Home / Romansa / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 1. Tugas Untuk Zack

Share

Menikah Demi Hak Asuh
Menikah Demi Hak Asuh
Author: Dera Tresna

Bab 1. Tugas Untuk Zack

Author: Dera Tresna
last update publish date: 2026-04-01 06:31:51

Salah satu pintu dari sebuah ruangan  terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. 

“Pergi! Aku tidak membutuhkanmu lagi!” usir Zack pada wanita yang baru saja memuaskannya. Wanita itu kemudian mengumpulkan pakaiannya dan berlari meninggalkan ruangan Zack. 

Zack merapikan pakaiannya dengan santai di depan papanya. “Ada apa Papa kemari dan mengganggu kesenanganku?” tanya Zack. 

“Begini caramu berkabung atas kematian kakakmu?” bentak Elbert tangannya terkepal melihat tingkah laku putra keduanya tersebut. 

Belum juga sebulan, kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa Owen Collins—kakak Zack, diumumkan. Zack sudah mulai bertingkah. 

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Menangisi Owen di makamnya?” sindir Zack. 

“Mulai saat ini, jadilah orang yang berguna untuk keluarga Collins. Cari wanita yang bernama Watson dan bawa pulang anaknya! Wanita itu sudah membawa pergi anak Owen!” perintah Elbert pada Zack. 

“What? Untuk apa aku mencari wanita yang Owen hamili? Apakah Papa juga akan menyuruhku untuk bertanggung jawab atas kesalahan putra kesayanganmu?” 

“Pengacara Owen mengatakan jika semua kekayaan Owen diwariskan pada wanita yang bernama Watson dan putranya. Papa tidak sudi jika kekayaan keluarga Collins jatuh ke tangan wanita jalang bernama Watson itu. Hanya cucu Collins yang akan menjadi ahli waris tunggal kekayaan Owen,” jelas Elbert 

“Dari mana aku harus mencari wanita itu?” tanya Zack yang tidak bisa membantah. 

“Ini adalah alamat terakhir wanita itu bekerja. Dia menjadi pelayan bar di Star Bar dan bertemu Owen di sana. Aku yakin wanita itu menjebak Owen sehingga mengandung cucuku,” tuduh Elbert, penuh kenyakinan. 

“Baiklah, aku akan mencarinya,” jawab Zack menyetujui, berharap pria itu cepat pergi dari ruangannya. 

Setelah papanya pergi, Zack mengambil alamat tersebut, lalu beranjak dari tempat duduknya. “Dasar wanita jalang, berani-beraninya mengganggu ketenangan keluargaku. Aku akan memberimu pelajaran!” geram Zack yang kemudian pergi dari ruang kerjanya. 

Zack mengendarai mobil dengan kecepatan nyaris penuh dan menyalakan musik dengan keras, menuju ke Star Bar. Sampai di tempat tersebut, ternyata bar masih tutup. Ia mendobrak pintu tanpa permisi. 

“Maaf, kami masih tutup. Kamu bisa datang lagi nanti,” teriak seorang karyawan yang sedang sibuk menyiapkan beberapa botol minuman. 

“Aku tidak sedang mencari minum. Aku mencari seseorang,” kata Zack. 

“Mencari siapa?” tanya karyawan itu. 

“Apakah ada wanita bernama Watson yang bekerja di sini?” 

“Apakah yang kamu maksud adalah Kelly Watson?” 

“Aku rasa begitu, aku tidak tahu nama depannya,” jawab Zack. 

“Sayang sekali, Kelly Watson sudah tidak bekerja lagi di sini. Dia baru saja mengundurkan diri.” 

“Apakah kamu tahu alamat tempat tinggalnya atau kira-kira dia pergi ke mana?” tanya Zack berharap mendapatkan informasi. 

“Aku dengar dia kembali ke desa kelahirannya. Sebentar, sepertinya Kelly pernah menuliskan alamatnya. Semoga aku masih menyimpannya,” kata karyawan tersebut yang kemudian membuka laci meja kasir dan mencari secarik kertas yang pernah Kelly berikan. 

