Share

011 || Izin?

Penulis: Diva
last update Tanggal publikasi: 2026-02-15 08:37:33

‘Suami?’

Sejujurnya itu masih terasa asing di pendengarannya. Yuwen Shuang menatap Han Ruoxi dengan senyuman sebelum menjawab.

“Jenderal Zhao pergi ke ruang belajar, Nyonya,” jawab Yuwen Shuang pada akhirnya.

Han Ruoxi terdiam mendengar panggilan Yuwen Shuang padanya. “Putri, maaf sebelumnya. Aku tidak bermaksud memaksamu.”

Tangan wanita itu terulur menyentuh kedua pundak Yuwen Shuang.

“Kau sudah menjadi istri Fenglin, kau menantuku. Panggil aku Ibu, jangan Nyonya lagi,” lanjutnya dengan su
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   186 || Putra Mahkota

    Aula sidang tetap sunyi setelah Yuwen Shuang selesai berbicara. Puluhan pejabat saling bertukar pandang, namun tidak ada yang segera menjawab. Bukan karena mereka tidak memiliki bantahan, melainkan karena kata-kata Yuwen Shuang terlalu sulit disangkal. Semua orang di ruangan itu tahu berapa banyak perang yang telah dimenangkan Zhao Fenglin untuk kekaisaran.Pejabat yang tadi berbicara berdeham pelan sebelum kembali membuka mulut. Wajahnya masih mempertahankan kesopanan, tetapi sorot matanya mulai tidak nyaman. Ia jelas tidak menyangka Putri Kedua akan melawannya secara langsung di tengah sidang. Selama ini Yuwen Shuang dikenal sebagai putri yang jarang terlibat dalam urusan politik. Karena Yuwen Shuang sejak bayi hingga umur 21 tahun hidup jauh dari Istana, gadis itu tak akan kembali ke Ibu kota kalau Kaisar tak ingin menikahkannya dengan Jenderal Zhao. "Hamba tidak bermaksud menghina jasa Jenderal Zhao," katanya perlahan. "Namun keselamatan kekaisaran harus selalu menjadi prioritas

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   185 || Aula

    Yuwen Shuang tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap kasim muda itu beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Wajahnya tetap tenang, seolah undangan mendadak menuju sidang istana bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Namun jauh di dalam hatinya, kewaspadaan telah mencapai puncaknya."Katakan pada Putra Mahkota bahwa aku akan segera datang."Kasim itu membungkuk hormat lalu mundur beberapa langkah sebelum pergi. Begitu pria itu menghilang dari halaman, Yuwen Shuang perlahan mengangkat pandangannya ke arah para penjaga yang berdiri di sekitar Istana Musim Semi. Jumlah mereka terlalu banyak untuk sekadar pengamanan biasa. Bahkan beberapa di antaranya adalah pengawal istana yang biasanya bertugas di dekat Aula Naga Emas.Mereka benar-benar tidak berniat menyembunyikan apa pun.Setengah jam kemudian, Yuwen Shuang berjalan menyusuri koridor panjang menuju aula sidang. Para pelayan dan kasim yang berpapasan segera menundukkan kepala memberi hormat. Namun setelah ia lewat, bisika

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   184 || Kembali ke Istana

    Fajar datang bersama kabut tipis yang menyelimuti ibu kota. Hujan semalam telah berhenti, meninggalkan udara dingin dan jalanan batu yang masih basah. Langit tampak suram, seolah bahkan cuaca pun memahami suasana yang menyelimuti kediaman keluarga Zhao.Yuwen Shuang sudah bangun jauh sebelum matahari terbit. Ia duduk di depan meja rias tanpa banyak bicara sementara Yunxi menyisir rambutnya perlahan. Di atas meja, beberapa kotak perhiasan terbuka, tetapi hampir semuanya tidak disentuh. Hari ini ia kembali ke istana, namun tidak ada satu pun bagian dari dirinya yang merasa sedang pulang. Karena tempat megah itu adalah neraka baginya. Ia tidak pernah merasa nyaman, dan aman di sana. Karena selama hidup ia hanya tinggal dalam hitungan bulan di Istana, sebelum akhirnya ia menikah dengan Zhao Fenglin.Mei'er berdiri di samping sambil melipat pakaian terakhir yang akan dibawa. Gadis itu beberapa kali membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Pada akhirnya ia tetap tidak sanggup menyembunyikan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   183 || Putra Mahkota

