공유

Aku Minta Maaf!

작가: Caramelly
last update 최신 업데이트: 2025-11-19 18:10:39

Moira dan Julian terkejut, mereka kompak melirik ke arah lelaki tampan yang kini menatap mereka dari balkon seberang.

“Nona, Anda butuh bantuan?” Suaranya lembut.

Moira melirik ke arah Julian dan pria asing yang baru pertama kali ditemuinya.

“Kau ... sebaiknya jangan ikut campur,” ucap Julian mencoba memperingati.

Lelaki itu tidak memedulikan ucapan Julian. Tatapan matanya tertuju pada Moira. Moira membeku dan hanya menatap pria di seberangnya.

“Tuan tolong selamatkan aku! Dia ... dia ingin membunuhku!” tuduh Moira.

Julian membelalak mendengarnya. Ia langsung meraih rahang Moira mencengkeramnya, Moira kesakitan dan hampir tidak bisa bernapas. Ia meronta-ronta memukul tangan Julian.

“Aku peringatkan kau,” kata Julian seraya melirik ke arah pria di balkon itu penuh ancaman. “Aku adalah orang kaya dan terhormat di kota ini. Kau akan menyesal jika ikut campur denganku.”

Sementara itu, Moira hampir kehilangan napas. Lalu, lelaki tampan itu menghilang dari pandangan Moira. Julian tersenyum licik. Air mata Moira menetes, ia tahu tidak seharusnya ia percaya pada pria yang baru pertama kali ia temui. Bergantung pada manusia hanyalah berujung pada patah hati.

“Kamu lihat, dia pergi. Tidak ada yang berani berurusan denganku. Semut kecil sepertimu memiliki nyali yang cukup besar!”

Julian melepaskan cengkeramannya, Moira akhirnya bisa bernapas walaupun terengah-engah. Namun, tidak sampai di situ. Ia menarik rambut Moira menyeretnya paksa.

“Lepas---“

Lalu tepat di depan pintu kaca yang menghadap ke arah balkon. Julian mendorong tubuh Moira ke lantai dan menindih tubuhnya. Dengan bibir yang berusaha ingin menciumnya, sementara tangan satunya berusaha melepaskan celana dalamnya.

Moira berusaha berontak, ia tidak mau melayani Julian. Saat Moira merangkak, Julian akan menarik kaki Moira dan membuat tubuhnya kembali terjatuh menarik paksa ujung pakaiannya menjadi sebuah robekan besar. Hingga tubuh Moira terperangkap dalam kungkungan Julian.

Air mata Moira menetes. “Jangan sentuh aku!”

Namun, Julian sudah mengunci kedua tangannya Moira dengan sabuk. Lalu, tubuhnya diduduki oleh Julian.

“Sekarang kamu tidak bisa lari. Ayo puaskan aku, gundik sialan!”

Saat Julian hendak melancarkan aksinya mencium tubuh Moira. Tiba-tiba suara yang cukup keras terdengar dari arah depan sana. Pintu di buka paksa dari luar oleh beberapa orang berpakaian hitam, diantara mereka ada sosok yang Moira kenali. Dan  saat pintu terbuka lebar. Pemandangan tidak enak harus terekspos.

‘Dia datang menolongku?’

Moira perlahan terduduk disudut memeluk tubuhnya, menunduk malu. Rambutnya acak-acakan, Julian yang kini hanya memakai celana dalam saja menunjuk mereka.

“Kau punya nyali, sialan. Beraninya kalian menerobos masuk. Kau tidak tahu aku siapa? Kalian tidak takut padaku, hah?”

Tapi, sayangnya lelaki itu tidak menggubris ucapan Julian, dan memilih untuk mengabaikannya. Sementara itu kedua ajudan pria itu menahan tangan Julian. Pria asing itu melepaskan jas yang dikenakannya memakaikannya di tubuh Moira.

“Nona, Anda baik-baik saja?”

Moira perlahan melirik pria itu, matanya berkaca-kaca. Ia menggeleng pelan. Pria itu meraih tangan Moira dan menuntunnya pergi dari kamar hotel. Sedangkan Julian memberontak dan memaki pria itu. Namun, pria itu tidak menganggap Julian ada di dunia ini.

