MasukSaat semuanya sedang tegang mendengar jawaban Kiev, Nyonya Ratuliu bersama Clara ibu kandung Kiev berjalan dari belakang mereka.
Keduanya nampak heran melihat semuanya berkumpul dan seperti bersitegang. "Clara, ada apa itu ya?" "Aku juga nggak tau, mam." Mereka berjalan menengah diantara mereka. Pandangan Nyonya Ratuliu. langsung tertuju pada sosok cucu menantu kesayangannya. "Menantu kesayanganku!" Seru Nenek Ratuliu. Mereka semua langsung beralih menatap kesumber suara. Viola yang melihat nek ratu tersenyum, dia sangat menghormati Nyonya tertua Arron, meski awalnya Nyonya Ratuliu juga menolaknya. Namun seiring berjalannya waktu, Viola bisa mengambil hatinya. Nek ratu berjalan sambil membawa tongkat dibantu oleh Clara, kondisinya sempat kembali drop, dan selama ini merawatnya Viola. Clara tidak bisa merawatnya setlaten Viola. Viola yang mengerti kondisi Nenek Kiev ikut berjalan menghampiri meskipun sudah dekat. "Nenek senang, kamu datang nak." Wanita yang semakin renta tertelan usia itu langsung memeluk Viola, sehingga membuat para kerabat yang meragukan Viola kini syok. "Jadi yang istrinya Kiev?" Bibi Anara menutup mulutnya. Merlin kini yakin kalau memang Viola yang sebenarnya istrinya Kiev. Terlihat bagaimana Ratuliu yang tidak mudah menerima orang asing kini mengenal Viola seperti cucu kandungannya sendiri. Kiev berjalan menghampiri neneknya. Setelah Ratuliu melepaskan pelukannya, dia menatap Kiev, "Kenapa dengan kalian semua?" "Nenek, bagaimana Kondisi kesehatanmu?" Kiev mengalihkan pembicaraan. Anara yang belum puas dengan apa yang dilihat sebelum mendengar langsung, siapa Nyonya muda Arron kembali bertanya, "Clara, katakan dengan jujur Yang manakah menantumu?" Clara mengernyitkan keningnya, jelas-jelas Kiev membawa Violet. Bagaimana mereka bisa bertanya yang mana menantunya? Saat Clara hendak menjawab, tiba-tiba Aliec menghampirinya dan menyapa. "Mama, apa kabar?" Clara dan Nenek Ratuliu kaget dengan kehadiran Alieca diacara keluarga besar. Apalagi Clara bersikap sangat ramah, dan memanggil Clara, mama. Bagaimana bisa? "Bagaimana bisa kamu ada disini?" Nenek Ratuliu bertanya. "Nenek, aku..." Aliec merasa bersalah. Dia menjadi takut dan menyesali perbuatannya yang datang keacara ini. "Anara, apa yang kamu katakan tadi? Menantuku hanya satu." Clara melirik Aliec sebelum menarik tangan Viola, "Nyonya Viola Arron!" Mereka semua tercengang sampai menutup mulut. Mereka telah bersalah karena menuduh Viola pelakor, bahkan menghina dan menindasnya. Aliec yang semua tersenyum karena semua membelanya, kini semakin malu saat dia yang kini dituding sebagai kekasih gelap Kiev. "Kiev. Kamu membawanya?" Nek ratu menatap cucunya curiga. Kiev hanya diam. Dia bingung harus menjawab bagaimana, sedangkan Aliec juga tidak bersalah, namun dia nekat datang sedangkan dirinya sudah mengajak Viola. "Nek, akan Kiev jelaskan nanti." Kiev menyentuh punggung tangan neneknya, namun langsung ditepis Nek ratu. "Dengar semuanya! Aku perkenalkan Cucu menantuku, Viola Arrora yang kini menjadi Nyonya muda Arron! Hanya Viola lah yang akan menjadi menantu anakku selamanya, setidaknya sampai aku menutup mata!" Tegas Nek Ratuliu. Secara tidak langsung, Nek ratu sudah menegaskan Viola adalah menantu Clara sampai kapanpun, dan mereka tidak bercerai sampai Nek ratu menghembuskan nafas terakhir. Nek ratu menyempitkan kesempatan Aliec bisa menikah dengan Kiev. Aliec meneteskan air matanya, semua orang menghormati Nyonya Ratuliu dan menyayanginya, Karena dia satu-satunya Nyonya tertua Eudora yang semua kakaknya telah tiada, Ratuliu Arron Eudora. Semuanya menginginkan Nek ratu hidup lebih lama. "Kiev, kamu pilih, Viola atau gadis ini yang pulang?" Clara