공유

Bab 7

작가: Pupihhh
last update 게시일: 2025-07-23 11:44:24

"Semua barang-barang mu disini sudah dipindah kan kekamarku. Mulai malam ini dan seterusnya, kita akan tidur bersama!"

"Apaa?" Viola tersentak kaget. "Kiev, kita sudah sepakat akan bercerai!"

Kiev kembali kesal setiap Viola mengatakan kata cerai. Padahal dia yang dulu menginginkan Viola menyerah.

"Mama dan Nenek sedang ada disini. Mereka tidak lama, jadi selama mereka disini, kita akan tidur satu kamar!" Tegas Kiev, tanpa aba-aba, Kiev sedikit menunduk dan mengangkat tubuh Viola ala bridal style.

Viola yang kaget reflek melingkarkan tangannya dileher Kiev. "Turunkan aku!" Viola meronta, namun Kiev tidak menghiraukannya.

Justru Kiev membalik badan kemudian berjalan menuju kamarnya yang berada disebelah kamar Viola.

"Kiev, dengar! Aku bisa berjalan sendiri!" Viola melotot. Namun Kiev tetap tidak mengubrisnya.

Pada akhirnya kalah dan membiarkan Kiev menggendongnya, untuk pertama kali, Viola merasa dimanja dan diperhatikan Kiev, pria yang sangat dia cintai sampai mengorbankan semuanya.

Tapi Kiev yang terlalu membencinya tidak pernah melihat kehadirannya. Viola tidak lagi merasakan kebahagiaan sekedar melihat Kiev, apakah rasa cinta itu masih ada?

Kiev memang tampan, sangat tampan sampai bisa membuat seluruh gadis bertekuk lutut mengidolakannya.

"Buka pintunya!" Ucap Kiev memerintah Viola.

Viola sedang melamun, dia menatap wajah Kiev, antara benci dan cinta.

Merasa tidak ada pergerakan dari Viola, Kiev menundukkan kepala guna melihat istrinya. Tanpa sengaja, kedua bola mata mereka bertemu selama beberapa saat.

Viola yang tersadar memejamkan matanya dan menggelengkan kepala pelan. Viola tidak akan membiarkan hanyut kembali kepada Kiev yang tidak. akan mencintainya.

Viola langsung meronta turun, Kiev tersenyum melihat tingkah Viola sampai dia lemah dan akhirnya menurunkan Viola.

Dengan gesit, Viola mendorong gagang. pintu lalu masuk lebih dulu. Pemandangan didalam kamar membuat Viola sesak dan secara bersamaan.

Dia melihat satu persatu pajangan yang ada didinding kamar. Semua foto-foto yang diturunkan dari dinding kamarnya, bagaimana bisa beralih menempel didinding kamar Kiev?

"Selama tiga tahun aku baru menyadari, kalau aku memiliki foto setampan itu dikamarmu." Kiev berbicara dari belakangnya.

Viola menoleh sedikit, "Nggak mungkin yang memasangnyal" Sahut Viola.

Mustahil menurut Viola, bahkan setiap foto, Kiev tidak tersenyum, seolah menggambarkan memang pernikahan mereka paksaan.

"Memang bukan aku." Kiev berjalan mendahului, lalu duduk dikursi sofa.

didalam kamar dan meraih foto bingkai berukuran kecil. "Tapi Leon tidak akan memasangnya tanpa seizin dariku! Lihatlah. Aku sangat cocok dengan balutan tuxedo putih." Lanjut Kiev.

Viola memalingkan wajahnya kearah lain. Pemandangan didalam kamar Kiev yang diimpikan dari dulu, sekarang sudah terwujud, tapi sama sekali Viola tidak merasa bahagia atau sedih. Apa ini yang dinamakan mati rasa?

Setelah Viola masuk kedalam kamar mandi. Kiev bingung dengan dirinya sendiri. "Ada apa denganku? Kenapa aku selalu ingin dekat dengannya?"

••••••••

Saat Viola keluar dari kamar mandi dengan setelah baju tidur, Kiev sudah berada diatas ranjang sambil tangan dibelakang kepala dan menatap keatas.

"Aku nggak sudi tidur seranjang denganmu!" maki Kiev beberapa waktu lalu.

Suara itu terngiang ditelinga Viola, dia masih mengingatnya.

"Aku tidur disofa." Kata Viola seraya meraih bantal disamping Kiev diatas ranjang.

