LOGIN“Bolehkah aku bersama Ethan sekarang?” isak Kelly ketika menjauh dari pelukan Zack.
“Pergilah! Bermainlah dengan Ethan agar hatimu lebih tenang,” kata Zack. Kelly segera berjalan ke kamar Ethan dan menghabiskan waktu bersama putranya. “Apakah selama ini kamu sudah tahu jika Owen masih hidup?” tanya Elbert kepada Zack. “Aku mengetahuinya dari Kelly, dia menemukan identitas Owen secara tidak sengaja ketika mereka akan pergi ke ParisPiere langsung membalikkan tubuhnya menatap Geofany ketika mengetahui hal tersebut. Matanya menatap wanita itu dengan penuh tanda tanya. Namun dia hanya berdiri diam tanpa berniat mendekati Geofany. Tatapannya tetap dingin dan tajam ke arah wanita di depannya.Sikap Piere membuat Geofany merasa terintimidasi, tapi keputusannya sudah bulat, dia tidak bisa melepaskan Piere. Pria itu adalah satu-satunya pria yang dia harapkan dan inginkan. Tanpa Piere, maka dia tidak akan hidup dengan pria mana pun. “Apakah kamu bisa mengulang pertanyaanmu tadi?”“Pertanyaan yang mana yang kamu maksud? Aku tidak mengingatnya,” balas Piere dengan nada datar.“Tentang tujuanku datang ke sini,” ucap Geofany gugup.Piere mencoba bersabar dengan kemauan wanita itu dan mengikuti permainan Geofany. “Untuk apa kamu datang ke sini?”“Aku mau,” tegas Geofany.“Mau apa ...?” Piere masih tidak mengerti kemauan Geofany.Geofany kemud
Bella menegakkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke Geofany. “Tidak ada seorang istri yang sempurna. Aku pun sangat tidak sempurna untuk Marck.”“Meskipun kamu tidak sempurna, kamu masih bisa memuaskan Marck dan bercinta dengan pria itu. Sedangkan aku tidak bisa bercinta dengan Piere,” jelas Geofany.“Memangnya kenapa? Apakah kamu merasa jijik karena masa lalu Piere sehingga tidak ingin menyentuhnya?” tuduh Bella.“Bukan begitu, aku ...” Geofany kemudian menceritakan masalah kesehatannya dan alasan dia tidak bisa menikah dengan Piere. Tubuh Bella membeku mendengarnya, seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Geofany.“Aku bisa mengerti ketakutanmu, tapi aku berharap kamu tidak melepaskan Piere karena tidak mungkin dia melepaskanmu,” ujar Bella setelah mendengarkan penjelasan Geofany.“Bagaimana kamu yakin jika Piere tidak akan bosan padaku padahal aku tidak bisa memuaskan gairahnya? Bukankah kamu tahu sendiri bagaimana kehidupa
“Aku mau tinggal bersamamu, semoga itu membuatku semakin yakin jika aku bisa memberimu kebahagiaan,” jawab Geofany.Mata Piere seketika berbinar senang mendengar jawaban Geofany. Dengan wanita itu ikut bersamanya ke kota, dia akan semakin mudah membujuknya. “Besok kita berangkat ke kota.”“Besok …?” seru Geofany terkejut. “Yang benar saja? Aku masih harus membereskan semua barangku. Kamu sering sekali membuat acara dadakan yang membuatku pusing,” protes Geofany.“Kamu tidak perlu membawa apa pun. Aku akan menyiapkan apa yang kamu dan Marcel perlukan di sana. Aku tidak ingin menundanya lagi yang bisa memberi kesempatan bagimu untuk berubah pikiran,” ujar Piere.“Aku tidak akan berubah pikiran karena sudah memikirkannya dengan matang. Aku tidak ingin membuang semua barangku yang ada di sini, semuanya masih aku gunakan dan aku tidak ingin membuang uang sia-sia untuk membeli barang yang telah aku miliki,” jelas Geofany.“Kalau begitu, aku aka
Seringai senang tergambar jelas di bibir Piere, ketika mengetahui Geofany menyerahkan diri sepenuhnya padanya. Bibirnya bergerak turun ke perut rata wanita itu, lidahnya menyapu permukaan perut Geofany dan membuat gerakan menggoda di sana.Tubuh Geofany menggeliat di atas ranjang merespon sapuan lidah Piere. Mulutnya sedikit terbuka dengan suara engahan yang menggema ketika lidah Piere bergerak semakin ke bawah dan menyentuh titik sensitifnya.Tangan Piere membuka kaki Geofany hingga wanita itu menyajikan tempat yang paling istimewa untuk dirinya. Mata Piere berbinar senang menatap hidangan yang tersaji di hadapannya. Air liurnya hampir saja menetes, membayangkan betapa manis madu yang bisa dia cecap dari hidangan di depannya.Tanpa menunggu lama dia mendekatkan bibirnya dan melumat rakus hidangan yang tersaji. Tangan Geofany meremas kuat sprei di bawahnya ketika merasakan sapuan dan cecapan lidah Piere. “Piere ...” desahnya keras.“Izin
Memikirkan Geofany membuatnya inti milik mengeras, tapi dia tahu cara memuaskan dirinya sendiri.“Kini kamu harus terbiasa dengan caraku memuaskanmu karena Geofany lebih penting dari kamu yang selalu minta dipuaskan,” ucap Piere pada aset miliknya.Dia kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian erangan keras terdengar dari balik pintu kamar mandi.“Apakah besok kamu ada acara?” tanya Piere ketika mereka makan bersama pada malam harinya, ada juga Marcel bersama mereka dan duduk di samping Geofany.“Acara apa? Saat ini statusku seorang pengangguran yang tidak mempunyai acara apa pun untuk bisa dilakukan,” balas Geofany.“Dari awal aku berlibur ke sini, aku sangat penasaran dengan danau yang terakhir kali kita kunjungi, yang membuatmu pingsan dan hampir saja aku kehilangan dirimu. Maukah kamu pergi bersamaku ke sana lagi dan membawa Marcel ikut dengan kita?” ajak Piere.“Seperti liburan keluarga maksudmu
Betapa bodoh dirinya ketika dia baru sadar membiarkan dua tahun yang terbuang sia-sia karena berpikir jika Geofany tidaklah penting bagi dirinya dan bisa mendapatkan pengganti Geofany dengan mudah.Kenyataannya tidak ada wanita lain setelah kehadiran Geofany dalam hidupnya.Geofany terkejut ketika seseorang menggedor pintu rumahnya yang membuatnya terbangun dari tidur. Dia meraba meja di samping ranjangnya untuk mencari ponsel dan melihat pukul berapa sekarang?Matanya terbelalak ketika sadar jika saat ini masih dini hari, masih teralu lama untuk matahari terbit. Siapa orang yang tidak punya kerjaan menggedor pintu rumahnya sepagi ini? Mungkinkah orang jahat yang mengancam dirinya dan Marcel?Dia tadinya ingin mendiamkan orang tersebut. Dia berpikir tetap berada di dalam rumah akan aman untuk dirinya dan Marcel. Namun gedoran pintu itu semakin keras dan mengganggu, dia khawatir tetangganya akan terganggu dan Marcel akan terbangun.“Ini ti
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







