Share

Bab 6

Author: Pupihhh
last update Last Updated: 2025-07-23 10:34:53

Saat semuanya sedang tegang mendengar jawaban Kiev, Nyonya Ratuliu bersama Clara ibu kandung Kiev berjalan dari belakang mereka.

Keduanya nampak heran melihat semuanya berkumpul dan seperti bersitegang. "Clara, ada apa itu ya?"

"Aku juga nggak tau, mam."

Mereka berjalan menengah diantara mereka. Pandangan Nyonya Ratuliu. langsung tertuju pada sosok cucu menantu kesayangannya.

"Menantu kesayanganku!" Seru Nenek Ratuliu. Mereka semua langsung beralih menatap kesumber suara.

Viola yang melihat nek ratu tersenyum, dia sangat menghormati Nyonya tertua Arron, meski awalnya Nyonya Ratuliu juga menolaknya. Namun seiring berjalannya waktu, Viola bisa mengambil hatinya.

Nek ratu berjalan sambil membawa tongkat dibantu oleh Clara, kondisinya sempat kembali drop, dan selama ini merawatnya Viola. Clara tidak bisa merawatnya setlaten Viola.

Viola yang mengerti kondisi Nenek Kiev ikut berjalan menghampiri meskipun sudah dekat. "Nenek senang, kamu datang nak." Wanita yang semakin renta tertelan usia itu langsung memeluk Viola, sehingga membuat para kerabat yang meragukan Viola kini syok.

"Jadi yang istrinya Kiev?" Bibi Anara menutup mulutnya.

Merlin kini yakin kalau memang Viola yang sebenarnya istrinya Kiev. Terlihat bagaimana Ratuliu yang tidak mudah menerima orang asing kini mengenal Viola seperti cucu kandungannya sendiri.

Kiev berjalan menghampiri neneknya. Setelah Ratuliu melepaskan pelukannya, dia menatap Kiev, "Kenapa dengan kalian semua?"

"Nenek, bagaimana Kondisi kesehatanmu?" Kiev mengalihkan pembicaraan.

Anara yang belum puas dengan apa yang dilihat sebelum mendengar langsung, siapa Nyonya muda Arron kembali bertanya, "Clara, katakan dengan jujur Yang manakah menantumu?"

Clara mengernyitkan keningnya, jelas-jelas Kiev membawa Violet. Bagaimana mereka bisa bertanya yang mana menantunya?

Saat Clara hendak menjawab, tiba-tiba Aliec menghampirinya dan menyapa. "Mama, apa kabar?"

Clara dan Nenek Ratuliu kaget dengan kehadiran Alieca diacara keluarga besar. Apalagi Clara bersikap sangat ramah, dan memanggil Clara, mama. Bagaimana bisa?

"Bagaimana bisa kamu ada disini?" Nenek Ratuliu bertanya.

"Nenek, aku..." Aliec merasa bersalah. Dia menjadi takut dan menyesali perbuatannya yang datang keacara ini.

"Anara, apa yang kamu katakan tadi? Menantuku hanya satu." Clara melirik Aliec sebelum menarik tangan Viola, "Nyonya Viola Arron!"

Mereka semua tercengang sampai menutup mulut. Mereka telah bersalah karena menuduh Viola pelakor, bahkan menghina dan menindasnya.

Aliec yang semua tersenyum karena semua membelanya, kini semakin malu saat dia yang kini dituding sebagai kekasih gelap Kiev.

"Kiev. Kamu membawanya?" Nek ratu menatap cucunya curiga.

Kiev hanya diam. Dia bingung harus menjawab bagaimana, sedangkan Aliec juga tidak bersalah, namun dia nekat datang sedangkan dirinya sudah mengajak Viola.

"Nek, akan Kiev jelaskan nanti." Kiev menyentuh punggung tangan neneknya, namun langsung ditepis Nek ratu.

"Dengar semuanya! Aku perkenalkan Cucu menantuku, Viola Arrora yang kini menjadi Nyonya muda Arron! Hanya Viola lah yang akan menjadi menantu anakku selamanya, setidaknya sampai aku menutup mata!" Tegas Nek Ratuliu.

