تسجيل الدخولSerena membuka matanya saat merasa ada guncangan pada tubuhnya. Kelompok matanya perlahan mulai naik dan ia bisa melihat sosok laki-laki muda yang sedang sedikit membungkukkan badannya sembari beberapa kali menyentuh bagian lengan atasnya."Makanlah, aku sudah selesai memasak," ujar laki-laki itu dengan lembut."Apakah aku tidur terlalu lama?" tanya Serena bangkit dari kasurnya."Tidak juga. Ini baru pukul delapan malam," jelas Arkana mengubah posisinya menjadi berdiri tegak.Beberapa hari ini, Serena memang lebih sering langsung tidur setelah pulang dari kantor. Serena selalu meminta Arkana untuk membangunkannya saat makan malam sudah selesai dimasak. Dan, momen seperti ini sudah terulang beberapa kali, sehingga Serena sudah terbiasa melihat kehadiran Arkana di kamarnya."Apakah ada yang kamu pikirkan akhir-akhir ini?" tanya Arkana merasa kondisi Serena cukup mengkhawatirkan.Serena diam. Menatap wajah Arkana secara saksama. Seb
Arkana menghidangkan beberapa makanan di atas meja makan. Dua piring dengan nasi putih. Dan ada empat piring yang berisikan lauk. Salmon panggang, udang saus tiram, kepiting saus hitam, dan ikan bakar. Masakan Arkana hari ini bertemakan masakan laut. Serena terkejut. Memang pada awalnya ia yang mengatakan bahwa Shopia akan datang dan meminta Arkana untuk membuat beberapa hidangan. Namun tidak ia sangka, bahwa hidangan kali ini disesuaikan dengan selera Shopia. Sahabat baik Serena itu memang sangat menyukai makanan laut.Pada awalnya Shopia berpikir untuk segera pergi setelah berbincang sebentar. Namun melihat hidangan yang ada, kemungkinan ia akan benar-benar mengisi penuh perutnya hingga tidak bisa pergi dan meminta izin untuk Serena menginap di rumah sahabatnya itu."Apakah selama ini dia yang memasak untukmu?" tanya Shopia masih menganggumi masakan yang ada di meja makan."Benar," jawab Serena mengangguk."Dia sangat pandai memasak. A
Tidak lama setelah Serena tertidur, Arkana memutuskan untuk keluar dari apartemen. Berniat untuk berlari. Sebenarnya, di apartemen tersedia gym. Ada treadmill di sana. Namun karena, Arkana sedang ingin menghirup udara segar, Arkana memutuskan untuk keluar dari apartemen.Tidak terlalu jauh, supaya Arkana bisa kembali ke unit apartemen dengan cepat jika memang ada hal buruk terjadi. Sebelum pergi pun, dia sudah menaruh kamera tersembunyi di lorong apartemen sehingga ia bisa memantau siapa yang berlalu lalang di sana.Saat sedang menunggu lampu penyeberangan jalan berubah menjadi warna hijau, Arkana bisa melihat dari kejauhan sosok Shopia. Perempuan itu berada di seberang jalan dan juga sedang menatap ke arahnya."Ah, ini akan merepotkan," keluh Arkana dengan nafas masih memburu hebat akibat aktivitas larinya tadi.Dan benar. Saat lampu berubah menjadi warna hijau, saat semua orang menyeberang, Arkana ditahan oleh Shopia. Arkana yang seharusnya berl
Serena sedang menikmati makan malamnya. Arkana memasak beberapa ikan laut. Membuatnya menjadi berbagai hidangan. Serena harus mengakuinya, semenjak hidup bersama Arkana, Serena makan lebih banyak dan tidak pernah lagi bosan dengan hidangan yang tersedia.Setelah makanannya selesai, Serena menaruh piringnya ke wastafel. Berjalan menuju ke ruang tengah untuk mencari Arkana yang memang tidak pernah muncul lagi setelah menyelesaikan masakannya."Apa yang sedang kamu baca?" tanya Serena saat melihat Arkana sedang duduk di sofa sembari membaca beberapa kertas dokumen. "Beberapa dokumen tentang hakim," jawab Arkana setelah setelah selesai membaca halaman terakhir."Berikan padaku," ujar Serena duduk di samping Arkana.Arkana memberikan dokumen berisikan kertas tiga lembar itu pada Serena. Perempuan itu baru saja mandi, sehingga dengan posisi seperti sekarang membuat Arkana bisa mencium bau shampo dan parfum dari perempuan itu.Erique D
Setelah kepergian Violet, maka Arkana sudah dipastikan akan menjadi satu-satunya sekertaris pribadi Serena. Pergi ke mana pun Serena pergi, akan ada Arkana di belakangnya. Mengawasi setiap langkahnya dan memastikan perempuan itu tidak pernah memilih jalan yang salah.Terasa hampa. Kehidupan Serena selalu teras hambar. Sebelumnya yang ia lakukan hanyalah membakar uang sebanyak mungkin untuk mendapatkan barang-barang mahal yang limited edition. Tidak ada seorang pun yang berani menegur dan mengatakan bahwa Serena telah menapaki jalan yang salah.Tapi sekarang tidak lagi. Sekarang, ada seseorang yang mengajari Serena segala hal tentang kehidupan. Seseorang yang selalu berada di sekelilingnya untuk memastikan ia tidak keluar dari jalur seharusnya dan sedia setiap saat mengulurkan tangannya saat Serena mengalami kesusahan."Serena!" teriak seorang perempuan dengan suara lembut dari arah kanannya."Shopia!" seru Serena saat melihat sahabat lamanya muncu
Arkana kembali ke apartemen dengan sebuah kantong plastik berisikan cemilan dan minuman kaleng. Setelah ia membuka pintu, ia mendapati Serena yang sedang asyik menonton televisi. Malam ini, perempuan itu terlihat sangat cantik menggunakan sebuah piyama berwarna pink. Arkana tidak mengerti, malam ini perempuan itu lebih cantik dari sebelum-sebelumnya. Dari penampilan dan perawakan Serena itu, semua orang pasti akan berpikir bahwa perempuan itu masih gadis. Belum pernah menikah ataupun tersentuh oleh orang lain."Violet mengirimkan surat pengunduran diri, apakah kamu tau sesuatu tentang ini?" tanya Serena melirik ke arah Arkana yang sedang berusaha melepas sepatu."Ya, tentu saja," jawab Arkana masih sibuk dengan tali sepatunya."Dia dalang utama dari kematian suamimu. Dia juga yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk merekayasa kematian Vito. Dia tau kalau aku sudah datang, jadi dia tidak mungkin bisa bertahan lebih lama di posisinya sekarang," lanjut Arkana setelah kedua sepatu







