Home / Romansa / Menikahi Wanita Gila / Bab 97. Masih Hidup

Share

Bab 97. Masih Hidup

Author: Lenijuli
last update publish date: 2026-10-01 15:18:45

Alicia sangat marah, dia memilih pulang. Ibunya harus tahu kalau Elise masih hidup. Meski tidak ada pengakuan secara langsung tapi dia sangat yakin wanita itu adalah Elise.

Axel tidak mungkin menemukan pengganti dalam waktu yang begitu singkat apalagi dia telah mendengar pria itu masih mencari keberadaan Elise.l

“Mom,” Alicia memanggil ibunya dengan keras. Ibunya sedang berbaring saat dia masuk ke dalam kamar. Semenjak jatuh sakit keadaannya begitu lemah.

“Ada apa, Alicia? Kenapa kau belum perg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ikoh Jenggung
ayo balas Elise mereka yg telah menyakitimu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 104. Jangan Lakukan

    Tali ikat pinggang yang terbuat dari kulit itu di cengkram dengan begitu kuat sampai berbunyi. Tatapannya membara, Alicia benar-benar berani. Sepertinya hukuman yang dia berikan kemarin tidak cukup.Wajah Alicia semakin pucat, “A-Axel, kenapa kau berada di sini?”“Kalau aku tidak berada di sini, maka aku tidak akan melihat apa yang ingin kau lakukan pada istriku.”Ikat pinggang itu terlepas dari tangan, “Tidak. Kau salah paham. Aku tidak akan memukulnya.”“Kau pikir aku buta?!” Axel melempar ikat pinggang itu ke arahnya.Alicia tidak berani bersuara saat kepala ikat pinggang yang terbuat dari besi itu menghantam dahinya. Dia menunduk, menahan rasa sakitnya.Axel melewatinya, menghampiri Elise, “Apa kau baik-baik saja?"Axel memegangi tangannya, memeriksanya seolah ada luka disana. Dan dia kembali bertanya, “Apa ada yang terluka?”“Axel,” Elise pura-pura lemah, “Untung saja kau datang. Kalau tidak mereka akan membunuhku dengan benda itu.”“Jangan asal bicara, siapa yang mau membunuhmu?

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 103. Harus Balas Budi

    Mereka sudah sampai di tempat yang sepi. Taman yang berada di dekat restoran itu. Karena jam makan siang, tidak ada satupun orang berada di sana.Akhirnya kesempatan itu datang, Alicia dan ibunya tidak menyia-nyiakan kesempatan.Mereka langsung menekan Elise, membuatnya terpojok, Alicia tidak memberinya banyak ruang gerak.Elise tersenyum tipis dan bersandar di pohon besar, sedangkan ibu dan kakaknya berdiri di hadapannya. Mereka tidak akan membiarkan Elise lari begitu saja.“Jadi, benar-benar ingin main keroyok?”“Tidak perlu pura-pura tenang, Elise. Setelah merebut semua yang aku miliki, kau melupakan kami sebagai keluargamu. Kau benar-benar kurang ajar dan tak tahu diri.”“Keluargaku?” Elise berdiri tegak. Matanya bergerak pelan, memandangi ibu dan kakaknya dari atas sampai ke bawah. Lalu dia kembali bersandar sambil mengangkat bahunya, “Sudah lama aku tidak memiliki keluarga, jangan mengaku-ngaku!”“Elise, Kami memang bersalah padamu,” ucap ibunya. Suaranya terdengar lembut, tidak

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 102. Ingin Melepas Rindu

    Alicia mencari kesempatan untuk bertemu dengan Elise. Dia memantau, hampir setiap hari sampai melupakan kesenangannya untuk berkumpul dengan teman-temannya.Akhirnya kesempatan itu datang. Elise berada di sebuah restoran, menunggu Axel karena mereka telah membuat janji untuk makan siang bersama.Kesempatan itu sudah disia-siakan Alicia. Dia memanggil ibunya untuk datang, dan menghampiri Elise yang sedang duduk sendirian.“Yo!” Dia memanggil. Elise yang sedang melihat menu mengangkat wajahnya. Dia tersenyum, “Sungguh kebetulan, apa mantan istri juga ingin makan siang di sini?”“Sialan! Jangan memanggilku mantan istri!” bentak Alicia.“Nona Alicia, apakah yang kemarin kurang? Atau kau ingin diseret mereka keluar dari tempat ini?”“Sombong!” Alicia menarik kursi, lalu duduk, “Mentang-mentang sudah menjadi istri Axel, kau begitu berani mengancamku!”“Kenapa tidak? Suamiku sudah bilang, aku boleh menyingkirkan siapa saja yang mengganggu termasuk dirimu.”Tatapan Alicia penuh dendam. Benci

