Share

Ciuman Pertama

Author: PlutoPen
last update publish date: 2026-08-02 18:15:35

Serena membuka matanya saat merasa ada guncangan pada tubuhnya. Kelompok matanya perlahan mulai naik dan ia bisa melihat sosok laki-laki muda yang sedang sedikit membungkukkan badannya sembari beberapa kali menyentuh bagian lengan atasnya.

"Makanlah, aku sudah selesai memasak," ujar laki-laki itu dengan lembut.

"Apakah aku tidur terlalu lama?" tanya Serena bangkit dari kasurnya.

"Tidak juga. Ini baru pukul delapan malam," jelas Arkana mengubah posisinya menjadi berd
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Tercapai

    Mata Serena tertuju pada seorang laki-laki remaja yang sedang tertidur di atas bangku dengan posisi punggung menyandar pada kursi dan kedua tangan dilipat di depan dada. Serena sudah sembuh satu hari yang lalu. Namun, sampai hari ini, Serena bersikap seakan-akan masih sakit. Tidak memiliki tenaga untuk melakukan apapun. Dan mengeluh kepalanya terasa sangat pusing. Semua itu ia lakukan hanya untuk bersama laki-laki itu lebih lama lagi.Melihat laki-laki itu sama sekali tidak bergerak semenjak sepuluh menit lalu. Membuat Serena memberanikan diri untuk bangkit dari kasurnya. Menjatuhkan kedua kaki putih mulusnya ke atas lantai. Lalu bangkit. Ini adalah pertama kalinya kakinya menyentuh lantai setelah tiga hari ia habiskan hanya untuk tidur di atas kasur."Sayang sekali jika orang sepertimu jatuh ke tangan Shopia," gumam Serena berjalan mendekat ke arah Arkana."Bagaimana bisa kamu jatuh cinta pada Doona, tapi tidak tertarik padaku?" tanya Serena menghentikan langkahnya tepat di hadapan

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kehangatan Malam

    Serena membuka matanya. Tubuhnya terasa sangat berat dan kepalanya terasa sangat pusing. Pada detik yang sama, Serena pun langsung menyadari bahwa ia sedang sakit saat ini. Dalam kondisi seperti ini, Serena tidak akan bisa melakukan apapun. Jika Serena masih hidup di masa lalu, maka Serena hanya perlu meminta dokter untuk datang dan para pelayan melayani kebutuhannya sampai ia sembuh. Tapi sekarang tidak. Ia hidup sendiri di apartemen kecil.Itu yang ia pikirkan sebelum pada akhirnya ekor matanya ada seseorang di samping kanannya. Ia mengalihkan pandangannya. Memandang ke seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi sembari mengawasinya. Kursi itu tidak ada di kamar Serena sebelumnya. Kursi itu diambil dari dapur dan ditaruh di samping kasur Serena. Tapi itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah laki-laki yang telah lama menghilang kini kembali muncul di hadapan Serena."Masih terasa pusing?" tanya Arkana dengan nada lembut."Bagaimana kamu tau kalau aku sedang sakit?" tanya

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Keuntungan Dua Belah Pihak

    Shopia melangkahkan kakinya menuju ke salah satu laki-laki yang mengamati kebarakan gedung dari kejauhan. Ada banyak sekali orang yang berkerumun untuk melihat secara langsung dan mengabadikan momen itu. Sangat tidak percaya, club malam yang telah berdiri bertahun-tahun, kini hancur dilahap oleh api.Dini hari. Waktu di mana orang-orang seharusnya bersiap untuk berangkat kerja, namun kini perhatian mereka teralihkan oleh momen di mana para pemadam kebakaran berusaha sekuat tenaga untuk sesegera mungkin memadamkan kobaran api besar itu sebelum merambat ke gedung-gedung yang ada di sebelahnya."Bukankah ini sedikit keterlaluan? Ada banyak orang tak berdosa yang menjadi korban atas tindakanmu ini," tanya Shopia menatap Arkana."Apakah menurutmu aku seburuk itu? Semuanya selamat, hanya suamimu saja yang ada di dalam sana," tanya Arkana memasukkan tangannya ke dalam kantong jaketnya."Bagaimana bisa kamu melakukannya?" tanya Shopia penasaran.Arkana mendekatkan mulutnya ke telinga Shopia.

