Share

Bab 507

Author: Liazta
last update Last Updated: 2025-07-14 21:41:51

Pagi-pagi sekali Nathan sudah berada di ruang kerja Hermawan, suasana tegang. Laptop yang biasanya berisi grafik saham dan laporan tambang, kini menampilkan berita viral Sherly Talia, lengkap dengan video yang telah diedit secara manipulatif.

Nathan berdiri membelakangi jendela besar, kedua tangannya mengepal.

“Dia sudah gila,” desisnya pelan, tapi nadanya dingin.

Hermawan duduk di kursi, mencoba tetap tenang, meski wajahnya tampak suram.

“Bukan cuma Albert yang jadi sasaran, Nat,” katanya sambil menatap layar ponsel. Ia membuka situs berita serta informasi seputar bisnis. “Kamu juga disebut sebagai mantan suami Sherly yang mengetahui semuanya, namun memilih diam dan menutupi perbuatan Albert. Semua itu demi kerja sama antar perusahaan.”

Nathan berbalik cepat.

“APA?!”

Hermawan menyerahkan handphone nya . Di sana tertulis:

Sherly Talia: Hidup dalam Trauma Sejak Pernikahan Pertama, Diteruskan dengan Hubungan Tak Sehat bersama pengusaha sukses asal Perancis, Albert Aliando.”

“Nathan Her
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Nova Ugara
mengerikan....wah kasihan nathan ikut terseret juga...
goodnovel comment avatar
Adis Mardinas
merasa tersakiti, padahal dia sendiri yg buat ulah sampai tdk tahu jenis kelamin sang anak, haha, tolong thor matikan saja sherly yg g guna
goodnovel comment avatar
Nur Elifa
sudahi saja lah Thor tokoh Sherly ini, bikin suasana runyam dan ga enak. semoga dengan bersatunya Albert, Hermawan dan Nathan bisa menghancurkan iblis Sherly
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 582

    Café kecil itu kini berubah menjadi markas darurat. Suasana penuh ketegangan. Peta kota terbuka lebar di meja, layar laptop Samuel menyala terang, sementara Michael duduk di sampingnya dengan wajah serius.Nathan mengangkat ponselnya, berjalan mondar-mandir di dekat jendela. “Ya… aku butuh bantuanmu sekarang juga. Lokasi, kawasan industri utara, gudang nomor 47. Jangan bawa terlalu banyak orang, hanya yang bisa dipercaya. Ini bukan operasi resmi, paham?”Di seberang, suara seseorang terdengar berat. “Mengerti. Aku akan bawa tiga orang yang ahli. Setengah jam lagi kami ke sana.”Nathan menutup telepon, lalu beralih ke Rizky yang juga tengah berbicara dengan seseorang. Suaranya lirih namun penuh ketegasan.“Pak Arman, saya butuh pertolongan. Kau masih punya kenalan di LSM yang menangani perdagangan manusia, kan? … Bagus. Beri tahu mereka tentang kemungkinan ada anak-anak lain yang disekap di gudang itu. Kami tidak hanya menyelamatkan satu anak. Ini bisa jadi operasi besar.”Rizky menutu

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 581

    Samuel kembali fokus dengan laptopnya. ekspresi kaku. Jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard, menembus layer demi layer sistem keamanan digital. Michael memperhatikannya dengan gugup. “Samuel, apa kau yakin bisa masuk? Kalau mereka sindikat besar, sistem mereka pasti dijaga ketat.” Samuel tidak mengalihkan pandangannya dari layar, matanya menyala penuh determinasi. “Justru karena itu… aku harus mencoba. Setiap menit Yura bersama mereka, nyawanya semakin terancam.” Keringat mulai membasahi pelipis Samuel. Ia meretas melewati firewall demi firewall. Beberapa kali layar menampilkan peringatan, seolah sistem sedang mendeteksi keberadaannya. “Cepat, Sam…” Michael berbisik, napasnya menahan cemas. Hingga akhirnya—“Klik.” Suara samar terdengar dari laptop. Layar berganti, menampilkan sebuah database tersembunyi. Samuel membeku. Tangannya berhenti mengetik. Michael mencondongkan tubuh. “Apa itu…?” Dengan wajah pucat, Samuel menggeser layar ke arah Michael. “Lihat ini…” Tertulis