“Ah! Ketemu!” ucap karyawan tersebut, kemudian memberikan kertas tersebut pada Zack.

Zack menerimanya, lalu melemparkan beberapa lembar uang pada karyawan tersebut, lalu pergi tanpa mengucapkan terima kasih. 

“Dasar sombong,” ucap karyawan bar itu sambil tetap mengantongi uang yang Zack berikan. 

Kelly berjongkok di depan makam kakaknya sambil membawa seikat bunga mawar kesukaan Sara. Ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu, ketika kakaknya menitipkan anak yang ada di gendongannya sekarang.

“Berjanjilah padaku, Kelly! Rawat dan lindungilah Ethan, anggap dia sebagai putramu sendiri dan berilah kasih sayang yang tidak akan pernah bisa aku berikan padanya. Jika Ethan dewasa nanti, katakan jika aku sangat menyayanginya,” pinta Sara yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. 

 “Jauhkan Ethan dari keluarga Collins. Jangan biarkan Ethan tumbuh bersama mereka!” ucap Sara dengan napas tersengal, tangan dinginnya menggenggam kuat tangan Kelly. 

“Bertahanlah, Kak! Demi Ethan, demi aku. Kami tidak mau kehilanganmu, Ethan masih membutuhkanmu,” tangis Kelly sambil memeluk kakaknya. 

“Tidak ada harapan lagi untukku. Please, berjanjilah padaku, Kelly!” tegas Sara. 

Terpaksa, Kelly melakukan apa yang Sara minta. “Aku berjanji akan merawat dan melindungi Ethan,” ujar Kelly. 

“Ma-af-kan Ka-kak ....” ucap Sara untuk terakhir kalinya. 

Bunyi mesin monitor yang tersambung di tubuh Sara berbunyi panjang. Jantung Sara berhenti berdetak. 

Ingatan itu selalu terngiang di kepala Kelly. Rasanya baru kemarin Sara pergi meninggalkannya. “Maafkan aku, Kak. Aku dan Ethan ingin pamit. Biaya kehidupan di New York sangat tinggi, aku tidak kuat membiayai kebutuhan Ethan di sini, apalagi harus menyewa seorang pengasuh untuk menjaga Ethan. Izinkan aku membawa Ethan pulang ke desa kita, di mana rumah peninggalan Papa dan Mama masih ada di sana,” tangis Kelly. 

“Sayang, ucapkan selamat tinggal pada Mama Sara,” kata Kelly sambil menggerakkan tangan Ethan. 

“Halo, Mama. Ini Ethan. Ethan sayang Mama, izinkan Ethan ikut dengan Mama Kelly pulang ke rumah Grandpa dan Grandma,” ucap Kelly seolah-olah menyuarakan suara anak berumur enam bulan yang belum bisa berbicara tersebut. 

“Selamat tinggal, Kak. Tenanglah di sana karena Ethan aman bersamaku!” kata Kelly yang kemudian berdiri dan membawa Ethan ke dalam gendongannya. Dia melangkah lunglai meninggalkan makam Sara. 

Beberapa hari setelah Kelly berada di desa, dia bekerja di peternakan Baros. Salah satu orang terkaya di desanya. Sayangnya, beberapa wanita menggosipkannya dengan menyebar berita yang tidak benar. 

“Apakah benar itu Kelly Watson? Aku dengar dia pulang dengan membawa seorang anak tanpa seorang suami.” Elle mulai bergosip bersama teman-temannya ketika melihat Kelly. 

“Ya, benar sekali, dia Kelly Watson. Lebih baik jauh-jauh dari wanita jalang itu, jika kita tidak mau tertular dengan kehidupannya yang rusak,” balas Rose menimpali gosip yang Elle sebarkan. 

“Sayang sekali, wajahnya yang cantik tidak diimbangi dengan perilakunya yang baik. New York memang terkenal dengan dunia malam, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak pria yang dia tiduri di sana, hingga lahir seorang anak,” ganti Deasy semakin memanaskan gosip mereka. 

