Share

Bab 6

Author: Deyrara
last update Last Updated: 2025-12-30 15:48:59

Marisa menunggu dengan gelisah pengumuman hasil interview nya hari ini, kali ini Hana yang selalu memberi nya semangat dan keyakinan jika dirinya akan di terima bekerja.

"Sudahlah Marisa, aku yakin kamu akan lulus tes."

"Tapi di sana ada Selly, dari dulu dia selalu berlaku tidak adil dan selalu tidak suka jika aku mendapatkan kebagiaan sedikit saja!"

Tak berapa lama, dentingan telepon Marisa berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Setelah melihat nya Marisa langsung berteriak dan berlompat-lompatan sambil memeluk Hana.

Hana yang di beri pelukan tiba-tiba hanya bisa membelalakkan mata nya karena terlalu erat nya pelukan yang di berikan Marisa.

"Tidak bisa bernafas!!" Ucap Hana sambil memukul lengan Marisa.

Setelah pelukan terlepas barulah Marisa memebritahukan Hana isi pesan yang baru saja masuk.

"Aku di terima!!!" Teriak Marisa.

"Benarkah?" Tanya Hana dan di beri anggukan kepala oleh Marisa, kini giliran Hana yang memeluk Marisa dengan erat karena teman nya sudah berhasil melewati masa gelisah dan ke khwatiran nya.

"Selamat ya, kan apa aku kata kamu pasti bisa lulus. Soal nya grub husada itu sangat memerlukan office girl."

"Syukurlah!!" Ucap Marisa sambil menghembuskan nafas lega.

Keesokan hari nya...

Marisa bangun pagi-pagi sekali karena hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja, selain dapat kabar kalau sang bos tidak suka dengan karyawan yang tidak disiplin dia juga tidak mau memberikan kesan buruk di hari pertama nya bekerja.

Saat jam menunjukkan pukul tujuh Marisa berangkat dengan hati yang berbunga-bunga dan bermekaran seperti di taman.

Setelah dua puluh menit di perjalanan Marisa pun sampai dengan tepat waktu di depan gedung yang kini telah menjadi tempat kerja nya. Hari ini Marisa tidak naik taksi melainkan naik ojek online, selain ongkos nya murah ojek online juga lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

"Kamu karyawan baru?" Tanya salah seorang senior yang sudah lama bekerja jadi office girl di sana Mery nama nya.

"Iya mbak." Jawab Marisa dengan ramah.

"Ayo ikut saya, saya akan jelaskan bagian mana yang akan kamu kerjakan selama bekerja di sini!"

Dengan senang hati Marisa mengikuti langkah sang senior. Setelah mendapatkan pembagian tugas, Marisa pun langsung mengganti baju nya dengan baju seragam yang telah di sediakan pihak kantor.

"Waahh, selamat ya besti karena sudah bisa kerja di sini!" Ucap Hana ketika mereka berpapasan di lobi kantor.

"Hehe, makasih ya besti."

Saat mereka sedang berbincang, Mery sang senior memanggil mereka berdua dengan wajah yang datar nya.

"Hati-hati senior yang satu ini galak!" Bisik Hana pada Marisa.

"Bukan nya kerja malah ngerumpi di sini, cepat bersihkan ruang meeting dan sediakan minuman untuk mereka. Setengah jam lagi akan ada meeting!!"

"Baik mbak!!" Ucap mereka bersamaan.

Setelah nya mereka berdua pun pergi ke ruang meeting dan mengerjakan tugas mereka masing-masing.

Setelah selesai, tugas baru pun menanti. Baru istirahat sebentar Marisa sudah di suruh membuatkan minuman oleh bagian staf. Marisa pun segera melaksanakan tugas nya.

"Anak baru buatkan kopi hitam dengan sepuluh butir gula!!" Perintah seseorang yang sedang bekerja di depan komputer.

"Anak baru buatkan teh, teh nya jangan terlalu banyak dan jangan terlalu banyak gula!"

"Anak baru buatkan cappucino americano yang panas dan jangan terlalu manis!"

Begitu banyak orang-orang yang bekerja di sana hanya menyuruh Marisa, namun Marisa pun tidak pernah mengeluh karena sudah terbiasa melakukan nya.

