Share

077 || Teguran?

Penulis: Diva
last update Tanggal publikasi: 2026-03-21 22:37:10

“Yuwen Liao ….”

Suara Permaisuri Xie Zhaoyun jatuh pelan di tengah aula. Nada bicaranya datar. Namun cukup untuk membuat beberapa orang yang baru saja mulai berbicara kembali terdiam.

Permaisuri Xie Zhaoyun sejak tadi hanya diam saja. Bahkan tak ada satupun orang yang memperhatikannya. Saking fokus mereka memperhatikan ketegangan yang awalnya tercipta karena kehadiran Zhao Fenglin dan Yuwen Shuang.

Kini seluruh pandangan terpusat pada wanita yang memiliki posisi tertinggi di kekaisaran Yuwen.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   189 || Kasim Lu Dehai

    Ruangan menjadi sunyi setelah kalimat Zhao Fenglin selesai. Api tungku berderak pelan di sudut rumah kayu, sementara angin dingin dari celah jendela membawa aroma asap dan darah yang masih tersisa dari pertempuran sebelumnya. Tatapan semua orang tertuju pada Zhao Fenglin. Karena mereka tahu, pria itu benar. Jika istana mengirim seorang kasim alih-alih langsung menyerbu bersama tiga ribu pasukan, berarti ada sesuatu yang berubah.Wei Chen menyipitkan mata."Menurutmu apa tujuan mereka?"Zhao Fenglin bersandar pelan pada sandaran ranjang. Wajahnya masih pucat karena demam, tetapi sorot matanya tetap tenang."Mereka ingin memastikan sesuatu."Lu Yan mengernyit. "Memastikan apa?""Aku."Ruangan kembali hening.Tatapan Zhao Fenglin jatuh ke arah jendela yang gelap. "Kalau mereka benar-benar yakin aku sekarat, mereka tidak perlu mengirim utusan."Shen Yu yang sejak tadi bersandar di dinding menyeringai tipis. "Jadi mereka takut.""Bukan takut padaku." Suara Zhao Fenglin terdengar pelan. "M

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   188 || Menemui Permaisuri Wei

    Yuwen Zhen langsung mengerutkan kening. Wajah tenangnya yang sejak tadi hampir tidak berubah kini menunjukkan sedikit ketegangan. "Di mana kurir itu sekarang?" "Sudah diamankan oleh pengawal Gerbang Barat, Yang Mulia," jawab kasim itu cepat. "Kementerian Pengawasan telah menerima laporan dan mengirim orang untuk menginterogasinya." Tatapan Putra Mahkota langsung berubah lebih dalam. "Siapa yang pertama kali membaca surat itu?" "Kepala penjaga gerbang, Yang Mulia." Kasim itu menunduk lebih rendah. "Namun sebelum surat disegel kembali, beberapa orang sudah melihat isinya." Yuwen Zhen terdiam sejenak. Ia tahu apa artinya. Kabar itu akan menyebar jauh lebih cepat daripada yang bisa dikendalikan istana. Di sampingnya, Yuwen Shuang perlahan menurunkan pandangan. Jemarinya yang berada di bawah meja mengepal pelan di balik lengan baju. Masih hidup. Pikiran itu terus terulang di kepalanya. Meski belum ada bukti pasti, secercah harapan yang selama ini berusaha ia tekan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   187 || Surat

    Yuwen Shuang berdiri cukup lama di koridor setelah sidang berakhir. Angin pagi membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang, namun pikirannya jauh lebih dingin daripada cuaca hari itu. Ia memahami satu hal dengan sangat jelas. Sidang tadi bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk melihat siapa saja yang masih berani berdiri di pihak Zhao Fenglin. Langkah kaki pelan terdengar dari belakang. "Putri Kedua." Yuwen Shuang menoleh. Seorang kasim tua berdiri beberapa langkah darinya. Ia mengenali pria itu sebagai pelayan yang sering bertugas di sekitar kediaman Putra Mahkota. Wajah pria itu tampak hormat, tetapi juga sedikit gugup. "Ada apa?" tanyanya. Kasim itu membungkuk lebih rendah. "Yang Mulia Putra Mahkota ingin berbicara dengan Putri." Mata Yuwen Shuang sedikit menyipit. Ia tidak menunjukkan keterkejutan, namun rasa waspada kembali muncul. Sejak kembali ke istana, ini adalah pertama kalinya Yuwen Zhen secara pribadi meminta bertemu dengannya. "Di mana?" "Di Paviliu