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 580

    "Sam, lihat mobil itu melintas." Michael berkata ketika berhasil menangkap keberadaan mobil.Nathan memperhatikan mereka, takjub sekaligus bangga. “Kalian berdua seperti detektif profesional saja…”“Tapi waktu kita tidak banyak,” potong Rizky. Wajahnya masih diliputi kecemasan. “Aku dan Nathan keluar dulu. Kita akan tanyakan ke orang-orang sekitar, siapa tahu ada yang melihat mobil itu.”Rizky benar-benar panik hingga ide bodoh seperti ini muncul. Dan yang lebih lucunya, Nathan juga setuju dengan ide bodoh tersebut.Samuel mengangguk singkat. “Ya, paman, jangan terlalu jauh dari area ini. Kalau ada informasi sekecil apapun, langsung hubungi kami.”Nathan menepuk bahu Michael sebelum pergi. “Temukan dia, Nak. Aku percaya padamu.”Samuel menganggukkan kepalanya.Saat ini Samuel sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Jika Rizki dan Nathan memilih untuk keluar dari kafe, itu artinya tidak ada yang mengganggunya. Dan dia bisa dengan fokus melacak keberadaan Yura. Begitu Nathan dan Ri

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 579

    “APA?! Harus menunggu 24 jam dulu baru laporan diterima?!”Suara Rizky meledak di kantor polisi, menghentak ruangan hingga membuat beberapa petugas terdiam kaku. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras, dan tangannya bergetar menahan amarah.Nathan, yang sejak tadi sudah tidak sabar, menghantam meja keras-keras hingga bergetar. “Anak kecil hilang di sekolah, ada rekaman CCTV jelas, dan kalian masih bicara soal prosedur?! Kalau terjadi apa-apa pada Yura, kalian semua yang harus bertanggung jawab!”Para polisi saling pandang, sebagian gugup. Barulah ketika Rizky mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan rekaman CCTV dari sekolah, tampak Yura berjalan bersama seorang pria berwajah guru lalu menghilang masuk ke mobil hitam. Para polisi terperangah.“Baiklah, dengan bukti ini, kami akan mulai bergerak,” ucap salah satu perwira terbata-bata.Namun Samuel dan Michael tahu, itu tidak cukup. Mereka bisa membaca dengan jelas, proses birokrasi kepolisian akan memakan waktu terlalu lama. Dan waktu

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 579

    Rizky tiba di sekolah dengan wajah pucat pasi. Kiara menempel di lengannya, matanya masih basah oleh air mata. Para guru dan staf sekolah menunggu dengan ekspresi cemas.“Apa benar anak saya tidak masuk kelas sejak pagi?” suara Rizky bergetar, namun matanya tajam menusuk setiap orang.Guru kelas Yura menunduk dengan wajah penuh rasa bersalah. “Benar, Dokter. Awalnya saya pikir Yura izin sakit. Tapi setelah saya tahu Yura sudah berangkat dan terlihat sampai di depan gerbang sekolah, kami langsung mencarinya. Toilet, aula, setiap gedung—semua sudah kami periksa. Tidak ada.”“Tidak ada yang melihat Yura keluar?!” bentak Rizky, hingga beberapa guru bergidik ketakutan.Kepala sekolah mencoba menengahi. “Kami sudah meminta keterangan teman-temannya, tapi tidak ada yang memperhatikan.”Napas Kiara tercekat, emosinya memuncak. “Ini sekolah unggulan, bukan sekolah murah! Bahkan kami adalah donatur tetap di sini. Bagaimana mungkin pengawasan bisa seburuk ini?”Guru serta kepala sekolah terdiam

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 577

    Pagi itu suasana sekolah begitu ramai. Anak-anak berseragam putih merah berlarian kecil menuju kelas masing-masing, suara tawa riang terdengar di udara.Di antara keramaian itu, Yura tampak cantik dengan rambut dicepol dua, membawa tas ransel ungu muda. Gadis kecil itu melambaikan tangan kepada sopir keluarga sebelum berbalik masuk ke gerbang sekolah.“Selamat belajar ya, Nona Kecil, Yura” ucap sopir itu sambil tersenyum hangat.Yura mengangguk dengan wajah sumringah. “Iya, Om! Nanti aku cerita kalau aku dapat bintang di kelas.”Pria yang menjadi supir pribadi itu tersenyum dan kemudian mengangkat jempolnya. Setelah itu ia masuk ke mobil dan meninggalkan Yura yang sudah berjalan menuju ke gerbang sekolah. Sudah menjadi kebiasaan guru kelas Yura untuk memberikan stiker bintang bagi murid yang mendapat nilai bagus. Hari ini, Yura yakin sekali bisa pulang dengan bangga sambil menempelkan bintang di bukunya.Namun, sebelum sempat masuk ke gerbang sekolah, seorang pria berseragam petugas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status