Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #291 Diskusi Tapi Keras

Share

#291 Diskusi Tapi Keras

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-02-21 07:34:51
"Jangan memegangnya seperti itu, kau akan menyakitinya. Pegang seperti ini! Apa kau tidak bisa melihat? Hanya tinggal mencontoh saja dan kau masih salah!"

Hujan kritikan itu datang dari Raven, untuk mengkritik musuh bebuyutannya, yaitu Matteo.

Mata hijau Matteo melotot tajam kepada Raven, tapi tidak mampu membalas.

Dalam hal menggendong bayi, meski kemampuan mereka sebenarnya tidak jauh, Matteo mengakui Raven lebih berilmu daripada dia. Matteo berada dalam level noob yang terendah dalam mengurus
aisakurachan

😏😏 mana ada yang ngalah duluan

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
udah dasarnya El...susah diubah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #438 Mengikuti dan Gagal

    "Dan aku tidak tahu berapa lama," lanjut Aria. Dia akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala rutinitas baru. Rutinitas untuk tidak lagi mencintai Matteo."Aku mengerti. Aku juga mengerti jika kau tidak ingin lagi bekerja di Viaggio," ujar Matteo. Setenang mungkin. Meski dalam hati dia akan kecewa bila Aria benar-benar keluar. Sangat sulit mendapat karyawan sepintar Aria. Apalagi dia termasuk satu diantara orang langka yang tidak bersikap takut berlebihan pada Ranallo.Aria mendecak. "Apa kau mau memecatku?"Matteo langsung kembali menggeleng panik. "Tidak...tidak seperti itu."Dalam hati, Aria geli karena bisa melihat Matteo dalam keadaan panik seperti itu. Dia belum pernah melihat Matteo panik."Aku hanya ingin memberimu kelonggaran jika memang kau tidak ingin bekerja lagi padaku," jelas Matteo."Aku tidak sepicik itu. Aku akan tetap bekerja. Gaji yang kau tawarkan cukup tinggi. Sebentar lagi, aku akan bisa pindah ke tempat yang lebih bagus dari ini."Aria menunjuk aparte

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #437 Melepaskan dan Rela

    Dia terlalu nyaman, bersama dengan Matteo tanpa ikatan yang jelas. Padahal pada kenyataannya, apa yang Aria bayangkan, tidak sama dengan apa yang Matteo rasakan.Aria selama ini takut untuk mengambil jalan maju, karena tidak ingin hubungan mereka rusak atau terganggu dengan ungkapan rasa cintanya. Dan sejuta alasan lain yang mencegahnya mengambil langkah ke depan, termasuk bayangan tentang dunia hitam Notte, dunia yang tidak mungkin dipisahkan dari Matteo."Terima kasih, karena telah peduli padaku. Aku ingin mengucapkan ini sejak lama, ketika tahu kau membiayai seluruh kuliahku, tapi Dante melarangku untuk mengatakannya, sadar seharusnya fakta itu rahasia," kata Aria.Matteo menggeleng. "Aku membiayai kuliahmu karena tahu kau berhak mendapatkan itu. Aku tahu seberapa pintar dirimu, jadi bukan hanya karena rasa kasihan. Tidak perlu berterima kasih secara berlebihan padaku. Apa yang diambil oleh ayahku dari keluargamu, lebih dari apa yang aku berikan kepadamu."Aria kembali melihat sisi

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #436 Perbaikan Dan Berbaikan

    Matteo hampir tidak pernah mendatangi rumah warga biasa di Neive, karena kehadiran Ranallo bisa membawa mimpi buruk. Bisa-bisa tuan rumah akan pingsan, mengira dia akan membunuh mereka atau semacamnya.Jadi acara mengunjungi rumah Aria adalah tantangan tersendiri. Matteo memilih baju yang paling tidak terlihat mencolok, dan melakukan hal yang sangat tidak disukainya, yaitu memakai topi.Matteo tidak suka kepalanya tertutup sesuatu, tapi pilihan apalagi yang dipunyai? Tetangga Aria akan pingsan, jika berpapasan dengannya di lorong.Sambil menenteng makanan yang disiapkan oleh Ivy, Matteo menaiki tangga dengan kepala menunduk. Ada dua orang yang menyusulnya di belakangnya. Mereka berbincang ribut, sementara Matteo menundukkan kepala semakin dalam.Mereka beberapa kali mencuri pandang ke arah Matteo, karena aroma makanan yang dia bawa akan menarik perhatian. Untung saja apartemen Aria tidak berada dilantai yang paling tinggi hanya lantai tiga.Matteo mengetuk pintu Aria pelan. Perlu tiga

