Share

BAB 48 Ulah Nami

Author: RatuKuyang
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-01 13:54:21

Selena memutar tubuhnya perlahan, menyunggingkan senyum penuh cemoohan yang teramat menohok sebelum melangkah pergi meninggalkan kediaman Pramoedya yang dicekat keheningan mencekam.

Di dalam rumah, amarah Nami sudah membakar habis sisa akal sehatnya. Merasa dipermalukan habis-habisan di depan orang tuanya, ditambah tatapan kecewa sekaligus murka dari sang ayah, membuat dada Nami terasa mau meledak. Ia tidak bisa tinggal diam. Tanpa memedulikan penampilannya yang masih berantakan, gaun lusuh, ri
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 52 Pengecut Tanpa Tulang Belakang

    Jawaban yang meluncur dari mulut Charlie terasa bagaikan pisau bermata dua yang menghujam jantungnya sendiri. Penyesalan teramat besar membanjiri benaknya, namun ia sudah terkunci mati dalam permainan yang ia ciptakan sendiri."Bagus," ujar Ayah Nami dingin, meski tidak ada binar kebahagiaan di matanya. Rasa hormat dan kebanggaan pada calon menantunya itu sudah menguap tak berbekas, berganti dengan transaksi paksaan demi menyelamatkan sisa-sisa muka keluarga Pramoedya. "Besok pagi aku akan mengurus semua berkasnya. Jangan coba-coba melarikan diri atau mematikan ponselmu, Charlie. Sekali saja kau menghilang, detik itu juga karirmu kuhancurkan."Ayah Nami memutar tubuhnya, menatap putrinya yang masih terbaring di atas ranjang. "Kau istirahat di sini sampai besok. Ibumu yang akan menemanimu. Dan kau, Charlie ... pulanglah. Siapkan dirimu dan keluargamu untuk pernikahan minggu depan."Charlie tidak menjawab. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau sekadar menoleh pada Nami, ia membalikkan

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 51 Tertekan

    Brak!Suara bentakan yang menggelegar itu membekukan aliran darah Charlie. Pria itu berbalik cepat, dan seketika wajahnya berubah pucat pasi bagai kertas terbakar.Di ambang pintu, Ayah Nami berdiri dengan napas memburu, tangan tuanya mencengkeram erat tongkat kayu hingga buku-buku jarinya memutih. Di sampingnya, Ibu tiri Nami menatap Charlie dengan kilat mata yang dipenuhi murka dan dendam yang sanggup membakar hidup-hidup."A-Ayah ... Ibu ..." cicit Charlie gagap. Lidahnya mendadak terasa kelu, lututnya lemas seketika.Rupanya, setelah Nami melesat pergi meninggalkan rumah dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya yang cemas langsung menyusul dan mencari keberadaan Nami, hingga akhirnya menemukan mobil putri mereka terparkir di rumah sakit ini. Dan naas bagi Charlie, kalimat biadabnya baru saja terdengar utuh tanpa ada yang terlewat."Bangsat tidak tahu diri!"Buuk!Tanpa memberi kesempatan sedikit pun pada Charlie untuk membela diri, Ayah Nami melangkah maju dan melayangkan pu

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 50 Bertengkar

    Pikiran Charlie makin melayang tak tentu arah. Ketakutannya kian membesar membayangkan reaksi keluarga Pramoedya jika tahu Nami hamil sebelum menikah. Ayah Nami yang temperamental pasti akan menyeretnya ke altar pernikahan tanpa peduli apapun. Padahal, komitmen adalah monster menakutkan yang paling dihindarinya sejak dulu.Brak!Pintu ruang rawat terbuka pelan dari dalam. Suster melangkah keluar membawa nampan berisi perlengkapan infus yang baru diganti."Mas, pasiennya sudah sadar dan mencari Anda," ujar suster itu seraya tersenyum singkat sebelum berlalu menuju perawat jaga.Charlie menelan ludah kasar. Dengan kaki yang terasa seberat timah, ia mendorong pintu kamar rawat VIP itu. Aroma antiseptik yang pekat menyambut hidungnya, bercampur dengan suara detak monoton alat pemantau jantung di samping ranjang.Nami berbaring lemah dengan wajah pucat bagai kapas. Tatapannya layu, namun begitu melihat presensi Charlie yang melangkah mendekat, sebersit kehangatan dan rasa panik terpancar d