Kelly yang mendengar perkataan para wanita itu berpura-pura tuli dan bisu. Dia tidak ingin membuat keonaran yang beresiko membuat dirinya dipecat. Saat ini dia membutuhkan uang untuk membiayai kehidupannya bersama Ethan. 

Ketika waktu istirahat tiba, Kelly segera meninggalkan pekerjaannya, mencuci tangan, kemudian ikut mengantri untuk mengambil jatah makan siangnya. 

“Sepertinya ada wanita New York yang ikut antri bersama kita,” sindir Elle dengan suara keras ketika melihat Kelly. 

“Kenapa dia tidak meminta uang dari para pria yang ditidurinya? Malah memilih menjadi pembersih kotoran sapi di sini?” sambung Deasy membuat semua orang menatap Kelly dengan tatapan jijik. 

“Mungkin para prianya sudah bosan, miliknya sudah tidak bisa memuaskan mereka.” Perkataan Rose membuat Kelly mengepalkan tangannya kuat, menahan rasa marah yang menghentakkan dadanya. 

Setelah mendapatkan makanan, Kelly berjalan menuju meja kosong untuk dirinya makan. Ketika melewati tempat duduk Elle, Deasy dan Rose, kaki Elle sengaja keluar dari meja dan menghalangi jalan yang dilalui Kelly. 

Kelly yang tidak memperhatikan, tersandung kaki Elle dan terjatuh. Makanan yang dia bawa tumpah berantakan di lantai. Rasanya ingin menangis ketika mendapatkan perlakuan wanita itu, tetapi dia tidak mungkin menangis dan terlihat lemah di depan para wanita penyebar gosip tersebut. 

“Maaf, aku tidak sengaja, aku tidak tahu jika kamu lewat di sampingku,” ucap Elle berpura-pura meminta maaf, lalu terkikik bersama teman-temannya. 

Kelly memilih diam dan mengacuhkan permintaan maaf Elle yang tidak sungguh-sungguh. Sambil menahan emosi yang menghentakkan dada, Kelly bangun dari tempatnya terjatuh dan membereskan makanannya, lalu membuangnya ke tempat sampah. 

Mengetahui jika dirinya tidak bisa mengambil makanan untuk ke dua kali, terpaksa siang itu Kelly tidak makan. Dia hanya minum air mineral lalu berkutat kembali dengan pekerjaannya. 

Baru saja hendak memindahkan beberapa ikat rumput untuk sapi di depannya, seseorang berlari meneriakkan nama Kelly. 

“Kelly! Kelly!” teriak seorang bocah berumur dua belas tahun memanggil namanya. Dia adalah tetangga di sebelah rumah di mana Ethan dititipkan. 

“Rumahmu kedatangan tamu dengan membawa mobil yang sangat bagus. Dia mencarimu dan Ethan!” seru bocah tersebut. 

“Mencariku dan Ethan? Apakah dia memperkenalkan namanya?” tanya Kelly heran. 

“Dia bilang namanya Zack Collins,” jawab bocah itu, terengah. 

“Collins!” teriak Kelly tanpa sadar. 

Dengan cepat Kelly membuang besi pengaduk rumput yang sedang dipegang, lalu berlari cepat, keluar dari kandang. Jantungnya berdetak kencang, bukan karena larinya, tetapi karena rasa takut yang menghinggapinya. 

Ingatan Kelly akan pesan kakaknya kembali teringat. Collins adalah nama dari pria yang menghamili kakaknya. Sara sudah berpesan agar dirinya menjauhkan Ethan dari semua yang berhubungan dengan keluarga Collins. Jangan sampai pria itu membawa Ethan. 

Beberapa kali Kelly terjatuh di tanah peternakan karena tidak memperhatikan jalan. Kakinya terkilir, tetapi dia tidak peduli. Dengan kaki terpincang, dia tetap berlari menuju rumahnya. Fokus pikirannya kini hanya tertuju pada Ethan, dia tidak akan membiarkan pria Collins itu mengambil Ethan. 

