membingungkan. Bayi itu baik-baik saja. Detak jantungnya kuat dan teratur, pertumbuhannya sesuai dengan usia kandungan, dan tidak ada tanda-tanda bahaya sedikit pun yang mengancam kehidupan kecil tersebut. Namun pertanyaan yang terus menghantui Tabib Pym dari hari ke hari tetap tidak berubah. Jika anak itu sehat, lalu mengapa ibunya justru s

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 273. Kesehatan Valeriana menurun

    Valeriana tersenyum tipis sebelum mengangkat tangannya untuk mengusap pipi Kael yang kini terasa sedikit lebih berisi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Sejak tidak lagi menjabat sebagai Jenderal Kekaisaran, kesehatan Kael memang jauh lebih terjaga. Pola makannya menjadi lebih teratur, jam tidurnya tidak lagi berantakan, dan pria yang dahulu terlalu sering melupakan dirinya sendiri demi peperangan itu perlahan mulai kembali memiliki berat badan yang sehat. Tidak apa-apa jika suaminya sedikit lebih berisi daripada dahulu, pikir Valeriana, karena ia jauh lebih menyukai Kael yang sehat dibandingkan Kael yang terus memaksakan dirinya hingga nyaris hancur demi seluruh kekaisaran."Hanya sedikit nyeri," jawab Valeriana akhirnya. "Anak kita terlalu aktif di sana. Tapi aku justru merasa senang, karena itu berarti dia baik-baik saja di dalam perutku."Kael kembali mengusap perut istrinya dengan hati-hati sebelum sedikit menundukkan kepala dan berbicara dengan suara pelan yang hampir ter

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 272. Enam bulan kemudian

    Musim terus berganti, dan hari-hari yang sebelumnya dipenuhi bau darah, ruang persidangan yang menyesakkan, serta intrik yang seolah tidak pernah berakhir perlahan berubah menjadi rutinitas yang jauh lebih tenang. Kediaman Vallas yang dahulu sibuk oleh laporan perang, utusan dari perbatasan, dan langkah tergesa-gesa para prajurit kini lebih sering dipenuhi suara angin yang berhembus melewati taman dan percakapan ringan saat waktu makan malam tiba. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup di antara medan perang dan tanggung jawab yang nyaris tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat, Kael benar-benar menjalani hari-harinya sebagai seorang duke, seorang suami, dan sebentar lagi, seorang ayah.Kael menjalani hampir seluruh anjuran Tabib Pym tanpa banyak membantah, meskipun sesekali naluri lamanya sebagai mantan panglima perang masih muncul dan mendorongnya untuk menyelinap menuju ruang kerja demi membaca laporan dari wilayah utara atau memeriksa perkembangan para prajuri

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 271. Setelah Pertemuan dengan Kaisar

    Setelah memberi hormat terakhir, Kael dan Valeriana meninggalkan ruang kerja Kaisar. Pintu besar di belakang mereka tertutup perlahan.Lorong istana yang panjang terbentang di depan mata. Langkah Kael terdengar lebih lambat dibanding biasanya. Valeriana segera menyadarinya.Tanpa berkata apa-apa, ia meraih lengan suaminya dan menggenggamnya dengan hati-hati."Suamiku lelah?""Sedikit.""Kita pulang sekarang."Kael mengangguk pelan. Mereka terus berjalan. Namun sebelum mencapai pintu keluar utama, beberapa pejabat yang berdiri di ujung lorong segera menundukkan kepala saat Kael lewat.Sesaat kemudian, bisik-bisik pelan mulai terdengar. Valeriana tidak perlu mendengar dengan jelas untuk mengetahui isi pembicaraan mereka.Jenderal Vallas mengundurkan diri. Monster Utara memilih pulang. Duke Kael de Vallas meninggalkan medan perang demi istrinya. Valeriana melirik Kael. Pria itu tampak sama sekali tidak terusik."Tidak terganggu?" tanya Valeriana pelan."Tidak.""Mereka pasti akan membica

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 270. Kaisar setuju

    Valeriana terdiam sejenak. Tatapannya beralih kepada Kael yang berdiri di sampingnya, lalu kembali kepada Kaisar yang menunggu jawabannya dengan sabar.Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, begitu banyak perasaan yang selama ini ia simpan sendiri. Namun pada akhirnya, hanya kejujuran yang keluar dari bibirnya.“Saya tidak ingin memaksa suami saya meninggalkan sesuatu yang begitu penting baginya,” ujarnya pelan. “Tetapi saya juga tidak bisa berbohong bahwa saya merasa lega mendengar keputusan itu.”Kael menoleh kepadanya. Sorot matanya melembut. Valeriana menarik napas perlahan sebelum melanjutkan.“Saya tahu kekaisaran membutuhkan Duke Vallas. Saya tahu para prajurit di utara menghormatinya dan mempercayainya.” Jemari Valeriana saling bertaut di depan tubuhnya. “Namun saya juga melihat sendiri harga yang harus dibayar setiap kali suami saya kembali dari medan perang.”Ingatan demi ingatan berkelebat di benaknya.Tubuh Kael yang dipenuhi luka lama dan baru. Malam-malam panjang k

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 71. Godaan Lucas

    Kael tidak menjawab. Ia hanya memijat pelipisnya, berharap Lucas mendadak kehilangan ingatan. Sayangnya, ajudannya itu dikenal memiliki daya ingat setajam pedang, terutama untuk hal-hal yang memalukan dirinya.“Ngomong-ngomong, Tuan …” Lucas melirik ke meja kecil di samping tempat tidur.Di sana te

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 70. Kael membaca buku romansa

    Ancaman itu terdengar sangat nyata. Kael menghela napas panjang—napas kekalahan. Bahunya merosot lemah. Ia tahu, melawan wanita ini hanya akan berujung pada kekalahan yang lebih memalukan. Jika ia nekat membangkang, Valeriana pasti memiliki seribu satu cara lain yang lebih nekat untuk menghentikann

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 66. Tidur berpelukan

    Cahaya matahari pagi yang hangat dan keemasan perlahan menyelinap melalui celah tirai tebal di kamar tidur Valeriana.Badai yang mengamuk semalam telah benar-benar berlalu, menyisakan langit biru jernih dan udara pagi yang bersih serta segar. Burung-burung berkicau riang di dahan-dahan pohon, seola

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 60. Marquish Gosh

    “Marquis Gosh?” desis Arthur pelan. “Kau melihat semuanya?”“Tentu saja, Yang Mulia.” Gosh tersenyum tipis. “Rencana sabotase fisik itu terlalu kasar. Kael dijuluki Anjing Perang fisiknya tangguh, keberuntungannya pun selalu berpihak padanya. Dan istrinya … ternyata jauh lebih cerdik dari dugaan sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status