Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #093 Kejutan Tapi Hidup

Share

#093 Kejutan Tapi Hidup

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-01-21 06:48:33
"Kejutan apa lagi yang kau siapkan?" tanya Ellie, dengan sedikit berteriak.

Ketiadaan atap, membuat suara bising mesin mobil Raven, mendominasi keadaan. Gerungan itu muncul, karena jalan pulang ke kastil tua itu, penuh tanjakan curam. Ini salah satu nilai minus mempunyai rumah di atas bukit.

"Apa akan menjadi kejutan jika aku mengatakannya sekarang?" Raven balik bertanya.

Pertanyaan yang disambut Ellie dengan mulut cemberut. Tadi Raven mengatakan akan memberinya kejutan, sebagai penebus rasa kec
aisakurachan

🤩🤩 liburan lagi

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
surprise banget bang..dibawain bestie
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #469 Ada Dan Selesai

    Ivy mengenai langit-langit berwarna putih bersih itu. Langit-langit yang sama, yang dulu dilihatnya ketika membuka mata pertama kali, saat tiba dari Italy.Rumah sakit yang membuatnya merasakan kiamat kecil, menyadari jika Matteo tak akan ada lagi disisinya.Tapi Ivy melihatnya saat ini. Matteo berdiri di depan Raven, berteriak entah apa, Ivy tidak bisa mendengarnya, karena seluruh konsentrasi otaknya, kini berusaha menerima kenyataan jika sosok itu nyata.Matteo ada di sana, berdiri, hidup, dan sangat nyata.Pria yang memporak-porandakan kehidupannya, berdiri tak jauh darinya.Pria yang begitu dia rindukan, sampai Ivy menginginkan kematian berulang kali, agar tidak merasakan kepedihan itu.Kepedihan yang ada karena Ivy tahu dia tak akan bisa menutup kerinduan itu dengan apapun juga. Kepedihan karena Ivy tahu, seharusnya mustahil dia bisa melihat Matteo.Ivy menutup mulut, sementara matanya melakukan hal yang sudah berbulan-bulan ini mencoba untuk dicegah Ivy. Air mata membanjir deras

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #468 Penyelamatan Dan Kejutan

    "Selamat pagi!"Ivy menoleh, dan segera melupakan niatnya mencari tempat duduk untuk mengencangkan tali sepatunya yang longgar. Dia melihat Cody yang memakai baju jogging berwarna navy, melambai padanya."Ini kejutan, aku tidak tahu kau biasa berada di sini saat pagi." Ivy menyapa dengan mata melebar."Ini bukan kejutan untukku. Aku tahu kau akan ada di sini," balas Cody. Mengindikasikan jika dia berada di sini memang untuk Ivy.Ivy memang pernah bercerita, sering berjalan-jalan di Central park saat minggu pagi. Perhatian yang disengaja. Kurang lebih artinya seperti itu. Ivy hanya bisa tersenyum menanggapinya."Aku butuh sedikit bergerak. Tubuhku mulai gampang pegal," kata Cody, kemudian. Sepertinya sadar jika kalimat yang tadi terlalu berani. Beberapa kali berjalan-jalan di taman ini, Ivy memang tidak pernah bertemu Cody. Jadi dia harus membuat alasan itu.Kecurigaan Ivy soal apa niat Cody mendekatinya, kembali mengemuka. Dan dia ingat, karena kedatangan Raven, dirinya belum sempat me

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #467 Tetangga Dan Baik

    Ivy terbangun dengan sedikit tersentak, karena merasakan getaran di tangannya. Ponsel yang tadi malam dia pegang, saat jatuh tertidur, kini tergeletak di sebelahnya, dan bergetar. Pertanda panggilan datang.Ivy melirik ke jendela, dan mengeluh. Matahari belum tinggi, dan langit masih abu-abu. Dia tidur sedikit malam kemarin. Gangguan itu menyebalkan. Namun, saat melihat siapa yang mengganggunya, Ivy langsung memaafkan. Amber yang menelepon.Amber terlalu baik untuk mendapatkan amarah, dan tidak mungkin menghubungi tanpa sebab yang penting."Yes?" Ivy menjawab masih dengan kantuk."OH! SYUKURLAH! Aku kira terjadi sesuatu padamu. Kau baik-baik saja rupanya. Kau baik-baik saja!" Amber mulai berseru gembira, bahkan suaranya nyaris seperti menangis. Seruan yang segera menghilangkan sisa kantuk Ivy."Amber? Kau kenapa?" Ini menggelikan sekaligus mengkhawatirkan bagi Ivy. Dia jarang mendengar Amber panik."Aku sudah berpikiran buruk sepagian ini, karena mendengar berita itu!" Amber mendesah.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #466 Aneh Dan Benar