Tubuh Kelly membeku ketika sampai di depan rumah dan melihat Ethan sedang menangis keras di gendongan seorang pria tampan dengan ekspresi dingin. Mata pria itu berwarna biru, sama persis seperti warna mata Ethan. Kelly  mengira jika pria itu adalah Papa Ethan karena kemiripan mereka. 

Zack yang kesal dengan tangisan anak yang dibawanya, menutup telinga dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menahan Ethan tetap aman di dekapannya. 

“Kamu akan membawa putraku ke mana?” seru Kelly terpincang mendekati Zack. “Berikan Ethan padaku! Dia takut padamu. Ethan tidak mudah beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya!” pinta Kelly. 

Zack menoleh mendengar suara Kelly, matanya menyipit penuh selidik. “Apakah kamu bernama Watson?” tanya Zack dingin dan sinis dengan tetap menjauhkan Ethan dari jangkauan Kelly. 

“Ya, namaku Kelly Watson. Serahkan Ethan padaku, dia akan terus menangis seperti itu jika aku tidak menggendongnya.” Kelly kembali membujuk Zack agar menyerahkan Ethan. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 322. Hadirnya Cahaya Dalam Kesesakan

    Jika Piere membutuhkan waktu makan sekitar 15-30 menit, dia mempunyai waktu satu jam untuk menyelesaikan laporannya dan 30 menit perjalanan untuk bisa sampai ke rumah. Pekerjaannya akan selesai dalam waktu dua jam dan dia bisa sampai rumah sebelum jam kerja baby sitter-nya berakhir.“Baiklah, saya akan menunggu Anda sampai selesai makan. Semoga apa yang kami sajikan sudah sesuai dengan kemauan dan selera Anda.”Mendengar jawaban Geofany, Piere tersenyum di dalam hati. Dia merasa berhasil menahan wanita itu untuk tetap berada di sampingnya.Geofany kemudian berdiri di samping Piere, menatap pria itu yang mulai menyendok dan memakan makanannya.Jantungnya kembali berdetak kencang, bukan karena perasaannya pada pria itu tapi karena khawatir Piere akan membuat masalah lagi dengan mengatakan jika hidangannya bermasalah. Dia tidak mempunyai waktu lagi untuk membuat yang baru dan menghidangkan pada pria itu karena waktu terus berjalan dan Marcel menunggu

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 321. Semakin Tertekan dengan Keadaan

    Tidak hanya Geofany yang terkejut, tapi tamu itu pun tidak kalah terkejut mengetahui keberadaan Geofany di kamarnya. Kemarahan yang sudah tersulut sebelumnya bukannya surut, tapi malah semakin meledak, teringat bagaimana Geofany meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas dua tahun yang lalu.“Piere ...?” gumam Geofany lirih, tapi masih bisa didengar oleh Piere.“Apakah kamu mengenalku dengan baik Nona? Sehingga kamu seenaknya saja memanggil namaku,” ujar Piere dengan nada dingin.Geofany seketika terpejarat dengan sikap Piere. “Maafkan saya, Tuan Collins jika saya bertindak kurang sopan.”“Sebaiknya kamu belajar lagi cara melayani tamumu dengan baik dan benar,” sindir Piere.Tidak menanggapi perkataan Piere, Geofany menanyakan hal lain untuk mengalihkan pembicaraan mereka. “Apakah ada yang bisa saya bantu?” Dia langsung menjaga sikapnya, berusaha melayani Piere dengan baik dan profesional.Praanggg ...

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 320. Tamu Hotel yang Tidak Diharapkan

    “Bukan urusanmu! Jangan pernah mengajakku ke sini lagi karena hal itu hanya akan membuatku marah tanpa aku bisa melampiaskan gairahku,” geram Piere.David menggelengkan kepala merespon sikap sepupunya tersebut. Setelah Piere menghilang dari pandangannya, David membuka pintu di depannya dan menatap wanita yang baru saja bersama Piere dan benar saja wanita itu tampak tergelung di atas ranjang tak berdaya.Semenjak kejadian itu, Piere tidak pernah menyentuh wanita lagi. Dia menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan dan fokus mengurus mega proyek yang dibangun. Dia semakin dingin dan tidak tersentuh, bahkan menuntut hasil yang sempurna dari semua karyawannya.Beberapa kali karyawannya keluar masuk dari perusahaan karena tidak tahan dengan sikapnya. Hanya beberapa karyawan yang setia yang masih bertahan bekerja bersamanya.Namun dia tidak peduli dengan hal itu, kenyataannya dia tetap bisa menjalankan mega proyek-nya dengan baik hingga akhirnya dua tahun p

