Share

Tidak Ada Rencana

Author: PlutoPen
last update publish date: 2026-07-14 14:14:40

Serena membalikkan majalah yang ada di pangkuannya. Ia duduk manis di sofa. Dengan kondisi televisi menyala, menyiarkan sebuah berita tentang ekonomi negara yang sedang tidak stabil karena peperangan dua negara timur tengah.

Saat sedang fokus membaca, Serena mendengar ada suara pintu terbuka. Pandangannya beralih ke sumber suara. Dan ia melihat Arkana yang sudah masuk ke dalam ruangan dan membuka jaket berwarna hitamnya. Menyisakan baju putih.

"Bukankah sudah terlalu malam?" tanya Serena kembal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Jangan Biarkan Dia Mendominasi

    Serena baru saja selesai membuat teh hangat. Ya, pada kehidupan sebelumnya saat ia masih bersama, Serena selalu mendapatkan apa yang ia inginkan hanya dengan menyuruh pelayan. Namun kali ini tidak. Semenjak bersama dengan Arkana, Serena melakukan segala hal sendiri. Tentang keuangan, mereka memiliki banyak uang. Dengan semua uang yang mereka miliki, mereka bisa saja membeli semua barang mewah yang ada tanpa harus melihat harga. Dan mereka bisa saja membayar seratus orang untuk melayani kebutuhan mereka sehari-hari. Namun mereka tidak melakukan itu. Arkana ingin hidup sederhana. Lalu, Serena menghargai itu.Saat sedang ingin berjalan menuju kamar. Ponsel yang ada di tangan kanan Serena bergetar. Panggilan telepon masuk. Kening Serena mengkerut saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tanpa pikir panjang, Serena menjawab panggilan telepon dari Doona. "Ya, kenapa?" tanya Serena menaruh gelas teh hangatnya ke atas meja di ruang tengah lalu berjalan menuju ke arah balkon."Tid

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Taman Malam

    Serena memutuskan untuk keluar dari unit apartemen. Mencari udara segar saat matahari sudah terbenam sejak lima jam yang lalu. Ia merasa bosan berada di dalam sana, tanpa seorang pun yang bisa ajak bicara.Serena tidak mengerti, selalunya Arkana pulang tepat waktu. Sebelum jam 9 malam, Arkana sudah berada di unit apartemen dan mulai memasak untuk makan malam mereka. Namun kali ini tidak. Sudah jam 11 malam dan Arkana belum muncul sama sekali.Serena memilih turun ke lantai 10. Karena ada taman di sana. Sehingga Serena berpikir untuk melepaskan rasa bosannya di sana. "Arkana?" gumam Serena saat melihat sosok yang sangat ia kenal sedang duduk di salah satu bangku taman dengan posisi membelakanginya.Serena sangat yakin bahwa laki-laki itu adalah Arkana. Maka dari itu, tanpa ragu, Serena melangkahkan kakinya mendekat. Dan saat sudah sampai di bangku yang diduduki Arkana, Serena mendaratkan tubuhnya di sisi bangku yang kosong."Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Serena setelah nyaman

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kesamaan

    Serena membuka matanya. Menatap langit-langit bangunan dengan tatapan kosong. Ia harus mengakuinya, ia belum terbiasa dengan kehidupannya yang sekarang. Di kehidupan sebelumnya ia adalah nyonya besar yang bisa mendapatkan segalanya. Bebas pergi dan membeli apapun yang dia inginkan, tanpa mengkhawatirkan apapun. Namun sekarang tidak lagi.Serena bangkit dari kasurnya. Menghela nafas lalu mulai berjalan menuju pintu kamar. Saat ia membuka pintu, ia langsung mencium harum dari sebuah masakan. Ia melangkahkan satu kaki keluar kamar, menengok ke arah samping kanan dan ia mendapati seorang laki-laki remaja sedang asyik mencuci alat masak yang kotor sembari bersenandung riang."Apa yang kamu masak hari ini?" tanya Serena melangkah ke meja makan."Ikan tuna dan ikan sarden. Aku tidak membuatnya terlalu pedas. Jadi aku rasa, itu akan aman untuk kamu nikmati," jawaban Arkana masih sibuk membersihkan alat masak yang kotor. Serena menatap semua hidangan yang ada di meja makan. Ya, dari tampilan

