หน้าหลัก / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #055 Keanehan Tapi Baru Disadari

แชร์

#055 Keanehan Tapi Baru Disadari

ผู้เขียน: aisakurachan
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-11 06:13:41
Semua yang duduk di sekitar perapian langsung terdiam. Beberapa detik, hanya terdengar retih api dari perapian, sementara Ellie terus menunduk.

Ellie takut jika memandang wajah Raven niatnya akan kembali goyah.

"Tentu. Jasper akan mengatur perjalananmu ke sana. Kau ingin berlibur berapa hari?" tanya Raven. Jawaban Raven membuat tangis Ellie nyaris tidak tertahankan.

"Bukan seperti itu." Ellie menggeleng, kedua tangannya meremas tepi gaun berbunga pilihan Sophie di pangkuan.

"Aku... aku ingin pul
aisakurachan

😌 bisa lah El, kayak sama siapa aja

| 7
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 4 - Hilang Dan Dicari

    Matteo mengusap dadanya sekali lagi. Kali ini tidak berhubungan dengan rasa sakit dari peluru. Sesuatu seakan meremas jantungnya, saat ingatan Ivy yang menangis kembali berkelebat di benaknya. Dia tidak menginginkan ini."Karena ini aku tidak mengungkap rencana ini padamu sebelumnya," gumam Dante."Hm?""Aku tahu kau tak akan setuju. Kau tidak akan mau menyakiti Ivy. Dan rencana ini menyakitinya."Matteo memejamkan mata, karena tak tahu apakah harus mengumpat atau berterima kasih pada Dante. "Di mana aku sekarang?" Matteo akhirnya membelokkan pembahasan, tak tahan dengan bayangan Ivy yang menderita."Aku dengar kau ada di Swiss. Mungkin.""Mungkin?""Aku hanya mengusulkan negara itu pada Raven. Mungkin dia menyetujuinya. Tapi kau tahu sendiri bagaimana dia sangat sulit menyetujui pendapat orang."Matteo hanya mengangguk, meski Dante tak bisa melihatnya. Dan sejujurnya Matteo tak lagi peduli dengan keberadaannya. Tidak penting dirinya berada di mana, karena Ivy tak ada di sini."Aku ak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 3 - Hidup Dan Nanti

    Kenyataan memang kadang tidak seindah rencana, meski sudah menunggu ternyata Matteo justru jatuh tertidur saat Dante menghubunginya,Saat mencoba menghubungi balik nomor yang menghubunginya, nomor itu sudah tidak aktif. Dengan terpaksa Matteo menunggu lagi. Namun untung saja, kantuknya sudah berkurang, karena tubuhnya semakin kuat. Ponsel itu akhiri bergetar, setelah Matteo menghabiskan sarapan lembek yang terasa hambar."Aku sudah mulai takut kau tidak akan bangun lagi."Suara Dante terdengar emosional, sampai membuat Matteo terharu. Maklum saja, sapaan terakhir yang dia dengar dari ponsel itu, membuatnya kesal dalam taraf yang tidak wajar."Untuk apa ini semua?" tanya Matteo, langsung."Aku mengabulkan keinginanmu." jawab Dante."Apa aku pernah mengatakan ingin ditembak oleh Dom, dan juga olehmu? Seingatku tidak." Matteo mendengus."Bukan bagian itu. Kau pernah mengatakan padaku ingin keluar dari Notte. Itu yang sedang aku berikan.""Kau membuat kematian palsu untukku?" Matteo tentu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 2 - Harga Dan Keinginan

    Matte merasa tenggorokannya sangat kering. Seperti baru saja mengarungi gurun pasir, dan tidak menemukan oase selama berhari-hari. Matteo tidak yakin bisa mengeluarkan suara. Tapi masih bersyukur karena matanya normal,dia bisa melihat ke sekeliling dengan jelas.Telinganya juga normal, karena dia bisa mendengar bunyi alat EKG, yang berdetak konstan seirama jantungnya. Jantung yang sampai saat ini masih setia menemaninya. Meski ada dua peluru menerjang tubuhnya. Dua tembakan itu tidak membunuhnya, dan sangat mengherankan. Mengingat siapa yang menembakannya.Matteo mencoba bergerak. "Agh..."Tidak membunuh, tapi jelas peluru itu melukai tubuhnya dalam kadar parah. Dadanya terasa seperti tertusuk, dan perutnya nyeri hebat dengan satu gerakan kecil."Anda sudah bangun?"Matteo menoleh terkejut, tidak melihat ada perawat di dekatnya sejak tadi. Indera-nya belum berfungsi sempurna.Perawat itu, segera bangkit dan berlari keluar memanggil dokter. Dia khusus berada di situ untuk menjaga Matte