    "Aku memberimu teh, karena aku mendengar wanita hamil tidak boleh meminum kafein dengan berlebihan." Sean meletakkan cup kertas berisi teh di meja Ivy.Ivy tersenyum geli mendengar pernyataan Sean. Tentu saja Ivy tahu perempuan hamil tidak boleh meminum kopi dalam jumlah banyak. Masalahnya adalah, sejak awal sebelum hamil Ivy sudah tidak bisa meminum kopi."Terima kasih." Ivy tetap menghargai perhatian Sean, tidak merusak kebaikan itu dengan mengatakan hal yang sebenarnya."Bukankah harus pulang sekarang?" tanya Ivy, melihat jam yang ada di atas meja.Sean masih tinggal di asrama mahasiswa, jadi ada jam khusus yang harus dia patuhi. Dulu dia mendapat izin untuk menolong Ivy, karena itu tidak masalah pulang terlalu malam. Dia tidak mengantongi izin seperti itu hari ini."Kau tidak pulang? Aku akan mengantarmu ke mobil. Kau tahu daerah Queen bisa berbahaya saat malam." Sean menawarkan."I'm fine. Aku sudah berulang kali lewat daerah sini, dan masih baik-baik saja." Ivy memutar bola mata.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #465 Bertengkar Dan Aneh

    Ivy kembali dikejutkan oleh orang yang saat ini hadir di depan pintu apartemennya esok paginya. Jika kemarin malam Raven, maka saat ini adalah Ellie, yang datang dengan mata sembab dan wajah galau."Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Al lagi?" Keadaan Ellie mengingatkan Ivy akan malam saat Al histeris dulu."Tidak! Bukan Al." Setelah mengucap itu, Ellie menutup wajah dengan tangan, kembali menangis dengan bahu berguncang."Ada apa ini?" Ivy menarik Ellie masuk, dan menutup pintu. Ivy menyuruhnya duduk, lalu menyediakan secangkir teh di hadapannya dengan cepat. Ivy memang tadi sedang membuat teh, untuk menemani sarapan.Namun Ellie tidak menyentuhnya. Hanya terlihat resah menatap Ivy."Apa kau sudah sarapan?" tanya Ivy. Tidak memaksa bertanya. Hari masih sangat pagi, Ivy ragu dia sudah menyentuh makanan. Ivy berharap sarapan akan membuat Ellie terlihat lebih baik, dan tangisnya berhenti.Ivy menggeleng, membenarkan dugaan Ivy."Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan sarapan, lalu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #464 Tawaran dan Gangguan

    Ivy jelas bersumpah serapah dalam hati, saat tadi siang Cody menghubungi, dan mengatakan akan menemuinya malam ini. Ivy sudah benar-benar lupa tentang ajakan untuk bertemu kemarin. Ucapan yang ceroboh membuatnya masuk ke dalam situasi yang tidak diinginkan.Dengan terpaksa, Ivy harus menyiapkan makan malam di apartemennya. Ivy juga sangat terpaksa, saat mengundang Cody ke apartemennya. Ivy tidak mau pergi makan di restoran saat ini.Dia ada di New York, dengan mudah wajahnya akan dikenali. Dan pasti akan menjadi gosip, jika ada orang yang melihatnya makan bersama dengan pria di restoran. Ivy masih malas mendengar gosip tentang dirinya.Kemarin saat memutuskan bekerja di yayasan itu saja, akhirnya ada orang yang sadar, maka terbitlah berita soal dirinya. Berita yang seadanya, karena Ivy menolak wawancara dalam bentuk apapun. Berita positif setidaknya. Wartawan tidak ngawur mengatakan hal yang mengerikan.Mereka sedikit memberi sanjungan bahkan. Ivy semakin lega, saat berita itu membawa

  • Menipu Sang CEO Buta   #292 Perdamaian Tapi Hanya Sementara

    Tapi setelah beberapa saat, Raven akhirnya menghela napas dan mengangguk, tapi masih menatap Ellie. Perdamaian itu hanya untuk Ellie.Raven lalu melirik Matteo, dan memberi isyarat dengan matanya. Matteo juga harus ikut ambil bagian. Bagaimanapun perdamaian tidak akan terjadi tanpa andil kedua bela

  • Menipu Sang CEO Buta   #291 Diskusi Tapi Keras

    "Jangan memegangnya seperti itu, kau akan menyakitinya. Pegang seperti ini! Apa kau tidak bisa melihat? Hanya tinggal mencontoh saja dan kau masih salah!"Hujan kritikan itu datang dari Raven, untuk mengkritik musuh bebuyutannya, yaitu Matteo.Mata hijau Matteo melotot tajam kepada Raven, tapi tidak

  • Menipu Sang CEO Buta   #290 Jiwa Tapi Telah Tenang

    "Dokter jiwa? Ada dokter jiwa yang memeriksaku?" Ellie semakin kaget.Raven mengangguk."Dia hanya bisa memberi perkiraan, karena tidak melakukan konsultasi apapun padamu. Dia membuat diagnosa dari cerita yang aku sampaikan. Dia sendiri juga mengakui jika diagnosanya mungkin tidak akan seratus perse

  • Menipu Sang CEO Buta   #219 Jawaban Tapi Mengejutkan

    Elli merentangkan tangan, meregangkan tubuh, saat mendengar tangis untuk kesekian kalinya malam itu.Namun tangan Raven menahannya bangun. "Aku saja. Kau tidur saja lagi.""Mereka menangis bersamaan Rave. Kau tidak akan sanggup mengatasinya.""Aku akan mencobanya. Kau tidur saja dulu. Aku akan meman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status