LOGIN“Pengaduan hukum?”
“Pemerkosaan?”“Tuntutan hak asuh?”Gumam Kelly sambil membaca lembaran kertas tersebut. Tangannya seketika gemetar ketika apa yang dibacanya membuka kisah masa lalu kakaknya yang selama ini sama sekali tidak dia tahu. Kakaknya ternyata adalah korban pemerkosaan, yang akhirnya melahirkan Ethan.Semakin banyak dokumen yang dia baca, kemarahannya semakin memuncak. Penderitaan Kakaknya yang sama sekali tidak dia tahu, sekarang terpampang di“Jadi apa maksud papamu?” ulang Leo yang belum mendapat jawaban dari pertanyaannya.“Jadi sebenarnya papa hanya ingin bilang, aku harus sadar diri dengan keadaanku. Aku akan bertemu dengan pria yang sepadan denganku, mungkin sama-sama miskin, namun dia mau bekerja keras bersamaku. Pria itu tidak akan memandang fisikku atau apa yang aku miliki, mungkin kami tidak saling mencintai seperti apa yang papaku katakan, tetapi kami memiliki tujuan dan komitmen yang sama sehingga bisa saling membahagiakan dan melengkapi kekurangan satu sama lain. Yang jelas pria itu mau bertanggung jawab penuh atasku,” jelas Ariana.Mendengar hal itu, Leo menatap wajah Ariana dengan lekat, membuat wanita itu memerah malu dan salah tingkah. Waktu seakan terhenti ketika tatapan keduanya terkunci, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin mengakhiri tatapan tersebut.Tubuh keduanya terlonjak kaget dan tatapan mereka terhenti, ketika seseorang mengetuk pintu rumah Ariana. Ariana dan Leo
“Wooow, aku tidak menyangka kamu punya pengalaman yang sangat dramatis. Aku juga menyukai lagu ini,” balas Geofany tanpa tahu makna dibalik cerita suaminya.Selama seminggu mereka menghabiskan waktu berbulan madu di mana hanya ada hari-hari yang panas dan penuh gairah. Bahkan mereka tidak sempat mengunjungi tempat-tempat indah di sana karena memiliki tempat indah versi mereka tersendiri yaitu di dalam villa, khususnya di kamar.Saat pulang dari bulan madu, Geofany terkejut karena Piere tidak langsung mengajaknya pulang ke rumah.“Kita mau ke mana?” tanya Geofany.“Nanti kamu juga akan tahu, aku akan menunjukkan tempat bersejarah buat kita berdua,” jawab Piere.“Tempat bersejarah?” ulang Geofany bingung.Piere menyeringai penuh arti tanpa memberi informasi lebih lanjut. Dia malah mengambil sapu tangan lalu menutup mata istrinya.“Apa yang lakukan?” protes Geofany.“Aku tidak ingin mendapat kemarahanmu sebelum sam
“Aku akan membunuhmu jika kamu bersama wanita lain,” ancam Geofany.“Bunuh aku jika itu terjadi, aku rela mati di tanganmu,” balas Piere lalu melumat kembali bibir istrinya. Lagi-lagi Geofany menghentikan apa yang Piere lakukan padanya.“Ada apa lagi?” geram Piere.“Hentikan pikiranmu tentang David! Kita akan tetap mencarinya tapi bukan berarti itu terus mempengaruhi pikiranmu. Apakah kamu tidak sadar jika pekerjaan dan rumah tanggamu terancam karena pikiranmu itu?” ujar Geofany.“Ya, kamu benar. Aku harus menggunakan logikaku. Aku akan tetap melanjutkan pencarian David tapi tidak akan memaksakan apa yang aku inginkan. Aku akan belajar menerima apa pun yang terjadi pada David,” ucap Piere yang akhirnya memutuskan untuk berpikir rasional.Geofany tersenyum lebar mendengar apa yang suaminya katakan, dia kemudian menangkup wajah Piere dan melumat bibir suaminya. Tidak lama kemudian bibir dan lidah mereka menyatu dan menari dengan indah.
Dia lebih suka Geofany mengamuk kalau marah karena itu mudah disembuhkan, tapi jika wanita itu sudah diam, itu sudah sangat mengkhawatirkan. Geofany juga tampak menghindarinya. Wanita itu memilih berangkat bekerja lebih dulu menggunakan mobil pribadi dan tidak berangkat bersamanya seperti biasa. Dia segera menyusul kepergian istrinya saat tahu Geofany meninggalkan dirinya. Dia ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dan bicara pada istrinya, membujuk Geofany agar tidak marah lagi padanya. Sayangnya saat sampai kantor, sekretarisnya langsung menyodorkan jadwal pertemuan yang padat. Ada beberapa pertemuan yang tidak bisa dia tinggalkan. Dia terpaksa menunda keinginannya untuk berbicara pada istrinya dan memutuskan untuk menyelesaikan pertemuannya lebih dulu baru setelah itu dia menemui Geofany untuk bicara. Selama pertemuan, dia selalu melihat ponselnya berharap Geofany akan mengirim pesan seperti biasanya. Menggodanya
Ariana malah sibuk dengan hatinya, beberapa kali dia mencuri pandang ke arah Leo, menatap wajah tampan pria itu. Lalu dengan cepat menunduk kembali ketika Leo menegakkan kepala, berpura-pura fokus dengan makanannya.Dia harus mengakui jika Leo adalah pria yang sangat tampan. Benarkah Tuhan mengirimkan pria itu untuknya? Karena selama hidupnya, dia tidak pernah mengenal satu pria pun. Dia menghabiskan hidupnya di lembah tanpa siapapun kecuali keluarganya.Waktu sekolah pun dia masuk sekolah asrama khusus wanita, sehingga dalam hidupnya dia tidak pernah dekat dengan satu pria pun kecuali papanya hingga akhirnya papanya meninggal dunia.Di meja makan, Ariana berusaha untuk tidak menatap pria di depannya. Namun tetap saja matanya tidak bisa diajak kerja sama, tidak bisa diatur atau dikendalikan oleh pikirannya sendiri. Matanya selalu melirik tertuju pada wajah tampan pria di depannya.Beberapa kali dia mencuri pandang ke bibir Leo
Tidak ingin meneruskan perdebatan, Geofany kemudian menjauh dari Pelope. Namun sebelum dia mencapai pintu ruangan tiba-tiba Pelope bergumam dengan suara yang masih bisa didengar oleh Geofany.“Dasar wanita jalang!” ucap Pelope.Geofany yang mendengarnya, langsung berbalik dan berjalan cepat mendekati wanita itu.Plaaakkkk ...Dia menampar Pelope dengan sangat keras hingga terlihat bekas tamparan memerah di pipi wanita itu. Pelope yang terkejut, memegang pipinya yang sakit dan terasa panas sambil melotot marah ke arah Geofany.“Dengar ...! Kali ini aku hanya menamparmu. Sekali lagi kamu mengusik hidupku, aku benar-benar akan mengusirmu dari perusahaan ini,” ancam Geofany.Bukannya takut, Pelope malah tertawa keras. “Memangnya siapa kamu hingga berani mengusirku?”“Kamu ...!” geram Geofany sambil mengarahkan jari telunjuknya ke muka Pelope.“APAA ...? Mau menamparku lagi? Jika kamu memang benar bukan wanita jalang
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