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   186 || Putra Mahkota

    Aula sidang tetap sunyi setelah Yuwen Shuang selesai berbicara. Puluhan pejabat saling bertukar pandang, namun tidak ada yang segera menjawab. Bukan karena mereka tidak memiliki bantahan, melainkan karena kata-kata Yuwen Shuang terlalu sulit disangkal. Semua orang di ruangan itu tahu berapa banyak perang yang telah dimenangkan Zhao Fenglin untuk kekaisaran.Pejabat yang tadi berbicara berdeham pelan sebelum kembali membuka mulut. Wajahnya masih mempertahankan kesopanan, tetapi sorot matanya mulai tidak nyaman. Ia jelas tidak menyangka Putri Kedua akan melawannya secara langsung di tengah sidang. Selama ini Yuwen Shuang dikenal sebagai putri yang jarang terlibat dalam urusan politik. Karena Yuwen Shuang sejak bayi hingga umur 21 tahun hidup jauh dari Istana, gadis itu tak akan kembali ke Ibu kota kalau Kaisar tak ingin menikahkannya dengan Jenderal Zhao. "Hamba tidak bermaksud menghina jasa Jenderal Zhao," katanya perlahan. "Namun keselamatan kekaisaran harus selalu menjadi prioritas

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   185 || Aula

    Yuwen Shuang tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap kasim muda itu beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Wajahnya tetap tenang, seolah undangan mendadak menuju sidang istana bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Namun jauh di dalam hatinya, kewaspadaan telah mencapai puncaknya."Katakan pada Putra Mahkota bahwa aku akan segera datang."Kasim itu membungkuk hormat lalu mundur beberapa langkah sebelum pergi. Begitu pria itu menghilang dari halaman, Yuwen Shuang perlahan mengangkat pandangannya ke arah para penjaga yang berdiri di sekitar Istana Musim Semi. Jumlah mereka terlalu banyak untuk sekadar pengamanan biasa. Bahkan beberapa di antaranya adalah pengawal istana yang biasanya bertugas di dekat Aula Naga Emas.Mereka benar-benar tidak berniat menyembunyikan apa pun.Setengah jam kemudian, Yuwen Shuang berjalan menyusuri koridor panjang menuju aula sidang. Para pelayan dan kasim yang berpapasan segera menundukkan kepala memberi hormat. Namun setelah ia lewat, bisika

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   184 || Kembali ke Istana

    Fajar datang bersama kabut tipis yang menyelimuti ibu kota. Hujan semalam telah berhenti, meninggalkan udara dingin dan jalanan batu yang masih basah. Langit tampak suram, seolah bahkan cuaca pun memahami suasana yang menyelimuti kediaman keluarga Zhao.Yuwen Shuang sudah bangun jauh sebelum matahari terbit. Ia duduk di depan meja rias tanpa banyak bicara sementara Yunxi menyisir rambutnya perlahan. Di atas meja, beberapa kotak perhiasan terbuka, tetapi hampir semuanya tidak disentuh. Hari ini ia kembali ke istana, namun tidak ada satu pun bagian dari dirinya yang merasa sedang pulang. Karena tempat megah itu adalah neraka baginya. Ia tidak pernah merasa nyaman, dan aman di sana. Karena selama hidup ia hanya tinggal dalam hitungan bulan di Istana, sebelum akhirnya ia menikah dengan Zhao Fenglin.Mei'er berdiri di samping sambil melipat pakaian terakhir yang akan dibawa. Gadis itu beberapa kali membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Pada akhirnya ia tetap tidak sanggup menyembunyikan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   021 || Kabar dari Barak

    Han Ruoxi tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan kepada kepala pelayan itu, lalu menoleh pada Yuwen Shuang.“Putri, lanjutkan makanmu. Aku akan kembali sebentar lagi.”Setelah memastikan Yunxi dan Mei’er tetap berada di dalam, ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu dengan hati-

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   020 || Kabar Penting?

    Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan. Derajat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   011 || Izin?

    ‘Suami?’ Sejujurnya itu masih terasa asing di pendengarannya. Yuwen Shuang menatap Han Ruoxi dengan senyuman sebelum menjawab. “Jenderal Zhao pergi ke ruang belajar, Nyonya,” jawab Yuwen Shuang pada akhirnya. Han Ruoxi terdiam mendengar panggilan Yuwen Shuang padanya. “Putri, maaf sebelumnya. Ak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   012 || Ruang Belajar Jenderal

    Yuwen Shuang melangkah menyusuri koridor. Kini tujuannya jelas, ia ingin menemui Zhao Fenglin di ruang belajar. Di kepalanya ucapan Mei’er berputar, tatapannya fokus ke depan. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya memberikan hormat. Wajah mereka terkejut, tapi Yuwen Shuang tak peduli. Ia hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status