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 1 - Rencana Dan Nekat

    "Kau akan melakukan apa, dan kau ingin aku melakukan apa?" Raven menggosok bagian dalam telinganya dengan jari, karena merasa salah mendengar perkataan Dante.Raven tadi sudah merasa aneh, saat Dante tiba-tiba mendorong dirinya masuk ke dalam mobil, yang saat ini hanya berisi Dom, Dante dan dirinya sendiri. Hanya mereka bertiga.Raven sebenarnya ingin semobil bersama dengan Max, karena harus mematangkan rencana. Dia ingin menegaskan pada Max, agar tidak terlalu larut dalam adu tembak yang akan terjadi nanti. Yang terpenting baginya adalah menyelamatkan Al, bukan membunuh orang sebanyak mungkin. Tujuan mereka berbeda dengan Matteo dan yang lain. Mereka ke sini bukan untuk berperang atau apapun itu namanya, Raven hanya ingin menyelamatkan anaknya."Kau belum mengerti atau belum mendengar?!" Dante kesal. Merasa sudha menjelaskan rencananya dengan sangat jelas."Aku mendengar dan mengerti! Tapi aku tidak percaya kau baru saja mengatakan akan menembak Matteo sampai terlihat mati. Dan apa i

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #469 Ada Dan Selesai

    Ivy mengenai langit-langit berwarna putih bersih itu. Langit-langit yang sama, yang dulu dilihatnya ketika membuka mata pertama kali, saat tiba dari Italy.Rumah sakit yang membuatnya merasakan kiamat kecil, menyadari jika Matteo tak akan ada lagi disisinya.Tapi Ivy melihatnya saat ini. Matteo berdiri di depan Raven, berteriak entah apa, Ivy tidak bisa mendengarnya, karena seluruh konsentrasi otaknya, kini berusaha menerima kenyataan jika sosok itu nyata.Matteo ada di sana, berdiri, hidup, dan sangat nyata.Pria yang memporak-porandakan kehidupannya, berdiri tak jauh darinya.Pria yang begitu dia rindukan, sampai Ivy menginginkan kematian berulang kali, agar tidak merasakan kepedihan itu.Kepedihan yang ada karena Ivy tahu dia tak akan bisa menutup kerinduan itu dengan apapun juga. Kepedihan karena Ivy tahu, seharusnya mustahil dia bisa melihat Matteo.Ivy menutup mulut, sementara matanya melakukan hal yang sudah berbulan-bulan ini mencoba untuk dicegah Ivy. Air mata membanjir deras

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #468 Penyelamatan Dan Kejutan

    "Selamat pagi!"Ivy menoleh, dan segera melupakan niatnya mencari tempat duduk untuk mengencangkan tali sepatunya yang longgar. Dia melihat Cody yang memakai baju jogging berwarna navy, melambai padanya."Ini kejutan, aku tidak tahu kau biasa berada di sini saat pagi." Ivy menyapa dengan mata melebar."Ini bukan kejutan untukku. Aku tahu kau akan ada di sini," balas Cody. Mengindikasikan jika dia berada di sini memang untuk Ivy.Ivy memang pernah bercerita, sering berjalan-jalan di Central park saat minggu pagi. Perhatian yang disengaja. Kurang lebih artinya seperti itu. Ivy hanya bisa tersenyum menanggapinya."Aku butuh sedikit bergerak. Tubuhku mulai gampang pegal," kata Cody, kemudian. Sepertinya sadar jika kalimat yang tadi terlalu berani. Beberapa kali berjalan-jalan di taman ini, Ivy memang tidak pernah bertemu Cody. Jadi dia harus membuat alasan itu.Kecurigaan Ivy soal apa niat Cody mendekatinya, kembali mengemuka. Dan dia ingat, karena kedatangan Raven, dirinya belum sempat me

  • Menipu Sang CEO Buta   #153 Saudara Tapi Bodoh

    "Aku tidak tahu akan menjadi seperti ini!"Ellie menghentikan langkah beberapa meter sebelum berbelok mengikuti tanda yang bertuliskan ICU. Max otomatis juga berhenti, meski heran.Ellie mengenali suara yang baru saja didengarnya. Itu Lonan. Ellie tidak akan melupakan suara itu meski dimana pun bera

  • Menipu Sang CEO Buta   #152 Masih Tapi Runtuh

    Ellie turun dari tangga pesawat dengan sedikit malas, karena hujan. Apalagi hari sudah mulai malam. Tapi dia tidak punya pilihan lain.Di bawah, Max sudah menunggu dengan dua payung. Tapi melihat derasnya hujan, Ellie yakin payung itu tidak akan bertahan melindungi seluruh tubuhnya. Paling tidak kak

  • Menipu Sang CEO Buta   #151 Masa Lalu Tapi Tidak Hilang

    Horror dan ketakutan yang berasal dari ingatan masa kecil, yang Ellie kubur dalam-dalam di bagian belakang otaknya, perlahan mengambang. Menampilkan kilasan tangis dan ketakutan."PEGANGAN!" Teriakan Max sesaat mengembalikan Ellie ke alam nyata, dan dengan reflex, Ellie mencengkeram pintu.CKITT!Ma

  • Menipu Sang CEO Buta   #150 Orang Tapi Seharusnya Tidak Disana

    "Kita pulang, Max. Lebih cepat, lebih baik!"Ellie menghempaskan tubuh ke atas jog belakang, dan memijit kepalanya, yang mendadak pusing. Dia sudah bertekat untuk tidak mengambil hati atas ucapan mereka berdua.Tapi tetap saja kata-kata licik dan tidak pantas itu, terngiang di benak Ellie.Semenjak

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status