Pria berhati malaikat itu membawanya Moira masuk ke dalam kamar hotelnya. Ia menuntun Moira dengan hati-hati.

“Nona, siapa nama Anda?” tanya laki-laki itu.

“Namaku Belle” jawabnya pelan nyaris tidak terdengar.  

Sesaat Moira menatap mata lelaki tampan yang memiliki suara lembut itu. Serta senyuman yang hangat. Lelaki itu, memiringkan kepalanya, menatap wajah Moira. Seolah penasaran dengan Moira. Belle adalah nama panggung Moira.

“Sebelumnya, aku tidak pernah melihatmu.”

“Wajar saja, Tuan tidak pernah melihatku. Aku orang baru,” jawab Moira.

Moira pun langsung berpikir kalau pria yang menolongnya ini, pasti seorang pelanggan tetap di tempatnya bekerja. Pria tampan itu memintanya untuk duduk di sofa. Pada saat yang sama, terdengar suara ketukan pintu.

Mendengar suara ketukan pintu yang cukup keras membuat Moira ketakutan, matanya terus menatap ke arah pintu. Pria itu menatap Moira dengan senyuman hangat. “Jangan takut. Ada aku di sini.”

Kata-kata itu membuat hati Moira sedikit menghangat. Walaupun dia pria ini asing, tetapi Moira merasa kalau dia berbeda jauh dengan Julian yang bajingan.

Saat pria itu membuka pintu, Moira yang menutupi tubuhnya dengan jas. Bersembunyi di balik dinding, pintu pun di buka. Belinda terkejut, saat sosok di depannya bertatapan dengannya.

“Mami, dia bajingan yang menculik wanitaku. Dia harus dihajar, aku tidak terima.”

Julian menyadari reaksi Belinda yang tidak biasa. Seolah ketakutan. Dari balik dinding Moira mengintip. Menangkap ekspresi Belinda yang tidak biasa.

‘Kenapa aku merasa Mami ketakutan. Sebenarnya dia siapa? Sampai-sampai membuat Mami kelihatan ketakutan?’ tanya Moira dalam hati.

Julian menatap Belinda. “Kau mengenalnya? Kenapa diam saja. Beri dia pelajaran,” kata Julian mengoceh masih tidak terima.

Pria tampan itu masih berdiri di ambang pintu, ia bersedekap. Tatapan matanya tajam dan dingin. Membuat Belinda ketakutan.

“Jaga bicaramu. Tuan muda, saya tidak tahu kalau itu Anda. Mohon maaf, sudah mengganggu Anda.” Belinda menunduk.

Pria itu bergeming, menatap dingin ke arah Julian.

“Kau takut padanya? Memangnya dia siapa, sampai kau takut padanya?!” Julian meremehkan.

“Diam bajingan!” bentak Belinda. “Dia Tuan muda Christopher Lawson,” jawab Belinda.

Mendengar nama itu membuat Julian terkejut. Sementara Chris tidak bereaksi selain pandangannya yang dingin.

“Aku juga ingin memberitahumu, semua perempuan di klub malam milikku---adalah milik Tuan muda dan kau Julian. Sebaiknya kau meminta maaf kepada Tuan Chris sekarang juga. Cepat!”

Julian meneguk salivanya, ia membungkuk kepada Christopher. “Aku salah, aku minta maaf!”

Namun, Chris tahu permintaan maaf Julian tidak tulus.

“Enyah dari hadapanku. Sebelum kuhancurkan barang milikmu!” dengus Chris seraya melirik ke arah milik Julian. “Dan jangan pernah kembali ke klub, jika sampai kau aku melihatmu di sana. Kau tahu akibatnya.”

Julian meneguk salivanya dan langsung pergi ketakutan. Siapa yang tidak kenal keluarga Lawson, mereka keluarga Konglomerat kedua yang terkenal di negaranya.

Moira yang mendengar itu semua, hanya membeku dan menyadari kalau pria yang membantunya bukanlah pria biasa. Melainkan salah satu orang yang memiliki pengaruh besar di kota ini.

“Kau sudah membuatku marah, Belinda.”

“Sekali lagi, saya meminta maaf atas keributan yang belum lama ini terjadi. Saya tidak bermaksud untuk mengganggu Tuan Chris” ucap Belinda, dengan rasa hormat dan menunduk pada Belinda.

