Share

BAB 64 CEO Manja

Author: RatuKuyang
last update publish date: 2026-10-09 11:40:00

"Sayang!" Selena menepuk lembut dada suaminya. "Kau ini kenapa, sih? Dari tadi menciumiku terus!"

Satria akhirnya membuka kedua matanya. Tatapannya yang semula dipenuhi kejahilan perlahan berubah lembut.

"Karena aku bisa."

"Jawaban macam apa itu?"

"Jawaban seorang suami yang sedang jatuh cinta kepada istrinya sendiri."

Selena terdiam sesaat.

Meskipun mereka telah melewati banyak hal bersama, mendengar Satria mengucapkan kalimat semacam itu masih mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 70 Godaan Bule Cantik

    Perempuan itu mengikuti arah tangan Satria. Senyumnya sempat memudar, tetapi ia segera kembali memasang ekspresi ramah. "Oh, your wife? She's beautiful." wanita bule itu mencoba tersenyum memuji kecantikan Selena walau ekspresinya tampak sangat kecewa "She is," jawab Satria tanpa ragu, singkat padat dan jelas. Hanya dua kata. Ia tak suka basa basi dengan orang asing. Namun, cara Satria mengucapkannya begitu mantap, seolah-olah tidak ada perempuan lain di dunia yang mampu menandingi kecantikan istrinya. Perempuan asing itu sempat terdiam. "Well, perhaps we could still have a friendly drink sometime?" Satria tersenyum sopan. "I appreciate the invitation, but I'd rather spend my time with my wife. Have a lovely day." Satria benar-benar menolak mentah-mentah ajakan Sang nona bule untuk minum bersama. Ia tak terbius dengan kecantikan wanita bule didepannya. Setelah mengangguk singkat, ia kembali berjalan menuju bar.Perempuan itu memandang punggungnya dengan ekspresi campuran anta

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 69 CEO Tampan yang Perhatian

    Matahari semakin meninggi, memancarkan cahaya keemasan di atas laguna Maladewa. Setelah cukup lama menikmati ketenangan di gazebo, Selena akhirnya mengajak Satria berjalan-jalan menyusuri kawasan pantai yang menjadi bagian dari resort eksklusif tersebut. Satria segera bangkit, lalu mengulurkan tangannya. "Sini, Sayang." Selena menyambut uluran tangan itu. Namun, baru beberapa langkah berjalan, Satria tiba-tiba berhenti dan berjongkok di hadapannya. Selena sontak membelalak. "Satria! Apa yang sedang kau lakukan?" Alih-alih menjawab, pria itu justru mengangkat sebelah kaki Selena dengan hati-hati, lalu memasangkan sandal yang sebelumnya dilepas istrinya di tepi pantai. "Tadi kau melepas sandalmu, tetapi lupa membawanya," ujar Satria santai. "Pasirnya semakin panas. Aku tidak mau kakimu terluka." Selena tertegun. Ia menatap suaminya yang masih sibuk memastikan kedua sandal itu terpasang dengan nyaman. Pemandangan tersebut terasa begitu kontras dengan sosok Satria yang dikenal seb

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 68 Hanya Ada Kita Berdua

    Sekitar empat puluh menit kemudian, kapal pesiar mereka merapat di sebuah dermaga kayu kecil yang menghadap laguna berwarna biru kehijauan.Pemandangannya begitu menakjubkan hingga Selena nyaris lupa berbicara.Di sepanjang pantai, pasir putih membentang bersih. Pepohonan kelapa tumbuh di antara beberapa vila mungil yang tersembunyi di balik dedaunan tropis. Sebuah gazebo terbuka berdiri menghadap laut, dihiasi kain putih yang bergerak lembut tertiup angin.Di atas meja gazebo, terdapat rangkaian bunga segar dan sebuah keranjang berisi buah-buahan. Selena menatap semua itu dengan wajah takjub."Satria ... ini tempat apa?""Tempat untuk kita menghabiskan waktu sampai sore nanti.""Kau menyewa seluruh pulau?"Satria terkekeh."Tidak. Aku hanya memesan tempat ini agar kita bisa menikmati suasana yang lebih tenang."Selena mengembuskan napas lega, lalu menoleh kepadanya."Syukurlah. Aku sempat berpikir kau akan membeli pulau ini juga."Satria mengangkat alis."Kalau itu yang membuatmu bah