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 49 Kabar Mengejutkan

    Wajah Charlie mendadak sepucat kertas. Matanya melotot menatap Nami yang kini memegangi perutnya sambil membeberkan telapak tangan di atas bibir, menahan gejolak mual yang amat sangat.Belum sempat Charlie melontarkan makian atau bantahan atas celetukan pedas rekan kerjanya, tubuh Nami mendadak limbung. Pandangan gadis itu menggelap seketika akibat beban stres, emosi yang memuncak, dan rasa lelah fisik setelah seharian ditindas di rumah keluarga Young.Brukk!Nami ambruk ke lantai marmer kantor tanpa kesadaran. Suasana kantor yang tadinya gaduh oleh makian dan keributan seketika berubah menjadi jeritan kaget dari beberapa karyawan wanita."Nami! Nami, bangun!" pekik Charlie panik setengah mati. Rasa malu yang tadi membakar ubun-ubunnya mendadak berganti menjadi rasa takut luar biasa. Jika terjadi apa-apa pada Nami di ruang publik seperti ini, karier dan reputasinya benar-benar akan tamat malam ini juga.Dengan tangan gemetaran, Charlie mengangkat tubuh Nami yang terkulai lemas ke dala

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 48 Ulah Nami

    Selena memutar tubuhnya perlahan, menyunggingkan senyum penuh cemoohan yang teramat menohok sebelum melangkah pergi meninggalkan kediaman Pramoedya yang dicekat keheningan mencekam.Di dalam rumah, amarah Nami sudah membakar habis sisa akal sehatnya. Merasa dipermalukan habis-habisan di depan orang tuanya, ditambah tatapan kecewa sekaligus murka dari sang ayah, membuat dada Nami terasa mau meledak. Ia tidak bisa tinggal diam. Tanpa memedulikan penampilannya yang masih berantakan, gaun lusuh, riasan luntur, dan tangan kotor bekas berkebun, Nami menyambar kunci mobilnya dan melesat pergi.Tujuannya cuma satu, kantor tempat Charlie bekerja.Charlie, pria yang dulu direbutnya dari Selena dan kini menjadi sandaran sekaligus kekasih gelapnya, harus bertanggung jawab atas penderitaannya malam ini.Brak!Pintu kaca kantor agensi tempat Charlie bekerja terdorong kasar. Nami menerobos masuk seperti angin puting beliung. Beberapa karyawan yang masih lembur di area open-space langsung terlonjak k

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 47 Diancam

    Para tamu undangan yang mengerti situasi rumit tersebut segera berdiri, memberikan penghormatan singkat pada Nyonya Young, Satria, dan Selena, lalu melangkah meninggalkan ruang makan dengan tenang. Mereka cukup bijak untuk tidak mencampuri urusan domestik keluarga Young yang kini berurusan dengan drama keluarga Pramoedya.Meski tak sedikit dari mereka tetap menggunjingkan apa yang terjadi pada saat ini. Mereka semua menyayangkan sikap Nami yang kekanak-kanakan dan sangat jelas terlihat punya karakter yang buruk. Padahal keluarga Pramoedya terkenal dengan sikap sopan dan ramah. Tapi Hari ini, Nami telah mencoreng dan memperlihatkan kesan dan citra buruk di mata semua orang. Secara tidak langsung, Nami telah mempermalukan nama besar keluarganya sendiri. "Satria, kau tenangkan saja ibu mertua. Aku akan pergi menemui keluargaku sebelum Nami bikin ilah lebih parah lagi dari ini," ucap Selena izin pamit pulang menyusul Nami. "Kau mau aku temani?" tawar Satria. Selena menggeleng. "Tidak p

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status