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Tidak Ada Rencana

    Serena membalikkan majalah yang ada di pangkuannya. Ia duduk manis di sofa. Dengan kondisi televisi menyala, menyiarkan sebuah berita tentang ekonomi negara yang sedang tidak stabil karena peperangan dua negara timur tengah.Saat sedang fokus membaca, Serena mendengar ada suara pintu terbuka. Pandangannya beralih ke sumber suara. Dan ia melihat Arkana yang sudah masuk ke dalam ruangan dan membuka jaket berwarna hitamnya. Menyisakan baju putih."Bukankah sudah terlalu malam?" tanya Serena kembali menatap ke arah majalah yang ada di pangkuannya."Benar. Tapi masih belum tengah malam," jawab Arkana melepaskan sepatunya lalu melenggang ke arah dapur."Bagaimana dengannya?" tanya Serena membalikkan halaman majalah."Aku sudah menyingkirkannya," balas Arkana mengambil segelas air minum untuk menghilangkan dahaganya.Target pertama mereka adalah Venus. Arkana sudah memberitahu Serena bahwa Venus kemungkinan besar adalah salah satu kaki tangan orang yang telah menghabisi nyawa Vito. Maka dari

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Perangkap Pertama

    Serena muncul sebagai bagian dari komisaris utama. Tujuannya jelas, memastikan seluruh perusahaan miliknya berjalan sesuai keinginannya. Meraup keuntungan sebanyak mungkin. Dan, mengawasi setiap gerak-gerik bawahannya.Kesepakatan sudah terjalin. Arkana akan membantu Serena. Dengan syarat, Serena harus menjadi boneka Arkana. Bergerak sesuai arahan Arkana. Dan tidak boleh mencampuri setiap keputusan yang dibuat oleh Arkana.Tidak lama setelah rapat, telepon Serena berbunyi. Venus. Salah satu kepolisian yang selama ini membantunya mencari informasi tentang kematian suaminya. "Halo," ujar Serena menjawab sambungan telepon itu."Saya sudah sampai di depan kantor Anda," ujar Venus berdiri tegak di depan kantor menggunakan jaket kulit."Saya sedang berada di perusahaan lain sekarang. Ada sekertaris saya di perusahaan tempat Anda berada sekarang. Anda bisa berbicara dengannya. Dan dia akan langsung mengirimkan uang kepada Anda setelah mencatat informasi yang Anda berikan," balas Serena ber

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Tiga Syarat

    Arkana sudah sampai di kediaman Serena. Belum apa kepastian apakah Arkana akan membantu Serena sampai akhir atau tidak. Namun melihat Arkana datang dan ingin mengecek keadaan secara langsung saja sudah bisa membuat Serena bernafas lega secara langsung.Arkana tidak langsung istirahat atau merapihkan pakaiannya saat datang pertama kali ke sana. Arkana melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Serena. Mencari kamera tersembunyi.Tentu saja hal itu tidak pernah terpikirkan oleh Serena, karena ini Serena selalu tinggal di sana, Serena selalu hidup dengan tenang tanpa ada gangguan apapun. Bahkan Serena tidak pernah berpikiran ada yang mencoba mengawasinya. Namun sekarang semua itu terbantahkan saat Arkana menemukan empat kamera tersembunyi. Yang pertama di ambil dari pot bunga hias, yang kedua disembunyikan dengan baik di balik jam dinding, yang ketiga di antara rak buku yang ada di ruang santai, dan yang keempat diambil di meja kecil yang menyorot ke lorong menuju ruang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status