LOGIN“Bolehkah aku bersama Ethan sekarang?” isak Kelly ketika menjauh dari pelukan Zack.
“Pergilah! Bermainlah dengan Ethan agar hatimu lebih tenang,” kata Zack. Kelly segera berjalan ke kamar Ethan dan menghabiskan waktu bersama putranya. “Apakah selama ini kamu sudah tahu jika Owen masih hidup?” tanya Elbert kepada Zack. “Aku mengetahuinya dari Kelly, dia menemukan identitas Owen secara tidak sengaja ketika mereka akan pergi ke Paris“Saya mencari Anda ke mana-mana, ternyata Anda ada di sini,” ucap Leah ketika sampai di depan Owen. “Untuk apa kamu mencariku?” tanya Owen dengan nada dingin. “Dari pagi Anda belum makan, ini sudah waktunya makan siang,” jawab Leah. “Aku tidak lapar,” balas Owen tanpa menatap wajah Leah, matanya menatap kosong rerumputan di depannya. “Anda bisa sakit jika tidak makan,” bujuk Leah. “Apa pedulimu jika aku sakit?” ujar Owen. “Ethan membutuhkan Anda. Jika Anda sakit, siapa yang akan menjaganya.” “Bukankah itu tugasmu? Aku akan membuat kontrak kerja setelah Ethan keluar dari rumah sakit. Jaga putraku dan jika Ethan sampai sakit lagi, aku akan membunuhmu,” ucap Owen begitu dingin seakan perkataan itu benar-benar akan dia lakukan. “Saya ...” “Sekarang pergilah dari hadapanku! Aku sedang ingin sendiri,” usir Owen
“Ethan tidak mau minum obat,” tolak Ethan yang tahu jika sakit dia harus minum obat.“Nah... itu Ethan tahu. Kalau sakit harus minum obat, jadi kalau Ethan tidak mau minum obat, Ethan tidak boleh ...?”“Nangis,” jawab Ethan di sela senggukannya.“Betul sekali. Bagaimana kalau kita makan sekarang? Perut Ethan pasti lapar kan karena sudah kosong?” Leah membujuk Ethan untuk makan.Mendengar hal tersebut, Ethan menutup mulut dengan kedua tangan sambil menggelengkan kepala, memberi isyarat jika dia tidak mau makan.“Kalau Ethan tidak mau makan, nanti sakit terus minum obat. Mau?” tanya Leah yang ditanggapi dengan gelengan kepala lagi oleh Ethan.“Bagaimana kalau kita makan berdua, Ethan suapin Aunty dan Aunty suapin Ethan?” ajak Leah yang akhirnya membuat Ethan mau makan.Leah kemudian menggendong Ethan ke ruang makan dan meminta pelayan membuatkan bubur hangat untuk anak itu. Tangis Ethan terhenti ketika dia berhasil membuat
“Sekarang Ethan kasih tahu jalan menuju rumah Mama, Aunty antar ke sana,” ucap Leah.“Itu...” jawab Ethan sambil menunjuk jalan di depan rumah Owen.Leah melangkah ke luar teras mengikuti arah jari Ethan. “Aduh, ternyata hujan. Baju Aunty dan Ethan basah, langitnya juga gelap, sepertinya hujannya akan deras. Bagaimana kalau kita main air yang hangat saja, sambil menunggu hujan. Baju Ethan juga kotor dan bau, jadi kita ganti baju lebih dulu. Apakah Ethan mau?” ucap Leah.“Mau,” jawab Ethan cepat.“Bolehkah aku meminjam kamar mandi kalian? Aku akan mengajak Ethan bermain air,” tanya Leah pada pelayan Owen.“Boleh Nona, mari ikut saya,” kata salah satu pelayan tersebut sambil mengajak Leah masuk ke rumah.Mereka mengantar Leah dan Ethan menuju kamar yang sudah disiapkan Owen sebelumnya khusus untuk Ethan. Ketika masuk ke rumah tersebut, dia terperangah kagum melihat keindahan dan kemewahannya. Rumah megah yang belum pernah dia lihat
“Dengan senang hati, Sayang,” jawab Zack lalu mencuri satu kecupan di bibir Kelly sebelum akhirnya memeluk wanita itu.Ibu jari Zack mengusap bekas air mata di pipi Kelly ketika wanita itu tidur di pelukannya. “Aku berjanji tidak akan membiarkanmu terus menangis dan bersedih,” bisik Zack sambil mengecup puncak kepala Kelly.Meski Ethan tidak bersama dengan mereka saat ini, mereka yakin akan ada hari indah yang mereka jelang sehingga mereka bisa berkumpul berempat.“Aku mencintaimu, Kelly,” ucapnya sambil memeluk perut istrinya di mana buah hati mereka sedang tumbuh di sana.Leah berdiri gelisah di depan sebuah rumah yang besar dan mewah. Dia meremas jari tangan tampak gugup. Benarkah keputusan yang dia ambil adalah keputusan yang benar? Dia terpaksa bekerja pada orang yang secara tidak langsung menyebabkan Sara meninggal, rasanya seperti mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun bayangan adiknya dipenjara membuat keraguannya hilan
Rahang Owen mengeras mendengar hal itu. Namun dia masih berusaha bersabar menghadapi sikap Kelly. “Maaf atas apa yang terjadi pada hubungan kita. Maafkan aku atas apa yang aku lakukan pada Kakakmu,” ucap Owen. “Jika kamu ingin meminta maaf pada kakakku, kenapa tidak sampaikan langsung saja padanya?” geram Kelly. Owen menghela napas mendengar perkataan tersebut, perkataan Kelly benar-benar menyakitinya. “Apakah kita bisa seperti dulu lagi?” tanya Owen penuh harap. “Setelah aku mengetahui jika kamu memperkosa Sara? Tidak, Owen. Hubungan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Rasa segan dan hormatku padamu telah menguap entah ke mana. Apa yang sebenarnya kamu mau dariku, Owen?” “Aku menginginkanmu dan Ethan untuk menjadi milikku. Aku mencintaimu.” “Cukup! Tidakkah kamu sadar jika aku adalah istri adikmu?” “Kalau begitu, ceraikan Zack dan menikahlah denganku. Aku akan membuat hidup
Zack mengusap kepala dan rambut Ethan dengan lembut dan mengecup pipi gembil bocah itu. Setelahnya, dia menelusupkan tangan ke bawah punggung dan kaki Kelly lalu mengangkat dan membawa istrinya ke dalam gendongannya. Gerakan tersebut membuat Kelly terkejut dan membuka mata, menatap suaminya yang sedang menggendongnya. Tanpa bicara apa pun, dia melingkarkan lengannya ke leher Zack dan membenamkan wajahnya ke dada pria itu. Zack membawa Kelly ke kamar mereka dan menaruhnya ke ranjang dengan hati-hati. Tanpa diduga, Kelly kembali menangis di pelukan Zack. “Maafkan aku jika tadi aku berkata kasar padamu,” gumam Kelly sambil tetap menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. “Aku bisa mengerti kekalutan dirimu, tapi berjanjilah padaku apa pun yang terjadi jangan pernah pergi menjauh dariku. Kita lalui semua ini berdua, sudah banyak badai yang kita lewati, jangan sampai masalah kali ini membuat kita terpisah kembali,” ucap Zack deng