bertanya. Kiev tidak bisa membawa orang asing masuk dengan bebas. Viola sudah memutuskan akan bercerai. dan setelah bercerai pasti Aliec akan dinikhi Kiev. Jadi yang seharusnya pergi dirinya bukan? "Ma, sebaiknya Viola yang pergi. Aku nggak terbiasa datang keacara keluarga." •••••••• Setelah kekacauan yang sempat terjadi, Akhirnya acara berjalan lancar. Sepanjang acara, Viola sama sekali tidak bicara pada Kiev. Dia terus bersama para kerabat berserta nenek dan Clara yang memperkenalkannya. Viola bahagia? Tentu saja tidak. Karena acara sepenting ini saat pertama kalinya dia mengenal keluarga besar Kiev, justru dia sudah memutuskan akan bercerai. Mungkin saja memang ini sudah rencana sang maha kuasa, dia harus merubah sifatnya yang terlalu mengejar Kiev terlebih dahulu Dan orang mengenalnya sebagai Nyonya muda Arron yang terhormat, bukan gadis yang mengejar cinta pria terlalu berlebihan. Sementara Kiev bersikap acuh, meski sebenarnya dalam hati dia merasa bersalah terhadap istrinya. Kiev diam-diam mencuri pandang Viola, mengamati istrinya yang sedang berinteraksi dengan orang-orang luar. Karena keluarga besar Eudora tinggal diberbagai negara yang memiliki budaya masing-masing, dan bahasa yang berbeda. Tunggu dulu, Violet tidak lulus kuliah. Bagaimana bisa dia berbicara pada semua kerabat yang memiliki bahasa bicara yang berbeda-beda? Bahkan terlihat sangat akrab seolah tidak ada masalah dalam pribahasanya. "Dia memang penuh tanda tanya!" Gumam Kiev tidak percaya apa yang dilihat. Alieca memang lulus kuliah, tapi dia tidak sepintar Viola jika dilihat, padahal Violet hanya sampai di semester 5. Sementara Alieca lulus S2. Disisi lain, sepanjang perjalanan Aliec terus menangis karena Kiev menyuruhnya pulang. Semuanya memang kesalahan Aliec sendiri, tapi dia kecewa dengan sikap Kiev yang mengabaikannya untuk pertama kali. "Kiev kenapa kamu jahat?" Isak Aliec. Dia terus menghapus air matanya sampai lelah. Setelah mulai tenang, dia kembali berfikir dan menjadi takut kalau kecerobohannya yang nekat datang membuat Kiev. benar-benar marah kalau keluarga Kiev melarang Kiev menjauhiku? Nggak! Kiev nggak boleh pergi. Kiev hanya milikku!" Aliec kembali menangis. Setelah sampai di unit apartemennya dia langsung masuk kedalam kamar dan mulai menangis kembali. Aliec takut Kiev menjauhinya. "Aku harus bicara pada Kiev besok. Aku harus minta maaf" Gumam Aliec. Dia akhirnya tertidur. ••••••••• Jam 11 malam, acara baru selesai. Semuanya meninggalkan Ballroom dan masuk kedalam kamar yang telah direservasi sebelumnya. Sedangkan Viola, Kiev, Clara Nyonya Ratuliu pulang kekediaman Arron. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bicara. Kiev yang mengemudi sesekali melirik Viola disampingnya yang sibuk melihat layar ponsel. Kiev juga menangkap, terkadang Viola menahan senyumnya yang jadi penasaran. Sejak kapan Kiev mulai memperhatikan Viola? Kiev bahkan merasa nyaman disamping Viola dan melihat senyumnya. Sedangkan Nek ratu dan Clara dibelakang mulai mengantuk karena kecapekan. Mereka seharian melakukan perjalanan jauh diburung besi, lalu langsung datang kehotel. "Kita sudah sampai!" Tegur Kiev. Viola melihat depan, dia sama sekali tidak menyadari jalanan sangking fokusnya chatingan sama Rachel.. "Kiev, kamu mengagetkan mama." Tegur balik Clara, dia baru memjamkan mata tapi Kiev tiba-tiba bicara lumayan keras. Kiev hanya nyengir. Hanya saat ada Clara dan Ratuliu, Viola bisa melihat Kiev bersikap Absurd. Mereka semua turun, dan mobil milik Kiev. diambil alih oleh penjaga. "Mama, biar Viola bantu." Viola tidak tega melihat mertuanya yang menarik koper dan terlihat lelah. "Terimakasih." Clara menyerahkan kopernya kepada Kiev. 