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 101. Tahu Kelemahannya

    Tidak menyangka sedikit balasan yang dia lakukan membuatnya cukup merasa puas.Suasana hati Elise begitu baik. Begitu pulang, dia langsung mencari pelayan dan meminta mereka untuk mengajarinya membuat makanan.Malam ini, dia ingin membuatkan makan malam untuk Axel. Walaupun dia tidak terlalu pandai, tapi dia ingin melakukannya. Masalah rasa urusan belakangan karena yang paling penting dia bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa ada yang melarangnya.Aroma makanan gosong memenuhi udara saat Axel kembali. Dari arah dapur, terdengar suara pelayan yang panik juga terdengar suara istrinya.Axel melepaskan jasnya, tersenyum tipis saat melangkah masuk. Sekarang rumah itu kembali hidup setelah Elise kembali. Dan sekarang, dia tidak akan kesepian saat melangkah masuk ke dalam rumah itu. Setelah memberikan jasnya pada pelayan pribadinya, Axel pergi ke dapur. Dia melangkah dengan hati-hati, tidak menimbulkan suara sehingga Elise tidak tahu akan kehadirannya.Istrinya terlihat sibuk deng

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 100. Baru Awal

    Alicia sedang merapikan beberapa pakaian yang baru saja dicoba oleh pelanggan saat Elise masuk ke butik itu.Alicia terkejut sebentar, tapi kemudian senyuman liciknya mengembang. Sangat kebetulan. Wanita itu datang sendiri tanpa perlu dia cari.Hari ini, dia harus tahu apakah dia Elise atau bukan..Pekerjaannya ditinggalkan, Alicia menghampiri Elise yang sedang melihat-lihat. Dilihat dari belakang seperti itu justru semakin membuatnya yakin kalau wanita itu memanglah Elise.“Wah... Wah,” Alicia berdiri di hadapannya, memandangi penampilan Elise dari atas ke bawah, “Tidak menduga akan kedatangan pelanggan yang tidak biasa.”“Kita bertemu lagi , Nona Alicia. Jadi kau bekerja di tempat ini?" Elise tersenyum, tapi senyumannya itu seperti sedang menertawakan keadaan Alicia.Terserah saja dia tidak menyukainya wanita itu jelas-jelas sedang menertawakan dirinya.“Kau sengaja datang ke sini apa ingin mempermalukan aku?”“Apa maksud perkataan Nona Alicia?” Elisa mengangkat satu tangannya denga

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 99. Masih Ada Peluang

    Suasana hatinya cukup baik hari itu. Elise duduk di ruang tamu, mengeluarkan barang-barang yang dia beli satu persatu.Tas, perhiasan, cukup banyak sampai membuatnya bingung bagaimana dia harus memakai barang-barang itu. Padahal dia hanya memerlukan satu saja, apalagi dia jarang keluar rumah.Kotak perhiasan sudah menumpuk di atas meja. Melihatnya saja membuatnya bingung. Elise memijit pelipis, kepalanya pusing melihat begitu banyak barang berharga seperti itu. Mungkin dia belum terbiasa, dan mulai sekarang harus dia biasakan.Axel membawakan segelas air hangat untuknya. Melihat istrinya sedang pusing dengan barang-barang itu justru membuatnya tersenyum.“Kenapa? Apa kurang?” dia duduk di samping Elise, dan memberikan air hangat itu untuknya, “Kalau kurang kita bisa membelinya lagi. Apapun yang kau inginkan, pasti kau dapatkan.”“Aku sudah tidak mau!” Elise langsung menolak, “Kau lihat barang-barang itu?” Kini dia menunjuk ke arah tumpukan perhiasan, “Leherku cuma satu. Bagaimana aku

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 6. Sejak Kapan Kau Berubah?

    Pintu kamar utama tertutup perlahan.Suara tepuk tangan, musik, dan ucapan selamat yang memenuhi pesta pernikahan beberapa jam lalu kini telah menghilang. Elise melangkah masuk, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke arah bukit.Dari sana, dia dapat melihat lampu kota seperti bintan

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 5. Hari Pernikahan

    Kedua orang tuanya sangat puas, karena makan malam yang dilakukan oleh Elise berjalan dengan lancar.Axel mengantarnya pulang, pria itu tidak terlihat curiga sama sekali dengan sandiwara yang dimainkan oleh Elise.Wanita gila itu berakting dengan cukup sempurna. Dan mereka pun semakin percaya kalau

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 4. Hampir Ketahuan

    Musik mengalun pelan. Lembut, dan mengisi ruangan yang dipenuhi ketegangan.Perlahan, Elise merasa suasana lebih tenang meski di bawah tekanan aura gelap dan tatapan tajam Axel yang sedang menilai dirinya.Elisa duduk dengan anggun di kursinya. Bersikap tenang dan menjaga kewarasan. Jemarinya menye

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 3. Pengganti

    Surat perjanjian sudah berada di atas meja keesokan paginya. Elise duduk dengan tegak, tatapan matanya tak lepas dari saudara kembarnya.Jadi, mereka membawanya kembali agar dia menggantikan kakaknya menikah dengan laki-laki bernama Axel Smith?Lagi, dia harus menggantikan kakaknya itu meski kali i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status