แชร์

Bab 25

ผู้เขียน: Liazta
last update วันที่เผยแพร่: 2024-05-28 21:19:30
Bab 25

Elisa duduk termenung di kursi yang berada di depan ruang perawatan. Entah siapa yang berada di dalam ruangan, Eliza pun tidak tahu.

Di rumah sakit ini, tidak akan ada yang memperhatikannya. Karena di sini semua orang bebas datang.

Baginya rumah sakit merupakan tempat ternyaman untuk menumpang sambil mencari pekerjaan.

Namun tetap saja Eliza cemas, bisa saja secury mempermasalahkan kehadirannya karena jam besuk yang sudah habis.

Elisa merasakan matanya yang sudah sangat mengantuk.
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (32)
goodnovel comment avatar
Iin Iin
ada kontak batin antara Eliza dan bayi ny Nathan..
goodnovel comment avatar
Rosmawati Rahman
seruu ceritay tpi iklany juga byak dn buka kunci y juga lama ...
goodnovel comment avatar
Suherni Erni
seneng banget eliza liat dedek bayi nya jadi teringat ibnu
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1047

    Michael akhirnya membuka suara lebih dulu, memecah keheningan di antara para pria.“Jadi…” Michael menjeda kalimatnya, menatap Arbi dari ujung kepala hingga ujung kaki. “...datang juga akhirnya.”Arbi menelan ludahnya pelan, berusaha menguasai suaranya agar tidak bergetar. “Iya, Mas.”Samuel menyipitkan mata sedikit, menimpali dengan suara beratnya. “Empat tahun.”“Iya.”“Lumayan lama," katanya dengan tersenyum tipis.“Iya…” jawab Arbi pendek.Tatapan Samuel masih belum berubah, tajam dan menyelidik. Dan entah kenapa, Arbi merasa dirinya seperti sedang diinterogasi oleh komplotan mafia kelas atas.Darren tiba-tiba ikut bicara dengan nada suara yang terkesan santai namun dingin. “Masih hidup ternyata.”Mendengar itu, Arbi refleks menjawab jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam, “Aku juga heran.”Suasana hening selama dua detik.Lalu, di luar dugaan, sudut bibir Darren bergerak naik, membentuk garis tipis yang menyerupai senyuman. Bahkan Michael sampai harus menundukkan kepalanya se

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1046

    ​"Ya iyalah! Ketemu kalian itu rasanya seperti sedang reuni keluarga paling ribut seantero jagat raya!" seru Aruna bersemangat.​Belum juga kehebohan itu mereda, Kiara ikut menyusul datang dari arah belakang rombongan sambil membuka kedua tangan lebar-lebar. "Heii! Peluk aku juga, dong!"​"KIARAAA!"​Dan dalam hitungan beberapa detik saja, empat wanita matang itu benar-benar berkumpul membentuk lingkaran. Mereka saling peluk, saling mencubit gemas, tertawa lepas, dan menembakkan rentetan pertanyaan secara bersamaan sampai tidak jelas lagi siapa yang sedang berbicara dan siapa yang sedang mendengarkan.​"Kamu sehat, kan?"​"Lusi, astaga, kulitmu sekarang kenapa makin glowing begini?"​"Eliza, serius, kamu ini tidak capek ya punya cucu yang super aktif semua?"​"Aku capek, tapi aku bahagia sekali!"​Tawa mereka kembali pecah berderai. Sementara itu, Mawar yang memilih duduk tenang di kursi tunggu bandara bersama Hermawan, hanya bisa tersenyum simpul menatap pemandangan penuh kebahagiaan

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1045

    ​Alicia menatap dada bidang di hadapannya selama beberapa detik, menimbang-nimbang. Ia kemudian mengambil satu langkah maju. Namun, alih-alih menenggelamkan diri ke dalam pelukan hangat itu, gadis itu justru mengerem langkahnya tepat di depan dada Arbi.​Arbi langsung mengerutkan keningnya heran, kedua tangannya masih menggantung di udara. "Kenapa nggak jadi peluk?"​Alicia menggigit bibir bawahnya, menatap Arbi dengan binar mata malu-malu yang menggemaskan. "Mau, sih..."​"Terus?"​"Tapi jangan di sini..."​"Kenapa?"​Alicia melirik gelisah ke sekeliling aula kedatangan bandara yang masih padat oleh lalu lalang manusia. "Maluuu..."​Tawa Arbi langsung pecah mendengarnya. Suara tawa yang berat, rendah, dan penuh kehangatan—suara yang selama ini hanya bisa Alicia dengar lewat speaker ponselnya yang cempreng.​"Loh?" goda Arbi pelan, sengaja menurunkan wajahnya sedikit agar sejajar dengan Alicia. "Katanya dulu kamu yang paling barbar? Nggak punya urat malu, hm?"​"Itu kan dulu..." cicit