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 67 Kejutan Romantis Sang CEO

    Setelah sarapan yang berlangsung hampir satu jam, Selena akhirnya menyandarkan punggungnya pada kursi sambil mengembuskan napas puas. Ia melirik Satria yang masih sibuk menuangkan jus jeruk ke dalam gelasnya."Satria, aku sudah kenyang."Pria itu mengangkat wajah. "Benarkah? Kau baru menghabiskan setengah porsi buah.""Karena sejak tadi ada seseorang yang terus menyuruhku makan."Satria tersenyum tanpa merasa bersalah. "Aku hanya memastikan istriku mendapatkan sarapan yang cukup.""Sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ini?""Sejak punya istri yang terlalu sibuk mengurus orang lain untuk membalas dendam sampai terkadang lupa mengurus dirinya sendiri."Selena terdiam sesaat. Kemudian, ia mengulurkan tangan dan mencubit lembut pipi suaminya."Mereka yang mulai. Aku hanya mengembalikan apa yang pernah mereka lakukan padaku. Kini, balas dendam ku sudah terbayar, mereka menuai apa yang mereka tanam. Jadi, aku bisa melanjutkan hidupku bersamamu dengan tenang."Satria menarik tubuh Selena

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 66 Bulan Madu yang Tak Ingin Berakhir

    Selena baru saja selesai mengenakan gaun musim panas berwarna putih gading ketika Satria keluar dari ruang ganti dengan kemeja linen putih yang lengannya dilipat hingga siku. Celana panjang berwarna krem dan jam tangan mewah di pergelangan tangannya membuat penampilannya terlihat santai, tetapi tetap elegan.Pria itu berhenti sejenak di ambang pintu.Tatapannya terpaku pada Selena yang sedang merapikan rambut di depan cermin."Astaga ...."Selena menoleh. "Kenapa?"Satria memasukkan kedua tangan ke saku celananya, lalu menggeleng pelan seolah sedang berusaha menerima kenyataan yang sulit dipercaya."Aku baru menyadari satu masalah besar dalam perjalanan ini."Selena mengernyit. "Masalah apa? Jangan bilang ada urusan perusahaan yang mengharuskan kita pulang.""Bukan.""Lalu?"Satria berjalan mendekat, kemudian berdiri tepat di belakangnya. Kedua tangannya bertumpu ringan di pinggang Selena, sementara dagunya bersandar di bahu sang istri."Bagaimana caranya aku menikmati pemandangan Mal

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 64 CEO Manja

    "Sayang!" Selena menepuk lembut dada suaminya. "Kau ini kenapa, sih? Dari tadi menciumiku terus!"Satria akhirnya membuka kedua matanya. Tatapannya yang semula dipenuhi kejahilan perlahan berubah lembut."Karena aku bisa.""Jawaban macam apa itu?""Jawaban seorang suami yang sedang jatuh cinta kepada istrinya sendiri."Selena terdiam sesaat.Meskipun mereka telah melewati banyak hal bersama, mendengar Satria mengucapkan kalimat semacam itu masih mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Ia mencoba menyembunyikan rasa malunya dengan memalingkan wajah, tetapi Satria segera menyentuh dagunya dengan lembut, mengajaknya kembali bertatapan."Jangan sembunyi dariku," bisik Satria."Aku tidak bersembunyi.""Lalu, kenapa wajahmu menghadap ke sana?""Karena pemandangan lautnya indah!"Satria melirik dinding kaca di belakang Selena, lalu kembali menatap istrinya dengan senyum lebar."Oh, begitu. Jadi, sekarang laut lebih menarik daripada suamimu?"Selena menggigit bibir menahan tawa. "Laut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status