Share

Tidak Ada Rencana

Author: PlutoPen
last update publish date: 2026-07-14 14:14:40

Serena membalikkan majalah yang ada di pangkuannya. Ia duduk manis di sofa. Dengan kondisi televisi menyala, menyiarkan sebuah berita tentang ekonomi negara yang sedang tidak stabil karena peperangan dua negara timur tengah.

Saat sedang fokus membaca, Serena mendengar ada suara pintu terbuka. Pandangannya beralih ke sumber suara. Dan ia melihat Arkana yang sudah masuk ke dalam ruangan dan membuka jaket berwarna hitamnya. Menyisakan baju putih.

"Bukankah sudah terlalu malam?" tanya Serena kembal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Perpisahan Yang Lebih Menyedihkan

    Hari ini adalah hari terakhir Arkana di Jerman. Kondisi tubuhnya memang belum pulih sepenuhnya. Namun, jika hanya untuk berjalan atau melakukan pekerjaan ringan, maka tidak akan ada masalah serius pada luka tusuknya. Dan, Arkana mendapatkan laporan bahwa ada beberapa perusahaan yang mengalami kerugian, sehingga Arkana harus kembali untuk memastikan semuanya membaik seperti semula.Pada hari terakhirnya, Arkana menggunakan kesempatan untuk menemui dan berbicara dengan perempuan yang selama ini ia hindari. Perempuan yang sebenarnya, tidak pernah ingin temui lagi pada kesempatan apapun. Doona. Perempuan itu tidak berdandan. Tampil dengan natural. Dan penampilan itulah yang membuat Arkana jatuh hati pada perempuan dengan sikap kasar itu."Bagaimana kondisimu?" tanya Doona membuka pembicaraan."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawab Arkana dengan pelan."Semuanya akan berakhir sebentar lagi," lanjut Arkana mencoba meyakinkan Doona."Aku ragu akan hal itu. Musuh utamamu adalah seorang

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Menerima Perasaan

    Mata Serena terbuka secara perlahan. Dan pandangan pertamanya tertuju pada ruangan yang cukup asing padanya. Ia tidak merubah posisi tubuhnya yang tidur terlentang pada alas yang terasa sangat empuk. Serena menggerakkan tangannya. Menempelkan pergelangan tangannya pada kening. Membuat sebagian kecil pandangannya terhalau.Kemarin ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan kali ini, tidurnya terasa sangat pulas. Tidak ada lagi rasa ngantuk yang tersisa pada dirinya. Matanya terasa sangat ringan. Masalah utama mengapa ia tidak bisa tidur dengan nyenyak sebelumnya karena ia harus menjaga Arkana yang sedang di rawat.[Arkana sedang di rawat] Saat kalimat itu terlintas pada pikirannya, sontak tubuhnya bangun. Seperkian detik, ia langsung berada dalam posisi duduk di atas kasur. Dan menyadari bahwa yang ia gunakan tidur saat ini adalah kasur pasien, kasur milik Arkana."Di mana dia?" tanya Serena dalam hati saat melihat pintu tertutup rapat.Saat Serena ingin menurunkan kakinya dari atas kas

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kebencian Doona

    Doona berjalan keluar dari rumah sakit. Sebenarnya, Doona ingin bertahan lebih lama di sana, namun menyadari betapa buruknya penampilannya saat ini, Doona khawatir akan ada kesalahan pahaman yang membuat Serena menjadi lebih repot.Sehingga akhirnya Doona memilih untuk pulang. Beristirahat dan baru kembali lagi besok pagi menggunakan pakaian yang bisa menutupi segala tatto yang ada di tubuhnya.Saat baru saja keluar dari gedung rumah sakit, Doona merasakan ada sebuah batu kecil yang terlempar mengenai kepalanya. Sontak, Doona memegang bagian belakang kepalanya yang terkena lemparan batu itu dan berbalik badan. Mencari seseorang yang mencoba melukainya itu."Apa yang kamu lakukan sialan?" tanya Doona kesal melihat keberadaan Noah."Aku hanya melakukan apapun yang aku mau," jawab Noah berjalan mendekat ke arah Doona."Lalu, kamu sendiri? Apa yang kamu lakukan?" tanya Noah menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat di depan Doona."Apakah matamu buta? Apakah kamu tidak bisa membaca