'Biar Kiev saja. Ayo kita masuk?" Dia malah menarik Viola untuk memapah nenek dan membiarkan Kiev tertinggal bersama dua koper. Hanya Clara yang bisa menindas Kiev! Anggap saja sebagai Balasan karena membiarkan Viola diragukan semua kerabat tadi. Saat tidak ada Nenek, Viola dan Kiev tidur berbeda kamar. Namun sekarang Viola harus masuk kedalam kamar Kiev kembali, setelah dari rumah sakit dia memutuskan kembali kekamarnya sendiri karena Kiev tidak mau tidur satu kamar dan satu ranjang dengannya dulu. Viola kembali berfikir, dia akan cerai dari Kiev. Keluarga Kiev juga harus tau berita itu, tapi tidak sekarang. Sepertinya tidur sendiri juga tidak masalah. Saat Viola hampir membuka pintu kamarnya, sebuah tangan menahannya dari belakang Viola sorntak melihat kebelakang dan mendongak. "Kau mau kemana?" Suara berat kiev bertanya. "Tentu saja tidur." Ketus Viola, tangannya ditarik tapi tidak membiarkan lepas. "Semua barang-barangmu disini sudah dipindah kekamarku. Mulai malam ini dan seterusnya, kita akan tidur bersama!" Bersambung"Semua ini memang salahku, Aliec Aku akui, aku memang yang memaksa Kiev menikahiku. Tapi dengan cara mencelakai orang, itu juga tidak dibenarkan! Kamu bisa saja membenciku, tapi tidak dengan cara seperti itu! Kamu sudah melakukan tindakan Kriminal! "Ucap ViolaAliec hanya terdiam, ia memang salah, karena terlalu mencintai Kiev dan membuatnya gelap mata hingga melakukan hal nekat.Aliec tidak tau, hukuman apa yang akan Viola berikan. Namun ia sangat takut kalau Viola membawa masalah ini kejalur hukum."Viola, maafkan aku. Aku nggak akan mengulangi kesalahanku lagi!" Ucap Aliec kepada Viola. la harus membujuk Viola supaya tidak membesarkan masalah ini."Aku tidak bisa memafkan kamu Aliec, hukum harus ditegakkan! Aku akan membawa masalah ini kejalur hukum!" Sahut Viola, biar bagaimanapun, yang dilakukan Aliec sudah keterlaluan.Aliec hampir membunuhnya, dan malah korbannya adalah calon anaknya. Meskipun. Viola tidak tau dia sedang hamil saat
Sampai di perusahaan yang masih sepi itu, dan Kiev langsung masuk menuju ruangan Ceo.Kiev duduk dikursi sofa dan menyuruh Leon juga duduk disana. "Kau sudah mendapatkan rekaman Cctvnya?""Sudah tuan""Berikan padaku Aku ingin melihatnya langsung! Bagaimana wanita itu berusaha menghabisi Viola dan calon anak kami!"Mendengar kata anak, Leon barubah kaget la tidak mengerti maksudnya. "Maksud tuan, anak siapa?" Tanya Leon memberanikan diri bertanya."Aku pernah satu kali meniduri Viola, saat ulang tahun Nenek, Nenek menjebak ku dengan chat. Dan ternyata, dari kejadian malam itu, Viola hamil, namun Viola juga tidak mengetahui. Dia baru tau saat keguguran karena kecelakaan itu!" Jelas Kiev, la nampak menyesal saat mengucapkannya, karena secara tidak langsung, Kiev juga menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Viola.Seandainya bayi itu masih ada, Kiev sangat menginginkannya.Leon baru mengerti sekarang dari cer
"Aku sangat merindukanmu. Hari-hariku hanya selalu dihantui bayanganmu. Aku baru menyadari perasaanku setelah kamu pergi! Aku... Aku sayang sama kamu, Violet. Aku mencintaimu, sayang. Aku sangat mencintai kamu! Berikan aku hukuman, asal aku bisa terus melihat kamu dan melindungi kamu!" Ucap Kiev dengan tidak tau malu setelah mencampakkan Viola. Namun ia sangat tulus mengucapkannya.Viola merasakannya? Ya! Hanya saja ia tidak yakin dan tidak mungkin secepat itu Kiev menyesal dan mencintainya.Viola mendorong dada Kiev dan ia segera mundur. "Cinta? Cinta apa yang kamu maksud? Kenapa baru mengatakan cinta sekarang, setelah semuanya sudah berakhir?" Tanya Viola tidak percaya.Kiev tau, Viola tidak akan percaya dengan cintanya begitu saja. Setelah ia menyakitinya berkali-kali, hati Viola tidak akan begitu mudah luluh dan memaafkannya, apalagi mempercayainya."Kamu tau Kiev? Bahkan, sebelum kita bercerai, aku... Masih saja berharap dan ingin memberimu k
