Share

Bab 295

Author: Liazta
last update publish date: 2025-01-24 21:26:19

"Kenapa terkejut, kalian tidak tahu ya kalau Kiara tinggal di gudang. Sejak enam bulan yang lalu saya sudah mengusirnya dari rumah. Karena dia tidak bisa diatur."

"Benar-benar Wanita berhati busuk. Uangnya kau ambil semua tapi dia kau usir dari rumah," kata Rizky yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.

"Baru kali ini saya berjumpa dengan ibu yang jahat seperti anda." Dika langsung berlari menuju ke gudang.

Di sini ada dua gudang, yang satunya berada di lantai 13 dan yang satu lagi berad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Sarah Bungsu
kependekan ceritannya ponya banyak kali bisa kah di kurangin jdi 12 aja
goodnovel comment avatar
Fitriah Alkatiri
Thor musnahin si Rini
goodnovel comment avatar
Visitor
dokter rizki buruan di halalin
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1043

    Suaranya terdengar begitu mantap dan berwibawa saat menjelaskan strategi bisnis di depan ratusan pasang mata pengusaha senior. Alicia menatap layar tanpa berkedip."Ganteng banget..." bisiknya, jemarinya perlahan bergerak menyentuh permukaan layar, mengusap rahang tegas Arbi di sana.Dulu, laki-laki itu hanyalah seorang Arbi yang hobi terlihat sangat malu-malu dan salah tingkah jika sudah berhadapan dengan Alicia. Sekarang? Arbi telah menjelma menjadi sosok mandiri yang dikagumi banyak orang. Dan yang membuat dada Alicia bergemuruh adalah kenyataan bahwa semua kerajaan bisnis itu dibangun Arbi dari nol. Tanpa menyentuh bantuan keluarga Hermawan, tanpa memanfaatkan relasi siapa pun. Arbi memeras darah dan keringatnya sendiri hanya demi satu tujuan: datang ke Paris dengan kepala tegak dan membuktikan pada ketiga kakak laki-lakinya bahwa ia layak.Mata Alicia mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu sejauh ini sih berjuangnya, bodoh..." bisiknya lirih, air mata kebanggaan mulai menggenang."Aku

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1042

    ​Begitu kelas ekonomi makro dinyatakan selesai, Alicia nyaris menjadi manusia pertama yang melesat keluar pintu. Langkah kakinya yang dibalut heels berketukan cepat di sepanjang koridor, mengabaikan beberapa mahasiswa yang mencoba mengejarnya.​"Miss Alicia! Tugas kelompok untuk minggu depan—"​"Nanti upload saja di portal kampus!" jawab Alicia tanpa menoleh, terus berjalan cepat.​"Miss, soal pembagian tema presentasi—"​"Kelompok bebas!"​"Miss, bukannya biasanya Miss yang pilihkan sendiri supaya adil?"​"Iya, tapi khusus hari ini... demokrasi!"​Mahasiswa-mahasiswanya langsung saling berpandangan heran di depan pintu kelas. Untuk pertama kalinya, Miss Alicia yang terkenal anggun, tenang, dan sangat perfeksionis, terlihat seperti orang yang jiwanya tertinggal di tempat lain. Dan tebakan mereka tidak salah. Jiwa Alicia memang sudah terbang ke bandara sejak fajar menyingsing.​Begitu sampai di apartemennya—​BRAK!​Pintu kayu itu tertutup keras. Alicia melempar tas tangannya ke sofa,

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1041

    Sementara Arbi masih berjuang melawan waktu di atas langit menuju paris—Paris justru menyambut pagi dengan cahaya yang tenang.Langit kota itu tampak cerah. Udara dingin khas musim semi berembus lembut di antara bangunan-bangunan klasik yang berdiri anggun di sepanjang jalan.Dan di salah satu universitas ternama di kota itu—Alicia melangkah pelan menyusuri koridor kampus.Suara hak sepatunya terdengar pelan membelah lantai marmer. Blazer krem longgar yang membalut tubuhnya terlihat elegan dan sopan. Rambut panjang kecokelatannya dibiarkan terurai lembut di belakang punggung.Banyak mahasiswa yang menoleh saat Alicia lewat.Bukan hanya karena wajahnya cantik.Namun karena di usianya yang baru dua puluh satu tahun— gadis itu sudah dikenal sebagai salah satu dosen muda paling cerdas di fakultas ekonomi.“Selamat pagi, Miss Alicia.”“Ya selama pagi.”Alicia tersenyum hangat sambil menganggukkan kepala.Namun di balik senyum tenangnya— jantung gadis itu sebenarnya sedang kacau.Sangat k