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Melemah

    Arkana membuka matanya. Kepalanya masih terasa pusing. Arkana tidak tau sudah menutup mata berapa hari. Namun menyadari dirinya sedang berada di rumah sakit saat ini, membuat dirinya yakin bahwa kondisi saat ini benar-benar gawat.Arkana memalingkan wajahnya ke arah samping. Dengan kedua matanya, Arkana melihat berdiri laki-laki berkulit hitam dengan rambut ikal. Duduk di bingkai jendela, dengan posisi kaca jendela terbuka lebar. Udara segar yang seharusnya bisa masuk leluasa, kini harus tertahan akibat tubuh laki-laki itu.Noah Friedrich. "Kenapa? Apakah kamu baru ingat cara membuka mata?" tanya Noah dengan kedua tangan terlipat di depan dada."Bagaimana bisa kamu berada di sini?" tanya Arkana dengan nada pelan."Berita sudah tersebar. Semua memberitakan tentang pemimpin sekaligus pemilik Corleone Grup ditusuk oleh tidak dikenal. Sepertinya kasusmu kali ini akan menjadi berita hangat untuk beberapa minggu ke depan," jawab Noah."Bukankah itu merepotkan?" tanya Arkana dengan wajah m

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Sembilan Nyawa

    Serena duduk diam di samping kasur pasien. Menatap secara kosong wajah Arkana yang sama sekali tidak menampilkan ekspresi apapun. Pada detik ini, Arkana sudah tidak sadarkan diri selama tiga jam semenjak dibawa ke rumah sakit.Suara gerak pintu memecahkan keheningan di ruangan itu. Masuk seorang perempuan menggunakan jaket tebal dan celana panjang berwarna hitam. "Berhentilah bersedih dan makanlah," ujar perempuan itu mendekatkan sebuah kotak makanan ke wajah Serena.Serena mengalihkan pandangannya. Doona. Dalam kondisi seperti ini, hanya perempuan itu yang bisa ia andalkan. "Terima kasih," ujar Serena menerima kotak makanan yang berasal dari restoran cepat saji itu."Bagaimana dengannya?" tanya Doona menatap tubuh Arkana yang sama sekali tidak memperlihatkan pergerakan."Seharusnya sebentar lagi dia akan siuman," jawab Serena menaruh kotak makanan yang ia pegang ke atas nakas."Apa kata dokter?" tanya Doona penasaran."Dia kehilangan banyak darah. Tapi kondisinya masih bisa dikata

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Satu Langkah Dari Sang Ratu

    Arkana keluar dari perusahaan untuk mencari udara segar. Meninggalkan Serena di dalam ruangan, mengingat perempuan itu lebih sering menggunakan waktu istirahat untuk menghabiskan bekal yang ia bawa dari rumah. Terlihat membosankan, maka dari itu, saat sedang makan, Serena selalu memanfaatkan ponselnya. Menayangkan sebuah drama yang sedang menjadi favoritnya akhir-akhir ini.Udara segar memang pilihan terbaik setelah cukup lama berkutat dengan dokumen-dokumen perusahaan yang selalu datang dan menumpuk di meja kerjanya.Namun suasana itu menjadi menegangkan saat tiba-tiba saja ada seorang perempuan muncul di hadapannya. Seorang perempuan yang seharusnya muncul pada bagian akhir dari rencana balas dendamnya, kini menampakkan diri dengan santai di hadapannya."Violet," gumam Arkana mengucapkan nama dari perempuan berkacamata dan berambut pendek itu."Sepertinya kamu sudah berhasil menyingkirkan beberapa kerikil-kerikil yang aku tinggalkan. Tapi, bukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status