"Kiev!" Viola tidak menyangka pria itu memang Kiev.Viola berjongkok didepan Kiev, "Kiev, apa yang kamu lakukan disini?"Kiev tidak menjawab, kedua matanya terpejam namun ia bisa mendengar suara yang sangat la rindukan."Kiev!" Sekali lagi Viola memanggilnya. "Kamu kenapa Kiev? Bagaimana kamu bisa kesini?" Viola bertanya berkali-kali, namun Kiev tidak menjawab.Kiev seperti aneh, dan wajahnya terlihat pucat. Viola mengulurkan tangan dan menyentuh keningnya. "Yaampun, panas sekali. Kamu demam?" Viola khawatir dan tidak tegaTapi ia bingung harus bagaimana sekarang. la sudah berjanji tidak akan mengurusi apapun tentang Kiev, tapi....Viola melihat kesana kemarin tidak ada orang sama sekali. Bahkan Leon yang selalu menemani Kiev juga tidak ada."Ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus menolongnya?" Viola menimang-nimang fikirannya.Pada akhirnya, hembusan nafas berat. terdengar darinya. "Ya, sebagai s
Setelah Viola selesai memberikan sedikit suaranya dan menceritakan pengalaman dalam membangun Mutyara Boutique, ia langsung turun dari panggung begitu juga CarlosSaat Viola berjalan didepan Kiev, Pria Itu berdiri. Viola hanya menatapnya sekilas, Namun Kiev, menatapnya dengan perasaan mendalam. Kiev sangat rindu, sosok gadis didepannya, la ingin menarik Viola kedalam pelukannya, lalu melepaskan rindu den juga perasaan bersalah yang teramat dalam.Viola membuang nafasnya pelan seraya memejamkan mata, ia lalu melangkahkan kakinya pergiViola bukan tidak ingin menyapa, hanya saja, takut terjatuh lagi. Perasaan yang masih tertinggal, ia sangat takut kalau akan bangkit dan memberontak, hingga ia memilih menghindar dengan kata sekarang mereka hanyalah orang asing yang tidak pernah bertemu.Sementara Kiev, kornea elangnya tidak berhenti mengalihkan dari punggung wanita yang sudah semakin menjauh dan menjaga jarakBahkan menyapa saja enggan, dan
Suasana sudah sangat ramai, ada beberapa sambutan dari orang-orang penting yang berpengaruh dinegara.Sementara diatas panggung catwalk sekarang, para model satu persatu sudah berlenggak-lenggok memamerkan keindahan dari gaun-gaun yang mereka kenakan.Semua penonton sudah riuh dan bertepuk tangan menyaksikan model kelas atas yang terkenal, ditambah gaun yang super internasional dari seorang desainner ternama.Ya, disinilah Kiev dan Leon sekarang berada. Meskipun sedikit terlambat, tapi mereka sudah mendapatkan tempat duduk VIP dibagian barisan depan.Penampilan Kiev sudah rapi, namun tidak dengan wajahnya yang seperti tidak bisa dijelaskan bagaimana ekspresinya saat ini. Ada gurat kesedihan dan penyesalan yang mendalam, dan kerinduan yang tak terobati.Bukan hanya mereka, Kiev juga bertemu dengan John istrinya dan kedua anak tiri john yang merupakan saudara tiri Viola. Kiev tidak menyapa, begitu juga mereka, hanya saja John sepertinya sed
"Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Ke
Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubung
"Kamu memang sangat keras kepala." Gerutu Kiev terlihat kesal. Viola belum memakai sabuk pengamannya.Viola terlihat acuh dan tidak perduli pada keselamatannya, dia sungguh membenci sikap Kiev yang pemaksa.Shiiitttt"Ahhkk!!!" Viola reflek berteriak dan hampir kepalany
Pagi-pagi sekali, aroma masakan sudah menguar didapur mini milik Alieca Salah satu kelebihan Aliec yang Kiev suka pandai menyenangkannya dalam hal makanan.Tangan Aliec mampu mengubah bahan-bahan masakan menjadi makanan lezat meski sederhana. Hal ini karena Aliec sudah terbiasa hidup man







