LOGIN“Bolehkah aku bersama Ethan sekarang?” isak Kelly ketika menjauh dari pelukan Zack.
“Pergilah! Bermainlah dengan Ethan agar hatimu lebih tenang,” kata Zack. Kelly segera berjalan ke kamar Ethan dan menghabiskan waktu bersama putranya. “Apakah selama ini kamu sudah tahu jika Owen masih hidup?” tanya Elbert kepada Zack. “Aku mengetahuinya dari Kelly, dia menemukan identitas Owen secara tidak sengaja ketika mereka akan pergi ke ParisBaru saja Richo akan membaringkannya ke ranjang, dia menahan tangan pria itu. “Aku ingin mandi,” ucap Grace.“Aku akan membantumu mandi kalau begitu,” balas Richo.“Apa maksudmu ...?”Pertanyaan itu dijawab Richo dengan tindakan nyata karena beberapa detik kemudian, keduanya telah berada di bawah pancuran air tanpa sehelai benang pun. Pipi Grace memanas dan merona merah menatap pria dengan dada bidang dan rambut tipis yang sangat menggoda berdiri di depannya.Kaki pria itu terlihat sangat kokoh menopang tubuhnya. Otot Richo tumbuh di tempat yang tepat. Seperti es yang meleleh, dia sangat menginginkan tubuh tersebut untuk menyentuh dan memenuhinya dengan milik Richo yang menantang.Matanya menatap nanar tubuh sempurna di depannya itu. Tangannya gatal sekali ingin menyentuhnya, tapi dia tidak berani melakukannya. Tahu apa yang membuat Grace penasaran, Richo menarik tangan wanita itu dan membawanya ke dadanya, menggerakka
Grace sendiri duduk di sofa paling pojok sambil memainkan ponsel, menanggapi Richo yang terus mengirimkan pesan, hingga tidak mendengarkan apa yang dibicarakan keluarganya.“Grace, apakah kamu tidak mendengarkan apa yang kami bicarakan?” tegur Zack.“A-apa Pa?” tanya Grace gagap karena terkejut dengan pertanyaan papanya.“Letakkan ponselmu itu, ini waktunya buat kita berkumpul bersama. Kamu malah asyik sendiri dengan ponselmu itu.” Wajah Zack langsung berubah garang menegur putrinya.“Maafkan aku,” ucap Grace yang langsung mematikan dan meletakkan ponselnya ke atas meja. Dia kemudian pura-pura mendengarkan apa yang orang tua dan kakaknya ceritakan, tapi matanya terus menatap ponselnya. Tak jarang dia ikut tertawa ketika semua orang tertawa tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan. Tahu akan hal tersebut, Hazel yang dari tadi memperhatikan Grace, mencari cara untuk mengeluarkan gadis itu dari kebosanan.“Sayang, sepertiny
“Apakah masih sakit? Aku tidak tahu jika semalam adalah yang pertama untukmu,” tanya Richo yang membuat Grace ingin pingsan karena begitu malu.“Richo, jauhkan tanganmu dariku!” tegur Grace sambil beringsut menjauh dari jangkauan tangan pria itu.Richo tersenyum lalu menarik tangannya. “Memangnya kenapa jika aku menyentuhmu? Apakah kamu masih merasa malu padaku? Aku bahkan telah melihat dan menyentuh seluruh tubuhmu semalam,” ujar Richo yang membuat wajah Grace semakin memanas dan merona.“Itu memalukan, bahkan aku tidak menyadarinya apa yang terjadi karena aku dalam keadaan mabuk,” balas Grace sedikit berbohong karena meskipun dia mabuk, dia masih merasakan kenikmatan yang Richo berikan dan mengingat rasa itu sampai saat ini.“Benarkah kamu tidak menyadarinya? Kalau begitu kita bisa melakukannya lagi saat kamu dalam keadaan sadar,” goda Richo yang membuat Grace semakin salah tingkah.“Bisakah kamu meninggalkanku sebentar? Aku ingin membe
Tangan Richo melucuti satu persatu pakaian Grace. Bukannya menahan tangan pria itu, Grace malah terlihat senang dengan apa yang Richo lakukan, membuat Richo berpikir jika Grace adalah wanita yang ahli dalam bercinta. Dia tidak tahu jika saat ini sedang menyentuh wanita yang belum pernah bersentuhan dengan pria mana pun karena sikap protektif orang tuanya.Bibir Richo menjelajahi leher jenjang Grace dan menyapukan lidahnya di sepanjang permukaan leher wanita itu. Desahan pertama Grace lolos dari bibirnya, membuat Richo semakin semangat melakukan aktivitasnya.Merasa jika miliknya telah mengeras dengan gairah yang memuncak, dia segera melepas pakaian yang mengungkungnya.“Sangat mengagumkan,” gumam Grace lirih ketika melihat tubuh sempurna Richo di atas tubuhnya.Tidak membiarkan Grace menganggur lama, Richo kembali menindih wanita itu. Bibirnya kini turun dan menyapu dada Grace, melumat puncaknya yang mengeras menantangnya, semanis anggur matang ya
“Pukulanmu tepat sekali mengenai bekas luka di lenganku, sakit sekali,” canda Richo yang ditanggapi serius olah Grace.“Benarkah? Maaf jika aku menyakitimu,” ujar Grace sambil mengusap bekas pukulannya di lengan pria itu.“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Richo sambil menggenggam tangan Grace dengan nada serius.Tubuh Grace membeku karena genggaman hangat tangan pria itu, seakan ada sengatan listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya hingga membuat tubuhnya menghangat lalu memanas dengan cepat. Dia pun segera menarik tangannya dari genggaman Richo.“Apakah kamu masih ingat waktu dirimu wisuda dan kamu mengalami kecelakaan yang menyebabkan bekas luka di lenganmu?” tanya Grace.“Ya, tentu saja aku ingat. Bekas luka ini selalu mengingatkanku akan kejadian tersebut, bahkan aku harus mendapat 15 jahitan karena kecelakaan tersebut,” jawab Richo.“Aku adalah perempuan yang kamu tolong. Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku. Jika kamu tid
“Informasi apa yang kamu dapatkan dari New York?” tanya seorang wanita dari balik meja kerjanya.Di depannya berdiri seorang pria dengan baju berwarna hitam, menyatukan kedua tangan menunduk menunggu wanita itu selesai bicara.“Tuan Ethan sengaja mempublikasikan jati dirinya pada para direksi dan pemegang saham jika dia memang anak Sara Watson, kekasih Tuan Owen yang tidak pernah menikah dengan Papanya,” jawab pria itu membuat si wanita seketika duduk tegak seakan tidak percaya dengan apa yang Ethan lakukan.“Pria pemberani, lalu apa reaksi para direksi dan pemegang saham setelah mendengar hal tersebut? Apakah mereka akhirnya menentang anak haram itu untuk menjadi ahli waris Collins?” tanya wanita itu yang berharap hidup Ethan hancur.Sebenarnya bukan kehancuran hidup Ethan yang dia inginkan, tapi kehancuran Owen dan Zack. Jika Ethan hancur, maka kedua pria itu juga akan ikut hancur.“Tidak Nyonya. Awalnya memang