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1040

    Pesawat itu telah mengangkasa tinggi, membelah awan dan meninggalkan benua Asia jauh di belakang. Di dalam kabin kelas bisnis yang sunyi dan remang-remang, hampir semua penumpang sudah memejamkan mata. Mami Lusi tampak tertidur pulas dengan selimut tebal membungkus tubuhnya, begitu pula dengan Eliza, Kiara, dan rombongan keluarga lainnya yang tampak menikmati perjalanan panjang ini.Namun, aturan tidur itu sama sekali tidak berlaku bagi Arbi.Pria itu menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi, menatap kosong ke arah layar monitor kecil di hadapannya yang menampilkan peta penerbangan rute Jakarta - Paris. Jarak tempuh yang tersisa masih sangat jauh. Belasan jam harus ia lalui di atas ketinggian ribuan kaki, namun jangankan tertidur nyenyak, memejamkan mata untuk sejenak saja rasanya mustahil bagi Arbi.Setiap kali dia mencoba menutup mata, otaknya justru berputar dengan kecepatan penuh. Pikiran Arbi melompat-lompat liar antara memori masa lalu dan bayangan masa depan.Ia melirik ke arah

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1039

    Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta di waktu subuh masih tampak lengang, namun bagi Arbi, tempat itu terasa begitu bising oleh suara detak jantungnya sendiri. Rombongan besar mereka akhirnya berkumpul. Tidak hanya Lusi dan keluarga Hermawan yang dipimpin oleh Nathan dan Eliza, tetapi keluarga Dokter Risky pun turut serta dalam perjalanan besar ini. Kehadiran keluarga Dokter Risky yang begitu dekat dan sudah dianggap seperti bagian dari mereka sendiri menambah bobot emosional di pundak Arbi.Semua orang tampak bersemangat, mengobrol ringan sambil sesekali tertawa di ruang tunggu kelas bisnis. Sementara itu, Arbi duduk di sudut kursi dengan wajah tegang. Telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat."Arbi, kalau kamu terus-terusan meremas paspormu seperti itu, benda itu bisa robek sebelum diperiksa petugas," goda Dokter Risky yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya, lengkap dengan senyuman khasnya yang menenangkan.Arbi tersenyum kaku, mencoba mengatur napasnya yang

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1038

    ​Arbi duduk bersandar di sofa, namun matanya tidak sedetik pun beralih dari meja kaca dan sofa panjang di hadapannya. Di sana, berbagai kotak akrilik transparan berhias pita satin mewah berjejer rapi. Semuanya dikemas dengan sangat cantik dan berkelas. Mulai dari sepatu desainer, tas bermerek internasional, sandal, handuk premium, pakaian jalan, baju tidur sutra, pakaian dalam, satu set alat make-up dari brand kosmetik ternama, hingga satu set perhiasan lengkap. Mulai dari anting, kalung, cincin, gelang, hingga jam tangan mewah. Semua barang-barang ini dibeli langsung di toko-toko resminya. Eliza, dan Kiara, tidak mau memesan secara online, demi menghemat tenaga. Mereka memilih untuk melihat langsung prodak nya. Semuanya barang-barang dipilih dengan teliti.​Melihat deretan hantaran yang sudah ditata dengan sangat rapi itu, dada Arbi mendadak terasa sempit. Jantungnya berdebar semakin cepat, memompa darah berbalut rasa gugup sekaligus tidak sabar.​"Kenapa masih melamun di situ? Ayo

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 884

    Pagi itu, cahaya matahari masuk lembut melalui jendela kamar rawat Anisa. Udara terasa berbeda—lebih ringan, lebih lapang. Tidak lagi berbau obat-obatan yang menempel di hidung, tidak lagi dipenuhi bunyi mesin yang setia menemani malam-malam panjangnya.Hari ini… ia pulang.Anisa duduk di tepi ranj

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 878

    Noah datang ke rumah sakit seorang diri. Tanpa Aishwa, lorong yang biasanya riuh terasa lebih lengang.Anisa yang berbaring lemah di atas tempat tidur langsung mengerutkan kening.“Mana Aishwa? "Tidak ikut," jawab Noah dengan tersenyum."Kamar ini jadi sepi tanpa mulut cerewetnya,” ujarnya lirih,

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 892

    Pagi itu datang terlalu cepat bagi Anisa.Ia terbangun sebelum alarm berbunyi, dengan dada yang terasa berat seolah ada tangan tak kasatmata menekan dari dalam. Cahaya tipis matahari Zurich menyelinap lewat celah tirai, dingin dan pucat. Tidak menenangkan. Justru mengingatkan bahwa hari ini adalah

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 859

    Samuel melirik sekilas. Wajahnya tampak masam, namun sebenarnya ia sedang mati-matian menahan senyum agar tidak lolos.“Dan kamu tertawa?” tanya Samuel datar.“Iya, dong. Semuanya juga tertawa.”“Kalau kamu tertawa di kelasku dulu, sudah pasti aku keluarkan,” sahut Samuel dingin.Violet menoleh cep

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status