Kiev menoleh, mengernyitkan keningnya. Sebegitu bencinya Viola sampai tidak mau seranjang dengannya.

"Kenapa? Apa karena kita akan bercerai?" Tebak Kiev.

"Salah satu alasannya!" Jawab Viola.

"Katakan semua alasannya!" Desak Kiev.

"Aku memiliki seribu satu alasan untuk

tidak menjawab pertanyaanmu!" Sahut Viola dengan ketus, berjalan meninggalkan ranjang Kiev.

Tidak tinggal diam, Kiev beranjak bangun dan berjalan cepat memutari ranjang. Menarik tangan Viola sampai Viola mendekat dan membentur dadanya.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Bentak Viola. Bantal ditangannya bahkan terjatuh karena kaget tiba-tiba Kiev menariknya.

"Apa kamu lupa, kita ini siapa?" Kiev memeluknya sangat erat, tidak membiarkan Viola lepas dari dekapannya.

"Kiev, ada apa denganmu?" Viola menatapnya tajam.

Ada apa dengannya? Kiev sendiri tidak tau apa yang terjadi padanya. Mengapa tiba-tiba ingin selalu melihat Viola dan tidak suka pada sikap Viola yang mengacuhkan nya.

"Apa kata-kataku tadi kurang jelas, Nyonya muda Arron? Malam ini dan seterusnya, kita tidur bersama." Sahut Kiev dengan entengnya.

"Kita akan bercerai Kiev! Lepaskan aku!!"

Sahut Viola dengan cepat, suaranya sedikit meninggi sangking geramnya dengan sikap Kiev yang Plin-plan.

Viola selalu menyangkut kan kata cerai, itu membuat Kiev semakin tidak suka. Viola seperti sudah sangat membencinya dan ingin segera lepas darinya.

Memang Kiev awalnya senang, tapi saat perubahan sikap Viola yang dingin dan tidak seperti biasanya yang selalu menganggunya, rupanya berhasil membuat Kiev kalang kabut dan tidak suka.

Kiev perlahan melonggarkan "Silahkan kamu tidur disofa. Tapi aku akan memperlambat proses perceraian kita." Ancam kiev, dia mundur dan kembali keranjang.

"kau mengancam ku?" Sahut Viola dengan ketus.

"Itu pemikiranmu sendiri. Kamu selalu berfikiran buruk tentangku." Kiev melepaskannya lalu mundur, Dia tidak suka sikap Viola yang berubah menentangnya.

Setelah dicampakkan, Viola bukan lagi gadis yang ramah terhadap Kiev yang masih menjadi suaminya sendiri.

Kata-kata Kiev seakan Viola selalu jahat dan selalu menindas Kiev. Padahal Kiev

sendiri yang selalu berfikiran buruk tentangnya. Bodohnya Viola selalu bertahan meskipun sikap Kiev kepadanya sangat dingin dan acuh.

"Kamu memang nggak pernah berubah, Kiev. Dari dulu kamu selalu ingin kita bercerai, sekarang aku melepasmu, tapi kamu malah bersikap seperti ini! Apa sebenarnya maumu?" Bentak Viola yang tidak tahan lagi dengan sikap Kiev.

Kiev berhenti melangkah, Kiev tidak tau apa yang dia inginkan, Bercerai dari Viola? Tapi mengapa hatinya tidak sinkron dan ingin mempertahankan Viola, padahal jelas bukan Viola yang diinginkan.

Kiev membalikkan badan lalu menatap istrinya, dia berkata pelan, "Kamu hanya salah Paham, Viola. Kita bisa membicarakan ini baik-baik!"

"Salah paham? Lalu kenapa kamu ingin menyingkirkanku?"

"Kamu masih menganggap bahwa aku yang sudah membuatmu kecelakaan?" Tanya Kiev. Kecelakaan yang dialami Viola sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya. "Aku berani bersumpah Viola, Aku tidak pernah berniat menghabisimu!"

"Kamu selalu berbohong Kiev!" Bentak Viola. Dia berjalan menuju meja rias dimana banyak tumpukan buku-bukunya

yang belum disimpan ada disana. Viola berjalan kembali kearah Kiev setelah mendapatkan apa yang dicari. "Polisi mengatakan rem mobilku sengaja disabotase. Dan malam itu, aku melihat.

kamu sedang berada didepan mobilku saat di garasi rumah sebelum kamu pergi bersama Aliec!"