Chris menoleh ke belakang, mereka sempat bertatap mata. Sebelum akhirnya Moira kembali bersembunyi kembali di balik dinding. Christopher tersenyum kecil, lalu menatap dingin Belinda.

“Sekarang kau bisa pergi.”

Christopher menutup pintu.

“Kamu tidak perlu bersembunyi lagi,” kata Chris dengan suara yang lembut. “Dia tidak akan mengganggumu lagi.”

Moira pun muncul dari balik dinding, menghampiri Chris. Ia membungkuk kepada Chris.

“Belle, berterima kasih kepada Tuan. Sudah menolong Belle,” ucapnya membungkuk masih menutupi tubuhnya menggunakan jas milik Chris. “Belle, pamit.”

Saat Moira hendak melangkah, suara Chris terdengar lembut.

“Tunggu. Kamu mau pergi begitu saja?”

이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Tamu Tidak Diinginkan

    Permintaan Sebastian membuatnya terkejut.“Apa?”“Kenapa kamu tidak mau?”“Bisakah kamu meminta yang lain?”Sebastian tersenyum miring. “Apa sebegitu berharganya dia, sampai tidak ingin melepaskannya? Oh karena dia malaikat pelindungmu? Sedangkan aku iblis!”Moira tertegun. Suaranya tercekat.“Setiap bersamaku, kamu terlihat tidak senang. Berbeda sekali tidak seperti saat kamu berada di sisi Christopher, kamu tidak pernah tersenyum untukku Moira.”Moira hanya menatap Sebastian, ia enggan menjawabnya. “Atau jangan-jangan kamu memang menyukai Christopher?” tanyanya ketus.Moira mendesah pelan.“Saat bersamamu, aku merasa berada di dunia yang berbeda. Awalnya aku pikir aku memahamimu. Tetapi, semakin aku mengenalmu ... ternyata aku sama sekali tidak memahamimu. Jujur saja, terkadang aku tidak suka cara bicaramu yang terkesan merendahkanku.”Moira mengunci kedua tangannya. “Terkadang aku merasa takut saat bersamamu, Sebastian. Aku tidak bisa mengerti, kenapa kamu seperti ini terhadapku? K

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Menjauh Dari Christopher

    Moira terkejut. Sebastian menurunkannya di atas tempat tidur dengan hati-hati.“Aku harus pulang. Aku tidak mau tinggal di sini.”“Jika kamu tetap di sini dan patuh, aku akan membayarmu.”Moira tercengang menatap tajam Sebastian. Ia memang sedang membutuhkan uang, tetapi tidak seperti ini caranya. Di satu sisi dirinya harus segera melunasi hutang. Hari ini tepat satu minggu, tetapi Moira tidak dapat melunasi hutang itu.Moira yang duduk di tempat tidur menangis secara tiba-tiba. Sebastian yang berdiri memperhatikannya menatap Moira heran. Ia belum pernah melihat Moira menangis seperti ini. Sebastian berjongkok tepat di depannya.“Ada apa, kenapa kamu menangis. Apa ada yang sakit?”Tangis Moira semakin pecah. Moira tidak tahu harus berbicara apa pada ibunya. Bagaimana kalau rentenir membuat masalah di rumah sakit. Sementara ayah tirinya sudah melarikan diri, bagaimana kalau ibunya kenapa-kenapa? Bagaimana kalau adiknya tidak terselamatkan?“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,” gumamny

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Merantaimu Agar Tidak Kabur

    “Belle,” panggil Chris memegang tangan Moira.Moira menoleh menatap Christopher.“Aku ingin istirahat, kamu juga harus banyak istirahat supaya cepat pulih.”Moira mengangguk. “Chris, kamu harus segera pulih. Aku akan menjengukmu lagi besok.”Setelah itu Moira kembali ke kamarnya diantar oleh perawat. Sebastian ikut pergi, dia sama sekali tidak menatap Sebastian. Wajahnya masih saja dingin, sedingin es.Saat Sebastian masuk ke dalam kamar rawat Moira, ia melihat Moira sedang berusaha naik ke atas ranjang dibantu suster. Sebastian menghampiri dan meminta perawat meninggalkan mereka berdua.“Aku ingin tidur.” Moira menundukkan wajahnya.“Kamu masih kesal soal yang kemarin?” tanya Sebastian tiba-tiba.Moira menatap Sebastian, kali ini tatapan Sebastian tidak lagi sedingin tadi.“Kamu membunuhnya Bastian. Meskipun dia sudah menculikku, tidak seharusnya kamu membunuh. Ini nyawa manusia, bukan nyawa binatang.”“Dia sudah mati,” balasnya. ”Sekarang kamu ingin aku bagaimana?”Sebastian menatap

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Apa Nyawa Dia Lebih Berharga?

