LOGIN“Kalau Ethan mau es krim, Ethan tidak boleh menangis. Nanti malu dilihati orang. Tuh, mata Ethan jadi merah, kan? Ethan juga susah bernapas,” bujuk Kelly.
Ethan yang tampaknya tahu apa yang Kelly katakan, meresponnya dengan menganggukkan kepala, pertanda jika dia mengikuti perkataan mamanya dan tidak menangis lagi. Meski begitu, masih terdengar isak tangis kecil dari bibir mungil anak itu.Kelly lalu menggendong Ethan keluar dari mobil dan membawanya masuk ke pusat perbelanj“Apa yang ingin kamu berikan padaku?” tanya Jackie dengan tatapan curiga.Serena kemudian menarik laci paling atas yang ada di samping ranjangnya dan mengeluarkan sebuah amplop coklat. Dia menyerahkan amplop itu pada Jackie.Pria itu melepaskan lilitan kakinya dan menjauh dari kaki Serena. dia menegakkan tubuhnya dan duduk bersandar di pinggir ranjang, membuka amplop coklat itu dan menarik isinya. Rahangnya langsung mengeras dan matanya menatap tajam kertas tersebut.“Apa-apaan ini?” geram Jackie dengan perasaan marah yang menghentakkan dadanya.“Semalam adalah hari terakhir aku melayanimu sesuai dengan kontrak. Hari ini aku menginginkan kebebasanku,” ucap Serena dengan berani.Dia sudah berlatih beberapa hari untuk menghadapi hari ini. Dia puas karena suaranya sama sekali tidak bergetar dan hatinya tidak bersikap melankolis karena memang sudah seharusnya dia bersikap tegar.“Setelah semua yang kita lewati dan semua percintaan pa
“Aku hanya menggesekkannya ke kulitmu, tidak ada wanita lain.”Serena kemudian menegakkan kepala dan menghujani wajah Jackie dengan kecupan. Mata Jackie terpejam dan menikmati setiap sentuhan bibir Serena di permukaan kulitnya. Dia menengadahkan kepala ke atas ketika Serena mengecup lehernya, menelusuri nadinya yang berdenyut dan terasa panas di bawah bibir wanita itu.Tahu jika Jackie tidak marah dengan apa yang dia lakukan, Serena mengecap kuat dan membuat tanda kepemilikan di leher pria itu. Dia memang belum begitu ahli melakukannya, tidak seperti yang sering Jackie lakukan, tapi apa yang dilakukannya saat ini sudah mampu membuat Jackie mengerang dan dia menyukainya.Jakun Jackie bergerak naik turun merespon gerakan bibirnya di leher pria itu. Gemas dengan hal tersebut, Serena mengecup lembut jakun tersebut dan mengikuti gerakannya. Jackie tertawa dengan apa yang dia lakukan dan itu adalah suara termerdu yang pernah Serena dengar.Ser
“Stop, Serena! Berhenti sekarang juga. Aku belum mau keluar saat ini.”Jackie kemudian menarik tubuh Serena dan mendudukkan kembali ke atas pangkuannya. Bibir Serena cemberut karena belum mendapatkan puncak dari apa yang dia lakukan. “Sebaiknya kita nikmati hidangan yang telah kamu masak sebelum hidangannya menjadi dingin,” ujar Jackie.Serena tentu saja makan dengan sangat tidak tenang, kulit mereka yang saling bersentuhan dan nafas Jackie yang menyapu tengkuk dan punggungnya, membuatnya bergairah sepanjang acara makan malam itu.Setelah menaruh sendok dan menyelesaikan suapan terakhir, Serena berbalik dan naik kembali ke pangkuan Jackie dengan posisi menghadap ke arah pria itu. Kaki jenjangnya melingkar di pinggang kokoh Jackie dan inti miliknya menyentuh milik pria itu. Erangan lolos dari mulut Jackie ketika miliknya yang memanas menyentuh milik pria itu yang menegang.Tangannya melingkar di leher Jackie dan bergelayut manja. Dia sengaja mengge
Jika dia pergi menjauh dan memutuskan hubungan dengan pria itu, rasa rindu dan sakit di hatinya sungguh menyesakkan dadanya, terkadang dia tidak tahan merasakan rasa sakitnya. Kini dirinya seakan berdiri di pinggir jurang, salah melangkah sedikit saja, dia akan terpeleset dan masuk ke dalam jurang. Tubuhnya akan hancur menjadi kepingan tak berguna.“Aku tidak tahu, Jackie. Banyak hal yang masih aku pertimbangkan,” jawab Serena dengan nada penuh keraguan.“Aku bisa memberimu segalanya, kebahagiaan, kekayaan bahkan tubuhku pun akan aku serahkan padamu, tidak ada wanita lain yang bisa menyentuhku selain dirimu. Apa lagi yang kamu butuhkan?”Perkataan itu sungguh memikat hati Serena, tapi bukan hanya itu yang dia butuhkan. Dia menegakkan tubuhnya lalu menjauh dari tubuh telanjang Jackie yang seperti magnet baginya. Dia menarik selimut untuk menutupi dadanya yang terbuka.“Aku menginginkanmu seutuhnya bukan hanya tubuh dan kekayaanmu. Tidak bisakah kit
“Dadamu kini terasa penuh dan kencang di bawah telapak tanganku, kehamilanmu memberi perubahan di tubuhmu dan itu sangat menyenangkanku. Apakah kamu tahu? Milikmu saat ini terasa lebih hangat dari biasanya,” bisik Jackie dengan nada menggoda. Serena mengerang mendengar semua bisikan menggoda itu. Tubuhnya bergerak mengikuti irama gerakan Jackie. Dengan lembut, ibu jari Jackie membelai puncak dada Serena berulang-ulang. Serena mengerang dengan bibir setengah terbuka. Punggungnya melengkung hingga bukit miliknya mengisi penuh telapak tangan Jackie. Tak puas dengan belaiannya, dia meremas puncak dada Serena di antara jari-jarinya, menariknya lembut hingga puncak itu bertambah keras. Serena merintih dengan memejamkan mata, pria itu berhasil mengobrak-abrik gairahnya dengan keahlian tangan dan inti miliknya. Jackie terpesona melihat respon Serena yang menggeliat indah membuat penyatuan mereka semakin sempurna. Jackie yang belum
Bukannya menjawab, Jackie mendorong daun pintu yang Serena pegang dan melangkah masuk ke apartemen begitu saja tanpa permisi, membuat Serena melangkah mundur untuk menghindari jangkauan pria itu. Bukan hanya rasa takut yang dia rasakan, tapi gairah yang menghentak menguasai dirinya.Dalam hati, dia terus merapal secara berulang seperti mantra agar dia bisa menguasai dirinya. “Tenanglah Serena! Kendalikan dirimu! Bukan waktu yang tepat untuk bergairah pada pria di depanmu.”Serena terlonjak kaget ketika Jackie tiba-tiba menendang daun pintu di belakangnya dengan keras untuk menutupnya. Tangan pria itu seketika meraih pinggangnya, membuatnya masuk ke dalam dekapan.“Jackie, lepaskan aku!” berontak Serena dengan suara gemetar dan gugup. Aroma pria itu menguasai inderanya dan dia takut akan kehilangan kendali.Ingin rasanya mengumpat pada dirinya sendiri. Kenapa dia tidak bisa menghindar dari pesona pria Collins tersebut? Dia memejamkan mata ketika ja
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