Saat Marisa mengantarkan minuman yang terakhir Marisa mulai mendapatkan masalah, cappucino americano panas yang di bawa nya tudak sengaja tumpah di atas tumpukan dukumen yang sudah selesai di kerjakan oleh orang-orang staf.

Karena tidak sengaja tersenggol tangan orang yang berada di sebelah bilik orang itu, Marisa tidak dapat menjaga keseimbangan cangkir yang berada di atas piring nya hingga membuat cangkir dan isi nya tumpah.

"Gimana sih kamu kerja nya!!" Bentak seorang pria yang ketumpahan minuman buatan Marisa.

Maaf pak, saya tidak sengaja. Tangan saya tiba-tiba tidak bisa menjaga keseimbangan nya." Ucap Marisa sambil menundukkan kepala karena takut.

"Bisa kerja tidak sih? Lihat dokumen penting saya jadi basah semua karena ulah kamu yang ceroboh!"

Seluruh orang yang berda di dalam ruangan itu menjadi riuh karena mendengar keributan yang di timbulkan oleh Marisa.

"Biar saya bersihkan!" Jawab Marisa.

"Bagaimana mau membersihkan, semua kertas nya basah begini. Mana mau saya berikan pada bos siang ini."

Mendengar keributan yang berada di ruang staf, Selly pun masuk ke dalam ruangan itu dan dia tersenyum licik saat melihat Marisa di maki-maki oleh para karywan yang lain.

"Kenapa ini ribut-ribut?" Tanya Selly pura-pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 10

    "Marisa!!' Teriak Mira kepada Marisa. "Kemana saja sih? Aku cariin dari tadi!" "Tadi aku kebelat dan mau ke kamar mandi!" Jawab Marisa dengan suara bergetar. "Kamu kenapa, kok wajah kamu pucat, kamu sakit?" Pertanyaan beruntun dari Mira membuat Marisa sedikit lebih tenang, karena dia berfikir masih ada orang yang sedikit perduli padanya. "Aku tidak kenapa-kenapa kok! Ayo kita balik kerja lagi." Mereka berdua pun kembali ke tempat acara untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, setelah selesai acara mereka berdua pun pulang dan berpisah di jalan. Saat Marisa menunggu ojek online di halaman hotel, seseorang yang Marisa ingin hindari datang menghampiri. "Jam segini keluar dari hotel, habis chekin?" Ucap Selly orang yang datang menghampiri Marisa. Marisa hanya memutar bola mata malas dan tidak menghiraukan ucapan Selly. "Tidak terima tawaran pak Harun malah jadi simpanan om-om! Udah benar juga ibu sama bapak aku mau jodohin malah ngelawan ujung-ujung nya jadi pemuas para l

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 9

    Marisa mendengar suara derapan kaki banyak orang dari kejauhan, Marisa berusaha sekuat tenaga untuk melawan pak Harun dan segera meminta tolong kepada orang-orang yang akan lewat. Hingga mereka sampai di koridor hotel, Marisa melihat sekelompok orang sedang berjalan menuju ke arah mereka. Marisa berjalan sambil terseret seret karena tarikan pak Harun. "Tolong!!" Teriak Marisa ketika orang-orang itu mulai mendekat. "Diam!!" Bentak pak Harun. "Tolong siapapun itu tolong saya, saya mohon!!" Marisa tidak berhenti dan tidak menyerah untuk meminta tolong walaupun cengkraman tangan pak Harun semakin erat. Hingga mereka berpas-pasan dengan seorang pria dewasa dengan tubuh tinggi tegap menggunakan setelan jas yang rapi dengan di iringi oleh empat orang pengawal di belakang nya. Mata mereka bertemu, sejenak mereka saling tatap dan Marisa memberikan kode permintaan tolong kepada orang itu. Namun sayang pria dewasa itu tidak mengerti dan melewati nya begitu saja. Hingga Marisa sampa