    Sebastian menghampiri, tanpa sepatah kata. Ia memeluk tubuh Moira yang gemetar.“Lepaskan aku, jangan sentuh aku.”Namun, Sebastian semakin memeluknya erat. Tidak peduli, meskipun Moira meronta-ronta dan takut padanya. Saat itu juga, Moira kehilangan kesadaran.Sebastian menatap wajah letih Moira, ia menyentuh dahi Moira yang berkeringat.“Maaf, membuatmu melihat semua ini.”Sementara itu, orang-orang Sebastian sudah berhasil mengalahkan orang-orang suruhan istri Julian. Sebastian meraih tubuh Moira dan memangkunya. Sebelum dia pergi, dia sempat melirik ke arah Christopher yang tergeletak di lantai.“Bawa dia ke rumah sakit,” ucap Sebastian kepada ajudannya. “Sisanya bereskan dengan rapi.”“Baik Tuan.”Sebastian mengayunkan kakinya membawa Moira keluar gedung. Dan dengan hati-hati menurunkan Moira di dalam mobil, saat itu juga Sebastian membawa Moira dan Christopher di mobil yang berbeda menuju rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.***Dua hari berlalu begitu saja. Perlahan Moira

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berurusan Dengan Iblis Sepertiku

    Istri Julian terkejut. Wajahnya mendadak pucat.“Apa dia datang sendiri?”“Saya melihatnya sendiri, dan sedang melawan orang kita di bawah.”“Cek lagi. Pastikan dia datang sendiri, tanpa bantuan.”Pria itu langsung pergi mengeceknya. Moira yang mendengar itu bertanya-tanya apakah seseorang datang menolong mereka?“Nyonya, tolong lepaskan kami,” pinta Moira terisak.BRUG!Pria yang sebelumnya diminta oleh istri Julian mengecek kondisi di luar, tersungkur ke belakang. Pria itu memegang perut dan hendak bangkit. Orang-orang yang semula memukul Christopher, kini menghentikan aksinya menatap lurus ke depan. Istri Julian cemas.Sosok Sebastian perlahan muncul. Sorot matanya dingin dan tajam. Mereka ketakutan, karena Sebastian benar-benar datang. Christopher menyentuh wajah Moira, tatapannya sendu.“Kamu baik-baik saja?”Air mata Moira semakin deras. “Maaf! Maafkan aku, Chris!”Christopher menggelengkan kepala. Memeluk Moira. “Jangan menangis, aku baik-baik saja.”Moira tahu itu bohong. Waja

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berlutut Di Kakiku

    Moira melihat istri Julian gugup. Jelas ia tahu, Christopher bukanlah orang biasa. Namun, tetap menantangnya. Istri Julian kembali menjambak rambut Moira, tanpa perasaan. Chris melihat wajah Moira pucat.“Beritahu orangmu untuk melepaskan Belle sekarang. Atau kamu menyesal!” seru Christopher marah. “Menyakiti dia, sama mencari masalah denganku!” bentak Chris.Istri Julian menarik semakin erat rambut Moira.“Aku sudah melangkah sejauh ini. Aku tidak bisa kembali, sekarang aku sudah tidak takut lagi menyinggungmu Tuan Christopher. Tidak peduli sekalipun kamu mengancamku, aku tidak akan melepaskan perempuan ini. Sekalipun harus berakhir di sini, kalian harus ikut bersamaku.”Tekad istri Julian sangat kuat. Christopher mengepal tangan karena marah“Aku pinta padamu sekali lagi, tolong lepaskan Belle sebelum kamu menyesal!”“Tidak akan pernah.”Moira melirik istri Julian. “Nyonya semua ini hanyalah kesalahpahaman. Tolong percaya padaku sekali saja.”Istri Julian mengabaikannya. Ia lebih t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status