Se connecterZack membuka kaki jenjang Kelly, lalu melingkarkan ke pinggangnya, menyatukan kembali miliknya dengan perlahan. Dia kembali bergerak, menghujam dan menghentakkan miliknya dari belakang tubuh istrinya.
Tangannya meremas kedua bukit indah milik Kelly sedangkan bibirnya menghujani tengkuk lembab wanita itu dengan kecupannya, menggigit kecil bahu telanjang Kelly dan berakhir dengan melumat bibir istrinya yang membengkak karena ulahnya.Apa yang Zack lakukan adalah hal baru bagi Kelly. KepPiere yang tertangkap, menarik tubuh Geofany ke dalam air hingga tubuh wanita itu tenggelam di dalam kolam. Trauma akan insiden di pantai membuat Geofany membeku dan membuatnya semakin tenggelam, Piere kemudian menangkapnya dan membawanya ke permukaan kolam. Nafas Geofany tersengal karenanya, tapi Piere menenangkannya dengan mendekap dan mengusap punggungnya. “Ada aku, tenanglah!” ucap Piere. “A-ku tidak bisa berenang,” balas Geofany dengan gelagapan. “Lawan rasa takutmu, kamu handal dalam berenang, tapi ketika keadaan tidak menguntungkan dan kamu tertekan, rasa takut mengendalikan dirimu, itulah kenapa kemarin kamu bisa tenggelam,” Piere memberitahu kelemahan Geofany. “Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Geofany tampak putus asa. “Hanya dengan melawan rasa takutmu, kamu bisa bertahan dan berpikir jernih. Jika kamu siap dan berani, kita bisa berlatih sekali lagi. Aku akan mengajarimu melawan rasa takutmu,
Keesokan paginya, matahari masuk ke kamar di mana Geofany dan Piere masih terlelap. Tubuh keduanya telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh. Hanya selimut tipis sutra yang menutupi aset berharga mereka.Piere terbaring tertelungkup dengan tangan yang melingkar posesif di pinggang Geofany, sedangkan tubuh Geofany terbaring miring menghadap Piere, tergelung seperti anak kucing yang butuh kehangatan.Angin laut masuk melalui pintu kamar mereka yang menghadap ke laut. Gorden tipis berwarna putih berkibar terkena angin laut.Tubuh Piere menggeliat terbangun. Matanya perlahan terbuka dan disambut wajah cantik di depannya, membuat senyumnya terkembang lebar. Setelah puas menjelajahi wajah Geofany, matanya turun ke lengan telanjang dan dada wanita itu.Tangannya terulur mengusap lembut tanda kepemilikan yang dia berikan di setiap inci kulit Geofany. Rasa bangga menyeruak di dalam dirinya karena berhasil memberikan tanda itu di tubuh
Mendengar hal tersebut Piere menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa seperti pencuri yang ketahuan. “Tubuhmu sangat indah, ingin sekali aku mengusapnya seperti kemarin saat aku mengoleskanmu krim pelindung matahari,” ucap Piere jujur tanpa basa basi.Tatapan tajam Geofany berubah menjadi tatapan berbinar, dia menggerakkan kepala untuk mengundang Piere masuk dan bergabung dengannya. Mulut Piere ternganga ketika melihat gerakan tersebut.“Benarkah aku boleh bergabung denganmu?” tanya Piere memastikan karena tidak ingin salah paham dengan gerakan yang Geofany berikan.“Aku tidak ingin mengajakmu dua kali, sekarang atau tidak sama sekali,” ancam Geofany.Tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut Piere segera bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke kamar mandi, tanpa menutup pintu dia mendorong Geofany lalu melumat bibir wanita itu.“Jangan menyesal karena telah mengundangku. Aku telah menahannya selama ini,” ucap Piere lalu kembali mel