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 8

    Setelah pulang dari kantor, Marisa berhenti di wc umum untuk mengganti pakaian dan bebersih badan. Setiap malam hari Marisa bekerja di sebuah klub malam, jika dia pulang ke rumah maka sama saja akan membuang buang waktu dan bisa saja dia terlambat berangkat ke tempat kerja. Marisa bekerja sebagai pelayan di tempat kerja nya, dahulu dia pernah di tawarkan kerja menjadi pelayan bagi para pria berhidung belang namun Marisa tidak ingin menghilangkan kehormatan dan martabat nya sebagai seorang perempuan. Bagi nya pekerjaan yang gaji nya kecil lebih baik dari pada pekerjaan dengan gaji besar namun dia harus menurunkan harga diri nya. Setelah selesai bersiap, Marisa langsung berangkat ke klub malam dengan berjalan kaki karena jarak tempuh dari wc yang di singgahi Marisa dengan tempat bekerja nya tidak terlalu jauh. "Marisa cepat, pelanggan sudah banyak yang menunggu!" Ucap teman Marisa yang juga bekerja sebagai pelayan. "Baiklah, ayo kita semangat bekerja!!" Jawab Marisa penuh seman

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 7

    "Kenapa ini ribut-ribut?" Tanya Selly pura-pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi. "Ini bu, dokumen yang sudah saya kerjakan tiba-tiba basah karena office girl baru ini!" Ucap staf itu mengadu pada Selly. "Suruh saja dia yang mengerjakan kembali semua dokumen yang tadi rusak!!" Jawab Selly sambil melirik ke arah Marisa. "Benar juga, sekarang kamu kerjakan semua dokumen saya yang sudah kamu buat rusak. Saya tunggu sampai jam dua belas siang jika semua belum beres saya akan adukan kamu ke pak bos biar di pecat di hari pertama bekerja!" Seketika ruang itu menjadi riuh kembali karena orang-orang yang berada di ruangan itu semua menertawakan Marisa. "Tapi saya tidak mengerti bagaimana cara nya!" Jawab Marisa sambil meremat jari jemari nya. "Ya jelas tidak mengerti lah, orang yang pendidikan nya rendah mana bisa mengerjakan semua ini!" Jawab Selly sambil menekan kata rendah di depan semua orang. "Tapi saya tidak sengaja, adakah cara lain untuk saya bertanggung jawab?" Tan

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 6

    Marisa menunggu dengan gelisah pengumuman hasil interview nya hari ini, kali ini Hana yang selalu memberi nya semangat dan keyakinan jika dirinya akan di terima bekerja. "Sudahlah Marisa, aku yakin kamu akan lulus tes." "Tapi di sana ada Selly, dari dulu dia selalu berlaku tidak adil dan selalu tidak suka jika aku mendapatkan kebagiaan sedikit saja!" Tak berapa lama, dentingan telepon Marisa berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Setelah melihat nya Marisa langsung berteriak dan berlompat-lompatan sambil memeluk Hana. Hana yang di beri pelukan tiba-tiba hanya bisa membelalakkan mata nya karena terlalu erat nya pelukan yang di berikan Marisa. "Tidak bisa bernafas!!" Ucap Hana sambil memukul lengan Marisa. Setelah pelukan terlepas barulah Marisa memebritahukan Hana isi pesan yang baru saja masuk. "Aku di terima!!!" Teriak Marisa. "Benarkah?" Tanya Hana dan di beri anggukan kepala oleh Marisa, kini giliran Hana yang memeluk Marisa dengan erat karena teman nya sudah berhasil mel

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 5

    Saat mentari pagi bersinar terang, Marisa terbangun dari tidur nya. Kali ini hati Marisa terasa lebih tenang karena dia bisa bangun lebih siang dari biasa nya. Saat di rumah sang paman, Marisa selalu di tuntut bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk mereka dan beberes rumah dan tidak jarang juga Marisa tidak makan bahkan sisa makanan pun tidak ada di atas meja makan. Semua makanan yang di masak oleh Marisa selalu habis tak bersisa dan tidak jarang pula Marisa hanya minum air putih saat pergi bekerja. "Haahh... akhir nya bisa hidup lebih santai. Kenapa tidak dari dulu saja sih aku di usir dari rumah?" Gumam Marisa. "Ohh iya semua itu karna aku yang yang bodoh!!" Gumam nya lagi sambil menepuk jidat.Tidak lama setelah dia bangun dari kasur, terdengar suara nada dering handphone milik Marisa."Marisa bukan nya kamu mau interview hari ini, kamu kemana saja sih dari kemarin aku hubungi selalu tidak bisa?" Ucap seseorang dengan nada tinggi di seberang telepon."Hehe, sorry handphone

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status