Kiev tersentak kaget atas tuduhan Viola kepadanya. Malam itu memang dia mengecek mobil Viola, karena ada tetesan air yang menetes dibawah bumper mobil Viola. Namun dia tidak melakukan apapun dan bahkan menyuruh Penjaga untuk mengeceknya dan membawanya kebengkel.

Kiev diam saja tidak membenarkan ataupun menyangkalnya. Itu membuat Viola semakin yakin kalau Kiev yang telah membuatnya kecelakaan.

Violet menarik nafasnya, "Aku sangat membencimu, Kiev. Kamu menggunakan cara Licik untuk bercerai dariku!"

Bersambung

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 43

    "Semua ini memang salahku, Aliec Aku akui, aku memang yang memaksa Kiev menikahiku. Tapi dengan cara mencelakai orang, itu juga tidak dibenarkan! Kamu bisa saja membenciku, tapi tidak dengan cara seperti itu! Kamu sudah melakukan tindakan Kriminal! "Ucap ViolaAliec hanya terdiam, ia memang salah, karena terlalu mencintai Kiev dan membuatnya gelap mata hingga melakukan hal nekat.Aliec tidak tau, hukuman apa yang akan Viola berikan. Namun ia sangat takut kalau Viola membawa masalah ini kejalur hukum."Viola, maafkan aku. Aku nggak akan mengulangi kesalahanku lagi!" Ucap Aliec kepada Viola. la harus membujuk Viola supaya tidak membesarkan masalah ini."Aku tidak bisa memafkan kamu Aliec, hukum harus ditegakkan! Aku akan membawa masalah ini kejalur hukum!" Sahut Viola, biar bagaimanapun, yang dilakukan Aliec sudah keterlaluan.Aliec hampir membunuhnya, dan malah korbannya adalah calon anaknya. Meskipun. Viola tidak tau dia sedang hamil saat

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 42

    Sampai di perusahaan yang masih sepi itu, dan Kiev langsung masuk menuju ruangan Ceo.Kiev duduk dikursi sofa dan menyuruh Leon juga duduk disana. "Kau sudah mendapatkan rekaman Cctvnya?""Sudah tuan""Berikan padaku Aku ingin melihatnya langsung! Bagaimana wanita itu berusaha menghabisi Viola dan calon anak kami!"Mendengar kata anak, Leon barubah kaget la tidak mengerti maksudnya. "Maksud tuan, anak siapa?" Tanya Leon memberanikan diri bertanya."Aku pernah satu kali meniduri Viola, saat ulang tahun Nenek, Nenek menjebak ku dengan chat. Dan ternyata, dari kejadian malam itu, Viola hamil, namun Viola juga tidak mengetahui. Dia baru tau saat keguguran karena kecelakaan itu!" Jelas Kiev, la nampak menyesal saat mengucapkannya, karena secara tidak langsung, Kiev juga menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Viola.Seandainya bayi itu masih ada, Kiev sangat menginginkannya.Leon baru mengerti sekarang dari cer

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 41

    "Aku sangat merindukanmu. Hari-hariku hanya selalu dihantui bayanganmu. Aku baru menyadari perasaanku setelah kamu pergi! Aku... Aku sayang sama kamu, Violet. Aku mencintaimu, sayang. Aku sangat mencintai kamu! Berikan aku hukuman, asal aku bisa terus melihat kamu dan melindungi kamu!" Ucap Kiev dengan tidak tau malu setelah mencampakkan Viola. Namun ia sangat tulus mengucapkannya.Viola merasakannya? Ya! Hanya saja ia tidak yakin dan tidak mungkin secepat itu Kiev menyesal dan mencintainya.Viola mendorong dada Kiev dan ia segera mundur. "Cinta? Cinta apa yang kamu maksud? Kenapa baru mengatakan cinta sekarang, setelah semuanya sudah berakhir?" Tanya Viola tidak percaya.Kiev tau, Viola tidak akan percaya dengan cintanya begitu saja. Setelah ia menyakitinya berkali-kali, hati Viola tidak akan begitu mudah luluh dan memaafkannya, apalagi mempercayainya."Kamu tau Kiev? Bahkan, sebelum kita bercerai, aku... Masih saja berharap dan ingin memberimu k