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 319. Tak Menemukan Wanita yang Sepertimu

    “Siapa bilang aku tidak tertarik dengan wanita? Tentu saja aku masih tertarik dengan wanita tapi untuk saat ini aku malas berhubungan dengan semua wanita yang aku temui karena mereka tidak bisa memuaskan keinginanku. Terima kasih atas ajakanmu, tapi malam ini aku masih mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi ajak saja sepupumu yang lain, aku tidak berminat pergi,” tolak Piere. David kemudian tertawa keras di depan Piere. “Ayolah! Jangan jadi pria pengecut. Sejak kapan kamu seputus asa ini? Sepanjang hidupku, aku tidak pernah melihatmu patah hati dan apalagi tersakiti oleh seorang wanita. Kenapa sekarang kamu menjadi seperti ini?” “Itu bukan urusanmu,” geram Piere. “Cepatlah pergi dari ruanganku sebelum aku memukul wajah tampanmu itu,” usirnya. “Semua anggota keluarga Collins mengkhawatirkanmu. Berhentilah menyiksa dirimu sendiri! Mau sampai kapan kamu seperti ini,” tanya David. “Oh ... ternyata kamu suruhan k

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 318. Hidup Berantakan Tanpamu

    Piere terbangun ketika suara ponsel mengganggu tidurnya. Masih dengan mata terpejam, tangannya meraba meja yang berada di samping ranjang untuk mencari ponsel yang begitu berisik dan memekakkan telinganya.Setelah menemukannya, tanpa melihat siapa yang menelepon, Piere langsung menerima panggilan tersebut. “Halo, siapa ini?” tanyanya dengan suara parau, sangat terlihat jika dia masih mengantuk dan separuh nyawanya masih berada di alam mimpi.“Apa yang kamu lakukan pada Geofany?” suara Bella begitu melengking membuat telinganya sakit.Wanita itu bahkan tidak membalas sapaannya atau menjawab pertanyaannya. Meskipun begitu, dia langsung mengenali suara Bella yang melengking.“Apa maksud perkataanmu itu Bella? Jangan merusak pagiku dengan lengkingan suaramu yang menyakitkan telinga,” tegur Piere.“Di mana Geofany sekarang?” cecar Bella.“Dia ada di sampingku,” jawab Piere yang belum tahu jika Geofany telah pergi dari rumahnya.

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 317. Menjauh Pergi Merasa Tidak Dihargai

    “Tidak semudah itu Sayang. Malam ini aku akan menghukummu agar kamu tahu jika sedikit saja kamu melanggar aturanku, maka kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini,” ujar Piere yang sekarang tampak nyata jika itu bukan hanya sebuah ancaman.Bibir Piere kemudian kembali mengecap puncak dada Geofany, sedangkan tangan Geofany meremas rambutnya kuat. Tanpa pemanasan yang cukup, lutut Piere membuka kaki Geofany semakin lebar, ketika inti milik wanita itu terpampang di hadapannya, dengan sekali hentak dia menyatukan miliknya dengan milik Geofany.Teriakan keras kembali menggema di kamar itu. Geofany mencengkram bahu Piere dan membuat tanda kemerahan di sana, kukunya menancap dalam menahan rasa nyeri dan nikmat secara bersamaan. Baru saja miliknya beradaptasi dengan milik Piere yang keras dan membesar, pria itu sudah menyiksanya dengan menghentak keras dan terus-menerus.Jari Geofany kini mencengkram punggung Piere membuat luka memanjangkan

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 2. Bayi Merepotkan

    “Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 6. Godaan Orang Ketiga

    Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 5. Wanita yang Dicintai Zack

    “Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 4. Pernikahan Kontrak

    “Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status