Secara tidak langsung, Nek ratu sudah menegaskan Viola adalah menantu Clara sampai kapanpun, dan mereka tidak bercerai sampai Nek ratu menghembuskan nafas terakhir. Nek ratu menyempitkan kesempatan Aliec bisa menikah dengan Kiev.

Aliec meneteskan air matanya, semua orang menghormati Nyonya Ratuliu dan menyayanginya, Karena dia satu-satunya Nyonya tertua Eudora yang semua kakaknya telah tiada, Ratuliu Arron Eudora.

Semuanya menginginkan Nek ratu hidup lebih lama.

"Kiev, kamu pilih, Viola atau gadis ini yang pulang?" Clara bertanya. Kiev tidak bisa membawa orang asing masuk dengan bebas.

Viola sudah memutuskan akan bercerai. dan setelah bercerai pasti Aliec akan dinikhi Kiev. Jadi yang seharusnya pergi dirinya bukan?

"Ma, sebaiknya Viola yang pergi. Aku nggak terbiasa datang keacara keluarga."

••••••••

Setelah kekacauan yang sempat terjadi, Akhirnya acara berjalan lancar. Sepanjang acara, Viola sama sekali tidak bicara pada Kiev.

Dia terus bersama para kerabat berserta nenek dan Clara yang memperkenalkannya.

Viola bahagia? Tentu saja tidak. Karena acara sepenting ini saat pertama kalinya dia mengenal keluarga besar Kiev, justru dia sudah memutuskan akan bercerai.

Mungkin saja memang ini sudah rencana sang maha kuasa, dia harus merubah sifatnya yang terlalu mengejar Kiev terlebih dahulu

Dan orang mengenalnya sebagai Nyonya muda Arron yang terhormat, bukan gadis yang mengejar cinta pria terlalu berlebihan.

Sementara Kiev bersikap acuh, meski sebenarnya dalam hati dia merasa bersalah terhadap istrinya. Kiev diam-diam mencuri pandang Viola, mengamati istrinya yang sedang berinteraksi dengan orang-orang luar.

Karena keluarga besar Eudora tinggal diberbagai negara yang memiliki budaya masing-masing, dan bahasa yang berbeda.

Tunggu dulu, Violet tidak lulus kuliah.

Bagaimana bisa dia berbicara pada semua kerabat yang memiliki bahasa bicara yang berbeda-beda? Bahkan terlihat sangat akrab seolah tidak ada masalah dalam pribahasanya.

"Dia memang penuh tanda tanya!" Gumam Kiev tidak percaya apa yang dilihat.

Alieca memang lulus kuliah, tapi dia tidak sepintar Viola jika dilihat, padahal Violet hanya sampai di semester 5. Sementara Alieca lulus S2.

Disisi lain, sepanjang perjalanan Aliec terus menangis karena Kiev menyuruhnya pulang. Semuanya memang kesalahan Aliec sendiri, tapi dia kecewa dengan sikap Kiev yang mengabaikannya untuk pertama kali.

"Kiev kenapa kamu jahat?" Isak Aliec. Dia terus menghapus air matanya sampai lelah.

Setelah mulai tenang, dia kembali berfikir dan menjadi takut kalau kecerobohannya yang nekat datang membuat Kiev. benar-benar marah

kalau keluarga Kiev melarang Kiev menjauhiku? Nggak! Kiev nggak boleh pergi. Kiev hanya milikku!" Aliec kembali menangis.

Setelah sampai di unit apartemennya dia langsung masuk kedalam kamar dan mulai menangis kembali. Aliec takut Kiev menjauhinya.

"Aku harus bicara pada Kiev besok. Aku harus minta maaf" Gumam Aliec. Dia akhirnya tertidur.

•••••••••

Jam 11 malam, acara baru selesai. Semuanya meninggalkan Ballroom dan masuk kedalam kamar yang telah direservasi sebelumnya.

Sedangkan Viola, Kiev, Clara Nyonya Ratuliu pulang kekediaman Arron. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bicara.

Kiev yang mengemudi sesekali melirik Viola disampingnya yang sibuk melihat layar ponsel.

Kiev juga menangkap, terkadang Viola menahan senyumnya yang jadi penasaran. Sejak kapan Kiev mulai memperhatikan Viola? Kiev bahkan merasa nyaman disamping Viola dan melihat senyumnya.

