共有

#149. Hilang Ingatan?

作者: azzurayna
last update 最終更新日: 2026-01-12 19:43:19
“Siapa namamu?” Hongyi menjatuhkan pantatnya di sebelah Zhen Ming, dengan wajah tengil khas, ia bertanya lagi. “Simpanan Ibuku?”

Dimeja seberang Gao Yan terbatuk mendengar ucapan sembrono tersebut. Ia meletakkan sumpitnya, membalas tuduhan Hongyi.

“Tuanku bukan simpanan. Semua wanita mendambakan sosoknya, kenapa dia harus menjadi simpanan Ibumu?”

Gao Yan merasa tingkah pangeran kedua terlalu mengkhawatirkan. Tidak mencerminkan seorang bangsawan. Jika dia berani membuat kekacauan di luar nanti, habis sudah reputasi Mansion Yan dihancurkannya.

“Paman, aku tidak berbicara padamu,” tukas Hongyi dengan mata menyipit tak senang. “Aku sedang mengajak pria tua di sebelahku ini, tahu?”

Kali ini giliran Li Wu yang tersedak. Penjaga bayang itu berbisik ke telinga Li Se, “Gen siapa yang diambil pangeran kedua? Mulutnya sangat menakutkan.”

Li Se mencapit mulut Li Wu, penjaga lebih muda darinya. Pria itu berkata tanpa menoleh. ”Tutup mulutmu dan habiskan makanannya.”

Li San di sebera
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
azzurayna
Bab berikutnya sudah aku up ya
goodnovel comment avatar
azzurayna
Akting saja kok kakak
goodnovel comment avatar
Norma Yunita
kenapa harus amnesia qiqi aku suka mereka berdebat sengit
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #177. Menasihati Tegas

    “Ibu, sakit ... sangat sakit ...” Jiali merengek sedih merasakan keram perut. “Aku tidak mau makan sup daging lagi ... hik!” Mei Anqi memeriksa denyut nadi putrinya, memastikan tubuhnya baik-baik saja. Hatinya tersayat mendengar rintihan sakit si bungsu. Zhen Ming di seberang ranjang membantu menenangkan Hongyi yang begitu dramatis melebihi Jiali. “Wah ...” Hongyi mengerang kesal sekaligus kesakitan. “Ibu, umurku sepertinya tidak lama lagi. Aku bisa melihat pintu surga dari sini, Ibu ... Ibu ... aku mungkin akan mati. Biarkan aku menulis wasiatku dulu, berikan aku kertas dan pena ...” Xiao Bai dan Xiao Yun memutar bola mata mereka bebarengan. Wanita acuh sekelas Xiao Bai bahkan sakit kepala menghadapi sikap dramatis tuan kecilnya. Jiali marah mendengar ocehan ngelantur saudaranya, tanpa belas kasihan lantas turun dari pelukan Mei Anqi dan menginjak mulut Hongyi dengan kaki telanjang. Zhen Ming terkesiap kaget melihat tindakan brutal putri kecilnya. “Jiali, tidak sopan!”

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #176. Keracunan

    Di rumah. “Yang Mulia, biarkan kami saja yang memasak,” rayu Bibi Chen yang segera disetujui Xiao Bai dan Xiao Yun. Zhen Ming mengabaikan kekhawatiran Bibi Chen, lagi pula ia hanya ingin memasak. Kenapa seheboh itu? Seakan-akan yang akan ia masak adalah racun. “Bibi, aku tidak akan pergi,” tekan pria tersebut gigih. “Dari pada sibuk merayuku pergi dari dapur, lebih baik Bibi bantu aku memasak.” Xiao Bai dan Xiao Yun bersitatap, ketakutan terpancar dari sorot mata mereka. Terakhir kali mereka mencicipi masakan Zhen Ming sekitar sepuluh tahun lalu. Namun rasanya yang mengerikan masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Tamat sudah. Jika makan malam dimasak oleh Zhen Ming bisa diperkirakan bagaimana kondisi mereka esok. Nenek Chu tidak tahu apa pun karena belum mengenal Zhen Ming dengan baik. ‘Kenapa semua orang panik?’ batin Nenek Chu bingung. Wanita paruh baya di sisi Zhen Ming ingin sekali meratap dan berteriak ke langit. Melampiaskan kefrustasian yang menderu kepalanya. “Kali

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #175. Zhen Ming ingin Memasak