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #435 Jujur Dan Jelas

    Air mata Aria perlahan turun. Jawaban Matteo seolah memukul paku yang sudah setengah menancap dalam hatinya. Paku itu kini menusuk dengan sempurna.Bahkan Ivy mau tidak mau merasa kasihan padanya. Alasan kasihan adalah alasan terburuk yang bisa diberikan Matteo.Mungkin itu alasan jujur, tapi kasihan adalah alasan paling dibenci oleh wanita untuk sebuah kepedulian. Peduli karena cinta, dan peduli karena kasihan hanya berbeda tipis, sangat sulit dibedakan.Menurut Ivy, alasan kasihan bahkan lebih buruk daripada mencintai wanita lain. Itulah kenapa tadi Ivy mencegah Matteo menjawabnya dengan jujur.Aria sudah cukup hancur oleh kenyataan Matteo tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dan sekarang harus ditambah oleh pukulan rasa kasihan.Wajah Aria yang sejak tadi kering, kini telah basah terurai air mata. Semua perhatian yang diharapkannya berbuah sebagai cinta, ternyata hanya semu saja. Sambil menghapus air matanya, Aria berlari keluar."Tunggu! Aria!'Matteo berusaha mencegah, karena m

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #434 Jawaban dan Arti

    Aria yang tadi duduk di atas sofa, langsung berdiri saat Matteo dan Ivy masuk."Ada pekerjaan penting apa sampai kau harus terburu-buru seperti ini?" tanya Matteo"Ini bukan tentang pekerjaan," jawab Aria. Hampir seketika.Matteo melirik ke arah Ivy sebentar, karena tebakannya sangat tepat. Dan ini justru mencurigakan. Berarti Ivy tahu sesuatu yang dia tidak tahu."Ada apa?" tanya Matteo.Dia bermaksud menyuruh Aria duduk, tapi melihat wajahnya yang sangat tegang, Matteo mengurungkan niatnya."Kau tidak memulai berbicara?" Matteo mengingatkan dengan heran, karena Aria justru diam, dan beberapa kali melirik ke arah Ivy."Apa benar... Dia... kekasihmu?" Aria bertanya sambil memandang Ivy. Pertanyaan yang dipenuhi keraguan, membuatnya terbata."Benar." Matteo menjawab dengan jelas, sambil kembali melirik ke arah Ivy.Ivy sama sekali tidak berkata apapun, semenjak mereka melangkah ke dalam rumah. Ia hanya diam mengawasi Aria.Matteo menjawab jujur, karena menurutnya itu tebakan yang cukup

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #433 Penjemputan dan Pertanyaan

    Sambil merapatkan mantel, Matteo turun dari tangga pesawat, lalu menoleh kebelakang sekali lagi. Memandang pesawat milik Raven dengan penuh minat.Sampai hari ini, dia belum pernah menimbang kepentingan untuk mempunyai pesawat. Namun kini dia merasakan kepraktisan, karena tidak perlu menyesuaikan jadwal penerbangan. Dia bisa terbang kapan saja sesuai keinginan. Kemana saja tanpa menunggu tiket.Uang Notte bisa membeli pesawat dengan mudah. Uangnya sendiri juga bisa, tapi akan menimbulkan 'luka' cukup besar pada jumlah total uang yang ada. Dia harus berpikir baik-baik jika ingin membelinya.Matteo berjalan tenang menuju pintu keluar yang cukup jauh, karena dia turun pada hangar khusus untuk pesawat pribadi. Dia terus berjalan lurus, mengabaikan sapaan petugas. Dia hanya ingin cepat pulang. Bayangan wajah Ivy seolah semakin menggodanya, begitu kakinya menginjak tanah Italy.Baru saja Matteo akan melangkah keluar dari area VVIP, sebuah bayangan menubruknya kencang. Jika saja hidungnya tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status