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Lawan Yang Tak Seimbang

    Arkana club malam yang memang selalu dikunjungi oleh Dustin . Bukan untuk bekerja sama untuk menjatuhkan hukuman berat pada target berikutnya. Melainkan untuk berbincang. Bekerja sama? Mungkin itu yang ada di pikiran Dustin. Tapi berbeda dengan isi pikiran Arkana. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa menebak isi pikiran remaja itu.Hanya ada tiga benda di atas meja. Dua gelas yang telah terisi penuh bir. Dan satu tas dengan resleting terbuka sedikit, namun tetap bisa memperlihatkan dengan jelas sejumlah uang yang ada di dalamnya. Cukup banyak hingga tak bisa dihitung hanya dengan menerka-nerka."Aku mendengar beberapa berita buruk tentang penjabat yang mendapatkan kepercayaan untuk mengurus badan usaha milik negara. Bagaimana menurutmu tentang itu?" tanya Arkana mulai menggerakkan tangannya ke arah gelas."Ah, laki-laki itu," jawab Dustin membayangkan seorang laki-laki berkacamata dan rambut berwarna putih yang menandakan bahwa orang itu sudah la

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Keraguan

    Dua hari? Tidak, tiga hari. Serena menjalani kehidupannya seorang diri. Bangun tidur, sarapan, dan berangkat kerja. Sejak pertengkarannya dengan Arkana malam itu, Serena tidak pernah melihat sekalipun kehadiran sosok Arkana di sekitarnya. Namun, setiap ia bangun dari tidurnya, selalu sudah ada makanan hangat di atas meja makan. Dan saat ia pulang kerja semua piring kotor sudah bersih, ditata rapi di rak.Arkana benar-benar memastikan semua kebutuhan Serena terpenuhi tanpa harus bertatap muka secara langsung.Beralih posisi ke sisi Shopia? Tidak, Serena yakin, Arkana masih memihaknya sejauh ini. Serena juga tidak mengerti dari mana kepercayaannya itu muncul. Tapi entah mengapa itu terasa sangat nyata baginya."Waktu yang tepat," ujar Serena saat melihat ada panggilan telepon masuk dari Doona."Halo," sapa Serena berdiri dari kursi kantornya."Ini kenapa tiba-tiba saja aku tidak bisa melacak keberadaan Arkana?" tanya Doona tidak lama setela

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Pecundang

    Arkana mengikuti langkah cepat Serena masuk ke dalam apartemen. Perempuan itu mempercepat langkahnya saat sudah berada di lantai unit apartemen mereka berada. Hingga akhirnya Serena membuka pintu unit apartemen menggunakan aksesnya. Dan masuk."Hei, apa yang terjadi?" tanya Arkana menarik tangan Serena."Lepaskan!" teriak Serena menghempaskan tangan Arkana."Apakah kamu gila? Kenapa kamu teriak? Bagaimana jika orang dari unit lain datang dan melapor?" tanya Arkana dengan cepat menutup pintu supaya tidak mengundang banyak perhatian."Kamu yang gila! Bagaimana bisa kamu pergi bersama sahabatku? Genggaman tangan di depan umum? Kamu menolak untuk pergi bersamaku dan memilih bersamanya? Apakah kamu gila?" jerit Serena mendorong dada Arkana menggunakan jari telunjuknya."Ini untuk kepentingan kita," jelas Arkana."Kepentingan kita? Atau kepentingan pribadimu?" tanya Serena."Pergilah kembali bersamanya. Dan tinggalkan aku send

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status