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1044

    ​Pandangan mata Arbi langsung terkunci pada satu titik.​Pada Alicia.​Dan tepat pada detik itu juga, jantungnya berdentum begitu keras hingga rongga dadanya terasa sesak. Empat tahun ia dipaksa menelan bulat-bulat rasa rindu yang menyiksa, menatap bayangan semu di balik layar kaca. Namun sekarang, gadis itu benar-benar berdiri di depan matanya.​Nyata. Hidup. Dan bernapas di ruang yang sama.​Arbi mendadak lupa cara menggerakkan kakinya selama beberapa detik. Seluruh persendian tubuhnya terasa kaku, seolah semen cor baru saja mengeras di sekeliling kakinya. Padahal, sepanjang belasan jam berada di dalam kabin pesawat tadi, otaknya sudah merancang ribuan skenario gila. Tentang bagaimana ia akan langsung merengkuh tubuh Alicia, tentang bagaimana ia akan membisikkan kata rindu, atau tentang bagaimana Alicia mungkin akan berlari kencang lalu melompat ke pelukannya seperti dulu.​Namun realitas menamparnya telak. Arbi justru tidak mampu bergeser satu inci pun.​Sebab, Alicia yang berada d

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1043

    Suaranya terdengar begitu mantap dan berwibawa saat menjelaskan strategi bisnis di depan ratusan pasang mata pengusaha senior. Alicia menatap layar tanpa berkedip."Ganteng banget..." bisiknya, jemarinya perlahan bergerak menyentuh permukaan layar, mengusap rahang tegas Arbi di sana.Dulu, laki-laki itu hanyalah seorang Arbi yang hobi terlihat sangat malu-malu dan salah tingkah jika sudah berhadapan dengan Alicia. Sekarang? Arbi telah menjelma menjadi sosok mandiri yang dikagumi banyak orang. Dan yang membuat dada Alicia bergemuruh adalah kenyataan bahwa semua kerajaan bisnis itu dibangun Arbi dari nol. Tanpa menyentuh bantuan keluarga Hermawan, tanpa memanfaatkan relasi siapa pun. Arbi memeras darah dan keringatnya sendiri hanya demi satu tujuan: datang ke Paris dengan kepala tegak dan membuktikan pada ketiga kakak laki-lakinya bahwa ia layak.Mata Alicia mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu sejauh ini sih berjuangnya, bodoh..." bisiknya lirih, air mata kebanggaan mulai menggenang."Aku

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1042

    ​Begitu kelas ekonomi makro dinyatakan selesai, Alicia nyaris menjadi manusia pertama yang melesat keluar pintu. Langkah kakinya yang dibalut heels berketukan cepat di sepanjang koridor, mengabaikan beberapa mahasiswa yang mencoba mengejarnya.​"Miss Alicia! Tugas kelompok untuk minggu depan—"​"Nanti upload saja di portal kampus!" jawab Alicia tanpa menoleh, terus berjalan cepat.​"Miss, soal pembagian tema presentasi—"​"Kelompok bebas!"​"Miss, bukannya biasanya Miss yang pilihkan sendiri supaya adil?"​"Iya, tapi khusus hari ini... demokrasi!"​Mahasiswa-mahasiswanya langsung saling berpandangan heran di depan pintu kelas. Untuk pertama kalinya, Miss Alicia yang terkenal anggun, tenang, dan sangat perfeksionis, terlihat seperti orang yang jiwanya tertinggal di tempat lain. Dan tebakan mereka tidak salah. Jiwa Alicia memang sudah terbang ke bandara sejak fajar menyingsing.​Begitu sampai di apartemennya—​BRAK!​Pintu kayu itu tertutup keras. Alicia melempar tas tangannya ke sofa,

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 827

    Menara Eiffel berdiri anggun di depan mereka, besinya berkilau terpapar matahari sore Paris. Angin berhembus pelan, membawa aroma kopi dan suara turis yang berlalu-lalang.Jasmine menyilangkan tangan, dagunya terangkat sedikit. “Aku bilang dari tadi, kita harus belok ke kanan.”Attar mendesah. “Dan

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 832

    Beberapa hari di Prancis terasa seperti potongan mimpi yang dipinjamkan Tuhan kepada Anisa. Leo membawanya menjelajahi tempat-tempat indah—bukan dengan tergesa-gesa, bukan dengan rasa iba—melainkan dengan kesabaran yang tenang. Ia tidak pernah membuat Anisa merasa “dibantu”, melainkan benar-benar d

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 803

    Lampu kamar sudah diredupkan. Hanya cahaya temaram dari lampu tidur yang menyelimuti ruangan dengan kehangatan tenang.Nathan bersandar di kepala ranjang, sementara Eliza sudah lebih dulu memeluknya dari samping. Kepalanya bertumpu di dada suaminya, mendengar detak jantung yang selalu membuatnya me

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 797

    Eliza menghela napas panjang untuk kesekian kalinya sore itu.Ia berdiri di dekat jendela mansion Michael, menatap taman luas di bawah sana, namun pikirannya sama sekali tidak tenang. Bayangan kelakuan putranya dan calon menantu terus berputar di kepalanya.“Ya Tuhan…” gumamnya pelan. “Kenapa anak

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status