แชร์

020 || Kabar Penting?

ผู้เขียน: Diva
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-19 23:49:42

Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.

Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.

Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.

“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan.

Derajatnya yang rendah membuat langkahnya terbelenggu. Ia tahu banyak yang membencinya, dan ia tak mampu menghentikan itu. Namun ia tidak ingin kebencian yang sama jatuh kepada Yuwen Shuang.

Untuk sesaat Han
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   161 || Mata-mata

    Jejak itu panjang, berat di kaki kiri, namun tetap mantap.Tak ada orang lain di antara mereka yang berjalan seperti itu setelah luka parah dan kehilangan banyak darah.Gu Liang berlutut lebih dulu, menyentuh bekas pijakan yang mulai terisi air hujan.“Baru lewat kurang dari setengah shichen.”Nada suaranya berubah tegang.Shen Yu menatap ke arah lereng hutan yang berkabut, lalu tersenyum miring.“Kalau benar dia, berarti sejak tadi kita yang dikejar.”Wei Chen tidak menanggapi gurauan itu. Ia mengangkat kepala, menilai arah ranting patah dan rumput yang rebah.“Dia bergerak ke utara.”Gu Liang berdiri cepat.“Ke utara ada jalur lama pemburu. Kalau dia tahu jalan itu, dia bisa keluar dari pegunungan tanpa terlihat.”“Dia tahu,” jawab Wei Chen singkat.Mereka semua tahu Zhao Fenglin hafal medan perang lebih baik daripada peta mana pun.Seorang prajurit berlari mendekat dari belakang.“Wakil Jenderal, utusan dari ibu kota datang.”Wei Chen menoleh.“Apa isi perintahnya?”Prajurit itu ra

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   160 || Ketegangan di Aula

    Aula luar istana seketika meledak dalam kegaduhan tertahan. Para pejabat yang tadi berbisik kini saling menatap terbuka. Beberapa langsung mundur setengah langkah dari Zhang Rui seolah pria itu membawa wabah. Huo Ren berdiri kaku dengan wajah pucat pasi. “Kau salah baca,” katanya dingin. Kasim tua itu gemetar, lalu cepat-cepat menunduk lebih rendah. “Hamba tidak berani, Komandan. Tulisan itu jelas. Tim pencari menemukan jejak baru di sisi timur jurang. Wakil Jenderal meminta pencarian diperluas.” Bisik-bisik kembali pecah. “Jejak baru.” “Berarti belum mati.” “Lalu kabar tadi palsu.” Zhang Rui ambruk berlutut lebih rendah, tubuhnya menggigil hebat. “Hamba hanya menyampaikan apa yang hamba dengar.” Tatapan Huo Ren jatuh padanya seperti pisau. “Dari siapa kau mendengarnya.” Pria itu tak menjawab. Bibirnya bergetar tanpa suara. Di saat yang sama, dari balik tirai aula dalam terdengar suara langkah lebih berat dan teratur. Semua pejabat langsung berlutut serentak. Kaisar Y

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   159 || Jejak Baru

    Cangkir porselen pecah berkeping di lantai batu. Suara itu nyaring, namun tak ada yang lebih nyaring dari dentuman jantung Yuwen Shuang sendiri. Wajahnya seketika pucat. “Lanjutkan,” katanya pelan. Suaranya begitu datar sampai Yunxi justru makin ketakutan. “Katanya Jenderal Zhao disergap saat perjalanan pulang.” Yunxi menelan ludah. “Sisa pasukan Ling menyerang rombongan beliau di jalur utara. Keadaan masih diselidiki tapi ....” “Tapi apa?” Yunxi berlutut gemetar. “Kurir berkata Jenderal Zhao gugur.” Ruangan terasa membeku. Mei’er menutup mulutnya sendiri. Pelayan-pelayan lain menunduk panik, tak berani bernapas keras. Yuwen Shuang berdiri tak bergerak. Seolah tubuhnya masih ada di sana, tapi jiwanya tertinggal jauh di tempat lain. Beberapa detik berlalu. Lalu ia melangkah satu langkah ke depan dan lututnya goyah. “Putri!” Mei’er dan Yunxi buru-buru menopangnya. “Aku tidak apa-apa.” Yuwen Shuang menarik lengannya pelan. “Lepaskan.” Namun tangannya dingin seperti es.