    Hujan tidak berhenti sampai menjelang tengah malam. Setelah mengatakan semua akan baik-baik saja, Yuwen Shuang tetap berdiri di aula beberapa saat. Tatapannya mengarah ke halaman yang gelap di luar, sementara pikirannya bergerak jauh lebih cepat dibanding siapa pun di ruangan itu. Perintah Kaisar terdengar sederhana, tetapi maknanya terlalu jelas untuk diabaikan.Han Ruoxi memperhatikan wajah menantunya cukup lama sebelum akhirnya menghela napas pelan.“Shuang'er, kau tidak perlu berpura-pura kuat di depanku.”Yuwen Shuang menoleh. Sorot matanya langsung melunak sedikit saat melihat wanita itu.“Aku tidak berpura-pura, Ibu.”“Kalau begitu kenapa wajahmu seperti orang yang akan pergi berperang?”Pertanyaan itu membuat ruangan hening sejenak.Yunxi dan Mei'er sama-sama menunduk. Karena mereka juga memikirkan hal yang sama sejak tadi.Yuwen Shuang tersenyum tipis.“Mungkin karena memang begitu.”Han Ruoxi membeku.Yuwen Shuang berjalan mendekat lalu menggenggam tangan wanita itu perlahan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   182 || Titah Kaisar

    Hujan masih turun tipis saat Yuwen Shuang melangkah keluar dari kamar Zhao Fenglin. Angin malam yang dingin menyapu ujung lengan bajunya. Lentera-lentera di sepanjang koridor bergoyang pelan, menciptakan bayangan samar di lantai batu yang basah.Mei'er dan Yunxi mengikuti beberapa langkah di belakang.Tak ada yang berbicara. Karena semua orang merasakan hal yang sama.Kasim pribadi Kaisar datang ke kediaman keluarga Zhao di tengah malam.Itu bukan pertanda baik.Semakin dekat ke aula utama, langkah Yuwen Shuang justru semakin tenang.Air mata yang tadi masih memenuhi matanya perlahan menghilang.Digantikan kewaspadaa.Saat tiba di depan aula, ia langsung melihat beberapa penjaga keluarga Zhao berdiri di luar dengan wajah tegang.Pintu aula terbuka. Cahaya lampu menerangi ruangan yang luas itu.Han Ruoxi sudah berada di dalam. Wajah wanita itu tampak pucat, namun punggungnya tetap tegak.Di hadapannya berdiri seorang pria tua berpakaian kasim istana. Rambutnya sudah memutih sebagian.W

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   181 || Tamu Dari Istana

    Malam itu terasa sangat panjang. Hujan tipis masih turun di luar jendela, membasahi halaman keluarga Zhao yang sunyi. Lampu-lampu lentera bergoyang pelan diterpa angin, menciptakan bayangan samar di sepanjang koridor.Yuwen Shuang tidak kembali ke kamarnya. Ia tetap duduk di kamar Zhao Fenglin. Kamar yang selama ini hampir tidak pernah ia masuki.Di sini tidak banyak barang mewah. Tidak ada lukisan mahal atau perhiasan seperti yang biasa ditemukan di kediaman bangsawan ibu kota.Kamar ini tidak begitu banyak perabotan. Karena kamar pribadi, dan ruang kerja dipisah. Dan Zhao Fenglin lebih banyak menghabiskan waktu di ruang belajar yang sering ia datangi untuk menghampiri pria itu. Namun entah sejak kapan, saat memikirkan Zhao Fenglin, yang pertama kali muncul di benaknya bukan lagi wajah dingin pria itu.Melainkan hal-hal kecil yang selama ini tak pernah ia perhatikan.Mangkuk bubur hangat yang selalu muncul saat ia sakit. Payung yang diam-diam diberikan saat hujan. Dan sosok tinggi y

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   020 || Kabar Penting?

    Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan. Derajat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   012 || Ruang Belajar Jenderal

    Yuwen Shuang melangkah menyusuri koridor. Kini tujuannya jelas, ia ingin menemui Zhao Fenglin di ruang belajar. Di kepalanya ucapan Mei’er berputar, tatapannya fokus ke depan. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya memberikan hormat. Wajah mereka terkejut, tapi Yuwen Shuang tak peduli. Ia hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   013 || Kuil Tua

    “Nyonya, maaf aku sedikit terlambat.”Yuwen Shuang menghampiri Han Ruoxi yang telah menunggunya di bawah atap teras gerbang dalam. Kereta kuda keluarga Zhao sudah terparkir beberapa langkah dari sana. Dua ekor kuda hitam berdiri tenang, sesekali mengibaskan ekornya. Seorang kusir memegang kendali d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   009 || Permintaan Maaf

    “Fenglin, kau harus sadar sikapmu pada istrimu itu salah!” Han Ruoxi kembali membuka suara saat melihat putranya hanya diam saja. Tatapan wanita itu tajam putranya yang tak mengalihkan sedikitpun pandangan darinya. “Ibu tahu kalau kau tidak bisa menerima pernikahan itu. Tapi cara kamu meninggalk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status