“Tolong ...!”“Tolong ...!”Terdengar suara wanita yang meminta tolong. Piere ingin sekali membuka mata, tapi rasanya begitu berat karena semalam dia minum begitu banyak dengan para sepupunya. Dengan pandangan yang kabur, dia melihat matahari telah meninggi dan para sepupunya masih tidur dengan posisi sembarangan di atas karpet tebal yang tergelar di ruang tengah villa mereka.“Tolong ...!”Suara itu kembali terdengar. Piere mengira jika itu hanya teriakan orang yang ada di dalam mimpinya, dia kembali tertidur karena kepalanya yang berdenyut. Dia masih sempat melihat seorang wanita masuk ke villa dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga dia tidak tahu siapa orang tersebut. Dia tampak cuek dan kembali menutup matanya.Namun sebelum kembali terlelap, seorang menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Bangun Piere! Bangun! Geofany terseret ombak,” seru seorang wanita.Mendengar nama Geofany ditambah lagi dengan keadaan yang membahayakan, mat
Geofany yang duduk agak jauh dari yang lain, sedang asyik melumuri tubuhnya dengan krim pelindung matahari alias sunblock. Namun dia terlihat kesulitan memakainya di bagian punggung. Saat itulah Piere datang dan mengambil sunblock tersebut dari tangannya.“Apa yang kamu lakukan? Berikan sunblock itu padaku!” protes Geofany.“Kamu tidak akan bisa mengusapkannya sendiri di punggungmu dengan rata. Biar aku saja yang membantumu,” ucap Piere.“Aku bisa memakainya sendiri,” Geofany berkeras pada pendiriannya karena tidak mungkin membiarkan Piere menyentuhnya di depan umum, itu terlalu memalukan. Dia malu jika nanti ada yang melihat apa yang Piere lakukan padanya.“Memangnya kenapa jika aku yang memakaikannya? Toh semua orang di sini mengira jika kita mempunyai hubungan spesial, jadi mereka tidak akan peduli dengan apa yang kita lakukan,” tegas Piere.Tidak mampu menolak tawaran pria itu, Geofany menyapukan pandangan mengamati keadaan di sekita
Piere tertawa hingga Geofany bisa merasakan getaran tawa pria itu di dadanya. “Cocok sekali penggambaranmu. Wanita yang melihatku memang sering kali seperti singa betina yang sedang birahi, yang berharap aku menghangatkan rahim mereka. Beginilah resiko menjadi pria tampan,” Piere menyombongkan diri.“Astaga ... Piere! Perkataanmu sungguh vulgar. Minggir! Aku ingin bangun, ini sudah terlalu siang untuk malas-malasan di ranjang. Lagi pula aku bukanlah salah satu dari wanita itu yang berharap kamu akan menghangatkan rahimku,” usir Geofany sambil mendorong dada telanjang pria yang sedang mendekapnya erat itu.Bukannya menjauh dari Geofany, Piere malah membalikkan tubuhnya dan menindih wanita itu. Mata Geofany membulat lebar dan tubuhnya membeku ketika merasakan sesuatu yang keras mengganjal dan menekan inti miliknya hingga dia bergerak tidak nyaman di bawah tubuh Piere.“Jangan bergerak jika tidak ingin kita berakhir dengan percintaan panas pagi ini,
Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.Dia merengkuh dan mengusap pungg
“Kenapa kamu mengaturku? Terserah aku mau tidur di mana,” balas Zack dengan nada dingin. Matanya tiba-tiba menatap dada Kelly yang sedikit terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang menyembul di antara penutup jubah mandinya.Kelly yang mengikuti arah tatapan Zack, langsung mengeratkan jubah mandinya
Ketika mobil Zack sudah sampai di depan kediaman Collins, Kelly keluar dari mobil sambil menggendong Ethan. Langkahnya terhenti ketika melihat Nicole sudah berdiri menyambut mereka. Senyum terkembang di bibir wanita itu, senyum yang membuat Kelly merasa muak.Merasa sesuatu mengancam kedekatannya d
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d