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 40

    "Kiev!" Viola tidak menyangka pria itu memang Kiev.Viola berjongkok didepan Kiev, "Kiev, apa yang kamu lakukan disini?"Kiev tidak menjawab, kedua matanya terpejam namun ia bisa mendengar suara yang sangat la rindukan."Kiev!" Sekali lagi Viola memanggilnya. "Kamu kenapa Kiev? Bagaimana kamu bisa kesini?" Viola bertanya berkali-kali, namun Kiev tidak menjawab.Kiev seperti aneh, dan wajahnya terlihat pucat. Viola mengulurkan tangan dan menyentuh keningnya. "Yaampun, panas sekali. Kamu demam?" Viola khawatir dan tidak tegaTapi ia bingung harus bagaimana sekarang. la sudah berjanji tidak akan mengurusi apapun tentang Kiev, tapi....Viola melihat kesana kemarin tidak ada orang sama sekali. Bahkan Leon yang selalu menemani Kiev juga tidak ada."Ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus menolongnya?" Viola menimang-nimang fikirannya.Pada akhirnya, hembusan nafas berat. terdengar darinya. "Ya, sebagai s

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 39

    Setelah Viola selesai memberikan sedikit suaranya dan menceritakan pengalaman dalam membangun Mutyara Boutique, ia langsung turun dari panggung begitu juga CarlosSaat Viola berjalan didepan Kiev, Pria Itu berdiri. Viola hanya menatapnya sekilas, Namun Kiev, menatapnya dengan perasaan mendalam. Kiev sangat rindu, sosok gadis didepannya, la ingin menarik Viola kedalam pelukannya, lalu melepaskan rindu den juga perasaan bersalah yang teramat dalam.Viola membuang nafasnya pelan seraya memejamkan mata, ia lalu melangkahkan kakinya pergiViola bukan tidak ingin menyapa, hanya saja, takut terjatuh lagi. Perasaan yang masih tertinggal, ia sangat takut kalau akan bangkit dan memberontak, hingga ia memilih menghindar dengan kata sekarang mereka hanyalah orang asing yang tidak pernah bertemu.Sementara Kiev, kornea elangnya tidak berhenti mengalihkan dari punggung wanita yang sudah semakin menjauh dan menjaga jarakBahkan menyapa saja enggan, dan

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 38

    Suasana sudah sangat ramai, ada beberapa sambutan dari orang-orang penting yang berpengaruh dinegara.Sementara diatas panggung catwalk sekarang, para model satu persatu sudah berlenggak-lenggok memamerkan keindahan dari gaun-gaun yang mereka kenakan.Semua penonton sudah riuh dan bertepuk tangan menyaksikan model kelas atas yang terkenal, ditambah gaun yang super internasional dari seorang desainner ternama.Ya, disinilah Kiev dan Leon sekarang berada. Meskipun sedikit terlambat, tapi mereka sudah mendapatkan tempat duduk VIP dibagian barisan depan.Penampilan Kiev sudah rapi, namun tidak dengan wajahnya yang seperti tidak bisa dijelaskan bagaimana ekspresinya saat ini. Ada gurat kesedihan dan penyesalan yang mendalam, dan kerinduan yang tak terobati.Bukan hanya mereka, Kiev juga bertemu dengan John istrinya dan kedua anak tiri john yang merupakan saudara tiri Viola. Kiev tidak menyapa, begitu juga mereka, hanya saja John sepertinya sed

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 37

    Sampai dirumah yang seharusnya milik Viola, dua kakak beradik itu langsung mengadukan semuanya kepada Mom della, ibu kandung mereka.Della yang sedang bersantai diruang tengah nampak marah mendengar dua putrinya dipermalukan oleh anak tirinya."Anak itu benar-benar kurang ajar!"

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 36

    Lyra dan Lyssa nampak kaget dengan kata-kata Farra.Mereka nampak marah, Lyssa lalu mengancam, "Aku ini pelanggan tetap disini. Kau tau, kalau aku marah aku bisa menutup Boutique ini!"Farra nampak takut dengan ancamannya. la sekarang bingung harus membela siapa.Anak m

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 35

    Hari-hari John selalu dihantui rasa bersalah. kepada Mommynya Viola. Karena saat Arora masih hidup, John sudah berpacaran dengan janda anak dua yang sekarang menjadi istrinya.Arora mengetahui perselingkuhannya, karena terlalu mencintar John, wanita itu tidak bisa melakukan apapun, terle

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 34

    Viola hanya acuh dan duduk sembari membaca sebuah kartu undangan. Viola memberikannya kepada Rachel."Nanti kau juga harus datang diacara fashion show itu!" Kata ViolaRachel sebenarnya ingin sekali datang, tapi dia tidak bisa berjanji, "Aku nggak bisa janji. Karena dalam waktu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status