Share

Realita

Pernikahan yang hambar. Nima mulai merasakannya akhir-akhir ini. Ketika Galang kembali sibuk sendiri dengan bisnisnya. Membiarkannya sendiri di rumah, seolah-olah hanya sebagai istri pajangan.

"Gue capek, Lang," keluh Nima bermonolog. Gadis berjilbab biru itu menatap sendu langit dari balkon. Kesehariannya lebih banyak dihabiskan di sana.

Pekerjaan rumah telah dilakukan pembantu. Meski begitu dia tetap bagian memasak yang sayangnya tidak pernah disentuh atau bahkan dicicipi Galang. Pria berbibir tipis itu seperti menjadikan rumah hanya tempat singgah untuk istirahat. Tidak lebih dari itu.

"Udah gue duga kalau rumah ini sangkar emas. Luarnya doang yang cakep," ujar Nima lagi. Menghela napas. Teringat saat pagi tadi mengajak Galang sarapan yang malah tak mendapat respon berarti. Istri mana yang takkan sakit hati?

Sekarang Nima sadar bahwa manusia memang tidak pernah puas. Selalu mengangungkan sesuatu yang tidak dia miliki, tapi setelah dimiliki malah mer

Miss April

Haii gaess! Gimana ceritanya? Seru atau mulai keluar alur? Jangan lupa vote dan komen yaa, ditunggu! *maksa, wkwk. Ini masih part2 awal jadi belum keliatan jelas alurnya. Happy reading!

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status