Sedangkan Nek ratu dan Clara dibelakang mulai mengantuk karena kecapekan.

Mereka seharian melakukan perjalanan jauh diburung besi, lalu langsung datang kehotel.

"Kita sudah sampai!" Tegur Kiev.

Viola melihat depan, dia sama sekali tidak menyadari jalanan sangking fokusnya chatingan sama Rachel..

"Kiev, kamu mengagetkan mama." Tegur balik Clara, dia baru memjamkan mata tapi Kiev tiba-tiba bicara lumayan keras.

Kiev hanya nyengir. Hanya saat ada Clara dan Ratuliu, Viola bisa melihat Kiev bersikap Absurd.

Mereka semua turun, dan mobil milik Kiev. diambil alih oleh penjaga.

"Mama, biar Viola bantu." Viola tidak tega melihat mertuanya yang menarik koper dan terlihat lelah.

"Terimakasih." Clara menyerahkan kopernya kepada Kiev. 'Biar Kiev saja. Ayo kita masuk?" Dia malah menarik Viola untuk memapah nenek dan membiarkan Kiev tertinggal bersama dua koper.

Hanya Clara yang bisa menindas Kiev! Anggap saja sebagai Balasan karena membiarkan Viola diragukan semua kerabat tadi.

Saat tidak ada Nenek, Viola dan Kiev tidur berbeda kamar. Namun sekarang Viola harus masuk kedalam kamar Kiev kembali, setelah dari rumah sakit dia memutuskan kembali kekamarnya sendiri karena Kiev tidak mau tidur satu kamar dan satu ranjang dengannya dulu.

Viola kembali berfikir, dia akan cerai dari Kiev. Keluarga Kiev juga harus tau berita itu, tapi tidak sekarang. Sepertinya tidur sendiri juga tidak masalah.

Saat Viola hampir membuka pintu kamarnya, sebuah tangan menahannya dari belakang Viola sorntak melihat kebelakang dan mendongak.

"Kau mau kemana?" Suara berat kiev bertanya.

"Tentu saja tidur." Ketus Viola, tangannya ditarik tapi tidak membiarkan lepas.

"Semua barang-barangmu disini sudah dipindah kekamarku. Mulai malam ini dan seterusnya, kita akan tidur bersama!"

Bersambung

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 15

    Seperti biasa, saat tidur Viola selalu tidur dibagian tepi ranjang memberikan jarak untuk dirinya dan Kiev.Kali ini, Kiev tidak tidur diranjang. Justru pria itu hanya mengambil bantal dan selimut didalam lemari walk in closet lalu berjalan menuju sofa.Jujur saja, sebenarnya Kiev ingin tidur diranjang bersama Viola, tapi, Kiev tidak ingin membuat Viola merasa tidak nyaman dan gelisah.Viola merasa tidak ada pergerakan disebelahnya, hingga beberapa saat kemudian, barulah Viola mengintip sedikit dan ternyata disampingnya kosong."Kemana Kiev?" gumamnya, dia tidak bisa melihat dengan jelas karena pencahayaan yang kurang.Hanya lampu tidur yang menyala, Kiev tidak bisa tidur kalau lampu utama menyala.Viola bangun dari tidurnya lalu melihat kesana kemari kesetiap penjuru kamar. Barulah dia melihat sosok bertubuh tinggi dan besar itu tidur disofa panjang yang pas seukuran Kiev.Viola sedih, karena berfikir Kiev memang berusa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 14

    "Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Kenapa aku melihat kamu seperti gadis?" Sahut Felix.Viola mengaduk-aduk hazelnut lattenya, sembari berfikir, apa benar dia memang seperti gadis yang belum menikah.Sepertinya memang sedikit benar, lagi pula usianya masih muda dan belum pernah hamil dan melahirkan."Aku nggak memaksa kamu percaya. Tapi memang itu kenyataannya!""Ah, kenapa gadis yang cantik seperti kamu harus sudah laku?" Celetuk felix memasang wajah putus asanya.Viola menahan senyumnya, bisa-bisanya Felix menyamakan dirinya dengan barang jualan. Tapi Viola sama sekali tidak tersinggung"Hidup itu maju, dan tidak berhenti. Masih banyak gadis yang berkeliaran." Sahut Viola.