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   158 || Kabar Kematian Zhao Fenglin

    Fajar kedua setelah kemenangan datang bersama hujan tipis.Kabut turun lebih rendah dari hari sebelumnya, menyelimuti lereng pegunungan dan jalur-jalur batu yang licin. Tiga tim pencari bergerak sejak langit masih gelap, membawa tali, obor, dan kait besi.Wei Chen memimpin tim pertama ke arah jurang.Gu Liang turun menyusuri hilir sungai bersama enam orang.Shen Yu memilih jalur hutan di sisi timur, tempat arus sungai berbelok melewati tebing tajam dan gua-gua batu.Tak seorang pun benar-benar percaya mereka sedang mencari mayat.Mereka mencari tanda bahwa pria itu masih menolak mati.Di bibir jurang, hujan membuat tanah semalam makin lunak. Wei Chen berjongkok memeriksa batu-batu retak, bekas tapak kaki, dan jejak darah yang mulai pudar.Ia diam lama.Salah satu prajurit muda memberanikan diri bertanya, “Wakil Jenderal ada sesuatu?”Wei Chen menunjuk sisi tebing.“Lihat ini.”Di antara lumut basah, terdapat guratan panjang seperti bekas bilah tajam menancap lalu terseret turun.Bukan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   157 || Merayakan Kemenangan Zhao Fenglin

    Perayaan kemenangan di ibu kota berlangsung hingga sore.Jalan-jalan utama dipenuhi suara tawa, pedagang membagikan arak murah, dan anak-anak berlarian sambil membawa ranting kayu seolah pedang, meneriakkan nama Zhao Fenglin dengan penuh kagum.Namun di balik kemeriahan itu, bayangan-bayangan mulai bergerak.Utusan istana keluar masuk tanpa suara. Penjaga tambahan ditempatkan di gerbang dalam. Beberapa nama diam-diam dicatat, beberapa rumah diam-diam diawasi.Dan yang pertama masuk dalam daftar adalah Kediaman Zhou.Di halaman dalam Kediaman Zhou, meja makan siang baru saja disiapkan.Sup hangat mengepul, lauk sederhana tertata rapi, dan aroma nasi baru memenuhi ruangan. Han Ruoxi tampak jauh lebih tenang dibanding pagi tadi.Ia mengambilkan semangkuk sup untuk Yuwen Shuang.“Makan lebih banyak. Tubuhmu baru saja pulih.”Yuwen Shuang menerima mangkuk itu tanpa membantah.Biasanya ia akan menolak dua kali lebih dulu.Han Ruoxi menatapnya sambil tersenyum kecil. “Lihat? Sejak mendengar

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   156 || Kabar Kemenangan

    Siang itu, ibu kota Yuwen jauh lebih ramai dari biasanya.Kabar kemenangan dari perbatasan barat menyebar cepat seperti api di musim kering. Genderang penjaga dipukul di gerbang utama, para pembawa berita berteriak di jalan-jalan besar, dan rakyat yang sejak beberapa hari terakhir gelisah kini bersorak lega.Pasukan Ling dipukul mundur.Jenderal Zhao memenangkan perang.Nama Zhao Fenglin disebut dari mulut ke mulut dengan kagum. Pedagang keluar dari tokonya, anak-anak berlarian di jalan, bahkan para bangsawan yang biasa menjaga wajah tenang mulai saling bertukar senyum.Di Kediaman Zhou, suasana tegang yang menggantung sejak pagi akhirnya pecah.Seorang pelayan berlari masuk ke halaman dalam dengan napas terengah.“Ada kabar dari perbatasan!” serunya sambil berlutut. “Pasukan kita menang besar! Jenderal Zhao memukul mundur musuh!”Han Ruoxi yang sedang duduk di paviliun langsung menutup mata sejenak. Bahunya yang sejak tadi tegang perlahan turun.“Syukurlah,” bisiknya, begitu lega, da

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   018 || Mimpi Buruk?

    “Ibu ….”Suara itu kembali lolos dari bibir Yuwen Shuang. Selir Li Mei kembali berbalik. Ia mendekat kembali, jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas. Kedua mata itu masih terpejam, bulu matanya bergetar pelan seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tak ingin dilepaskan.“Ibu, jangan pergi .…”

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   011 || Izin?

    ‘Suami?’ Sejujurnya itu masih terasa asing di pendengarannya. Yuwen Shuang menatap Han Ruoxi dengan senyuman sebelum menjawab. “Jenderal Zhao pergi ke ruang belajar, Nyonya,” jawab Yuwen Shuang pada akhirnya. Han Ruoxi terdiam mendengar panggilan Yuwen Shuang padanya. “Putri, maaf sebelumnya. Ak

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   026 || Perjalanan Menuju Perbatasan Barat

    ‘Rasanya mustahil dia mencariku. Aku tak sepenting itu dalam hidupnya.’Yuwen Shuang masih mengingat jelas ucapan Zhao Fenglin di ruang belajar hari itu. Dia tidak akan peduli padanya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau diragukan lagi. Yuwen Shuang pergi menjalankan perintah Kaisar dengan

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-22
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   021 || Kabar dari Barak

    Han Ruoxi tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan kepada kepala pelayan itu, lalu menoleh pada Yuwen Shuang.“Putri, lanjutkan makanmu. Aku akan kembali sebentar lagi.”Setelah memastikan Yunxi dan Mei’er tetap berada di dalam, ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu dengan hati-

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-21
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status