    “Yang Mulia?” Bibi Chen memanggil Zhen Ming berulang kali sebab pria itu tak merespon sama sekali. Pria di sudut paviliun sederhana itu terpanggil dari lamunan bawah sadar. Ia menoleh hanya untuk mendesah berat, kemudian murung lagi menatapi kolam ikan koi kecil di bawah. Bibi Chen sakit kepala melihat tingkahnya. Seperginya Mak Comblang setelah selesai menghitung hari baik, tuannya terlihat sedih dan kecewa. “Saya tahu anda sedih,” kata Bibi Chen dengan nada lembut membujuk. “Tapi jangan menyiksa diri anda sendiri, Yang Mulia. Ayo makan malam dulu.” Zhen Ming tetap keras kepala menghadapi bujukan lembut Bibi Chen, membuat wanita paruh baya itu tercengang. Rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika Bibi Chen mengasuh Zhen Ming kecil. “Bibi Chen,” Mei Anqi datang dari pelataran depan, masih mengenakan hanfu krem bersihnya. Sosoknya bersinar dalam gelapnya malam. “Yang Mulia?” beonya heran. Dia sedari tadi sibuk menemani anak-anak sekalian menidurkan mereka. Betapa terkejutnya

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #174. Menukar Pengantin Pria?

    Menjelang malam, suasana tenang di sekitar Zhen Ming terusik kebisingan dari luar pintu utama kediaman. Tak lama berselang, seorang wanita bertubuh gempal dalam balutan hanfu sutra datang melintasi pintu sembari mengipasi wajahnya. Riasannya yang mencolok dipadukan gaya berpakaian mewahnya mencuri perhatian warga desa setempat. Zhen Ming kebetulan sedang berada di teras ketika Gao Yan datang membawa wanita berpenampilan menyerupai merak tersebut. “Aiyo! Aiyo!” Wanita merak itu berlari penuh semangat saat melihat Zhen Ming duduk di teras membaca buku. Mata mak comblang membola kaget, “Ya Dewa! Apakah pria ini mempelai prianya, Tuan Gao?!” Gao Yan meringis melihat sikap sembrono mak comblang. “Ya, nyonya. Situasi tuan saya sedikit rumit, jadi mohon bantuannya.” “Tentu! Pria setampan ini, aku baru pertama kali melihatnya. Beruntungnya aku karena bertemu Tuan Gao hari ini, haha! Hampir saja aku melewatkan keberuntungan besar!” Mak comblang berdecak kagum memandangi struktur

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #173. Terima Kasih, Yang Mulia

    “Yang Mulia, anda tahu kemana Gao Yan pergi?” Bibi Chen datang menghampiri, tampak putus asa mencari kehadiran pria itu sedari tadi. “Saya memerlukan bantuan tambahan untuk mengambil persediaan dapur.” Zhen Ming berhenti menaburkan pakan ikan ke kolam. Lalu berbalik menatap Bibi Chen, ”Aku memintanya keluar mencarikan mak comblang belum lama ini. Suruh Li San saja.” “Mak comblang?” Binar mata Bibi Chen seketika menyala terang mengalahi silau terik matahari siang ini. “Anda berencana menentukan tanggal baik dari sekarang? Bagus! Bagus sekali! Keputusan Yang Mulia sangat tepat!” Wanita paruh baya itu bahagia bukan main. Seolah dirinyalah yang akan melangsungkan pernikahan. Namun Bibi Chen mulai panik memikirkan banyaknya keperluan untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. “Yang Mulia, bagaimana anda bisa sesantai itu dan masih memperhatikan ikan di kolam?” Omelnya marah, “Anda sebentar lagi menikah, banyak hal harus dipersiapkan lebih awal secepatnya!” Kepanikan Bibi Chen aneh

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #172. Rumah Baru

    “Tuan, nyonya, kita sudah sampai,” Kusir pemilik kereta berseru sopan dari kemudi depan. Pria paruh baya itu melompat menuruni kereta, membungkuk hormat. Dua kereta kayu di belakang turut memberhentikan laju kuda. Mei Anqi tertidur lelap selama perjalanan berjam-jam, apalagi jalanan di Kota Xiyu semuanya mulus tanpa terjalan sama sekali. Membuat wanita itu terlelap nyenyak tiga jam lebih. Zhen Ming menggendong Mei Anqi hati-hati, setiap tindakannya lembut dan menjaga. Khawatir wanita itu akan terbangun merasakan perubahan dari tempatnya bersandar. “Xiao Bai, Xiao Yun, ambil anak-anak. Kalian gendonglah mereka,” perintah Zhen Ming tegas setelah turun dari kereta. Tangannya sudah penuh menggendong Qiqi seorang. Dua dayang di dekat kereta barisan tengah itu mengangguk patuh. Lalu menggendong tiga kembar dengan Xiao Bai membawa dua pangerannya sekaligus. Bibi Chen bersama Nenek Chu membantu menenteng beberapa bawaan ringan, semua perbekalan berat telah diambil alih oleh Gao

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status