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 13

    Apapun yang terjadi dirumah tangganya, Viola tetap berusaha bersikap profesional di boutique dan berusaha melupakan pembicaraannya dengan Kiev. Tapi tetap saja, dia wanita normal yang segala sesuatu pasti selalu dipikirkan. Begitu pula Kiev yang tidak bisa fokus dengan pekerjaannya di perusahaan. Dia selalu memikirkan Viola, dan kelanjutan pernikahan mereka. Kalau dia dan Viola bercerai, bagaimana dengan Nenek dan ibunya mereka pasti akan marah besar. Bahkan nenek dulu selalu mengancamnya, kalau seandainya dia melepaskan Viola, maka Kiev akan dicoret dari daftar warisan. Untuk warisan, Kiev tidak terlalu perduli. Semua harta dan aset yang dia miliki sendiri lebih dari cukup untuk menghidupinya dan keturunannya kelak. "Leon, menurutmu aku harus bagaimana?" Tanya Kiev. Saat ini, dia memang membutuhkan Leon untuk membantunya memecahkan masalahnya. Leon memang salah sa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 12

    Pagi yang sangat cerah, Viola sudah berada didalam kamar nek ratu. Membantu wanita paruh baya itu membersihkan diri.Setelah itu, Viola juga kedapur dan mengecek para juru masak wanita yang sedang membuat makanan untuk anggota keluarga."Untuk sup nya nenek, pastikan daginya harus matang sempurna. Jangan terlalu banyak garam dan micin." Titah Viola seperti ahli gizi.Para juru masak mengangguk paham, "Baik Nyonya.""Oh ya, tolong buatkan salad sayur untukku." Tiba-tiba saja, Violet menginginkan makanan itu.Para juru masak pun mengabulkannya. Mereka terus bekerja meski diawasi Viola yang memang sangat teliti untuk masakan keluarga.Tidak merasa risih atau canggung, karena mereka sudah terbiasa disaat ada nenek dirumah, karena Viola selalu ingin memastikan makanan nenek mengandung. gizi dan nutrisi yang seimbang dan terpenuhi.Tanpa Viola sadari, sepasang mata dari tadi terus memperhatikannya dari tangga.Kiev te

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 11

    Saat matahari sudah mulai terbenam, Viola sampai dirumah keluarga Arron. Baru masuk dari pagar, dia melihat nenek Ratuliu tengah duduk ditaman bersama Clara.Viola pun menghampiri mereka, "Nenek, mama. Sudah mau malam, kenapa masih disini?""Nenek kamu, pengen cari udara segar sebentar." Jawab Clara."Sayang, kamu masih bekerja? Bukankah nenek sudah bilang, jangan lagi bekerja di boutique itu? Nama kamu bisa tercemar." Nek ratu menasehati.Viola tidak bisa menjawab. Tentu saja Viola tidak bisa berhenti bekerja disana, karena dia adalah pendirinya. Namun Nek ratu dan Mama Clara tidak tau, mereka hanya taunya Viola bekerja sebagai Maneger di Mutyara boutique."Emm, begini nek. Viola nggak enak sama teman Viola, kalau nanti dia sudah mendapatkan pengganti Viola, Viola pasti Resign." Jawab Viola berusaha meyakinkan.Dalam diri Viola yang Clara sukai, bukan hanya cantik, dan dari keluarga terpandang, namun Viola memiliki hati yang lem

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 10

    Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubungi tuan muda Kiev." Jawab Resepsionis lalu menghubungi Secretaris Kiev untuk mengabarkan kalau Aliec datang.Hampir semua pegawai memang tau siapa Aliec, karena Aliec sering datang ke perusahaan grup Arron ketika pulang Kuliah. Dan Kiev juga memang terlihat sering bersamanya dibandingkan bersama Viola.Bahkan para karyawan juga kebanyakan. menyukai Aliec daripada Viola, dan mereka juga mendukung hubungan Aliec dan Kiev.Viola sudah terkenal buruk dimata pegawai karena merusak hubungan Kiev dan membuat Kiev tidak bahagia. Mereka lebih menyukai Aliec, terlebih Aliec gadis yang dicintai Kiev."Nona, silahkan masuk. Tuan muda Kiev. mengizinkan anda masuk." Ucap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status